Kadisdik Jabar Imbau ASN Bekerja Secara Bersungguh-Sungguh

Kadisdik Jabar Imbau ASN Bekerja Secara Bersungguh-Sungguh

Kadisdik Jabar Imbau ASN Bekerja Secara Bersungguh-Sungguh

 

Kadisdik Jabar Imbau ASN Bekerja Secara Bersungguh-Sungguh

 

Dinas Pendidikan Jawa Barat (Disdik Jabar)

mengadakan apel pagi yang rutin dilaksanakan setiap senin di Halaman Gedung Disdik Jabar, Jalan Dr. Radjiman, Kota Bandung. Apel diikuti oleh para pejabat di lingkungan Disdik Jabar serta para  Aparatur Sipil Negara (ASN). Pagi ini, apel dipimpin langsung oleh Kepala Disdik Jabar, Ahmad Hadadi.

Dalam sambutannya

Hadadi mengimbau kepada seluruh karyawan agar melakukan jihad pada setiap pekerjaan. Dengan dilakukan secara bersungguh-sungguh menjalankan tugas sesuai dengan tupoksi yang telah diberikan. Tentunya semua hal tersebut, akan menjadi amal ibadah bagi kita sendiri.

Bersungguh-sungguh dalam bekerja

dilakukan semata-mata untuk memperoleh ridho Allah SWT bagi kita yang muslim. Saat kita bekerja dengan serius dan amanah maka itu adalah jihad kita sebagai ASN,” ujar Hadadi, Senin, 12 November 2018.

Hadadi menyampaikan, jika dalam bekerja dilakukan sesuai dengan keimanan, maka akan berdampak pada kemaslahatan umat, khususnya pendidikan di Jawa Barat. Namun sebaliknya, jika tidak amanah atau berkhianat dalam bekerja, maka disana akan muncul kehancuran.

Mari kita bekerja dengan sepenuh hati dan ikhlas.

Niatkan ini adalah ibadah kita dengan memberikan pelayanan yang terbaik,” ujar Hadadi.

Selain itu Hadadi mengatakan, sebagai orang yang beriman, Tuhan akan hadir di setiap keadaan. Tanpa terkecuali ketika sedang bekerja. Sebagai pimpinan, ia percaya kepada sekretaris, kepala bidang, ketua cabang dinas, serta seluruh karyawan di lingkungan Disdik Jabar. Mereka berkomitmen dan sepakat bekerja dengan sepenuh hati.

“Mari kita fokus, bekerja bersama-sama sehingga pekerjaan akan menjadi ringan.  Semua yang dikelola oleh kita akan dikembalikan kepada masyarakat,”

 

Artikel Terkait:

Maknai Hari Pahlawan dengan Semangat Kreativitas, Inovasi, dan Optimisme

Maknai Hari Pahlawan dengan Semangat Kreativitas, Inovasi, dan Optimisme

Maknai Hari Pahlawan dengan Semangat Kreativitas, Inovasi, dan Optimisme

 

Maknai Hari Pahlawan dengan Semangat Kreativitas, Inovasi, dan Optimisme

 

Tugas generasi muda saat ini adalah memajukan bangsa

Hal itu disampaikan Presiden RI, Joko Widodo dalam peringatan Hari Pahlawan, 10 November 2018, di Bandung. Semangat untuk memajukan bangsa, ujar Presiden, bisa dilakukan dengan beragam cara. Seperti dikutip dari Harian Kompas, Presiden mencontohkan semangat itu dengan memupuk kreativitas, berinovasi, dan menanamkan optimisme.

Sementara itu, Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla di Jakarta mengatakan, kepahlawanan saat ini berbeda dengan bentuk kepahlawanan pada masa lalu. Kepahlawanan pada masa lalu adalah perjuangan membebaskan bangsa Indonesia dari cengkraman penjajah. Sementara kepahlawanan pada saat ini adalah berjuang memajukan bangsa.

Terkait hal itu

Wapres mengajak semua elemen bangsa bersama-sama berjuang mewujudkan bangsa Indonesia yang maju, adil, dan makmur. Wapres juga meminta akademisi dapat meningkatkan martabat bangsa lewat pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat

Ahmad Hadadi mengatakan dengan peringatan Hari Pahlawan pada setiap 10 November, maka masyarakat akan diingatkan dengan jasa para pahlawan. Sehingga, nilai-nilai kebaikan dari para pahlawan akan senantiasa tumbuh di dalam hati rakyat Indonesia.

“Tentu yang paling penting adalah semangat kepahlawanan ini harus ada di dalam dada pada warga negara,” ujar Hadadi saat ditemui seusai apel pagi di Halaman Kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat, Jalan Dr. Radjiman, Kota Bandung, Senin, 12 November 2018.

Selain itu Hadadi mengatakan

pentingnya mengingatat jasa para pahlawan yang telah berjuang sepenuh hati. Mereka rela berjuang jiwa dan raga, sehingga hal tersebut harus menjadi penyemangat bangsa Indonesia untuk lebih mencintai tanah air.

“Para pahlawan telah berkorban segalanya demi masa-masa depan bangsa. Sekarang kembali pada kita, bagaimana menjadikan bangsa ini harus lebih jaya dan kita selalu mengingat jasa-jasa para pahlawan,” ujar Hadadi.

 

Sumber : https://pengajar.co.id/

Perubahan Anatomi daun Xeromorf dan Hidrofit

Perubahan Anatomi daun Xeromorf dan Hidrofit

Perubahan Anatomi daun Xeromorf dan Hidrofit

Perubahan Anatomi daun Xeromorf dan Hidrofit
Perubahan Anatomi daun Xeromorf dan Hidrofit

Daun Xeromorf

Xerofit adalah tumbuhan yang hidup di daerah yang sangat kering seperti di gurun yang membuat transpirasinya dapat turun sampai minimum di bawah kondisi kekurangan air. Maka dari itu untuk tetap bertahan hidup di daerah yang kering seperti itu, struktur atau anatomi daun tumbuhan tersebut pun beradaptasi menjadi lebih khas.

Daun xeromorf berukuran kecil. Pengurangan permukaan luar daun dibarengi dengan perubahan struktur dalamnya,misalnya pengurangan ukuran sel tetapi terjadi peningkatan ketebalan dinding sel. Perkembangan jaringan sel palisade pun meningkat. Daun xeromorf pada umumnya tertutupi oleh trikoma. Jaringan penyimpan air pada daun pun juga berkembang.

