Mengenai Apa Itu Sungai

Mengenai Apa Itu Sungai

Mengenai Apa Itu Sungai

Mengenai Apa Itu Sungai
Mengenai Apa Itu Sungai

Sungai adalah aliran air di permukaan tanah yang mengalir ke laut. Dalam Bahasa Indonesia, kita hanya mengenal satu kata “sungai”. Sedangkan dalam Bahasa Inggris dikenal kata “stream” dan “river”. Kata “stream” dipergunakan untuk menyebutkan sungai kecil, sedang “river” untuk menyebutkan sungai besar.

Daerah Aliran Sungai (DAS)

Air hujan yang jatuh ke permukaan bumi akan mengalir di permukaan bumi dan kemudian masuk ke dalam alur sungai dan mengalir sebagai aliran sungai. Kawasan di permukaan bumi yang bila turun hujan air itu masuk ke suatu aliran sungai tertentu disebut sebagai Daerah Aliran Sungai atau dikenal sebagai DAS. Jadi, besar atau kecilnya debit air sungai, selain ditentukan oleh tingginya curah hujan juga ditentukan oleh luas DAS.

Struktur Aliran Sungai

Aliran sungai di suatu kawasan atau di dalam DAS dapat kita umpamakan seperti sebatang pohon. Sungai utama sebanding dengan batang pohon, dan anak-anak sungai sebanding dengan cabang-cabang pohon dan rantingnya. Ibarat sebatang pohon, makin besar sungai itu, maka makin banyak pula anak-anak sungai yang mengalirkan aliran airnya ke dalam sungai utama. Pada sistem aliran sungai, cabang sungai yang paling luar atau yang terjauh dari sungai induk disebut sengan sungai orde satu. Pertemuan antara dua sungai orde satu menghasilkan sungai orde dua dan seterusnya sampai ke sungai induk.
Jadi, makin besar sebuah sungai berarti makin banyak cabang dan anak-anak sungainya. Dengan demikian pula dengan debit sungai, makin banyak cabang atau anak sungai, maka makin besar pula debit sungai induknya.

Sungai dan Banjir

Aliran sungai sangat erat hubungannya dengan banjir. Banjir di sekitar aliran sungai, seperti yang terjadi di Australia dalam bulan Januari ini, terjadi karena volume air termukaan yang masuk ke dalam aliran sungai melebihi kapasitas alur sungai untuk menampungnya.
Aliran sungai dimulai dari daerah yang lebih tinggi di kawasan pegunungan atau perbukitan dan berakhir di kawasan pesisir atau tepi pantai. Daerah tempat aliran sungai berawal disebut sebagai bagian hulu sungai, dan daerah tempat aliran sungai berakhir disebut sebagai bagian hilir. Di antara kedua daerah tersebut terdapat daerah pertengahan yang merupakan daerah transisi. Jadi, dalam kondisi ideal, daerah aliran sungai dapat dibedakan menjadi bagian hulu, bagian hilir dan bagian pertengahan.
Berdasarkan kondisi fisiknya, sungai terbagi menjadi 3 yaitu :
    1. Bagian hulu, pada kondisi hulu aliran air deras, batu-batuan juga besar dan erosi yang terjadi adalah erosi vertikal ke bawah (air terjun).Daerah hulu adalah daerah awal aliran sungai, dan berada di daerah pegunungan atau perbukitan. Sungai-sungai di daerah hulu memiliki ciri-ciri antara lain :
      • Memiliki lembah sungai berbentuk “V”.
      • Debit airnya relatif kecil dan sangat dipengaruhi oleh curah hujan.
      • Kondisi dasar sungai berbatu-batu.
      • Erosi oleh aliran air sungai terutama terjadi ke arah vertikal (aliran air sungai mengerosi dasar sungai).
      • Aliran sungai mengalir di atas batuan induk (country rocks).
      • Aliran sungai mengerosi batuan induk.
      • Aliran sungai cenderung relatif lurus.
      • Tidak pernah terjadi banjir (air sungai yang meluap) karena air segera mengalir ke hilir.
    2. Bagian tengah, pada bagian ini aliran air sudah agak tenang, batu-batuan juga sudah tidak besar lagi dan erosi yang terjadi ke samping/horizontal.
  1. Pada bagian hilir, pada bagian ini aliran air sudah tenang, batu-batuan juga sudah berubah menjadi kental/pasir dan sudah jarang terjadi erosi.Daerah hilir adalah daerah akhir aliran sungai, dan di dataran rendah tepi pantai. Sungai-sungai di daerah hilir dapat memiliki ciri-ciri antara lain :
    • Memiliki lembah sungai berbentuk “U”.
    • Aliran air permanen meskipun debit aliran sungai dapat dipengaruhi oleh curah hujan (musim).
    • Di dalam alur sungai cenderung terjadi pengendapan, dan aliran air sungai mengalir di atas endapannya sendiri.
    • Mendapat air dari alur yang berasal dari daerah hulu, dan kondisi debit dipengaruhi oleh kondisi daerah hulu.
    • Dapat terjadi banjir bila debit air yang datang dari daerah hulu melebihi daya tampung saluran sungai yang ada di daerah hilir.
    • Daerah genangan air sungai ketika banjir dikenal sebagai daerah dataran banjir, dan di dataran ini muatan yang dibawa oleh air sungai ketika banjir sebagian diendapkan.
    • Aliran sungai cenderung berkelok-kelok membentuk pola aliran sungai yang dikenal sebagai meander.
    • Sungai cenderung mengerosi ke arah lateral (mengerosi tebing sungai).

