Maknai Hari Kereta Api Nasional, Simak Informasi dan Fakta Berikut!

Maknai Hari Kereta Api Nasional, Simak Informasi dan Fakta Berikut!

Maknai Hari Kereta Api Nasional, Simak Informasi dan Fakta Berikut!

Informasi dan fakta ini kiranya tetap jarang diketahui oleh penduduk umum. Mau paham informasinya seperti apa? Yuk, simak ulasannya berikut!

Maknai Hari Kereta Api Nasional, Simak Informasi dan Fakta Berikut!

1. Jalur Kereta Api Pertama di Indonesia
Jalur kereta api pertama di Indonesia ada sebagian versi yang perlu anda ketahui. Versi pertama ialah menurut PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan versi ke-2 berdasarkan arsip-arsip perkeretaapian yang disimpan di Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

Menurut versi KAI, jalan kereta api pertama kali ialah jalan kereta api di Kalimantan Selatan pada th. 1849. Jalur kereta api berikut merupakan jalan yang lantas jadi lori-lori batubara. Pembangunan jalan kereta api di Kalimantan Selatan dibangun berdasarkan persetujuan dari Sultan Banjar.

Lalu, berdasarkan arsip perkeretaapiaan di ANRI, diketahui bahwa pembangunan pertama jalan kereta api dilakukan di desa Kemijen pada tanggal 17 Juni 1864. Pada tanggal itu, Gubernur Jenderal Hindia Belanda Mr. Baron Sloet van den Beele mengimbuhkan cangkulan pertamanya. Setelah itu, dibangunlah jalan kereta api dari Kemijen ke Tanggung yang lantas dioperatori oleh Nederlandsche Indische Spoorweg Maatschappij (NIS), perusahaan kereta api swasta, pimpinan Ir. J.P. van Bordes.

Perbedaan pada jalan kereta api di Kalimantan Selatan dan di Pulau Jawa berikut ialah fungsinya. Jalur kereta api di Kalimantan Selatan bermanfaat sebagai jalan kereta api untuk keperluan pertambangan. Sedangkan, jalan kereta api di Kemijen befungsi sebagai jalan kereta api lazim komersil. Jadi, keduanya merupakan jalan kereta api pertama di Indonesia berdasarkan fungsinya masing-masing.

2. Pada 28 September 1945 Perusahaan Perkeretaapian Indonesia Berdiri
Penetapan tanggal 28 September jadi Hari Kereta Api Nasional tidak lepas dari berdirinya perusahaan perkeretaapian pertama Indonesia. Pasca mendeklarasikan kemerdekaannya, Indonesia lantas mendirikan perusahaan perkeretaapian milik Indonesia pertama pada tanggal 28 September 1945, bernama Djawatan Kereta Api Indonesia Republik Indonesia (DKARI).

Pendirian DKARI berikut dilakukan dengan cara merebut jalur-jalur kereta api beserta beraneka perangkat perusahaan kereta api pada era penjajahan Jepang. Kala itu, pengambilalihan dilakukan oleh Angkatan Moeda Kereta Api.

Angkatan Moeda Kereta Api berikut merupakan orang-orang Indonesia yang bekerja di jawatan kereta api milik Jepang selagi itu. Pasca perebutan itu, seluruh kereta api dan stasiun-stasiunnya diproklamirkan sebagai ‘Milik Repoeblik.’

3. PT KAI Beberapa Kali Berganti Nama
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, perusahaan perkeretaapian Indonesia berdiri dengan nama DKARI. Namun, sehabis DKARI berdiri, Belanda ulang ke Indonesia dan mendirikan jawatan perkeretaapian yang diberi nama Staatssporwegen/Verenigde Spoorwegbedrif (SS/VS).

Lalu, sehabis dilaksanakannya Konferensi Meja Bundar (KMB) pada Desember 1949, diputuskan bahwa Indonesia menyita alih aset-aset milik pemerintah Hindia Belanda, juga aset-aset SS/VS. Setelah itu, DKARI dan SS/VS dilebur jadi satu dan bernama Djawatan Kereta Api (DKA) th. 1950.

Pada tanggal 25 Mei 1950, DKA berubah nama jadi Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA). Selain beralih nama, dikenalkan pula lambang Wahana Daya Pertiwi yang mencerminkan transformasi perkeretaapian Indonesia sebagai fasilitas transportasi andalan kegunaan mewujudkan kesejahteraan bangsa dan tanah air.

Setelah itu, pada th. 1971, Pemerintah Indonesia ulang mengubah struktur tubuh PNKA jadi Perusahaan Jawatan Kereta Api atau PJKA. Kemudian, pergantian ulang berlangsung pada th. 1991 jadi Perusahaan Umum Kereta Api (Perumka). Perubahan itu dilakukan Pemerintah Indonesia untuk memaksimalkan layanan jasa angkutan umum.

4. PT KAI Berkembang Pesat dan Punya Beberapa Anak Perusahaan
Sebagai BUMN Perkeretaapian, PT KAI tentunya berkembang seiring dengan perkembangan zaman dan keperluan penduduk akan transportasi kereta api. Hingga kini, PT KAI miliki sebagian anak perusahaan, seperti PT Kereta Api Logistik (Kalog), PT Reska Multi Usaha, PT Kereta Api Properti Manajemen, PT Kereta Api Pariwisata (Indotrailtour), PT Railink, dan PT Kereta Commuter Indonesia.

Masing-masing anak perusahaan itu miliki tugas dan fungsinya masing-masing. PT Kalog beroperasi di bidang pengantaran logistik melalui jalan kereta api. Lalu, Reksa Multi Usaha bergerak di bidang layanan di atas kereta api atau sepanjang perjalanan kereta api.

PT Kereta Api Properti Manajemen beroperasi di bidang pengelolaan aset dan properti milik PT KAI. Indotrailtour bergerak di bidang jasa wisata memakai kereta api. PT Railink merupakan anak perusahaan patungan pada PT KAI dengan PT Angkasa Pura II yang bergerak di bidang layanan kereta api bandara. Dan, PT Kereta Commuter Indonesia merupakan operator layanan jasa kereta api commuter di wilayah Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek).