MPR: Penyerangan Ulama Dilakukan Sistematis

MPR Penyerangan Ulama Dilakukan Sistematis

MPR: Penyerangan Ulama Dilakukan Sistematis

MPR Penyerangan Ulama Dilakukan Sistematis
MPR Penyerangan Ulama Dilakukan Sistematis

BANDUNG,-Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Zulkifli Hasan

menduga serangan terhadap beberapa tokoh agama dilakukan secara sistematis. Pasalnya, ia melihat pola gerakan serangan itu ada skenario yang dilakukan.

Hal itu dikatakan Zulhas sapaan akrabnya disela Roadshow Seminar Motivasi yang bertajuk “Spirit of Indonesia” di Gedung Achmad Sanusi (BPU UPI), Bandung, Selasa (13/2/2018)

Zulhas mengimbau agar masyarakat selalu waspada terhadap upaya

adu domba antar umat beragama yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Sepertinya dilakukan secara sistematis. Harus diwaspadai adalah upaya adu domba antar umat beragama,” ungkap Zulhas Selain itu, menyikap insiden yang terjadi, Zulhas juga menduga ada motif tertentu di balik kasus penyerangan terhadap pemuka agama.

Maka dari itu, ia mengimbau polisi bukan sekedar mengungkap pelakuny

a. Tapi mengungkap juga motif di balik penyerangan itu. “Serahkan sepenuhnya kepada polisi. Saya yakin polisi sangat profesional,”pungkasnya

 

Sumber :

http://softwarelivre.org/ojelhtc88/blog/examples-of-power-of-attorney-various-right-purposes

 

Muspida dan Bobats Ditantang Lomba Masak

Muspida dan Bobats Ditantang Lomba Masak

Muspida dan Bobats Ditantang Lomba Masak

 

Muspida dan Bobats Ditantang Lomba Masak

Hari Ulang Tahun

Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) RI Ke-72 yang juga masih rangkaian Festival Merah Putih, Kodim 0606 Kota Bogor menggelar lomba masak antar Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) dan Bogor Sahabats di halaman Makodim, jalan Jendral Sudirman, Kota Bogor, Minggu (20/08/2017) pagi.

Dandim 0606 Kota Bogor

Masing-masing peserta yang hadir diantaranya Dandim 0606 Kota Bogor Letkol Arm. Doddy Suhadiman, Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Ade Sarip Hidayat, Kapolsek Bogor Tengah Kompol Syaifuddin Gayo, dan dari Bogor Sahabats (Bobats) Hazairin Sitepu yang ditantang memasak (Battle Challange) dengan bahan-bahan masakan yang dirahasiakan.

Dibukanya penutup meja yang berisi bahan-bahan masakan oleh Cheff Hendro dari Komunitas Tukang Masak Bogor (KTMB) sebagai tanda dimulainya lomba masak dengan waktu selama 30 menit.

Dipandu Cheff Hendro para peserta dengan pakaian koki pada umumnya langsung mengambil bahan-bahan masakan, baik bumbu mentah ataupun bumbu yang sudah matang. “Nantinya hasil masakan peserta akan dinilai mulai dari kreativitas, tekstur, rasa dan presentasi menu yang disajikan,” kata Hendro.

Kompor gas yang sudah disiapkan pun dinyalakan dan wajan pun diletakkan diatasnya. Mereka meracik sendiri bumbu-bumbu yang sudah diambil dan disiapkan. Rupanya seluruh peserta memasak menu Nasi Goreng.

Car Free Day

Warga yang berada di area Car Free Day (CFD) pun terlihat mendatangi lokasi lomba yang mayoritas ibu-ibu karena ingin melihat aksi memasakan para peserta.

30 menit pun berlalu dan panitia menghentikan lomba, setelah dicicipi dan dinilai oleh tim juri akhirnya lomba masak nasi goreng ini dimenangkan Dandim 0606 Kota Bogor Letkol Arm. Doddy Suhadiman.