Tumbuhan dengan daun yang kecil yang biasanya mempunyai habitat yang kering. Pengukuran ukuran daun sering kali diikuti dengan peningkatan jumlah total daun pada tumbuhan. Daun xeromorf biasanya mempunyai trikoma. Di balik trikoma inilah stomatanya berada. Trikoma ini selain berfungsi sebagai pelindung atau mengurangi dari gangguan predator juga berfungsi dalam mengurangi penguapan.

Faktor lingkungan memengaruhi pembentukan kutikula. Pada beberapa tumbuhan gurun, stomata menjadi tertutup secara tetap selama musim panas. Penutupan ini diakibatkan karena sel penutup stomata oleh massa yang mengandung resin atau oleh lapisan lilin. Seperti pada Rumex acetosella resin serta lapisan lilin yang terbentuk dalam epidermis dan sel di sekeliling tulang daun pada kondisi musim panas.

Air dalam daun diangkut oleh tulang daun, sel mesofil, dan jaringan palisade daripada jaringan spons. Selain itu juga, jaringan penyimpan air penyimpan air berkembang baik pada daun. Jaringan penyimpan air pada tumbuhan xerofit terdiri atas sel besar dengan vakuola besar berisi cairan sel yang mengandung lendir. Sel ini mempunyai sitoplasma tipis yang menempel pada dinding sel dan kloroplasnya tersebar.

Tekanan osmosis pada sel fotosintesis lebih tinggi daripada sel yang bukan untuk fotosintesis. Apabila air berkurang, maka tumbuhan xerofit mendapat air dari jaringan penyimpan air ini. Sel penyimpan air yang berdinding tipis. Dalam kondisi kering, sel mengerut. Apabila pasokan air kembali normal, dengan cepat sel akan kembali ke bentuk semula. Contoh dari xeromorf (Atriplex portulacoides)

Daun Hidrofit

 

Struktur anatomi tumbuhan hidrofit kurang beragam dibandingkan dengan tumbuhan xerofit. Faktor yang mempengaruhi struktur tumbuhan air atau hidrofit ini biasanya bergantung pada suhu, air,konsentrasi dan komposisi garam dalam air. Tumbuhan air mempunyai sedikit jaringan penyokong dan pelindung, jumlah jaringan pembuluh sedikit, xilem mengecil, dan mempunyai ruang udara.

Epidermis tumbuhan

air tidak berfungsi untuk perlindungan, tetapi lebih untuk pengeluaran zat makanan, senyawa air, dan pertukaran gas. Kutikula dan dinding selnya sangat tipis. Sel epidermis berisi kloroplas. Daun yang mengapung mempunyai stomata hanya pada permukaan atas daun saja. Beberapa tumbuhan air memiliki sekelompok sel yang disebut dengan hydropotes, yang berfungsi untuk memudahkan pengangkutan air dan garam ke luar dan ke dalam tumbuhan. Contoh tumbuhan Hidrofit (Ranunculus aquatilis) dapat dilihat pada gambar berikut;
gambar 2 : Ranunculus aquatilis

Daun Gymnospermae

Sebagian besar daun pada Gymnospermae selalu berwarna hijau dan bersifat xeromorf. Salah satu kekhususan daun Gymnospermae adalah adanya jaringan transfusi. Jaringan ini mengelilingi berkas pengangkut dan tersusun atas trakeida, parenkim, dan sel albumin. Jaringan ini berbeda-beda jumlahnya dan susunanya, bergantung pada genusnya.

Pada daun Pinus sel epidermisnya berdinding tebal, mempunyai kutikula tebal, dan stomatanya tersembunyi. Mesofil terdiri atas parenkim palisade dan parenkim spons. Mesofil ini berisikan kloroplas. Sel parenkimnya berisi tanin, resin dan kadang-kadang juga pati. Berkas pengangkutnya bersama jaringan transfusi dikelilingi oleh selubung yang berdinding sel relatif tebal, yaitu sel endodermis. Semua dinding antiklin berisi senyawa penutup tanpa zat gabus, tetapi mengandung banyak lignin. Vakuola berisi banyak badan berbentuk bola. Sedangkan sitoplasmanya berisi RE halus, gelembung, kloroplas dan badan lemak.

Perkembangan Helai Daun

Secara umum perkembangan daun dimulai dari tahap permulaan (inisiasi), diferensiasi awal, perkembangan aksis daun, asal-usul helai daun, dan histogenesis jaringan helai daun.

Tahap permulaan (Inisiasi)

Inisiasi daun dimulai dengan pembelahan periklin dalam kelompok sel kecil sel pada sisi pucuk. Jumlah lapisan sel yang mulai membelah dan posisinya pada pucuk beragam pada tumbuhan yang berbeda. Primordia daun berasal dari lapisan dari lapisan paling luar pucuk batang.
Pada semua tumbuhan Dikotil,pembelahan periklin yang pertama tidak terjadi pada sel lapisan permukaan, tetapi pada sel yang terletak satu ata dua lapisan dibawahnya. Lapisanpermukaan diperluas dengan adanya pembelahan antiklin beberapa kali.

Kasus yang paling sering terjadi, inisiasi dari primordia daun dimulai pada lapisan sel di bawah lapisan permukaan. Dalam hal ini lapisan sel tunika dan lapisan sel tetangganya dari korpus ikut serta dalam inisisiasi primordium yang berbeda.

Diferensiasi Awal

Sebagai hasil kelanjutan pembelahan sel, primordium daun menonjol dari pucuk batang sebagai penyokong yang mempunyai bentuk papila kecil atau tonjolan. Penyokong daun terdiri atas lapisan protoderm dan untaian prokambium, yang tumbuh secara akropetal dan tidak seberapa jauh darikambium batang.

Perkembangan Aksis Daun
Pada kebanyakan daun Dikotil dan Gymnospermae, perkembangan aksis daun mendahului helai daun. Hasil perkembangan cepat dari primordia menjadi bentuk seperti kerucut yang runcing dengan sisi adaksialpipih (rata). Ujung kerucut ini merupakan sebagai meristem apikal. Pada tumbuhan tertentu, dari tahpa awal perkembangan ketika primordium masih berukuran 1 mm, peningkatan atau perkembangan lebih lanjut akan terjadi karena pembelahan dan pemanjangan sel yang berjarak dari ujung primordium. Pertumbuhan ini disebut dengan pertumbuhan interkalar.

Asal usul Helai Daun

Selama pemanjangan awal dan penebalan aksis daun muda, sel bagian tepi adaksial terus membelah dengan cepat. Inisial pinggiran adalah sel lapisan paling luar pada tepi helai daun muda. Pada Angiospermae, biasanya inisial ini akan membelah hanya ke arah antiklin dan penambahan sel baru terjadi ke arah protoderm abaksial dan adaksial.
Pada daun majemuk menjari dan menyirip, helai daun lateral berkembang dari meristem pinggiran adaksial dan aksis daun muda sebagai dua deretan papila. Pada tumbuhan lain, perkembangan helai daun ada yang terjadi secara akropetal ataupun bisepetal.

Histogenesis Jaringan Helai Daun

Pertumbuhan pinggiran berlangsung terus-menerus lebih panjang dari pertumbuhan apikal, tetapi berhenti relatif awal. Setelah pertumbuhan pinggiran berhenti,pertumbuhan lebih lanjut darihelai daun dilakukan oleh pembelahan sel helai daun. Pembelahan secara antiklin membentuk lempeng meristem. Aktivitas lempeng meristem menghasilkan peningkatan daerah permukaan, tetapi tidak terjadi penebalan organ. Pada helai daun, sel meristem berlapis sehingga relatif mudah untuk melacak asal-usul epidermis, jaringan palisade dan spons, serta berkas pengangkut.
Pertumbuhan daun ini dikendalikan oleh faktor genetis, tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan luar dan dalam. Faktor luar yang memengaruhi daun antara lain seperti pasokanair,nutrisi,panjang hari, dan intensitas sinar.

Baca Juga :

Anatomi Daun Adalah

Anatomi Daun Adalah

Anatomi Daun Adalah

Anatomi Daun Adalah
Anatomi Daun Adalah

Anatomi merupakan

salah satu ilmu cabang dari biologi yang mempelajari tentang struktur dalam suatu makhluk hidup. Dalam hal ini ialah anatomi tumbuhan. Ilmuanatomi tumbuhan ini sangat diperlukan untuk mengetahui bagaimana struktur penyusun tubuh tumbuhan yang sering kita jumpai di lingkungan hidup kita.

Namun dalam makalah ini penulis ingin menjelaskan gambaran umum tentang anatomi salah satu organ terpenting pada tumbuhan yaitu daun. Daun merupakan salah satu organ pada tumbuhan yang mengandung klorofil yang berfungsi dalam proses fotosintesis sehingga menghasilkan oksigen yang kita hirup untuk beraktivitas dan senyawa karbohidrat. Secara umum anatomi daun terbagi menjadi 3 jaringan yang akan dijelaskan secara terperinci dalam makalah ini. Struktur anatomi pada tumbuhan sangat berkaitan dengan bentuk morfologi tumbuhan itu dan juga fisiologinya. Sehingga dapat diketahui bahwa antara anatomi, fisiologi, dan morfologi tumbuhan itu saling berkaitan.

Makalah ini dapat menjadi pegangan ataupun referensi untuk memahami struktur dan anatomi tumbuhan. Semoga makalah ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan bagi para pembaca. Akhir kata Tiada Gading yang tak retak; tiada sesuatu yang sempurn adi dunia ini. Karena itu demi perbaikan makalah ini, penulis sangat terbuka terhadap segala masukan yang membangun dari para pembaca.
Semoga Bermanfaat

Anatomi Tumbuhan

(DAUN)

Baik dari segi morfologi maupun anatomi, daun merupakan organ pada tumbuhan yang memiliki keberagaman. Sangat sukar untuk membedakan dengan jelas baik secara teoritis maupun secara praktis antara jaringan daun dan batang. Struktur jaringan pengangkut dalam tangkai dan ibu tulang daun biasanya sama dengan pada batang. Namun, ciri terpenting pada daun adalah bahwa pertumbuhan apikalnya cepat terhenti. Pada Spermatophyta, aktivitas meristem apeks daun segera terhenti, sementara bentuk dan ukuran daun ditentukan oleh pertumbuhan

Interkalar dan marginal

Terdapat bebrapa istilah-istilah menyangkut daun. Seluruh daun pada sebuah tumbuhan disebut dengan Phyllom. Namun dikenal juga dengan beberapa istilah seperti daun hijau, katafil, hipsofil,kotiledon, profil,dll. Hal tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut;

1) Daun hijau
Daun hijau (foliage leaves) berfungsi khusus untuk fotosintesis dan biasanya berbentukpipih mendatar sehingga mudah memperoleh sinar matahari dan gas Co2.
2) Katafil
Katafil adalah sisik yang tampak pada kuncup dan batang di bawah tanah, yang fungsinya sebagai pelindung atau penyimpan bahan cadangan makanan.
3) Hipsofil
Hipsofil merupakan berbagai tipe braktea yang mengiringi bunga dan berfungsi sebagai pelindung.
4) Kotiledon
Kotiledon adalah daun pertama dari tumbuhan.
5) Profil (Prophyl)

Daun pertama pada cabang lateral.

Berikut merupakan anatomi secara umum pada daun:
Secara histologi, daun tersusun dari tiga tipe jaringan, yaitu epidermis, mesofil, dan jaringan pembuluh.

Epidermis

Epidermis daun dari tumbuhan yang berbeda beragam dalam hal jumlah lapisan, bentuk, struktur, susunan stomata, penampilan, dan susunan trikoma, serta adanya sel khusus. Struktur dalamnya biasanya berbentuk pipih. Daun memiliki dua jenis jaringan epidermis yaitu permukaan atas daun disebut permukaan adaksial dan permukaan bawah disebut permukaan abaksial.

Pada lapisan ini tidak ada ruang antar sel. Di antara sel epidermis terdapat sel penjaga yang membentuk stomata. Struktur stomata yang dapat membuka dan menutup ini berfungsi sebagai tempat terjadinya pertukaran gas dan air. Sifat terpenting pada jaringan daun ini adalah susunan selnya yang kompak dan adanya kutikula serta stomata.
Berikut merupakan contoh jaringan epidermis selapis;

Mesofil (Jaringan Dasar)

Mesofil terdiri atas jaringan parenkim yang terdapat di sebelah dalam epidermis. Mesofil mengalami diferensiasi membentuk jaringan fotosintetik yang berisi kloroplas. Pada kebanyakan tumbuhan terdapat dua jenis parenkim dalam mesofil, yaitu parenkim palisade dan parenkim spons.

Sumber : https://dosen.co.id/

Pengertian Haloalkana Secara Lengkap

Pengertian Haloalkana Secara Lengkap

Pengertian Haloalkana Secara Lengkap

Pengertian Haloalkana Secara Lengkap
Pengertian Haloalkana Secara Lengkap

Pengertian Haloalkana

Haloalkana merupakan salah satu senyawa turunan alkana. Haloalkana

mempunyai rumus struktur yang sama dengan alkana, hanya satu atau lebih

atom H-nya diganti oleh atom halogen (X = F, Cl, Br, I).

Tata Nama Haloalkana

Tata nama haloalkana dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu:

Tata Nama IUPAC

Haloalkana merupakan nama IUPAC. Sedangkan urutan cara penamaannya

sebagai berikut:

1) Menentukan rantai induk, yaitu rantai karbon terpanjang yang

mengandung atom halogen (X = F, Cl, Br, I).

2) Memberi nomor. Penomoran dimulai dari salah satu ujung rantai

sedemikian sehingga posisi atom halogen mendapat nomor terkecil.

Catatan: Jika terdapat lebih dari satu atom halogen, maka prioritas

penomoran didasarkan kereaktifannya, yaitu F, Cl, Br, I.

3) Gugus alkil selain rantai induk dan atom halogen sebagai cabang.

Contoh: CH3–CH2–Cl 1– kloroetana

CH2ClCH2Cl 1,2 – dikloroetana

CH2ClCH2Br 2 – bromo – 1 – kloroetana

Tata Nama Trivial (lazim)

Nama lazim monohaloalkana adalah alkilhalida.

Contoh: CH3–CH2–Cl metilklorida

Isopropilbromida

  1. Pembuatan

Pembuatan haloalkana dapat menggunakan dua jenis reaksi, yaitu:

  1. Reaksi Substitusi

Reaksi substitusi adalah reaksi penggantian satu atom atau gugus atom dalam suatu molekul oleh sebuah atom lain.

Misalnya pada temperatur tinggi atau dengan adanya cahaya ultraviolet,

satu atom hidrogen atau lebih dalam suatu molekul alkana dapat

digantikan oleh atom klor dan brom.

Contoh: CH3–CH3 + Cl2 -à CH3–CH2–Cl

                                  Etana kloroetana (etilklorida)

Etil klorida cair dengan titik didih 12 °C seringkali digunakan sebagai

zat pemati rasa lokal, cairan ini menyerap kalor untuk penguapannya

dan menguap sedemikian cepat sehingga membekukan jaringan dan

karena menyebabkan hilangnya sebagian perasaan (sakit). Seringkali

disemprotkan pada permukaan tubuh seorang pemain baseball yang

kena bola karena kesalahan lempar (Keenan, dkk, 1999: 377).

  1. Reaksi Adisi (reaksi penjenuhan)

Reaksi adisi adalah reaksi pengubahan ikatan rangkap suatu molekul

(alkena atau alkuna) menjadi ikatan tunggal.

Contoh: CH2 = CH2 + Cl2       —-à    CH2Cl–CH2Cl

              CH2 = CH–CH3 + HBr —à   CH3–CHBr–CH3

Baca Artikel Lainnya:

Pengertian Karbohidrat Secara Lengkap

Pengertian Karbohidrat Secara Lengkap

Pengertian Karbohidrat Secara Lengkap

Pengertian Karbohidrat Secara Lengkap

Pengertian Karbohidrat

Karbohidrat adalah polihidroksidehida dan keton polihidroksil atau turunannya. Selain itu juga dsususun oleh dua sampai delapan monosakarida yang dirujuk sebagai oligosakarida. Karbohidrat mempunyai rumus umum berupa CnH2nOn atau mendekati Cn(H2O)n yaitu karbon yang mengalami hidratasi. Di alam, karbohidrat merupakan hasil sintesa CO2 dan H2O dengan pertolongan sinar marahari dan hijau daun (klorofil). Hasil fotosintesis ini kemudian mengalami polimerisasi menjadi pati dan senyawa –senyawa bermolekul besar lain yang menjadi cadangan makanan pada tanaman. Organisme yang dapat mensintesa makanan pada tanaman.

Penggolongan Karbohidrat

Secara alami, ada tiga bentuk karbohidrat yang penting yaitu :
1Monosakarida
2Oligosakarida
3PolisakaridaMonosakarida
Monosakarida adalah karbohidrat yang sederhana, dalam arti molekulnya hanya terdiri atas beberapa atom karbon saja dan tidak dapat diuraikan dengan cara hidrolisis dalam kondisi lunak menkjadi karbohidrat lain. Monosakarida yang paling sederhana ialah gliseraldehida dan dihidroksiaseton

Macam-macam contoh monosakarida adalah :

1.Glukosa
Glukosa adalah suatu aldoheksosa dan erring disebut dekstrosa karena mempunyai sifat dapat memutar cahaya terpolarisasi kea rah kanan. Di alam glukosa terdapat pada buah-buahan dan madu lebah.2.Fruktosa
Fruktosa adalah suatu ketohektosa yang mempunyai sifat memutar cahaya terpolarisasi ke kiri dan karenya disebut levulosa. Fruktisa mempunyai rasa manis lebih dari gluosa, juga lebih manis dari pada gula tebu atau sukrosa

3.Galaktosa
Galaktosa jarang terdapat bebas di alam, biasanya berikatan dengan glukosa dalam bentuk laktosa, yaitu gula yang terdapat dalam susu. Galaktosa mempunyai rasa kurang manis daripada glukosa dan kurang larut dalam air

4.Pentosa
Beberapa pentose yang penting adalah arabinosa, xilosa, ribose dan 2-deoksiribosa. Keempat pentose ini terdapat dalam keadaan bebas di alam. Arabinosa diperoleh dari gom arab dengan jalan hidrolisis, sedangkan xilosa diperoleh dari proses hidrolisis terhadap jerami atau kayu.

Oligosakarida
Senyawa yang termasuk oligosakarida mempunyai molekul yang terdiri atas beberapa molekul monosakarida. Dua molekul monosakarida yang berikatan satu dengan yang lain, membentuk satu molekul disakarida.
Contoh Oligosakarida yaitu :

1.Sukrosa
Sukrosa berasal dari tebu,bit dan tumbuhan, misalnya dalam buah nanasa dan dalam wortel

2.Laktosa
Hidrolisis laktosa menghasilkan D-galaktosa dan D-glukosa,karena laktosa adalah suatu disakarida. Ikatan galaktosa dan glukosa terjadi antara atom karbon nomor 1 pada galaktosa dan atom karbon nomor 4 pada glukosa. Oleh karenanya molekul laktosa masih mempunyai gugus -OH gkikosidik, dengan demikian laktosa mempunyai sifat mereduksi dan mutarotasi

3.Maltose
Maltose adalah suatu disakarida yang terbentuk dari dua molekul glukosa. Maltose mudah larut dalam air dan mempunyai rasa lebih manias daripada laktosa, tetapi kurang manis daripada sukrosa

4.Rafinosa
Rafinosa adalah suatu trisakarida yang penting, terdiri atas tiga molekul monosakarida yang berikatan, yaitu galaktosa-glukosa-fruktosa. Atom karbon 1 pada galaktosa berikatan dengan atom karbon 6 pada glukosa, selanjutnya atom karbon 1 pada glukosa berikatan dengan atom karbon 2 pada fruktosa. Apabila dihidrolisis sempurba, rafinosa akan menghasilkan galaktosa, glukosa dan fruktosa

5.Stakiosa
Stakiosa adalah suatu tetrasakarida stakiosa tidak mempunyai sifat mereduksi.
Galaktosa-galaktosa-glukosa-fruktosa 
(stakiosa) galaktosa-galaktosa-glukosa+fruktosa
(manotriosa)

Polisakarida

Polisakarida mempunyai molekul besar dan lebih kompleks daripada mono dan oligosakarida. Molekul polisakarida terdiri atas banyak molekul monosakarida. Polisakarida yang terdiri atas satu macam monosakarida saja disebut homopolisakarida, sedangkan yang mengandung senyawa lain disebut heteropolisakarida. Umumnya polisakarida berupa senyawa berwarna putih dan tidak berbentuk Kristal, tidak mempunyai rasa manis dan tidak mempunyai sifat mereduksi, polisakarida yang dapat larut dalam air akan membentuk larutan koloid. Beberapa polisakarida yang penting di antaranya adalah
1.Amilum
2.Glikogen
3.Dekstrin
4.Selulosa

CONTOH PROPOSAL PTK MATA PELAJARAN KIMIA

CONTOH PROPOSAL PTK MATA PELAJARAN KIMIA

CONTOH PROPOSAL PTK MATA PELAJARAN KIMIA

CONTOH PROPOSAL PTK MATA PELAJARAN KIMIA
CONTOH PROPOSAL PTK MATA PELAJARAN KIMIA

A.  JUDUL PENELITIAN

PENINGKATAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS XII   TERHADAP PEMBELAJARAN KIMIA DENGAN PEMANFAATAN MEDIA KOMPUTASI

B.  BIDANG ILMU : PENDIDIKAN KIMIA

C.  PENDAHULUAN
Dewasa ini kesejahteraan bangsa bukan hanya bersumber pada sumber daya alam dan modal yang bersifat fisik,  melainkan juga pada modal intelektual, sosial dan kepercayaan.  Dengan demikian, tuntutan untuk terus memutakhirkan pengetahuan sains menjadi suatu keharusan.  Bangsa yang berhasil adalah bangsa yang berpendidikan dengan standar mutu yang tinggi, karena industri baru dikembangkan dengan berbasis kompetensi sains dan teknologi tingkat tinggi (Puskur Diknas, 2003).
Mutu pendididikan IPA, berkaitan dengan banyak faktor antara lain kompetensi guru, efektivitas proses pembelajaran, ketersediaan fasilitas pendidikan serta tingkat motivasi belajar siswanya.  Namun pada kenyataannya dalam dunia pendidikan memperlihatkan bahwa pembelajaran pada umumnya bersifat ekspositoris, verbalistik dan cenderung hanya menggunakan papan tulis, kurang upaya untuk melakukan demonstrasi, eksperimen dan bentuk peragaan lainnya dalam pembelajaran (Firman,H., 2000).  Mata pelajaran kimia di SMA/MA bertujuan untuk membentuk sikap yang positif pada diri siswa terhadap kimia yaitu merasa tertarik untuk mempelajari kimia lebih lanjut karena merasakan keindahan dalam keteraturan perilaku alam serta kemampuan kimia dalam menjelaskan berbagai peristiwa alam dan penerapannya dalam teknologi.  Salah satu materi pokok yang banyak kaitannya dengan kemampuan kimia dalam menjelaskan berbagai peristiwa alam dalam silabus kimia adalah Sifat Koligatif Larutan dan Elektrokimia.  Kedua materi tersebut merupakan konsep yang selalu ada dalam kurikulum ilmu kimia. Siswa mengalami kesulitan dalam mempelajari sifat koligatif larutan dan konsep elektrokimia karena kedua materi tersebut bersifat abstrak (Baharudin, 2000).  Disamping itu pembelajaran kedua materi tersebut yang dilakukan selama ini lebih banyak menggunakan metode ceramah dimana dengan materi yang cukup abstrak, umumnya menjadi beban bagi siswa.  Oleh karena itu, perlu dicari alternatif model pembelajaran yang dapat meminimalkan beban hafalan dan lebih meningkatkan minat belajar pada siswa, yaitu dengan cara pemanfaatan media komputasi.  Sehingga dengan melakukan pembelajaran dengan pemanfaatan media komputasi ini, siswa diharapkan dapat lebih mudah memahami materi sifat koligatif larutan dan konsep elektrokimia.
Peserta belajar dengan kemampuan yang bervariasi adalah umum dijumpai pada suatu proses pembelajaran.  Kemampuan yang bervariasi dapat berupa perbedaan kesanggupan, keterampilan, intelegensi, potensi dan pengetahuan awal dalam mengikuti proses belajar.  Kemampuan peserta yang bervariasi pada suatu pembelajaran ditunjukkan oleh hasil belajar yang bervariasi.
Salah satu penyebab kegagalan siswa dalam proses pembelajaran adalah karena siswa tidak pernah dirangsang untuk mencari, menemukan, dan mengeksplorasi sehingga siswa dapat belajar tidak hanya di sekolah namun juga dapat menggunakan alam semesta, lingkungan dan teknologi yang ada di sekitarnya.

