Panduan Lengkap Menyemai Biji Tanaman

Panduan Lengkap Menyemai Biji Tanaman

Sebenarnya tersedia banyak langkah yang dapat anda jalankan untuk memperbanyak tanaman. Contohnya Batang, umbi, atau daun tanaman dapat disemaikan dan jadilah tanaman baru. Cara perbanyakan ini disebut setek. Namun tersedia terhitung dengan langkah cangkok, okulasi, sambung, dan penanaman biji.

Dalam pembelajaran ini saya mengharapkan anda dapat mengetahui langkah perbanyakan dengan biji dapat berhasildengan baik, namun untuk itu tersedia sebagian perihal yang perlu anda perhatikan. Mulai dari penentuan biji untuk benih, langkah penyemaian benih, dan hal-hal lain sebagai kunci utama kesuksesan. Jenis tanaman yang dapat anda perbanyak tersedia banyak sekali.

Masing-masing tanaman mempunyai keunikan didalam penyemaian bijinya. Namun saya cuma dapat mengemukakan dari sebagian style saja dan sisanya dapat anda kembangkan.

Rangkuman ini dihimpun dan saya harap dapat mewakili dari sebagian kelompok tanaman yang dapat di perbanyak. Yaitu, perbanyakan tanaman pangan, tanaman sayur, tanaman buah, dan tanaman hias. Juga disajikan langkah penyemaian biji untuk keperluan batang bawah. Dalam perbanyakan dengan okulasi dan sambung, batang bawah amat dibutuhkan untuk disambung dengan batang atas.

Dengan langkah sambung ini akan dihasilkan tanaman baru yang unggul. Sebenarnya jauh dari kata sempurna saya menulis ini, namun saya harap peningkatan pendapatan pertanian anda makin lama meningkat dengan terdapatnya pembelajaran ini. Saya ucapkan selamat belajar.

Selengkapnya : https://www.lele.co.id/

Ikan Kembung Menjadi Salah Satu Komoditas Penting Ikan di Indonesia

Ikan Kembung Menjadi Salah Satu Komoditas Penting Ikan di Indonesia – Ikan kembung atau dikenal menggunakan nama ilmiah Rastrelliger spp adalah spesies ikan komoditas pelagis mini menggunakan populasi yg terbanyak dan hayati hampir di seluruh wilayah perairan Indonesia. Oleh karena itu ikan kembung sangat gampang didapat pada pasaran dengan harga yg nisbi terjangkau & banyak dikonsumsi oleh sebagian masyarakat Indonesia.

Ikan kembung merupakan grup scombridae yaitu ikan pelagis tetapi termasuk ikan pelagis yang ukuran mini dibanding dengan tuna ataupun cakalang. Bentuk tubuh ikan kembung memanjang, sedikit kompres, dengan rona tubuh & perut keperakan. Ikan kembung dapat mencapai panjang 30 cm, tetapi umumnya 15-20 centimeter. Ikan kembung berwarna biru kehijauan permukaan, putih perak bagian bawah, totol-totol hitam pada bagian punggung (diatas garis rusuk). Sirip punggung pertama kuning keabuan, dengan pinggiran gelap. Sirip dada, perut kuning maya-maya, sedikit gelap & lain-lain sirip kekuningan.

Ikan kembung termasuk ikan pemakan plankton halus dan habitatnya mendekati pantai serta membentuk grup besar . Ikan kembung adalah spesies epipelagic & neritic yaitu ikan yg hayati dalam bagian atas laut, bergerombol dan menyukai daerah dengan suhu permukaan minimum 17 °C, suhu optimum antara 20 °C – 30 °C. Daerah penyebaran ikan kembung di Indonesia mencakup pantai Indonesia menggunakan jumlah tangkapan terbesar pada Kalimantan, Sumatera Barat, Laut Jawa, Selat Malaka, Muna-Buton, & Arafuru.

Saat ini, terdapat dua spesies berdasarkan genus Rastrelliger yang dikenal & memiliki persebaran yang relatif luas, yaitu Rastrelliger brachysoma atau nama lokalnya ikan kembung betina & Rastrelliger kanagurta atau nama lokalnya yaitu ikan kembung jantan. Di Indonesia spesies ikan kembung yg banyak dijumpai yaitu Rastrelliger brachysoma menggunakan volume produksi pada tahun 2011 sebanyak 291.863 ton. Sehingga ikan kembung jenis ini telah menduduki peringkat tiga menurut komoditas ikan bahari menggunakan volume produksi tertinggi sesudah ikan layang dan ikan cakalang. Sedangkan volume produksi ikan kembung jenis Rastrelliger kanagurta hanya mencapai 19.688 ton.

Apa perbedaan ikan kembung betina dan ikan kembung jantan?
Kembung jantan, Rastrelliger kanagurta (Scombridae); hidup diperairan pantai, lepas pantai, bergerombol akbar, pemakan plankton kasar, dapat mencapai panjang 35 centimeter, umumnya 20-25 centimeter. Tergolong ikan pelagis kecil, penangkapan dengan purse seine, jaring insang lingkar, jala lompo & sejenisnya, sero, dipasarkan pada bentuk segar, asin 1/2 kemarau (peda), harga relatif mahal. Daerah penyebaran; hampir masih ada diseluruh perairan Indonesia, Kalbar, Kalsel, Laut Jawa, Selat Malaka, Sulsel, Arafuru, Teluk Siam, Philipinna.

Kembang betina, Rastrelliger brachysoma (Scombridae); hayati lebih mendekati pantai, membangun grup besar , pemakan plankton halus, dapat mencapai panjang 30 centimeter, umumnya 15-20 centimeter. Tergolong ikan pelagis kecil, penangkapan menggunakan sero, jala lompo dan sejenisnya, kadang-kadang masuk trawl, jaring insang lingkar, purse seine, dipasarkan pada bentuk segar, asin setengah kering (peda), harga relatif mahal. Daerah penyebaran; perairan pantai Indonesia terutama Kalimantan, Sumbar, Laut Jawa, Selat Malaka, Sulsel, Muna-Buton, Arafuru, Teluk Siam, Philipinna.

Ikan kembung mengandung beberapa jenis senyawa kimia, diantaranya yg mayoritas yaitu air, protein, lemak dan mineral. Senyawa kimia yang bernilai gizi yaitu protein, lemak dan mineral sedangkan air adalah penyusun terbesar yang kurang mempunyai nilai gizi. Selain senyawa bergizi tadi, ikan mengandung vitamin yang mempunyai nilai gizi yg relatif berarti. Komposisi & nilai gizi ikan kembung yaitu pada 100 gr daging mengandung energi sebanyak 103 kilokalori, protein 22 gram, lemak 1 gram, kalsium 20 miligram, fosfor 200 miligram, dan zat besi 1 miligram. Selain itu pada dalam daging ikan kembung jua terkandung vitamin A sebanyak 9.00 RE & vitamin B1 0,05 miligram.

Sumber : faunadanflora.com/

Cara menanam tomat dalam polybag

Cara menanam tomat dalam polybag

Cara menanam tomat dalam polybag

Tomat dikategorikan sebagai sayuran, meskipun mempunyai susunan buah. Tanaman ini dapat tumbuh baik didataran rendah maupun tinggi jadi berasal dari 0-1500 mtr. dpl, terkait berasal dari varietasnya. Tanaman tomat menghendaki tanah yang subur dan gembur, bersama pH kurang lebih 5,5-7.

Cara menanam tomat dalam polybag

Di alam bebas pohon tomat berbentuk layaknya perdu, ketinggiannya dapat capai tinggi 3 meter. Namun sehabis dibudidayakan tinggi tanaman ini tak lebih berasal dari 2 mtr. dan umumnya ditopang oleh ajir atau tali untuk menghindar agar tidak roboh.

Tanaman tomat dapat tumbuh baik di bermacam tempat layaknya lahan terbuka, hidroponik, taman vertikultur dan tempat pot atau polybag. Pada peluang kali ini kami akan menguraikan berkenaan langkah menanam tomat dalam polybag. Bila dambakan mengetahui bercocok tanam tomat skala besar di lahan terbuka baca panduan lazim budidaya tomat.

Pemilihan style tanaman
Secara umum, orang membedakan tomat berasal dari wujud buahnya. Terdapat empat golongan tomat yang banyak beredar di pasaran yakni, (1) Tomat buah atau tomat granola, bentuknya bulat bersama pangkal mendatar (2) Tomat gondol, bentuknya lonjong biasa digunakan sebagai bahan baku saus, (3) Tomat sayur, teskturnya keras rasanya sedikit kecut, (4) Tomat cherry, bentuknya kecil rasanya manis kecut.

Cara menanam tomat dalam polybag tidaklah sulit. Langkah pertama menentukan style tomat dan varietas yang akan ditanam. Sesuaikan wilayah tempat budidaya bersama varietas tomat yang akan dipilih, lebih-lebih untuk suasana iklim dan ketinggian tempat.

Untuk hasil yang maksimal, menggunakan benih unggul berasal dari sumber yang terpercaya. Benih tomat berasal dari bermacam varietas dapat didapatkan di toko-toko pertanian. Keterangan berkenaan sifat-sifat tanaman dapat dibaca terhadap label yang tertera dalam kemasan benih.

Penyemaian benih tomat
Cara menanam tomat dalam polybag sebaiknya melalui step persemaian lebih-lebih dahulu. Benih yang berbentuk biji mesti disemaikan jadi bibit tanaman. Langkah ini diperlukan gara-gara benih yang baru tumbuh butuh perlakuan yang berlainan bersama tanaman yang sudah tumbuh besar.

Siapkan tempat dan tempat persemaian terlabih dahulu. Pilih tempat persemaian yang terlindung berasal dari hujan dan cahaya matahari secara langsung. Media persemaian dapat bermacam-macam, silakan baca langkah mengakibatkan tempat persemaian untuk hortikuktura.

Bentuk persemaian dapat berbentuk bedengan, rak semai, atau polybag semai. Untuk persemaian bersama bedengan, membuat larikan diatas bedengan bersama kedalaman 1 cm dan jarak antar larik 5 cm. Kemudian tanam benih tomat terhadap tiap larik bersama jarak 3 cm, tutup permukaannya dan siram secukupnya.

Untuk persemaian yang menggunakan ploybag, mengisi polybag bersama tempat persemaian. Bila tidak tersedia polybag dapat menggunakan daun pisang. Kemudian benamkan benih tomat sedalam 1 cm kedalam tempat tersebut. Lalu tutup permukaannya dan siram secukupnya. Setiap polybag cukup diisi satu benih.

Setelah benih disemaikan, laksanakan penyiraman tiap tiap 2 kali sehari bersama gembor yang halus. Berhati-hatilah saat menyiram, jangan hingga menyebabkan kerusakan permukaan persemaian.

Pemupukan tambahan dapat diberikan sehabis dua minggu bersama pupuk cair organik, pupuk kompos atau NPK. Perawatan lain yang mesti dilaksanakan adalah penyiangan. Jangan hingga tumbuh gulma dalam tempat persemaian. Bibit tanaman tomat siap dipindahkan berasal dari tempat persemaian ke dalam polybag sehabis 30 hari atau sudah mempunyai setidaknya 5 helai daun.

Pemindahan bibit tomat
Sebelum bibit dipindahkan, siapkan tempat tanam dan polybag. Isi polybag selanjutnya bersama tanah, arang sekam, dan kompos bersama perbandingan 2:1:1. Untuk lebih detailnya melihat langkah mengakibatkan tempat tanam untuk polybag.

Terdapat dua langkah menanam tomat berasal dari tempat persemaian ke dalam polybag. Pertama, memindahkan bibit bersama dicabut. Caranya, siram persemaian bersama air agar tempat tanam jadi lunak. Lalu cabut tanaman bersama hati-hati jangan hingga akar tanaman putus atau rusak. Kemudian masukkan tanaman selanjutnya secara tegak lurus terhadap lubang tanam yang tersedia dalam polybag. Posisi akar mesti tegak lurus jangan hingga bengkok atau terlipat. Atur kedalaman lubang tanam sesuai bersama panjang akar.

Kedua, memindahkan bibit bersama diputar. Caranya tanaman tomat diangkat bersama tempat yang tersedia disekitarnya. Untuk bibit berasal dari bedengan, cungkil tanaman sedalam 10 cm bersama sekop atau tangan. Kemudian angkat dan pindahkan selanjutnya bersama tanahnya.

Untuk bibit dalam polybag semai, sobek atau tarik plastik polybag semai kemudian dipindahkan beserta tanahnya kedalam polybag yang lebih besar. Polybag semai berasal dari plastik dapat dipakai berulang-ulang.

Pemeliharaan dan perawatan
Pemeliharaan tanaman tomat dalam polybag atau pot relatif mudah. Kesehatan tanaman lebih lebih terkontrol gara-gara terhindar berasal dari penularan penyakit melalui akar. Jaga agar tempat tanam tidak terlampau kering. Siram setidaknya 2 kali sehari, tapi jangan terlampau basah untuk menjauhi busuk akar.

Siangi gulma yang terdapat dalam polybag secara teratur. Apabila tersedia tanaman yang layu atau mati, cabut langsung dan buang tempat tanamnya agar tidak menulari tanaman lain. Perawatan lain yang diperlukan adalah pemangkasan tunas dan pemberian ajir sebagai penopang tanaman.

Pupuk tanaman sehabis satu minggu bersama kompos sebanyak satu genggam untuk tiap tiap polybag. Lakukan penambahan pupuk kompos tiap tiap bulan, atau seandainya muncul tanaman tidak cukup subur. Bila tanaman akan berbuah dapat ditambahkan pupuk buah atau pupuk organik cair.

Hama dan peyakit tanaman tomat cukup banyak. Bila muncul tersedia serangan hama, ambil hama selanjutnya secara manual. Buang daun atau batang yang rusak terkena hama. Penyemprotan hendaknya dilaksanakan seandainya terlampau diperlukan. Agar lebih safe untuk kesehatan dan lingkungan menggunakan pestisida organik yang lebih alami. Silahkan baca langkah mengakibatkan pestisida organik. https://www.budidayaternak.com/

Pemanenan
Tanaman tomat dalam polybag sudah dapat dipanen sehabis 3 bulan, terkait berasal dari varietasnya. Kriteria buah tomat yang siap dipanen adalah yang berubah warna berasal dari hijau ke kuning-kuningan atau tepi daun muncul kering dan batang menguning. Pemetikan dilaksanakan terhadap buah yang sudah matang saja.

Buah tomat tidak matang secara serentak. Lakukan pemetikan tiap tiap 2-3 hari sekali, jangan terlampau rapat untuk menjauhi kerusakan tanaman. Waktu pemetikan yang paling baik pagi dan sore hari, saat cahaya matahari tidak terlampau terik. Demikian uraian singkat tenang langkah menanam tomat dalam polybag.

Panduan teknis budidaya kopi

Panduan teknis budidaya kopi

Panduan teknis budidaya kopi

Kopi merupakan komoditas perkebunan yang paling banyak diperdagangkan. Pusat-pusat budidaya kopi ada di Amerika Latin, Amerika Tengah, Asia-pasifik dan Afrika. Sedangkan customer kopi terbesar ada di negara-negara Eropa dan Amerika Utara. Wajar jika komoditas ini sangat aktif diperdagangkan.

