Sentences Simple Present

Sentences Simple Present

Sentences Simple Present

Sentences Simple Present
Sentences Simple Present

30 Sentences Simple Present

*10 kata kerja (Verbal)

-He makes a car

-She cooks a toast

-She writes a short story

-Fabio watches a football game

-He pushes the door

-Sinta washes plate

-I fix a computer

-They say nice scenery

-I fry a fish

-They buy a company

*10 kata sifat (Adjective)

-He is a bad boy

-He is a famous man

-She is a shy girl

-He is a strong man

-Buffon is a loyal to the juventus fc

– Pirlo is a great ball player

-He is a funny guy

-He is jealous that her friend happy

-They are calm in the face of problems

-He is a fair man

*10 kata keterangan (Adverb)

-He is on the field

-He is under the seat

-She is often daydream at home

-I am put the books in the library

-They are play football in a stadium

-I often ride the train at the station

-I am shower every day

-They are always make trouble in school

-She is never out of the house

-He is often the way to the park

Sumber : https://merkbagus.id/

Bahasa Inggris Bisnis

Bahasa Inggris Bisnis

Bahasa Inggris Bisnis

Bahasa Inggris Bisnis
Bahasa Inggris Bisnis

Menurut saya usia-usia orang yang baru memasuki usia remaja belum dibolehkan dianjurkan menjalani hubungan dengan lawan jenisnya. Karena pada usia tersebut pemikirannya masih labil, takutnya terjadi hal yang tidak diinginkan dan efeknya negatif. Oleh karena itu para remaja disarankan untuk menjalin hubungan diatas umur 18 tahun. Karena pada usia tersebut para remaja sudah mengetahui apa yang baik dan buruknya dalam menjalin hubungan dengan lawan jenis. Menurut saya pada usia diatas 18 tahun kematangan emosional para remaja sudah terbentuk, dan mengetahui mana yang baik ketika mejalani hubungan atau yang disebut berpacaran.

       Dalam menjalani hubungan, para remaja harus ada yang memantau dalam menjalani kasih kepada lawan jenisnya. Yang memantau remaja tersebut adalah orang tua, Dimana peran orang tua sangat penting didalam kalangan para remaja. Karena para orang tua tau mana yang baik dan buruk dalam pergaulan para remaja. Orang tua juga harus berperan dalam menjaga anak-anaknya supaya anaknya tidak masuk kedalam pergaulan yang salah. Peran orang tua sangat penting karena takutnya terjadi kekerasan yang bisa menimbulkan luka fisik dan psikis, kalau terkena luka psikis itu penyembuhannya agak lama.

        Cara yang baik untuk mengakhiri penderitaan anak yaitu dengan cara melarang dan menjauhkan si anak kepada pacarnya yang suka melakukan kekerasan. Kita harus bisa mengetahui mana orang yang baikdan pantas untuk menjadi pasangan kita, supaya kita tidak terjerumus didalam percintaan yang mengakibatkan luka dalam psikis kita. Ketika kita mengalami tindak kekerasan yang mengenai psikis kita, kita bisa meminta bantuan tenaga professional yang bisa membantu kita dalam mengurangi penderitaan kita. Tenaga professional tersebut adalah psikolog, karena psikolog adalah tempat konsultasi dan kita juga bisa berbagi cerita baik dalam penderitaan dan tekanan. Psikolog bisa memulihkan luka psikis orang yang sedang mengalami penderitaan dan tekanan yang berat.

Sumber : https://www.anythingbutipod.com/

Japfa Foundation Salurkan Program Beasiswa di Unand

Japfa Foundation Salurkan Program Beasiswa di Unand

Japfa Foundation Salurkan Program Beasiswa di Unand

Japfa Foundation Salurkan Program Beasiswa di Unand
Japfa Foundation Salurkan Program Beasiswa di Unand

Sebagai bentuk komitmen terhadap peningkatan sumber daya manusia di sektor agrikultur,

Japfa Foundation bekerja sama dengan Fakultas Pertanian dan Fakultas Peternakan Universitas Andalas (Unand) memberikan program beasiswa sarjana peternakan, dan sarjana pertanian.

“Melalui program beasiswa ini, diharapkan generasi muda dapat berprestasi di sektor peternakan dan perikanan. Mereka juga diharapkan dapat menyelesaikan pendidikannya dan dapat mengabdikan pengalaman dan keterampilan yang di dapat selama duduk di bangku kuliah kepada masyarakat,” ujar Head of Japfa Foundation, Andi Prasetyo, dalam keterangan persnya, Minggu (11/11).

Kegiatan penandatanganan ini melibatkan Rektorat Universitas Andalas Dekanat Fakultas

Peternakan Universitas Andalas, Dekanat Fakultas Pertanian Universitas Andalas, Japfa Foundation, perwakilan dari PT Japfa Comfeed Indonesia, perwakilan dari Fakultas Peternakan serta perwakilan dari Fakultas Pertanian.

“Guna memajukan sektor agrikultur, tentu dibutuhkan SDM yang berkualitas.

Program ini ditujukan untuk mendorong semangat siswa sehingga nantinya tercetak sarjana peternakan, perikanan dan kelautan yang unggul,” imbuh Andi.

Adapun komponen beasiswa yang akan diberikan berupa tunjangan langsung yang termasuk di dalamnya, tunjangan hidup per bulan serta tunjangan penelitian dan skripsi. Selain itu, penerima beasiswa juga akan mendapatkan tunjangan pendidikan, tunjangan kegiatan sosial, tunjangan bimbingan karier, tunjungan bimbingan akademik, dan tunjangan kursus bahasa Inggris.

“Saya mengharapkan program ini mampu mendorong generasi muda untuk dapat berprestasi di sektor kesehatan hewan dan dapat menjadi manfaat bagi masyarakat dalam bidang peternakan dan pertanian,” tutup Andi.

 

Baca Juga :

Tiga Kali Gelar FSA, Alumni IPB Semakin Memperkuat Sinergi

Tiga Kali Gelar FSA, Alumni IPB Semakin Memperkuat Sinergi

Tiga Kali Gelar FSA, Alumni IPB Semakin Memperkuat Sinergi

Tiga Kali Gelar FSA, Alumni IPB Semakin Memperkuat Sinergi
Tiga Kali Gelar FSA, Alumni IPB Semakin Memperkuat Sinergi

Setelah dua kali sukses, Himpunan Alumni (HA) IPB kembali menggelar agenda rutin Forum Silaturahmi

Alumni (FSA) di Jakarta, Jumat (9/11). FSA III ini menghadirkan puluhan alumni dari berbagai profesi dan latar belakang yang dirangkaikan dengan peluncuran Program Mentoring Leader Batch I.

“Kami terus terus berupaya agar potensi alumni dari berbagai profesi bisa disinergikan untuk membangun kebersamaan, almamater, bangsa dan negara Indonesia,” kata Ketua DPP HA IPB Fathan Kamil ketika membuka FSA III.

Sejumlah alumni dari kalangan pelaku usaha, profesional, jajaran direksi badan usaha milik negara

(BUMN), perusahaan swasta nasional dan multinasional hingga yang berkarir di birokrasi turut hadir.

Dikatakan, sinergi para alumni sangat diperlukan karena pengalaman dan profesionalisme yang sudah diperoleh sangat bermanfaat bagi sesama alumni. Selain itu, dalam rangka meningkatkan kualitas lulusan IPB maka sinergi bersama bisa dioptimalkan dengan calon alumni IPB.

Ketua Bidang Jejaring Alumni HA IPB Dudi S Hendrawan menjelaskan FSA I sudah digelar pada Mei 2018

lalu dengan mengajak sejumlah alumni yang berkarir di kementerian dan lembaga pemerintahan. Saat FSA I, sejumlah alumni IPB yang berkarir di Kementerian Koordinator bidang Perekonomian menjadi tuan rumah (host).

Untuk FSA II, lebih difokuskan pada alumni-alumni IPB yang berkarir sebagai direksi di jajaran badan usaha milik negara (BUMN), perusahaan swasta dan para pelaku usaha (entrepreneur). FSA II ini juga dibuat bersamaan dengan ajang halal bi halal (HBH) antar alumni IPB. Menteri KLHK Siti Nurbaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan acara yang digelar di Auditorium Manggala Wanabakti, Kompleks KLHK, Jakarta, Kamis (12/7) lalu.

Dalam FSA III ini, HA IPB juga meluncurkan Program Mentoring Leader Batch I sebagai ajang kaderisasi dan pendampingan calon-calon pemimpin masa depan. Potensi alumni yang cukup besar diharapkan bisa memberikan motivasi bagi lulusan IPB. “Ini salah satu bentuk kontribusi kami sebagai alumni kepada adik-adik dalam meningkatkan kapasitas dan daya saing lulusan IPB,” ujar Fathan.

