Pemkot Cimahi Komitmen Tekan Angka Putus Sekolah

Pemkot Cimahi Komitmen Tekan Angka Putus Sekolah

Pemkot Cimahi Komitmen Tekan Angka Putus Sekolah

Pemkot Cimahi Komitmen Tekan Angka Putus Sekolah
Pemkot Cimahi Komitmen Tekan Angka Putus Sekolah

Dinas Pendidikan Kota Cimahi berkomitmen terus menekan angka putus sekolah di Kota Cimahi.

Sebab, siswa di Cimahi wajib mengenyam pendidikan minimal 12 tahun.

Berdasarkan data yang diolah tahun 2017 oleh Dinas Pendidikan Kota Cimahi, angka Anak Tidak Sekolah (ATS) mencapai 1.345. Data ATS itu terdiri dari berbagai jenjang pendidikan.

Rinciannya berdasarkan usia dan tingkat pendidikan, untuk usia 0-6 tahun atau PAUD/TK mencapai 7 orang, usia 7-12 tahun atau SD/MI mencapai 123 orang, usia 13-15 atau SMP/Mts itu 328 orang, usia 16-18 tahun atau SMA/MA mencapai 595 orang. Sementara anak usia 18 tahun itu sebanyak 280 orang, serta data usia tak tersedia ada 12 orang.

Ada berbagai alasan mengapa ribuan anak itu tidak sekolah atau putus sekolah.

Diantaranya karena faktor ekonomi yang mencapai 834 anak atau 62,01 persen, masalah keluarga 10 anak atau 0,74 persen dan masalah lain lain sebanyak 501 anak atau 37,25 persen.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Dikdik Suratno Nugrahawan mengatakan, salah satu upaya dari pihaknya untuk menekan angka putus sekolah ialah berupa pemberian bantuan beasiswa terhadap siswa.

“Pemberian beasiswa ini untuk menekan angka putus sekolah,

karena yang penerima manfaat dari ini adalah siswa dari keluarga tidak mampu,” kata Dikdik saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jln. Rd. Hardjakusumah, Jum’at (27/12).

Menurut Dikdik, angka putus sekolah di Kota Cimahi relatif kecil. Apalagi, dibantu juga dengan program Kartu Indonesia Pintar (KIP).

“Tentu saja di Cimahi ini tidak boleh ada siswa yang putus sekolah, apalagi alasannya karena biaya karena pemerintah sudah membantu,” ujarnya.

 

Baca Juga :