Panduan teknis budidaya kopi

Kopi merupakan tanaman tahunan yang mampu menggapai usia produktif sepanjang 20 tahun. Untuk mengawali bisnis budidaya kopi, pilihlah style tanaman kopi bersama dengan cermat. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan budidaya kopi diantranya style tanaman, teknik budidaya, penanganan pasca panen dan Pemasaran product akhir.

Pemilihan style dan varietas
Tanaman kopi sangat banyak jenisnya, mampu menggapai ribuan. Namun yang banyak dibudidayakan hanya empat style saja yaitu arabika, robusta, liberika dan excelsa. Masing-masing style selanjutnya mempunyai karakter yang berbeda-beda. Untuk lebih detailnya silahkan baca mengenal jenis-jenis kopi budidaya.

Memilih style tanaman untuk budidaya kopi, wajib sesuai bersama dengan daerah atau lokasi lahan. Lokasi lahan yang terdapat di ketinggian lebih berasal dari 800 meter dpl cocok untuk ditanami arabika. Sedangkan berasal dari ketinggian 400-800 meter mampu ditanami robusta. Budidaya kopi didataran rendah mampu pertimbangkan style liberika atau excelsa.

Selain berasal dari sisi teknis budidaya, hal yang patut dipertimbangkan adalah harga menjual product akhir. Kopi arabika cenderung dihargai lebih tinggi berasal dari style lainnya. Namun robusta mempunyai produktivitas yang paling tinggi, rendemennya juga tinggi.

Penyiapan bibit budidaya kopi
Setelah memastikan budidaya kopi yang cocok, cara selanjutnya adalah melacak bibit yang unggul, menyiapkan lahan dan pohon peneduh. Informasi tentang bibit unggul untuk budidaya kopi mampu ditanyakan ke Puslit Kopi dan Kakao atau toko bibit terpercaya. Sementara itu, pohon peneduh wajib telah disiapkan setidaknya 2 tahun sebelum budidaya kopi dilaksanakan.

Untuk budidaya kopi arabika sumber tanaman yang digunakan adalah varietas. Contohnya adalah varietas S 795, USDA 762, Kartika-1 dan Kartika-2. Sedangkan untuk budidaya kopi robusta sumber tanaman yang digunakan dalah klon. Contohnya klon BP 42 atau BP 358.

Perbanyakan bibit pohon kopi mampu didapatkan bersama dengan teknik generatif dan vegetatif. Perbanyakan generatif berasal dari biji umumnya digunakan untuk budidaya kopi arabika, sedangkan kopi robusta lebih kerap pakai perbanyakan vegetatif bersama dengan setek. Masing-masing metode perbanyakan bibit membawa kelebihan dan kelemahan sendiri-sendiri. Lebih detailnya silahkan baca artikel terdahulu tentang perbanyakan bibit kopi bersama dengan biji dan perbanyakan bibit kopi bersama dengan setek.

Penyiapan lahan dan pohon peneduh
Budidaya kopi mampu dilakukan baik didataran tinggi maupun rendah, terkait berasal dari jenisnya. Secara umum kopi menghendaki tanah gembur yang kaya bahan organik. Untuk menambah kesuburan berikan pupuk organik dan penyubur tanah di lebih kurang daerah tanaman. Arabika bakal tumbuh baik pada keasaman tanah 5-6,5 pH, sedangkan robusta pada tingkat keasaman 4,5-6,5 pH.

Hal yang wajib disiapkan sebelum mengawali budidaya kopi adalah menanam pohon peneduh. Guna pohon peneduh untuk mengatur intensitas sinar matahari yang masuk. Tanaman kopi juga tumbuhan yang menghendaki intensitas sinar mataheri tidak penuh.

Jenis pohon peneduh yang kerap digunakan dalam budidaya kopi adalah dadap, lamtoro dan sengon. Pilih pohon pelindung yang tidak membutuhkan banyak perawatan dan daunnya mampu jadi sumber pupuk hijau.

Pohon pelindung style sengon wajib ditanam 4 tahun sebelum budidaya kopi. Sedangkan style lamtoro mampu lebih cepat, lebih kurang 2 tahun sebelumnya. Tindakan yang diperlukan untuk menjaga pohon pelindung adalah pemangkasan daun dan penjarangan.