 

Sumber :

https://vidmate.co.id/

Kementerian PAN-RB Gandeng UI Akselerasi Reformasi Birokrasi

Kementerian PAN-RB Gandeng UI Akselerasi Reformasi Birokrasi

Kementerian PAN-RB Gandeng UI Akselerasi Reformasi Birokrasi

Kementerian PAN-RB Gandeng UI Akselerasi Reformasi Birokrasi
Kementerian PAN-RB Gandeng UI Akselerasi Reformasi Birokrasi

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) menggandeng

Universitas Indonesia untuk pemantapan, pengembangan, dan sosialisasi implementasi reformasi birokrasi. Kerja sama antara Kementerian PAN-RB dan Universitas Indonesia ini ditandai dengan penandatanganan adendum nota kesepahaman, di Balai Sidang Universitas Indonesia, Depok, Jumat (9/11).

Dalam sambutannya, MenPAN-RB, Syafruddin menyampaikan harapannya agar kerja sama ini bisa membawa dampak positif bagi program reformasi birokrasi pemerintah. Ke depannya, kerja sama serupa juga akan dilakukan kepada universitas atau perguruan tinggi lainnya di seluruh Indonesia.

“Kementerian PAN-RB sangat membutuhkan Universitas Indonesia sebagai lembaga pendidika

n dan penelitian. Kerja sama ini meliputi perencanaan, implementasi, dan juga sosialisasi dari program-program reformasi birokrasi di Kementerian PAN-RB. Sebab sampai saat ini masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui apa saja yang sudah dibuat oleh negara. Masih banyak yang skeptis terhadap pelayanan publik, padahal negara sudah melakukan banyak hal dalam perbaikan pelayanan publik,” kata Syafruddin.

Sementara itu, Rektor Universitas Indonesia, Prof Muhammad Anis menyampaikan,

kerja sama ini merupakan bentuk sinergi positif antara kampus sebagai institusi pemerintahan dengan pemerintah. Menurutnya, kolaborasi dengan pemerintah ini harus terus didorong dan dikembangkan agar kemajuan dan kesejahteraan Indonesia dapat terwujud.

“Dengan keilmuan yang dimiliki UI, kami berharap dapat menjadi mitra pemerintah dalam memberi masukan-masukan yang komprehensif bagi suksesnya pelaksanaan reformasi birokrasi di Indonesia, yang menjadi bagian penting dalam menyukseskan Road Map Making Indonesia 4.0,” ujar Anis.

 

Sumber :

https://daftarpaket.co.id/

TK Aisyiyah Busthanul Athfal Gelar Peringatan 100 Tahun

TK Aisyiyah Busthanul Athfal Gelar Peringatan 100 Tahun

TK Aisyiyah Busthanul Athfal Gelar Peringatan 100 Tahun

TK Aisyiyah Busthanul Athfal Gelar Peringatan 100 Tahun
TK Aisyiyah Busthanul Athfal Gelar Peringatan 100 Tahun

Taman Kanak-kanak Aisyiyah Busthanul Athfal (TK ABA) yang didirikan di Kauman Yogyakarta

memperingati 100 tahun kelahirannya. Sejarah telah merekam jejak pengabdian Aisyiyah pada pendidikan anak usia dini (PAUD) sejak 1919.

Dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis (15/8/2019), disebutkan pendidikan saat itu hanya tersedia untuk kalangan yang dekat dengan pemerintahan penjajahan Belanda. Pendidikan saat itu juga tidak mendidik anak secara Islami dan menjauhkan ideologi kebangsaan.

Aisyiyah sebagai sayap organisasi perempuan dari Muhammadiyah menyadari adanya persoalan

pendidikan anak yang memprihatinkan pada saat itu. Dengan pemikiran penguatan pada konsepsi institusi keluarga dan melahirkan generasi penerus yang berkualitas untuk membangun bangsa, Nyai Siti Walidah–istri KH Ahmad Dahlan–melalui Aisyiyah mempelopori kegiatan di bidang pendidikan bagi kaum wanita.

TK ABA merupakan PAUD yang pertama kali dimiliki pribumi di masa penjajahan Belanda. TK ABA berdiri atas inisiasi putri Muhammad Kamaludin Ningrat yang bernama Siti Umniyah yang saat itu menjabat ketua Siswo Proyo Wanito, sebuah perkumpulan pelajar wanita sekolah Muhammadiyah yang dibentuk oleh Sumo Dirjo.

Berawal dari TK ABA Kauman yang menjadi pelopor PAUD di Indonesia, saat ini TK ABA

yang dikelola Aisyiyah telah tersebar di seluruh penjuru Tanah Air hingga ke luar negeri.