Pemanfaatan media komputasi ini pada dasarnya merupakan suatu cara pembelajaran yang bertujuan untuk menarik minat belajar siswa dan membangkitkan rasa ingin tahu siswa melalui pengamatan terhadap materi yang ditampilkan melalui gambar-gambar slide pada layar LCD sehingga siswa dapat terlatih untuk mengeluarkan pendapat  berdasarkan pengamatan mereka pada layar LCD.  Dimana menurut Henderleiter, J dan Pringle, DL (1999), dari pengamatan langsung inilah siswa dapat menggali sendiri suatu konsep yang ingin dicapai dalam suatu pembelajaran dan bahkan lebih dari itu, yaitu menimbulkan suatu sikap yang positif terhadap sains (ilmu pengetahuan) disamping tumbuhnya jiwa kooperatif serta  tanggung jawab pada diri siswa, dan dengan demikian hasil belajar siswa-pun akan meningkat.

D.  PERUMUSAN MASALAH

1.   Perumusan Masalah
Masalah yang diidentifikasi pada bagian pendahuluan adalah menemukan strategi pembelajaran untuk memecahkan permasalahan yang dapat meningkatkan atau mengembangkan minat dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran kimia pada umumnya dan pembelajaran materi Sifat-sifat Koligatif dan Elektrokimia pada umumnya, termasuk siswa yang lamban.  Namun tentunya masih memerlukan penjajakan dan pembuktian dalam praktek, serta kemungkinan penyempurnaan strategi dan taktik pembelajaran yang sesuai dengan kondisi siswa.  Oleh karena itu diperlukan hasil dari suatu penelitian berbentuk tindakan menjalankan skenario pembelajaran kimia dengan pemanfaatan media komputasi.
Maka rumusan masalah yang diajukan adalah : Bagaimana penerapan strategi pembelajaran kimia dengan pemanfaatan media komputasi dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa, khususnya pada pokok bahasan Sifat-sifat Koligatif Larutan dan Konsep Elektrokimia pada siswa Kelas XII-IPA MAN 1 Samarinda.
2.   Pemecahan Masalah
a.   Pada penelitian tindakan kelas ini akan digunakan Strategi Pembelajaran Kognitif Aktif :
Dimana pada proses pembelajaran kimia yang dilakukan akan digunakan media komputasi tentang Ilustrasi Sifat-sifat Koligatif Larutan dan Konsep Elektrokimia.  Selama proses pembelajaran berlangsung, siswa diharapkan dapat terlibat aktif dalam membangun pemikirannya sendiri tentang materi yang disampaikan melalui pengamatan langsung terhadap tampilan-tampilan slide pada layar LCD
b.   Pemecahan masalah di atas terdiri atas beberapa tahap, yaitu :

  • Siswa diajak terlibat aktif pada saat guru menyampaikan pembelajaran dengan media komputasi.
  • Siswa akan membangun pemikiran pada dirinya sendiri tentang konsep materi yang disampaikan melalui ilustrasi tampilan slide pada layar LCD.
  • Siswa diajak berdiskusi.
  • Mengambil kesimpulan.

c.   Indikator Keberhasilan dari tindakan yang dilakukan adalah :

  • Siswa mampu belajar aktif dan memposisikan dirinya dengan baik dan tepat dimana ia telah mempunyai bekal pengetahuan sendiri dan penguasaan tertentu terhadap suatu konsep (bukan hanya bersumber pada guru).
  • Kemampuan siswa untuk mendefinisikan, mendeskripsikan dan menggambarkan ilustrasi dari konsep materi yang telah disampaikan.
  • Kemampuan siswa untuk berkomunikasi dalam mendiskripsikan dan memecahkan masalah.

E.  TUJUAN PENELITIAN

Adapun tujuan dari penelitian tindakan kelas ini adalah :
1.   Untuk siswa

  • Menarik minat siswa terhadap pembelajaran kimia sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
  • Dapat mengeksplorasi pemikiran dan mendiskripsikan suatu konsep materi berdasarkan hasil pengamatan ilustrasi slide pada layar LCD.
  • Siswa dapat berkomunikasi dengan baik.

2.   Untuk Guru

  • Meningkatkan kemampuan Guru dalam mengembangkan strategi pembelajaran agar diperoleh hasil belajar siswa yang optimal.
  • Meningkatkan kemampuan Guru dalam pemanfaatan media komputasi.
  • Mengeksplorasi kemampuan Guru untuk melakukan penelitian tindakan terhadap segala permasalahan yang kemungkinan terjadi dalam proses belajar-mengajar di ruang kelas.

F.   MANFAAT PENELITIAN

Hasil dari penelitian tindakan ini diharapkan dapat :

  • Diperoleh output pembelajaran (dalam hal ini siswa) yang bukan hanya sebagai penerima ilmu, tetapi juga sebagai pencari ilmu sehingga dapat menguasai konsep  ilmu yang hendak dicapai dengan mudah dan terekam lama dalam memorinya.
  • Sebagai salah satu informasi bagi guru tentang salah satu strategi pembelajaran yang dilakukan dengan pemanfaatan media komputasi dalam meningkatkan minat belajar siswa terhadap pembelajaran kimia.