Sumber Air

Air sungai bisa berasal dari air hujan (terutama di daerah tropis) dan bisa pula berasal dari es yang mencair di gunung atau pegunungan (terutama di daerah empat musim). Oleh karena itu, debit air sungai bisa sangat dipengaruhi oleh musim.
Sungai berdasarkan sumber airnya , dibedakan menjadi :
  1. Sungai Hujan : Sungai yang aliran airnya berasal dari air hujan. Contoh : Sungai Cisadane, Sungai Mahakam.
  2. Sungai Gletser : Sungai yang terbentuk dari es yang mencair.
  3. Sungai Campuran : Sungai yang aliran airnya berasal dari campuran gletser dan air hujan. Contoh Sungai Digul (Papua) dan Sungai Memberano (Papua)

Pengaruh Musim

Di Indonesia yang berada di daerah tropis, debit air sungai akan tinggi bila musim hujan dan rendah di musim kemarau. Sementara itu, di daerah empat musim, debit aliran sungai meningkat ketika musim dingin berakhir karena salju mencair.Sungai berdasarkan debit aliran airnya :
  1. Sungai permanen : Sungai yang debitnya stabil dan tidak dipengaruhi oleh musim. Contoh Sungai Mahakam, Sungai Barito, Sungai Musi dan Sungai Kapuas.
  2. Sungai periodik : Sungai yang aliran airnya dipengaruhi oleh musim, meluap ketika musim hujan dan kering ketika musim kering. Contoh Sungai Ciliwung, Sungai Cisadane.
  3. Sungai Episodik ; sungai yang aliran airnya ada hanya di musim penghujan, contoh Sungai Kasada di Sumba.
Sungai, berdasarkan stadia erosinya dapat dibedakan menjadi:
  1. Sungai Muda, dengan ciri-ciri
    • penampang melintang sungai berbentuk V
    • banyak dijumpai air terjun
    • tidak terjadi pengendapan
    • erosi vertikal efektif
    • relatif lurus dan mengalir di atas batuan induk
  2. Sungai Dewasa, dengan ciri-ciri
    • penampang melintang sungai berbentuk U
    • erosi relatif kecil
    • banyak bermunculan cabang-cabang sungai
    • erosi lateral efektif
  3. Sungai Tua dengan ciri-ciri
    • penampang melintang sungai berbentuk cawan
    • erosi lateral sangat efektif
    • anak sungai lebih banyak
    • bermeander
    • kemiringan datar