Perayaan 100 tahun ini akan dijadikan momentum untuk Aisyiyah dalam aksi ber-ta’awun (tolong-menolong) dalam mewujudkan pendidikan anak usia dini yang ramah anak dan berkualitas. Selain itu akan digelar berbagai acara mulai dari tingkat pusat, wilayah, daerah, cabang, dan ranting.

Kegiatan diawali talk show “Pendidikan Anak Usia Dini sebagai Sarana Penanaman Nilai Nasionalisme dan Toleransi” di Jakarta. Selanjutnya pada 21-22 Agustus 2019 digelar seminar internasional di FKIP Universitas Hamka Jakarta, serta Tasyakur Akbar 100 Tahun TK Aisyiyah Busthanul Athfal pada 16 November 2019 di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Dalam acara tasyakur juga akan digelar Aisyiyah Education Expo 2019, Gerakan Philanthrophy 100 Tahun TK Aisyiyah Busthanul Athfal, dan pemberian penghargaan kepada pendidik dan penggiat PAUD Aisyiyah.

 

Baca Juga :

UPH Beri Bantuan Program Pendidikan untuk 6 Pengungsi Afghanistan

UPH Beri Bantuan Program Pendidikan untuk 6 Pengungsi Afghanistan

UPH Beri Bantuan Program Pendidikan untuk 6 Pengungsi Afghanistan

UPH Beri Bantuan Program Pendidikan untuk 6 Pengungsi Afghanistan
UPH Beri Bantuan Program Pendidikan untuk 6 Pengungsi Afghanistan

Universitas Pelita Harapan (UPH) memberikan bantuan program pendidikan kepada enam pengungsi

Afghanistan yang merupakan bagian dari ratusan pengungsi di Kalideres, Jakarta Barat. Keenam pengungsi, terdiri dari dua laki-laki dan empat perempuan yang berusia antara 15-23 tahun itu, akan diikutsertakan ke dalam pendidikan bahasa Inggris bertajuk English Pathway Program (EPP).

Proses serahterima keenam pengungsi itu dilakukan secara resmi dari pihak Badan Pengungsi Perserikatan Bangsa-bangsa (United Nation High Commissioner for Refugees/UNHCR) yang diwakili oleh Petugas Perlindungan Senior, Julia Zaykowski, kepada Pendiri dan Ketua Pembina UPH, James T Riady, di Gedung Hope, UPH, Tangerang, Kamis (15/8).

James mengatakan program itu diharapkan akan meningkatkan kemampuan bahasa Inggris

dari keenam remaja dan pemuda Afghanistan tersebut. Mereka nantinya juga dimungkinkan masuk ke dalam program pendidikan formal di UPH.

“Dalam rangka UPH memasuki 25 tahun, kami senang sekali bisa bekerja sama dengan PBB untuk memberikan kesempatan, peluang bagi para pengungsi untuk bisa memasuki pendidikan formal,” kata James.

EPP merupakan program pendidikan informal untuk pembelajaran bahasa Inggris yang dirancang selama satu tahun. Keenam pengungsi ini tidak hanya mendapatkan beasiswa secara penuh lewat EPP, tetapi juga diberikan fasilitas gratis berupa tempat tinggal (asrama) dan makanan selama masa program.

“Bagian pertama, bagaimana supaya Bahasa Inggris mereka ditingkatkan mencapai TOEFL

500-550. Bagian kedua, mereka bisa memasuki program sarjana dengan disiplin ilmu berbeda-beda,” ujar James.

Menurut James, keenam pengungsi itu menyatakan keinginan mereka menjadi dokter, pengusaha, atau bergelut di dunia pendidikan. “Itu semua kita fasilitasi,” katanya.

Insiatif kemitraan pendidikan ini dirancang sebagai sumbangsih konkret dari UPH untuk meningkatkan keterampilan dan pendidikan bagi para pengungsi di Indonesia yang saat ini menunggu proses permukiman kembali (resettlement). Inisiatif ini sejalan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan yang dipegang pemerintah Indonesia dalam penanganan pengungsi.

Indonesia sendiri saat ini menjadi tempat transit bagi 14.000 pengungsi luar negeri. Oleh karena itu, pemberian bantuan program pendidikan semacam ini juga mendorong sektor-sektor swasta lainnya untuk turut membantu pemerintah dalam menangani situasi pengungsi di Indonesia.