Penanaman bibit kopi
Apabila lahan, pohon peneduh dan bibit telah siap, cara selanjutnya adalah memindahkan bibit berasal dari polybag ke lubang tanam di areal kebun. Jarak tanam budidaya kopi yang dianjurkan adalah 2,75×2,75 meter untuk robusta dan 2,5×2,5 meter untuk arabika. Jarak tanam ini divariasikan bersama dengan ketinggian lahan. Semakin tinggi lahan makin lama jarang dan makin lama rendah makin lama rapat jarak tanamnya.

Buat lubang tanam bersama dengan ukuran 60x60x60 cm, pembuatan lubang ini dilakukan 3-6 bulan sebelum penanaman. Saat penggali lubang tanam pisahkan tanah galian anggota atas dan tanah galian anggota bawah. Biarkan lubang tanam selanjutnya terbuka. Dua bulan sebelum penanaman campurkan 200 gram belerang dan 200 gram kapur bersama dengan tanah galian anggota bawah. Kemudian masukkan kedalam lubang tanam. Sekitar 1 bulan sebelum bibit ditanam campurkan 20 kg pupuk kompos bersama dengan tanah galian atas, lantas masukkan ke lubang tanam.

Kini bibit kopi siap ditanam dalam lubang tanam. Sebelumnya papas daun yang terdapat pada bibit sampai tersisa ⅓ anggota untuk kurangi penguapan. Keluarkan bibit kopi berasal dari polybag, lantas gali sedikit lubang tanam yang telah dipersiapkan. Kedalaman galian mengatur bersama dengan panjang akar. Bagi bibit yang mempunyai akar tunjang usahakan sehingga akar tanaman tegak lurus. Tutup lubang tanam sehingga tanaman berdiri kokoh, jika diperlukan beri ajir untuk menunjang tanaman sehingga tidak roboh.

Perawatan budidaya kopi
Langkah yang diperlukan untuk pemeliharaan budidaya kopi adalah penyulaman, pemupukan pemangkasan dan penyiangan. Berikut penjelasannya:

a. Peyulaman
Setelah bibi ditanam di areal kebun, periksa perkembangan bibit selanjutnya setidaknya seminggu dua kali. Setelah bibit berumur 1-6 bulan periksa sedikitnya satu bulan sekali. Selama periode kontrol tersebut, jika ada kematian pada pohon kopi segera melaksanakan penyulaman. Penyulaman dilakukan bersama dengan bibit yang sama. Lakukan perawatan yang lebih instensif sehingga tanaman penyulam mampu menyamai perkembangan pohon lainnya.

b. Pemupukan
Pemberian pupuk untuk budidaya kopi mampu pakai pupuk organik atau pupuk buatan. Pupuk organik mampu didapatkan berasal dari bahan-bahan lebih kurang kebun layaknya sisa-sisa hijauan berasal dari pohon pelindung atau kulit buah kopi sisa pengupasan lantas dibikin jadi kompos. Kebutuhan pupuk untuk tiap-tiap tanaman lebih kurang 20 kg dan diberikan lebih kurang 1-2 tahun sekali.

Cara menambahkan pupuk bersama dengan memicu lubang pupuk yang mengitari tanaman. Kemudian masukkan kompos kedalam lubang pupuk tersebut. Bisa juga dicampurkan pupuk buatan kedalam kompos. Untuk tanah yang asam bersama dengan pH di bawah 4,5 perlindungan pupuk dicampur bersama dengan setengah kilogram kapur. Pemerian kapur dilakukan 2-4 tahun sekali.