G.  TINJAUAN PUSTAKA
1. Penelitian Tindakan Kelas
Menurut Tim Pelatih Proyek PGSM (M.Nur, 2001) dikemukakan bahwa Penelitian Tindakan Kelas adalah suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan yang dilakukan untuk meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan mereka dalam melaksanakan tugas,memperdalam pemahaman terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan itu, serta memperbaiki kondisi dimana praktik pembelajaran itu dilakukan.
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan suatu model penelitian yang dikembangkan di ruang kelas dan dikenal juga dengan nama Classroom Action Research, dimana idenya pertama kali dikembangkan oleh Kurt dan Lewin pada tahun 1946.
Sedangkan menurut Stephen Kemmis (1983), Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research adalah suatu penelaahan atau inkuiri melalui refleksi diri yang dilakukan oleh peserta kegiatan pendidikan tertentu dalam situasi sosial (termasuk pendidikan) untuk memperbaiki rasionalitas dan kebenaran dari (a) praktik-praktik pendidik yang mereka lakukan sendiri (b) pemahaman mereka terhadap praktik-praktik tersebut dan (c) situasi ditempat praktik itu dilaksanakan.
2. Pembelajaran dengan Media Komputasi
Menurut von Glaserfeld, pembelajaran adalah membantu seseorang berfikir secara benar dengan membiarkan berfikir sendiri.  Berfikir yang baik lebih penting daripada mempunyai cara berfikir yang baik, berarti cara berfikirnya dapat digunakan untuk menghadapi suatu fenomena baru, akan dapat menemukan pemecahan dalam menghadapi persoalan yang lain.  Siswa yang sekedar menemukan jawaban benar belum pasti dapat memecahkan persoalan baru karena mungkin ia tidak mengerti bagaimana menemukan jawaban itu.
Pembelajaran bukanlah kegiatan memindahkan pengetahuan dari guru kepada siswa, melainkan suatu kegiatan yang memungkinkan siswa membangun sendiri pengetahuannya.  Pembelajaran berarti partisipasi guru bersama siswa dalam membentuk pengetahuan, membuat makna, mencari kejelasan, bersikapkritis dan mengadakan justifikasi.  Jadi, pembelajaran adalah suatu bentuk belajar sendiri.
Komputasi sebenarnya dapat diartikan sebagai cara untuk menemukan pemecahan masalah dari data input dengan menggunakan suatu algoritma.  Sedangkan kimia komputasi adalah cabang kimia yang menggunakan hasil kimia teori yang diterjemahkan ke dalam program komputer untuk menghitung sifat-sifat molekul dan perubahannya maupun melakukan simulasi terhadap sistem-sistem besar (makromolekul seperti protein atau sistem  banyak molekul seperti gas, cairan, padatan, dan kristal cair), dan menerapkan program tersebut pada sistem kimia nyata.  Contoh sifat-sifat molekul yang dihitung antara lain struktur (yaitu letak atom-atom penyusunnya), energi dan selisish energi, muatan, momen dipol, kereaktifan, frekuensi getaran dan besaran spektroskopi lainnya.  Simulasi terhadap makromolekul (seperti protein dan asam nukleat) dan sistem besar bisa mencakup kajian konformasi molekul dan perubahannya (mis.proses denaturasi protein), perubahan fasa, serta peramalan sifat-sifat makroskopik (seperti kalor jenis) berdasarkan perilaku di tingkat atom dan molekul.  Istilah kimia komputasi kadang-kadang digunakan juga untuk bidang-bidang tumpang tindih antara ilmu komputer dan kimia (Wikipedia).
3. Sifat-Sifat Koligatif Larutan 
3.1.   Konsentrasi Larutan
Salah satu cara menyatakan konsentrasi larutan adalah kemolaran (M).  Kemolaran menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam satu liter larutan.  Satuan kemolaran adalah mol/L, dengan rumusan : M = n/V
Pada pembahasan sifat koligatif, digunakan dua jenis konsentrasi yang lain yaitu :
a. Kemolalan (m)
Menyatakan jumlah mol (n) zat terlarut dalam 1 kg pelarut.  Jadi kemolalalan dinyatakan dalam mol/kg dengan rumusan : m = n/p, dimana m = kemolalan; n = jumlah mol zat terlarut dan p = massa pelarut (dalam kg).  Dan jika dinyatakan dalam gram :  m = n x 1000/p.
Contoh soal :  Berapa kemolalan larutan yang dibuat dengan mencampurkan 3 gr urea dalam 200 gr air ?
Jawab :                     mol urea       =  3 gr/ 60
=  0,05 mol
Massa pelarut = 200 gr = 0,2 kg
Molalitas      = n/p
= 0,05/0,2
= 0,25 mol.kg-1
b. Fraksi Mol (X)
Fraksi mol (X) menyatakan perbandingan jumlah mol zat terlarut atau pelarut terhadap jumlah mol larutan.  Jika mol zat pelarut adalah nA dan jumlah mol zat terlarut adalah nB, maka fraksi mol pelarut dan zat terlarut adalah :
XA =         nXB =        nB
nA + nnA + nB
dimana : XA + XB = 1
3.2.   Pengertian sifat koligatif larutan non elektrolit (hukum Raoult) dan larutan elektrolit.
Sifat koligatif larutan adalah sifat-sifat larutan yang tidak bergantung pada jenis zat terlarut, melainkan hanya bergantung pada konsentrasi partikel zat terlarutnya.  Istilah koligatif berasal dari bahasa Latin yang berarti kolega atau kelompok.  Sifat koligatif meliputi penurunan tekanan uap (ΔP), kenaikan titik didih (ΔTb), penurunan titik beku (ΔTb) dan tekanan osmotik (π).  Contohnya : Larutan 0,1 mol urea dalam 1 kg air mempunyai penurunan titik beku yang sama dengan larutan 0,1 mol glukosa dalam 1 kg air.  Tetapi larutan 0,1 mol urea dalam 1 kg air mempunyai penurunan titik beku yang berbeda dengan larutan 0,2 mol urea dalam 1 kg air.
Zat terlarut dengan jumlah mol yang sama tidak selalu menghasilkan jumlah partikel yang sama di dalam larutan.  Adakalanya beberapa molekul atau partikel  zat terlarut mengelompok, sehingga jumlah partikel menjadi lebih sedikit dari yang diperkirakan.  Di lain pihak, khususnya untuk larutan elektrolit, jumlah partikel di dalam larutan akan lebih banyak karena zat elektrolit terurai menjadi ion-ion.  Jadi, sifat koligatif larutan elektrolit akan berbeda dengan sifat koligatif larutan nonelektrolit, meski jumlah mol zat terlarutnya sama.
4. Elektrokimia
4.1. Sel Volta
Salah satu aplikasi dari prinsip-prinsip reaksi redoks adalah sel-sel elektrokimia, yaitu sel-sel tempat energi kimia diubah menjadi energi listrik atau sebaliknya.  Ada 2 macam sel elektrokimia, yaitu sebagai berikut :
(1)   Sel Volta (sel Galvani), yang dikembangkan oleh Alessandro Volta dan Luigi Galvani dari Italia. Dalam sel volta, reaksi redoks akan menghasilkan arus listrik.  Dengan perkataan lain, energi kimia diubah menjadi energi listrik. Contoh sel volta adalah sel baterai dan sel aki.
(2)   Sel Elektrolisis, dikembangkan oleh Sir Humphry Davy dan Michael Faraday dari Inggris.  Dalam sel elektrolisis, arus listrik akan menghasilkan reaksi redoks. Jadi, energi listrik diubah menjadi energi kimia.  Contoh sel elektrolisis adalah penyepuhan logam dan penguraian air menjadi gas H2 dan gas O2.
Pada reaksi redoks berikut : Zn(s) + Cu2+(aq) →  Zn2+(aq) + Cu(s)
Seng bertindak sebagai anoda (mengalami oksidasi) dan tembaga bertindak sebagai katoda (mengalami reduksi). Perpindahan elektron dari anoda ke katoda dapat kita manfaatkan sebagai sumber arus listrik, dengan merancang suatu sel volta (sel galvani), yaitu sebagai berikut :
Mula-mula disediakan 2 wadah yang masing-masing disebut setengah sel. Dalam satu wadah, sebatang logam seng(anoda) kita celupkan pada larutan garam Zn2+, misalnya Zn(NO3)2. Dalam wadah lain, sebatang logam tembaga (katoda) dicelupkan pada larutan garam Zn2+,, misalnya Zn(NO3)2. Dalam wadah lain, sebatang logam tembaga (katoda) kita celupkan pada larutan garam Cu2+, misalnya Cu(NO3)2.  Kemudian logam seng dan logam tembaga dihubungkan oleh suatu rangkaian kawat yang dilengkapi switch dan voltmeter(untuk mengukur tegangan).  Adapun larutan Zn2+ dan larutan Cu2+dihubungkan oleh suatu “jembatan garam”, yaitu tabung berbentuk huruf U yang berisi NaNO3 atau KCl dalam gelatin.
Selanjutnya akan telihat bahwa seng (anoda) secara spontan mengalami oksidasi menjadi Zn2+ yang masuk ke dalam larutan. Elektron yang dilepaskan mengalir melalui rangkaian kawat menuju tembaga(katoda). Pada permukaan tembaga, terjadi reduksi : elektron yang terlepas akan ditangkap oleh Cu2+ dari larutan, sehingga terbentuk endapan tembaga. Jadi, lama-kelamaan anoda makin tipis karena melarut, sedangkan katoda makin tebal karena menerima endapan. Jadi, lama-kelamaan anoda makin tipis karena melarut, sedangkan katoda makin tebal karena menerima endapan.
Perpindahan elektron dari anoda ke katoda menyebabkan larutan di anoda bermuatan positif(karena bertambahnya Zn2+) dan larutan di katoda bermuatan negatif (karena berkurangnya Cu2+).  Seandainya tidak ada jembatan garam, aliran elektron melalui kawat akan terhenti, sebab larutan di anoda menolak kedatangan Zn2+ dan larutan di katoda menahan kepergian Cu2+.  Untuk menjaga kenetralan larutan, jembatan garam mensuplai ion-ion. Jika jembatan garam itu berisi NaNO3, ion Na+ akan menuju ke katoda untuk menetralkan muatan negatif, dan ion NO3 menuju ke anoda untuk menetralkan muatan positif.  Dengan bantuan jembatan garam, kedua larutan senantiasa netral, sehingga aliran elektron dari anoda ke katoda tetap lancar.
Aliran elektron ini menimbulkan arus listrik yang dapat kita gunakan untuk berbagai keperluan.Jika semua logam seng telah melarut atau ion Cu2+ sudah mengendap semua, maka dalam bahasa sehari-hari kita katakan bahwa sel volta ”baterainya sudah habis” dan harus diganti dengan sel volta yang baru.
H.  METODE PENELITIAN 
a.   Setting Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di MAN 1 Samarinda Kalimantan Timur dengan melibatkan dua pengamat ( guru kimia dan kepala sekolah) di sekolah tersebut. 
b.   Indikator Keberhasilan
Keberhasilan dari penelitian tindakan kelas ini dapat dilihat dari pencapaian kompetensi yang harus dikuasai siswa, yaitu :