 

Sumber :

https://linda134.student.unidar.ac.id/2019/08/sejarah-siti-fatimah-lodaya.html

Jokowi Serahkan KIP untuk 4.000 Pelajar di Gorontalo

Jokowi Serahkan KIP untuk 4.000 Pelajar di Gorontalo

Jokowi Serahkan KIP untuk 4.000 Pelajar di Gorontalo

Jokowi Serahkan KIP untuk 4.000 Pelajar di Gorontalo
Jokowi Serahkan KIP untuk 4.000 Pelajar di Gorontalo

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan Kartu Indonesia Pintar (KIP)

kepada 4.000 pelajar SD sampai SMA/SMK di Gorontalo. Penyerahan KIP diadakan di Gelanggang Olahraga David-Tonny, Gorontalo, Jumat (1/3).

Pada kesempatan itu, Jokowi berharap agar dana bantuan pendidikan melalui KIP digunakan tepat sasaran. “Hati-hati. Anak-anakku semua, dana yang ada di kartu ini hanya digunakan untuk hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan,” kata Jokowi.

Jokowi juga mengungkap skema pembiayaan bagi pelajar setiap tingkatan. Bagi pelajar SD dana yang diberikan sebesar Rp 450.000 per tahun. Pelajar SMP mendapatkan Rp 750.000, sedangkan tingkat SMA/ SMK sebesar Rp 1 juta.

“Anak-anak (SD) di kartunya ada dana Rp 450.000. Jadi hati-hati pegang kartunya.

Untuk yang SMP sudah tahu ada berapa? Rp 750.000. Yang SMA/SMK ada berapa dana yang ada di dalam kartu? Rp 1 juta,” ungkap Jokowi.

Diketahui, anak usia sekolah dari keluarga kurang mampu dan yatim piatu terdaftar sebagai penerima bantuan tunai pendidikan. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy menjelaskan, penerima KIP pada 2019 di Gorontalo sebanyak 80.502 siswa.

“Jumlah siswa penerima KIP tahun 2019 untuk semua jenjang di Provinsi Gorontalo

sejumlah 80.502 siswa. Adapun nilai anggarannya adalah Rp 41.170.700.000,” jelas Muhadjir seraya menyebut jumlah penerima bakal bertambah seiring adanya usulan penerima KIP baru.

Sebelum menyerahkan KIP, Jokowi terlebih dahulu meresmikan rumah susun sederhana (rusunawa) Asrama Putri Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMG). Jokowi bersama Ibu Negara Iriana Jokowi tiba di UMG dengan menggunakan becak motor (bentor).

Bentor merupakan transportasi yang menjadi ciri khas Gorontalo. Ratusan mahasiswa/ mahasiswi tampak menyambut antusias kehadiran Jokowi dan Iriana. Jokowi menandatangani prasasti peresmian rusunawa yang memiliki empat lantai.

Pada kegiatan itu, Jokowi dan Iriana didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie.

 

Sumber :

https://mhs.blog.ui.ac.id/lili.ariyanti/2018/08/12/sejarah-masjid-agung-sang-cipta-rasa/

Hidrosfer

Hidrosfer

Hampir 70% anggota permukaan bumi berwarna biru. Seolah-olah bumi terselimuti warna biru. Warna biru menggambarkan perairan yang tersedia di bumi. Dengan kata lain, bumi yang manusia huni diselimuti oleh air, atau yang sering disebut Hidrosfer.

Hidrosfer berasal berasal dari kata hidros yang berarti air dan sphaira yang berarti selimut. Jadi, Hidrosfer merupakan susunan air yang menyelimuti bumi. Hidrosfer tidak hanya meliputi perairan yang luas layaknya laut dan samudera. Hidrosfer terhitung meliputi air sungai, air danau, air tanah dan uap air yang tersedia di udara.

Air sangatlah mutlak bagi kehidupan. Hampir tiap tiap elemen kehidupan perlu air untuk melangsungkan kehidupannya. Tumbuhan perlu air untuk berfotosintesis, namun manusia perlu air untuk metabolisme dan memenuhi keperluan hidup. Tidak tersedia makhluk hidup yang sanggup hidup tanpa air. Air tersedia di bumi mengalami sebuah siklus yang dinamakan siklus hidrologi atau siklus air. Siklus hidrologi merupakan sebuah proses daur lagi air secara tetap menerus.

Siklus air bermula saat panas matahari menguapkan air yang tersedia di laut dan di permukaan bumi (evaporasi). Uap air itu dapat berkumpul di angkasa dan terjadi proses kondensasi (pengembunan) hingga terbentuk awan. Awan itu lantas dapat terjadi sesuai dengan arah hembusan angin. Penguapan yang terjadi tiap tiap hari sebabkan uap yang jadi awan tambah banyak. Apabila awan sudah tidak sanggup menampung uap berasal dari evaporasi, maka uap air di awan dapat turun sebagai hujan. Air hujan dapat isikan cadangan air yang berada di permukaan bumi. Proses ini terjadi tetap menerus.