Untuk memperkaya bahan organik areal perkebunan mampu ditanami bersama dengan tanaman penutup tanah. Tanaman yang biasa dijadikan penutup tanah dalam budidaya kopi diantaranya bunguk (Mucuna munanease) dan kakacangan (Arachis pintol). Tanaman penutup tanah berguna sebagai pelindung dan penyubur tanah, tak sekedar itu hijauannya mampu dijadikan sumber pupuk organik.

c. Pemangkasan pohon
Terdapat dua style pemangkasan dalam budidaya kopi, yaitu pemangkasan berbatang tunggal dan pemangkasan berbatang ganda. Pemangkasan berbatang tunggal lebih cocok untuk style tanaman kopi yang membawa banyak cabang sekunder contoh arabika. Pemangkasan ganda lebih banyak diaplikasikan diperkebunan rakyat yang menanam robusta. Pemangkasan ini lebih cocok pada perkebunan di daerah dataran rendah dan basah.

Berdasarkan tujuannya, pemangkasan dalam budidaya kopi dibagi jadi tiga macam yaitu:

Pemengkasan pembentukan, memiliki tujuan membentuk kerangka tanaman layaknya wujud tajuk, tinggi tanaman dan style percabangan.
Pemangkasan produksi, memiliki tujuan memangkas cabang-cabang yang tidak produktif atau cabang tua. Hal ini dilakukan sehingga tanaman lebih fokus menumbuhkan cabang yang produktif. Selain itu, pemangkasan ini juga untuk menyingkirkan cabang-cabang yang terkena penyakit atau hama.
Pemangkasan peremajaan, dilakukan pada tanaman yang telah mengalami penurunan produksi, hasil kuranng berasal dari 400 kg/ha/tahun atau wujud tajuk yang telah tak beraturan. Pemangkasan dilakukan setelah pemupukan untuk menjaga ketersediaan nutrisi.
d. Penyiangan gulma
Tanaman kopi wajib selamanya bersih berasal dari gulma, lebih-lebih selagi tanaman masih muda. Lakukan penyiangan tiap-tiap dua minggu, dan bersihkan gulma yang ada di bawah tajuk pohon kopi. Apabila tanaman telah cukup besar, pengendalian gulma yang ada diluar tajuk tanaman kopi mampu pakai tanaman penutup tanah. Penyiangan gulma pada tanaman dewasa dilakukan jika diperlukan saja.

Hama dan penyakit
Lahan budidaya kopi yang terserang hama dan penyakit bakal mengalami penurunan produktivitas, mutu mutu kopi dan bahkan kematian tanaman. Beberapa hama dan penyakit yang umum menyerang tanam kopi adalah sebagai berikut:

Hama penggerek buah kopi. Menyerang tanaman muda maupun tua. Akibat serangan buah bakal berguguran atau perkembangan buah tidak normal dan membusuk. Pengendalian mampu hama ini adalah bersama dengan menambah sanitasi kebun, pemapasan pohon naungan, pemanenan buah yang terserang, dan penyemprotan kimia.
Penyakit karat daun (HV). Biasanya menyerang tanaman arabika. Gejala serangannya mampu diamati berasal dari permukaan daun yang mengalami bercak kuning, makin lama lama jadi kuning tua. Bisa dihindari bersama dengan menanam kopi arabika diatas ketinggian 1000 meter dpl. Pengendalian lainnya mampu dilakukan bersama dengan penyemprotan kimia, menentukan varietas unggul, dan kultur teknis.
Penyakit serangan nematoda. Banyak ditemui di sentra-sentra perkebunan kopi robusta. Serangan ini mampu menurunkan produksi sampai 78%. Pengendalian penyakit ini mampu dilakukan bersama dengan menyambung tanaman bersama dengan batang bawah yang tahan nematoda.
Untuk lebih cermat tentang hama dan penyakit pada tanaman kopi silahkan baca artikel pengendalian hama dan penyakit kopi.

Panen dan pasca panen
Tanaman yang dibudidayakan secara intensif telah mampu berbuah pada usia 2,5-3 tahun untuk style robusta dan 3-4 tahun untuk arabika. Hasil panen pertama umumnya tidak sangat banyak, produktivitas tanaman kopi bakal menggapai puncaknya pada usia 7-9 tahun.