Festival Merah Putih

Doddy mengatakan lomba masak ini merupakan  salah satu rangkaian Festival Merah Putih. Selain itu, ada juga lomba kuliner membuat lapis talas khas kota Bogor terpanjang 17 meter dan lomba menghias tumpeng dengan tema kemerdekaan. “Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung acara ini,” katanya.

Lomba kuliner

Menurutnya, lomba kuliner membuat lapis talas terpanjang 17 meter ini baru pertama kali di Kota Bogor dengan tujuan mengenalkan kuliner asli Kota Bogor kepada masyarakat. “Kami berharap melalui acara ini kuliner kota Bogor semakin dikenal dan digemari masyarakat,” jelasnya.

 

Artikel terkait :

Semakin Banyak Komunitas Peduli Masalah Sosial

Semakin Banyak Komunitas Peduli Masalah Sosial

Semakin Banyak Komunitas Peduli Masalah Sosial

Semakin Banyak Komunitas Peduli Masalah Sosial

Komunitas Bogor Peduli

Sebanyak 18 anak dari keluarga tidak mampu mengikuti sunatan massal yang digelar Komunitas Bogor Peduli. Kegiatan berlangsung di Sekretariat KBP jalan Gunung Gede I, Kelurahan Babakan, KecamatanBogor Tengah dan dihadiri Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman, Minggu (20/08/2017).

Usmar mengatakan

kegiatan sosial sosial yang digelar KPB ini sangat bagus. Mereka memiliki kepekaan terhadap masalah sosial dan lingkungan untuk membantu warga yang tidak mampu. “Dengan kegiatan ini masyarakat yang tidak mampu menjadi terbantu,” kata Usmar.

Selain sunatan masal, mereka juga akan mengadakan kegiatan peduli terhadap lansia.  Kegiatan ini direncanakan akan dilaksanakan pekan depan. “Kami berharap kegiatan yang sedang dan akan dilaksanakan bisa berjalan lancar,” ungkap Usmar.

Ia menambahkan

Kota Bogor ini unik karena memiliki banyak komunitas-komunitas yang tumbuh dan berkembang dengan pesat, tinggal bagaimana pemerintah daerah mewadahi, mengarahkan agar mereka bisa berkontribusi terhadap program-program pemerintah yang ada. “Kita tinggal mensinergikan saja karena tidak semua tugas pemerintah bisa dilaksanakan,” ujarnya.

Masalah sosial

Semakin banyak komunitas-komunitas yang peduli terhadap masalah sosial, lingkungan dan hal yang positif maka semakin banyak masyarakat yang terberdayakan.

Sumber : https://dogetek.co/

Gelar Pelatihan Media Online dan Medsos

Gelar Pelatihan Media Online dan Medsos

Gelar Pelatihan Media Online dan Medsos

Gelar Pelatihan Media Online dan Medsos

Media online dan media sosial

Untuk menyikapi perkembangan media online dan media sosial (Medsos) dalam mengoptimalkan peran humas, Perhumas Kota Bogor menggelar pelatihan yang diikuti puluhan peserta. Kegiatan berlangsung di Hotel Permata, Jalan Pajajaran, Kota Bogor, Senin (21/08/2017).

Organisasi Perangkat Daerah

Para peserta ini berasal dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Badan Usaha Milik Daerah(BUMD) serta jajaran samping seperti dari TNI/Polri hingga kalangan swasta yang memang memiliki tugas pokok dan fungsi (tupoksi) di bidang kehumasan. Dengan menghadirkan tiga narasumber dan dibuka oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Bogor, Arif Mustofa Budiman.

Dikatakan Arif

saat ini masyarakat lebih dapat dengan mudah memperoleh informasi meski belum tentu kebenarannya. Baik itu melalui media online maupun media sosial. Meski demikian, diperlukan kejelian dari para peran humas tersebut.

“Karena di dalam mengelola informasi ini sangat diperlukan kejelian. Selain tentunya peran dari humas khususnya yang ada di OPD maupun BUMD ini pasti akan berhubungan dengan media massa, baik dalam penyampaian informasi ataupun kerja sama,” papar Arif.

