Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan

Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan

Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan

 

Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan

Karakteristik kualitatif merupakan ciri khas yang membuat informasi dalam laporan keuangan berguna bagi pemakai. Terdapat empat karakteristik kualitatif pokok yaitu :

Dapat Dipahami

Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan dapat dipahami peserta dan bentuk serta istilahnya disesuaikan dengan batas para pengguna;

• Relevan

Laporan keuangan dianggap jika informasi yang disajikan didalamnya dapat mempengaruhi keputusan pengguna;

• Keandalan

Informasi dalam laporan keuangan bebas dari pengertian yang menyesatkan dan kesalahan material;

• Dapat diperbandingkan

Informasi yang disajikan akan lebih berguna bila dapat diperbandingkan dengan laporan keuangan pada periode sebelumnya.

Sementara itu menurut Syafri (2008:7) Pemakai laporan keuangan antara lain:

Pemilik perusahaan

Bagi pemilik perusahaan laporan keuangan dimaksudkan untuk:
Menilai prestasi atau hasil yang diperoleh manajemen perusahaan.
Mengetahui hasil deviden yang akan diterima.
Menilai posisi keuangan perusahaan dan pertumbuhannya.
Mengetahui nilai saham dan laba perlembar saham.
Sebagai dasar untuk memprediksi kondisi perusahaan dimasa datang.
Sebagai dasar untuk mempertimbangkan menambah atau mengurangi investasi.

Manajemen perusahaan

Bagi manajemen perusahaan laporan keuangan digunakan untuk:
Alat untuk mempertanggung jawabkan pengelolaan kepada pemilik.
Mengatur tingkat biaya dari setiap kegiatan operasi perusahaan, divisi, bagian segmen tertentu.
Mengukur tingkat efisiensi dan tingkat keuntungan perusahaan, divisi, bagian, atau segmen tertentu.
Menilai hasil kerja individu yang diberikan tugas dan tanggung jawab.
Untuk menjadi bahan pertimbangan dalam menetukan perlu tidaknya diambil kebijaksanaan baru.
Memenuhi ketentuan dalam UU, peraturan. Anggaran Dasar, Pasar Modal. Dan lembaga regulator lainnya.

Investor

Bagi investor laporan keuangan dimaksudkan untuk:
Menilai kondisi keuangan dan hasil uasaha perusahaan.
Meniali kemungkinan menanamkan dana dalam perusahaan.
Menilai kemungkinan menanamkan divestasi (menarik investasi) dari perusahaan.
Menjadi dasar memprediksi kondisi perusahaan di masa datang.

Kreditur atau Banker

Bagi kreditur, banker, atau supplier laporan keuangan digunakan untuk:
Menilai kondisi keuangan dan hasil usaha perusahaan dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang.
Menilai kualitas jaminan kredit / investasi untuk menopang kredit yang akan diberikan.
Melihat dan memprediksi prospek keuntungan yang mungkin diperoleh dari perusahaan atau menilai rate of return perusahaan.
Menilai kemampuan likuiditas, solvabilitas, rentabilitas perusahaan sebagai dasar dalam pertimbangan keputusan kredit.
Menilai sejauh mana perusahaan mengikuti perjanjian kredit yang sudah disepakati.

Pemerintah dan Regulator

Bagi pemerintah atau regulator laporan keuangan dimaksudkan untuk:
Menghitung dan menetapkan jumlah pajak yang harus di bayar.
Sebagai dasar dalam menetapkan kebijakan-kebijakan baru.
Menilai apakah perusahaan memerlukan bantuan atau tindakan lain.
Menilai kepatuhan perusahaan terhadap aturan yang ditetapkan.
Bagi lembaga pemerintah lainnya bisa menjadi bahan penyusunan data dan statistik.

Analisis, Akademis, Pusat Data Bisnis

Para analisis, akademis, dan juga lembaga-lembaga pengumpulan data bisnis laporan keuangan penting sebagai bahan atau sumber informasi yang akan diolah sehingga menghasilkan informasi yang bermanfaat bagi analisa, ilmu pengetahuan, dan komoditi informasi.

 

Sumber : https://www.dosenpendidikan.co.id/