Air punya siklus daur lagi yang terjadi tetap menerus, yang di awali dengan proses evaporasi hingga selanjutnya air jatuh lagi ke bumi didalam bentuk hujan. Siklus air ini melindungi ketersediaan air di bumi. Namun, curah hujan yang terjadi tiap tiap tahun tidak sama. Ada kalanya curah hujan rendah/sedikit dan tersedia kalanya curah hujan tinggi. Jika curah hujan tinggi, simpanan air di permukaan bumi layaknya danau, waduk, atau sungai meluap, sehingga berpotensi banjir.

Penyebab utama banjir sebenarnya berasal berasal dari curah hujan yang tinggi yang sanggup memengaruhi terjadinya banjir. Apabila hujan besar tetap menerus, pasti air tidak dapat segera masuk ke saluran pembuangan air, melainkan air yang turun dapat jadi genangan. Dan genangan air itu lama-lama dapat tambah menumpuk dan jadi banjir, serta dapat merusak aspal dan jalanan yang terkikis oleh air sangat lama.

Namun, semua itu tergantung dengan penampungan dan drainase dilokasi itu, kecuali drainase dan penampungan air tidak lancar berarti penampungan itu tidak dirawat secara teratur, sehingga sebabkan air hujan tersumbat tidak lancar dan dapat jadi penumpukan dan genangan besar yang jadi penyebab bencana banjir.

Penyebab lainnya terhitung sanggup sebab air sungai yang meluap, sebab tidak lancar saluran pembuangan air sehingga sebabkan air sungai tidak mengalir dengan baik dan jadi meluap keluar. Saluran air tidak lancar sebab saluran itu tersumbat oleh sampah-sampah, sehingga jika curah hujan cukup tinggi dan didalam jangka sementara yang lama, seringkali sebabkan banjir akibat luapan air sungai akibat ke tidak pedulian penduduk pada kebersihan lingkungan.

Penebangan hutan secara liar tanpa mengayalkan dampak akibat rusaknya hutan sanggup sebabkan banjir. rimba pada dasarnya bermanfaat sebagai daerah resapan air, menyimpan air hujan lantas mengalirkan kepada manusia lewat bentuk air tanah. Jika hutan tetap ditebangi secara liar dapat mengundang banjir bagi kawasan daerah itu, dengan banjir yang tetap terjadi dengan skala besar, maka tersedia bisa saja sebabkan tanah longsor. apakah kaitan antara ciri khusus makhluk hidup dengan karakteristik habitatnya

Jadi seharusnya semua manusia melindungi lingkungan sehingga tidak menghadirkan bencana bagi manusia lain dan manusia itu sendiri. Mulailah berasal dari perihal kecil yang paling simpel layaknya tidak menyingkirkan sampah sembarangan, membersihkan lingkungan daerah tinggal, dengan melakukan hal-hal itu sudah cukup menolong lingkungan sehingga tidak terjadi banjir, hindari diri berasal dari musibah dan tetap melindungi kesehatan berasal dari penyakit yang mudah timbul dan menular kecuali terjadi musibah banjir.

Demikianlah ulasan tentang Hidrosfer, yang pada peluang kali ini sanggup dibahas dengan lancar. Semoga ulasan di atas sanggup bermanfaat bagi yang menyimaknya. Kiranya cukup sekian, tidak cukup lebihnya mohon maaf dan hingga jumpa.

Baca Juga :

Hukum-Hukum yang Mengatur Pertumbuhan

Hukum-Hukum yang Mengatur Pertumbuhan

Hukum-Hukum yang Mengatur Pertumbuhan
Pertumbuhan spesial manusia secara biologis sudah dikemukakan secara singkat. Kita mengetahui, bahwa masing-masing individu adalah unik. Sebab-sebab keunikan ini sudah dapat kita ketahui latar belakang proses pertumbuhannya pada uraian terdahulu. Namun demikian, hukum-hukum yang dikemukakan tersebut ini kiranya menambah ilmu kita berkenaan latar belakang keunikan spesial manusia.