Selain informasi ini harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan lanjutnya, regulasi mengenai media massa terutama media online ini harus dapat diketahui dan dipahami dengan baik. “Nanti soal regulasi dan hal-hal teknis lainnya itulah yang akan disampaikan narasumber kepada para peserta,” imbuhnya.

Dalam kegiatan tersebut

dihadirkan sebanyak tiga narasumber dimana dua diantaranya dari Dewan Pers. Yaitu Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo dan Bayu Sugarda serta satu orang lainnya dari Institut Pertanian Bogor (IPB).

Sumber : https://symbiantweet.com/

Pengertian Kebudayaan

Pengertian Kebudayaan

Pengertian Kebudayaan

Pengertian Kebudayaan
Pengertian Kebudayaan

Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat.

Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism. Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic.

 

Menurut Andreas Eppink

kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat. Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat. Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat. Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai

 

kebudayaan adalah

sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

Kepribadian Bangsa Timur

Saat pertama kali kita mendengar bangsa timur, maka yang pertama kali terlintas di pikiran kita adalah orang yang memiliki kulit sawo matang, atau berkulit putih, bermata sipit dan juga ciri-ciri fisik lain yang merupakan ciri khas dari bangsa timur/orang-orang asia pada umumnya. Namun sebenarnya banyak sekali hal-hal lain dari bangsa timur yang menarik diulas lebih mendalam. Contohnya saja kepribadiannya. Bangsa timur terkenal dengan sifatnya yang ramah, bersahabat, tidak individualis, dan saling tolong menolong satu sama lain. Bangsa timur pun umumnya memiliki sifat toleransi yang tinggi. Kepribadian bangsa timur pun identik dengan tutur kata yang lembut dan sopan dalam berpakaian. Terdapat ciri khas dalam berbagai negara yang memiliki kepribadian yang unik. Misalnya, orang Jepang selalu membungkukkan badan mereka tanda hormat apabila bertemu dengan orang lain.

Sumber : https://www.sekolahbahasainggris.co.id/

HUT ke-42, PT DI Gelar Festival

HUT ke-42, PT DI Gelar Festival

HUT ke-42, PT DI Gelar Festival

HUT ke-42, PT DI Gelar Festival
HUT ke-42, PT DI Gelar Festival

BANDUNG-Akhir pekan ini Sabtu dan Minggu, tanggal 25 dan 26 Agustus 2018, PT Dirgantara Indonesia (Persero) (PTDI) akan menggelar Festival Dirgantara Indonesia yang bertemakan Indonesia Mengangkasa yang akan dibuka oleh Direktur Utama PTDI, Elfien Goentoro di Kantor Pusat PTDI, Jl. Pajajaran No. 154, Bandung. Acara ini gratis dan terbuka untuk masyarakat umum dalam perayaan HUT ke-42 PTDI.

Food Jet Festival, akan menjadi pengalaman unik menikmati kuliner

khas nusantara di dalam kabin pesawat, sehingga dapat menjadi keunikan terutama bagi masyarakat yang ingin merasakan makan di dalam kabin pesawat.

Open House & Visit Hangar yang hanya diadakan tanggal 25 Agustus 2018, akan menjadi kesempatan yang istimewa bagi masyarakat untuk mengenal lebih dalam industri dirgantara Indonesia dan melihat secara langsung pesawat-pesawat terbaik buatan PTDI, diantaranya pesawat CN235-220, NC212i dan CN295.

Dalam acara Open House, masyarakat umum diperkenankan masuk dan plant tour mengelilingi hanggar dan kawasan produksi PTDI untuk melihat pesawat buatan PTDI menggunakan kendaraan yang telah disediakan oleh panitia. Pengunjung juga diperkenankan mengabadikan foto pesawat yang ditampilkan di depan apron hanggar Fixed Wing PTDI.

