Ketika Usahawan Indonesia di Tokyo Berbagi Ilmu

Ketika Usahawan Indonesia di Tokyo Berbagi Ilmu

Ketika Usahawan Indonesia di Tokyo Berbagi Ilmu

Ketika Usahawan Indonesia di Tokyo Berbagi Ilmu
Ketika Usahawan Indonesia di Tokyo Berbagi Ilmu

Begitu pentingnya perencanaan bagi tiap individu, sehingga harus dipikirkan matang-matang jauh-jauh hari.

Hal itu juga jadi permasalahan bagi anak-anak Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan oleh Andy Laver Sirait, founder Asia Strategic Human Capital yang bermarkas di Jakarta dan Tokyo pada kesempatan seminar ’’Memilih yang Terbaik’’ diselenggarakan oleh KMKI di Tokyo pada Sabtu (28/10).

Andy mengakui bahwa keadaan di Indonesia kurang mendukung anak-anak untuk membuat rencana yang matang. Misalnya, dalam banyak hal di Jepang, sudah direncanakan dengan tepat. Seperti, jadwal ketibaan kereta atau bus, jadwal janji temu, jadwal acara, dan lainnya.

Di Indonesia yang lebih fleksibel, sangat sulit untuk membuat perencanaan matang karena terganjal

oleh macam-macam faktor yang dapat menyebabkan pergeseran. “Those who fail to plan, plan to fail,’’ tegasnya.

Di luar semua itu, Andy juga menegaskan pentingnya arah dibandingkan jarak. Meskipun untuk menuntaskan sesuatu memakan banyak waktu, tetaplah fokus pada tujuan karena pada akhirnya, ke sanalah tercapainya impian seseorang.

Daniel Surya dan Almira Shinantya juga membagikan kisahnya. Daniel khususnya memimpin perusahaannya di bidang teknologi kreatif. Salah satu teknologi yang digelutinya adalah AugmentedReality (AR).

Perusahaan itu dinamainya WIR (We Indonesians Rule). Group ini pernah berkesempatan bekerja

sama dengan perusahaan-perusahaan terkemuka dunia semisal Caltex, Danone, Dutch Lady, Otsuka, dan lainnya.

Bahkan Daniel pernah diminta memasukkan teknologi AR ke merek pakaian milik Pharrell Williams, Billionaire Boys Club. Salah satu karyanya juga pernah memenangkan penghargaan bergengsi Auggie Awards untuk kategori Best Campaign pada Augmented World Expo tahun 2016. (*)

 

Sumber :

http://www.disdikbud.lampungprov.go.id/perencanaan/apa-itu-frase.html