1. Pertumbuhan adalah Kuantitatif dan juga Kualitatif
Pertumbuhan termasuk 2 aspek perubahan, yakni perubahan kuantitatif dan perubahan kualitatif. Perubahan kuantitatif termasuk “division”, dan perbanyakan kromosom, sel-sel; penambahan jumlah layaknya gigi, rambut; pembesaran materiil jasmaniah. Hal yang demikian, kejadiaannya dapat kita sebut sebagai “tumbuh”. Di samping itu, ada perubahan kualitatif yang termasuk penyempurnaan susunan fisiologis; penyiapan fungsi-fungsi pada tiap tiap bagian tubuh, dan dll. Kejadian semacam itu dapat kita sebut “bertumbuh”.

Mengenai perihal “tumbuh” sudah menyadari konteksnya yakni materiil jasmaniah, sedang perihal “bertumbuh” di samping menyangkut aspek jasmaniah (struktur dan fungsi), termasuk dapat dihubungkan bersama dengan aspek rohaniah (bertambahnya kesan, gagasan, ilmu sebagai akibat dari belajar).

Antara tumbuh dan bertumbuh terdapat perbedaan peristiwa, tapi keduanya berlangsung secara sambung-menyambung dan saling menunjang. Dengan demikianlah didalam pertumbuhan berlangsung 2 proses yang hampir berbarengan, yakni proses pertumbuhan sendiri dan proses pematangan. Pertumbuhan dapat di amati misal, bersama dengan terdapatnya perubahan didalam susunan tubuh beserta fungsi-fungsinya. Perubahan susunan dan fungsi-fungsi jasmani dapat disebut orang sebagai pertumbuhan jasmani. Di sinilah batas pertumbuhan aspek jasmaniah, yakni didalam perihal susunan dan fungsi.

Perubahan susunan fisiologis dapat memicu terdapatnya perubahan emosional. Perubahan emosional ini menumbuhkan perangai (sifat batin manusia yang mempengaruhi segenap asumsi dan perbuatan; watak; cara berbuat; tingkah laku; kelakuan) spesial manusia. Diferensiasi susunan dan akumulasi pengalaman membuahkan reaksi-reaksi emosional yang lebih kompleks. Perubahan fungsi-fungsi fisiologis layaknya otak dan proses syaraf membuahkan pertumbuhan kapasitas intelektual atau kecakapan untuk laksanakan sesuatu. Inilah kenyataan pertumbuhan kualitatif diri manusia yang prosesnya menuju ke arah kematangan. Pertumbuhan dan kematangan merupakan mengimbuhkan kesiapan bagi anak didik didalam perihal belajar.

2. Pertumbuhan Merupakan Suatu Proses yang Berkesinambungan dan Teratur
Pertumbuhan merupakan proses yang berkesinambungan, menjadi dari suasana simpel hingga pada suasana yang kompleks. Kesinambungan pertumbuhan ini pada manusia dapat kita renungkan, bagaimana bayi yang lemah, tergantung, tidak berkecakapan secara berangsur-angsur dapat jadi orang yang kuat, berdiri sendiri dan berkecakapan didalam menghadapi ujian hidup. Hal ini disebabkan sebab manusia tumbuh terus melalui urutan-urutan yang tertib di didalam organismenya. Bayangkan perubahan tingkah laku manusia sejak lahir hingga dewasa. Manusia menjadi hidup didalam suasana tak berdaya, bergerak-gerak kandungan. Struktur tubuh jadi sempurna, tubuh jadi besar. Waktu dilahirkan, bayi didalam suasana lemah, hanya (dapat berbaring dan bergerak-gerak) lama kelamaan bayi dapat memiringkan badan menelungkup, merayap, dan seterusnya. Kita tidak dapat menjumpai seorang anak yang dapat berlangsung sebelum ia dapat merangkak dan studi berdiri. Ini seluruh menunjukkan, bahwa pertumbuhan merupakan suatu proses yang berkelanjutan dan teratur. Tentu saja pertumbuhan termasuk wajib dibantu bersama dengan kesibukan latihan atau belajar.

3. Tempo Pertumbuhan adalah Tidak Sama
Urutan atau sequence pertumbuhan tidak bergerak didalam waktu yang konstan. Di samping itu indikator-indikator kematangan tidak nampak didalam saat-saat yang teratur. Ada saat-saat di mana pertumbuhan berlangsung bersama dengan cepat, dan ada jika saat-saat di mana pertumbuhan berlangsung lambat. Selama masa bayi dan pra sekolah, anak mengalami pertumbuhan pesat dan indikator-indikator kematangan nampak silih berganti secara cepat. Pada masa setelah pra sekolah hingga pada umur sekolah, pertumbuhan anak jadi lambat. Ini tidak berarti, bahwa perubahan-perubahan mutlak tidak berlangsung. Pada masa remaja, pertumbuhan anak berlangsung pesat menuju tingkat kedewasaan jasmani.