Pameran Sinergi BUMN Industri Strategis akan menampilkan

produk-produk terbaik dari BUMN yang tergabung dalam cluster NDHI (National Defence and High-Tech Industries), seperti produk terbaik dari PT Pindad (Persero), PT Dahana (Persero), PT INTI (Persero), PT Len Industri (Persero) dan PT Inuki (Persero). Selain itu, akan pula ditampilkan pameran pemenang lomba desain colour scheme body pesawat N219 Nurtanio dan pameran serta lomba foto dari Komunitas Fotografi Dirgantara (KFD) PTDI.

Festival Dirgantara Indonesia akan juga terdapat N219 Cockpit Demonstrator, dimana masyarakat dapat merasakan secara langsung menjadi seorang Pilot yang menerbangkan pesawat N219 Nurtanio.

Kemeriahan perayaan HUT ke-42 PTDI, akan menyuguhkan penampilan dari musisi-musisi tanah air, diantaranya Payung Teduh, Rama Band, Irene Idol dan Kuburan Band serta menampilkan Parade Band Karyawan PTDI.

Masyarakat yang memiliki kendaraan bermotor baik r

oda dua maupun roda empat, dapat mengikuti Uji Emisi Kendaraan di Area Parkir PTDI, sebagai bentuk komitmen perusahaan menjaga kualitas udara di Kota Bandung. JO

 

Baca Juga :

 

 

 

Indonesia Dipercaya Bantu Kemandirian Produksi Vaksin Negara OKI

Indonesia Dipercaya Bantu Kemandirian Produksi Vaksin Negara OKI

Indonesia Dipercaya Bantu Kemandirian Produksi Vaksin Negara OKI

Indonesia Dipercaya Bantu Kemandirian Produksi Vaksin Negara OKI
Indonesia Dipercaya Bantu Kemandirian Produksi Vaksin Negara OKI

BANDUNG (27/8) – Indonesia dipercaya untuk berbagi pengetahuan mengenai produksi vaksin

kepada Maroko dan Tunisia dalam program “Strengthening Indonesia-Morocco-Tunisia Development Cooperation Through Reverse Linkage (RL) Program” yang akan dilaksanakan tanggal 27-30 Agustus 2018, di Jakarta dan Bandung.

Kegiatan RL ini terselenggara atas kerjasama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional-PPN /BAPPENAS bekerjasama dengan Badan POM, Kementerian Kesehatan dan Bio Farma melalui Program Reverse Linkage dengan Islamic Development Bank (IsDB).

Dari rilis PT Bio Farma, program yang diikuti perwakilan dari Kementerian Kesehatan Tunisia

, Institute Pasteur de Tunis, Direktorat obat dan Farmasi Kementerian Kesehatan Maroko, Insitute Pasteur du Maroc, Badan Kefarmasian (Agence Marocaine d’Industrie Pharmaceutique) Maroko”. Dibuka pada Senin, 27 Agustus 2018, dengan bertemu langsung Menteri PPN/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Bambang P. S. Brodjonegoro didampingi M. Rahman Roestan, Direktur Utama Bio Farma.

Menurut Bambang P. S. Brodjonegoro, Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk Kerjasama Selatan-Selatan Triangular, yang inti dari kerjasama ini adalah, Indonesia akan memberikan pengetahuan, pengalaman dan bantuan teknis, kepada negara anggota IsDB dan OKI, seperti Tunisia dan Maroko yang hadiri disini untuk sharing pengetahuan mengenai produksi vaksin, yang kebetulan Bio Farma sudah ditentukan sebagai salah satu leading institution untuk pembuatan vaksin untuk negara anggota OKI.

Bambang menambahkan Maroko dan Tunisia ingin belajar vaksin ke Bio Farma, yang dapat

meningkatkan kesehatan di negara tersebut, atau negara anggota OKI lainnya

Pertemuan dengan Menteri PPN/Kepala Bappenas dan jajarannya, juga akan dipaparkan materi mengenai kebijakan pengembangan kesehatan di Indonesia, begitupun sharing mengenai kebijakan kesehatan dan farmasi di Maroko.

