Cagar Budaya Tak Banyak Dimanfaatkan dalam Pendidikan

Cagar Budaya Tak Banyak Dimanfaatkan dalam Pendidikan

Cagar Budaya Tak Banyak Dimanfaatkan dalam Pendidikan

Cagar Budaya Tak Banyak Dimanfaatkan dalam Pendidikan
Cagar Budaya Tak Banyak Dimanfaatkan dalam Pendidikan

Sebagai kekayaan alam Indonesia, selama ini keberadaan cagar

udaya tak banyak dimanfaatkan dalam dunia pendidikan.

Padahal cagar budaya mampu menjadi pola, metode dan alat bantu pembelajaran dalam pendidikan karakter bagi generasi muda.

Hal ini diungkapkan oleh Anggota Dewan Pendidikan DIY Aulia Reza Bastian, dalam seminar ‘Festival Film Semi Dokumenter Cagar Budaya’ yang digelar Balai Pelestarian Cagar Budaya.

Reza menuturkan, kurang termaafaatkannya cagar budaya

dalam pembelajaran generasi muda Indonesia selama ini menjadi salah satu alasan rusak atau hilangnya cagar budaya Indonesia.

“Benda cagar budaya sebagai salah satu warisan

leluhur kita apabila dipahami secara mendalam, melalui proses belajar yang tekun, akan membantu membentuk nilai luhur,” kata Reza di Yogyakarta, Minggu (31/8/2014).

“Lebih luas lagi, pelajar kita ditanami nilai-nilai pribadi budaya bangsa, sehingga rasa ikut memiliki dan menjaga bangsa ini dapat tercipta sempurna,” imbuhnya.

Menurut Reza, dengan rasa memiliki, generasi muda dipastikan ikut melestarikan aset budaya bangsa. Pada akhirnya, unsur vandalisme atau perusakan dan pencurian sebagai alasan rusaknya cagar budaya Indonesia bisa sangat ditekan, bahkan dihilangkan.

Karena itulah, cagar budaya dalam hal ini sebenarnya bisa menjadi alat untuk membentuk karakter dan jati diri generasi muda,” ucapnya.

“Namun sayangnya belum juga dimanfaatkan secara optimal. Ini juga sebenarnya disebabkan tidak seriusnya pemerintah menggunakan cagar budaya dalam proses pendidikan formal kita,” pungkasnya.

 

Sumber :

http://blog.ub.ac.id/petrusarjuna/pengertian-dan-contoh-seni-rupa-murni-daerah/