4. Taraf Perkembangan Berbagai Aspek Petumbuhan adalah Berbeda-Beda
Tidak seluruh aspek pertumbuhan layaknya kegunaan jasmani, bahasa dan kapasitas intelektual berkembang bersama dengan taraf yang serupa didalam waktu yang sama. Sebagai contoh, orang tua sering khawatir terjalin anak-anaknya yang berumur satu tahun, dapat menyebutan tiga atau hingga tujuh kata, tapi pada umur tiga atau empat bulan selanjutnya jarang sekali menjelaskan kalimat baru, lebih-lebih lebih dari satu kata yang dulu dikuasai jadi terlupakan. Perkembangan bahasa anak tidak serupa cepat bersama dengan pertumbuhan kegunaan jasmani. Pada suatu disaat pertumbuhan bahasa anak mengalami kelambatan akibat terdapatnya pertumbuhan pesat pada fungsi-fungsi jasmaninya. Perkembangan pesat pada fungsi-fungsi jasmani perlu banyak energi, akibat daya untuk pertumbuhan bahasa jadi berkurang.

5. Kecepatan dan juga Pola Pertumbuhan dapat dimodifikasi oleh Kondisi-Kondisi di Dalam dan di Luar Badan
Meskipun motivasi untuk tumbuh adalah kuat dan meskin pola-pola pertumbuhan adalah sudah spesifik pada seluruh anak, tapi kecepatan dan pola pertumbuhan dapat berubah terkait kepada lingkungan yang menopang kebutuhan-kebutuhan basic individu. Kondisi-kondisi lingkungan internal layaknya gizi, aktivitas, istirahat, tekanan kejiwaan, kebugaran jasmani, dan sebagainya sangat menentukan kecepatan pertumbuhan dan juga keterlibatan potensi-potensi pertumbuhan pada individu.

Lingkungan di mana individu hidup yang jelek dan tidak cukup bersih dapat mengganggu kesehatan, lingkungan sosial yang kacau dan tidak cukup toleran dapat mengganggu ketenangan jiwa, lingkungan yang repot dan menantang kesibukan dapat kurangi istirahat. Keadaan lingkungan eksternal semacam itu sangat mempengaruhi kecepatan dan keterlibatan potensi-potensi pertumbuhan pada individu. Apabila suasana lingkungan eksternal adalah positif, maka pertumbuhan dapat lebih cepat dan keterlibatan potensi-potensi pertumbuhan dapat lebih luas.

6. Masing-masing Individu Tumbuh menurut Caranya Sendiri yang Unik
Tidak seluruh individu mengalami pertumbuhan bersama dengan cara yang sama. Ini terbukti, bahwa lebih dari satu ada yang tinggi, lebih dari satu yang lain adalah pendek, ada yang gemuk dan ada pula yang kurus, ada yang hitam, dan ada yang putih, ada yang tampan dan ada pula yang tidak cukup tampan, dan lain-lain. Keunikan pertumbuhan pada masing-masing individu itu antara lain disebabkan; https://materisekolah.co.id/contoh-teks-eksplanasi-pengertian-ciri-struktur-kaidah-kebahasaan-dan-contoh-lengkap/

Perbedaan suasana lingkungan internal
Perbedaan suasana lingkungan eksternal
Perbedaan suasana materi hereditas
Perbedaan ativitas
Perbedaan suasana fisiologis layaknya cacat-cacat fisik
Perbedaan usia
Perbedaan type kelamin
Perbedaan hasil belajar

7. Perkembangan adalah Kompleks dan Semua Aspeknya saling Berhubungan
Banyak kegagalan yang dialami oleh para pakar didalam menemukan hubungan timbal-balik, didalam pertumbuhan individu yang disebabkan sebab pertumbuhan itu sendiri merupakan suatu proses yang kompleks, sedang berbagai aspek yang menopang pertumbuhan itu saling berhubungan. Kita tidak dapat barangkali mengenal anak secara fisik tanpa dibarengi bersama dengan pengenalan berkenaan apa yang dipikir dan dirasakan oleh anak. Sama halnya kita takkan barangkali mengenal pertumbuhan mental anak tanpa berkenaan jasmani dan kebutuhan anak. Sebagai gambaran, terdapat hubungan yang sangat erat antara penyesuaian anak di sekolah degan perangai atau emosinya, kebugaran jasmaninya dan kapasitas mentalnya.

Baca Juga :