Dilanjutkan dengan materi dan kunjungan ke Badan POM serta Kementerian Kesehatan. Sedangkan pada Selasa, 28 Agustus 2018, bertempat di kawasan Bio Farma di Bandung, akan disampaikan paparan dari Dirut Bio Farma tentang strategi penyediaan vaksin untuk kebutuhan nasional dan global.

“Maroko dan Tunisia merupakan anggota dari organisasi kerjasama Islam (OKI), sehingga jangka panjang perlu mempersiapkan diri untuk kemandirian produksi vaksin di negara anggota OKI, mereka tertarik untuk meningkatkan kemampuannya dalam pengembangan vaksin untuk memenuhi kebutuhan vaksin domestik dinegaranya. Indonesia dan IsDB melalui Program Reverse Linkage berkomitmen untuk mendukung pengembangan Maroko dan Tunisia di sektor Farmasi,” tambah Rahman. (Pun)

 

Sumber :

http://bkpsdm.pringsewukab.go.id/blog/anatomi-kulit-dan-rambut/

 

Pemerintah Luncurkan Proyek Percontohan Program Satu Juta Nelayan Berbasis Teknologi Digital di Sukabumi

Pemerintah Luncurkan Proyek Percontohan Program Satu Juta Nelayan Berbasis Teknologi Digital di Sukabumi

Pemerintah Luncurkan Proyek Percontohan Program Satu Juta Nelayan Berbasis Teknologi Digital di Sukabumi

Pemerintah Luncurkan Proyek Percontohan Program Satu Juta Nelayan Berbasis Teknologi Digital di Sukabumi
Pemerintah Luncurkan Proyek Percontohan Program Satu Juta Nelayan Berbasis Teknologi Digital di Sukabumi

Maritim–Sukabumi, Pemerintah melalui Kemenko Bidang Kemaritiman secara resmi meluncurkan proyek percontohan Program 1 Juta Nelayan Berdaulat di Desa Ciwaru, Kabupaten Sukabumi, Rabu (10-4-2019).

Proyek percontohan ini merupakan tindak lanjut peluncuran Program 1 Juta Nelayan Berdaulat berbasis teknologi digital yang telah diluncurkan oleh Menko Maritim Luhut Pandjaitan pada Hari Senin (8-4-2019) di Jakarta.

“Indonesia adalah negara yang memiliki kekayaan laut sangat besar. Menurut data UNDP tahun 2017, kekayaan laut kita USD 2,5 Triliun per tahun, tapi kita baru mampu memanfaatkan sebesar 7% saja karena keterbatasan teknologi di bidang Maritim,” ujar Menko Luhut saat membuka acara peluncuran bersama warga nelayan Kabupaten Sukabumi di Desa Ciwaru.

Program 1 juta nelayan berdaulat ini memberikan pelatihan kepada sekitar 1000 orang yang terdiri dari nelayan, ketua rukun nelayan tiap desa/kecamatan, pengurus/petugas koperasi nelayan, petugas TPI, pembina nelayan untuk memanfaatkan sebuah aplikasi digital. Aplikasi tersebut dibuat oleh FishOn, sebuah perusahaan rintisan digital mitra Kemenko Bidang Kemaritiman.

Aplikasi berbasis android ini memiliki fitur informasi pencurian ikan, pengawetan ikan, penjualan ikan, komunikasi pencatatan hasil tangkapan ikan, panic button untuk permintaan bantuan dalam kondisi darurat, fitur pembayaran elektronik dan fitur belanja kebutuhan sehari hari. Selain itu ada aplikasi penjualan dan manajemen gudang untuk koperasj nelayan, aplikasi lelang ikan online yang menghubungkan TPI, nelayan dan pedagang ikan, serta aplikasi website penjualan e-commerce ikan.

Tak hanya itu, FishOn juga mengembangkan device IoT untuk memberikan layanan internet murah ditengah laut, juga teknologi dari bahan alami yang membuat ikan tidak cepat membusuk dan tetap segar dalam 45 hari.

Menurut Menko Luhut, dalam era digital dewasa ini, kekuatan informasi yang disampaikan secara

cepat dan akurat menjadi sangat penting. “Oleh karena itu pengembangan ekonomi digital di berbagai sektor industri termasuk sektor kemaritiman menjadi sangat penting,” tambahnya.

Tentang program ini, pemerintah menargetkan jumlah peserta minimal 300.000 yang berasal dari 300 kabupaten/kota wilayah pesisir Indonesia hingga akhir tahun 2019. Sementara itu target utama program ini adalah nelayan.

“Kita akan bikin satu model dulu lalu jika sudah berjalan akan diduplikasikan di tempat-tempat yang lain

,” jelas Menko Luhut. Dia berharap kelangsungan program ini dapat dibantu oleh program CSR dari perusahaan-perusahaan besar selain Telkom, karena dampaknya akan menaikkan perekonomian para nelayan. “Tugas pemerintah disini adalah membantu apa yang bisa dibantu mempermudah kerja mereka seperti proses perizinan dll,” sambungnya.

Menko Luhut berharap dengan adanya aplikasi ini potensi laut Indonesia bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin.

“Selama ini kita hanya mengambil ikan tetapi tidak di manage, nah dengan adanya aplikasi ini kami harap para nelayan bisa mengambil ikan dengan maksimal dan mengelolanya dengan baik, Saya optimistis hal ini bisa membantu kita mengelola laut kita,” ujarnya.

Dengan program yang merupakan salah satu program unggulan Kemenko Bidang Kemaritiman ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan yang menurut data KKP tahun 2017 turut menyumbang 25% angka kemiskinan nasional.

Turut hadir dalam peluncuran hari ini Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, Bupati Sukabumi Marwan Hamami, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi Usman Jaelani. Selain bertemu dengan warga nelayan di Desa Ciwaru, Menko Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan juga mengunjungi geopark Ciletuh dan TPI Palangpang.

 

Sumber :

http://bkpsdm.pringsewukab.go.id/blog/nama-latin-dan-manfaat-tumbuhan-paku/

 

Mengenal Tentang Amphineura

Mengenal Tentang Amphineura

Mengenal Tentang Amphineura

Mengenal Tentang Amphineura
Mengenal Tentang Amphineura

Amphineura

adalah kelompok hewan yang masuk dalam fillum Mollusca. Hewan kelas Amphineura ini hidup di dasar perairan lautan, di laut dekat pantai atau di pantai. Hewan ini jarang terlihat karena hewan jenis Mollusca ini masih termasuk hewan primitif, yang diperkirakan telah ada 450 juta tahun yang lalu.

Contohnya Cryptochiton sp atau Chilton dan Neopilina.

Bentuk tubuhnya pipih, tidak terlihat bagian kepala, memiliki punggung yang dilindungi cangkang, yang tersusun seperti genting.

Chilton

mirip siput tak bercangkang yang hidup di daerah pantai. Cangkangnya terdiri dari bebarapa lapisan (biasanya delapan lempengan yang tersusun secara tumpang tindih). Meskipun kelihatannya beruas-ruas tetapi organ dalamnya tidak.

Neopilina

disebut fosil hidup, karena sebelum ditemukan lagi pada tahun 1957, hewan ini dianggap sudah punah, sejak jutaan tahun yang lalu. Moluska ini sangat menarik perhatian karena di samping memiliki sifat-sifat mollusca, bagian dalamnya beruas-ruas. Karena susunan yang beruas-ruas seperti Annelida maka Neopilina dianggap mempunyai kerabat yang dekat dengan mollusca.

Hewan ini juga mempunyai fase larva trokoper.Tubuhnya bilateral simetri, dengan kaki di bagian perut (ventral) memanjang. Ruang mantel dengan permukaan dorsal, tertutup oleh 8 lapisan berkapur, sedangkan permukaan lateral mengandung banyak insang.

Hewan ini bersifat hermafrodit (berkelamin dua), dan fertilisasi terjadi secara eksternal (pertemuan sel teur dan sperma terjadi di luar tubuh).

 

(Sumber: https://pengajar.co.id/)

Mengenal Tentang Welwitschia Mirabilis

Mengenal Tentang Welwitschia Mirabilis

Mengenal Tentang Welwitschia Mirabilis

Mengenal Tentang Welwitschia Mirabilis
Mengenal Tentang Welwitschia Mirabilis

Welwitschia mirabilis

adalah salah satu tanaman yang fenomenal di kalangan botanis dan kolektor tanaman.  Hal ini disebabkan karena keunikan sifatnya, dimana dari tingkat family sampai genus hanya diisi oleh satu jenis saja.

Hidup di gurun sepanjang pesisir

pantai Namibia dan Angola,Welwitschia mirabilis menunjukkan berbagai keunikan, baik segi morfologi maupun fisiologinya.  Tanaman gurun ini tampaknya  seperti datang langsung dari zaman purbakala. Bentuknya tidak enak dilhat, tapi tanaman yang satu ini benar-benar unik. 

Tanaman ini akan tumbuh hingga bisa mencapai lebar 8 meter dengan tinggi 2 meter. Tanaman memiliki daya tahan luar biasa dan tidak akan mati, meski tidak ada hujan selama 5 tahun. Rasanya sangat menyengat baik mentah maupun sudah dimasak, dan karenanya diberi nama Onyanga, yang berarti bawang gurun. Tanaman ini dianggap fosil hidup

Tanaman asal Namibia ini

hanya memiliki dua daun saja sepanjang hidupnya dan sebuah batang dengan akarnya. Jadi daun yang ada adalah daun yang pertama kali tumbuh dan terus memanjang seumur hidupnya. Dua daun itu akan terus tumbuh membesar dan memanjang, mirip alien, hingga bisa mencapai panjang 12 meter. Batangnya pendek, tebal dan akan membesar, tidak menjadi tinggi lagi.

Tidak seperti jenis sukulen atau tanaman yang biasa hidup di gurun, yang memodifikasi daunnya untuk mengecil agar mengurangi penguapan, W.mirabilis justru memiliki daun yang lebar.

Keunikan tanaman ini

juga ditunjukkan oleh jumlah stomatanya, dimana jumlah stomata yang dimiliki oleh Welwitschia mirabilis mungkin adalah yang paling banyak diantara semua jenis tanaman, padahal hidupnya di area kering dan terik.

Untuk mensiasati udara panas yang kering, adalah dengan membuka stomata pada malam hari, dimana kabut melimpah di pesisir pantai tersebut dan menutup rapat pada siang hari.  Selain itu, daun yang lebar berfungsi melindungi tanah di bawahnya tetap adem, dimana sang akar tumbuh serta agar kelembaban di bagian bawah tanah tetap terjaga

Tumbuh dari biji, namun diperkirakan dari ratusan biji, peluang hidup hanya 1% akibat kontaminasi A.niger, tidak terbuahi atau karena curah hujan yang tidak memadai.

Menurut runut karbon, diduga specimen tertua di dunia berusia lebih dari 2000 tahun, dan untuk rata rata masa hidup diperkirakan mencapai 400 – 1500 tahun.
Sesaat setelah penemuannya, tanaman ini langsung menjadi bahan perbincangan dan menjadi salah satu incaran kolektor tanaman.  Perburuan besar besaran sempat menggiring spesies ini pada CITES 1.  Namun, perang di Angola membawa berkah bagi habitat W.mirabilis, karena mereka dilindungi oleh ladang ranjau yang menghalangi niat para pemburu untuk mengambil bijinya.

Sekarang W.mirabilis masuk CITES 2, karena habitatnya tidak terganggu (karena ladang ranjau tersebut), sedangkan di Namibia, habitatnya dijaga dan dijadikan sebagai objek wisata.