  1. Kemampuan menghitung konsenrasi suatu larutan (kemolalan dan fraksi mol)
  1. Kemampuan menjelaskan pengertian sifat koligatif larutan non elektrolit (hukum Raoult) dan larutan elektrolit
  2. Kemampuan menggambarkan susunan sel Volta atau sel Galvani dan menjelaskan fungsi tiap bagiannya
  3. Kemampuan untuk menjelaskan bagaimana energi listrik dapat dihasilkan dari reaksi redoks dalam sel volta.

c.   Rencana Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam 2 siklus dimana masing-masing siklus tingkat keberhasilannya disesuaikan dengan kompetensi yang diharapkan dapat dikuasai siswa setelah proses pembelajaran.
Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini meliputi :

  1. Penjajakan

Dilakukan melalui serangkaian tes yang dimaksudkan untuk mengetahui tingkat kemampuan awal yang dimiliki oleh siswa dan mengeksplorasi masalah-masalah yang dihadapi siswa yang dihubungkan dengan kompetensi yang ingin dicapai.

  1. Skenario Tindakan

Dalam penelitian ini, skenario tindakan berlangsung dalam 2 siklus yaitu :

  • Siklus Pertama

Tahap-tahap tindakan yang dilakukan pada siklus pertama ini adalah :
(1)   Refleksi Awal
Peneliti bersama-sama dengan pengamat (guru mitra) menggali permasalahan dan kesulitan yang dihadapi guru dalam meningkatkan minat belajar siswa terhadap pembelajaran kimia (Sifat-sifat Koligatif Larutan dan Elektrokimia).  Dan selanjutnya dilakukan diskusi diantara para peneliti tentang hasil kerja siswa awal untuk menentukan rancangan tindakan-tindakan terhadap permasalahan tersebut.
(2)   Penetapan dan Rancangan Tindakan
Rancangan tindakan yang akan dilaksanakan peneliti adalah sebagai berikut :

Mensetting Kelas,
Memandu PBM
Penyampaian Materi
Dengan Media Komputasi

Mendeskripsikan dan
Menjelaskan tampilan slide

Diskusi
(3)   Pelaksanaan Tindakan
Siklus pertama dilaksanakan selama 3 jam pelajaran atau 3 x 45 menit,  dengan rincian sebagai berikut :
a.   Jam pertama (45 menit), guru mensetting kelas.
b.   Jam kedua (45 menit), salah satu peneliti (guru mitra) menyampaikan materi sifat-sifat koligatif larutan dengan media komputasi.
c.   Jam ketiga (45 menit), dengan bimbingan guru siswa diajak berdiskusi untuk mengeksplorasi pemikirannya tentang pengamatan terhadap materi yang ditampilkan pada LCD, sehingga terjadi transfer ilmu secara tidak langsung dari guru kepada siswa.
(4) Monitoring
Tindakan monitoring ini dilakukan selama proses pembelajaran di kelas berlangsung, dengan menggunakan teknik pengamatan dan pencatatan yang meliputi kejadian, perubahan tingkah laku laku, cara, dan teknik pendokumentasian terhadap situasi dan kondisi yang terjadi di dalam kelas.
(5)  Analisis Data dan refleksi
Data hasil monitoring yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara kolaboratif antara peneliti dengan guru, yang bertujuan untuk mengetahui apakah skenario yang kita siapkan dan lakukan telah mencapai tujuan seperti pada kompetensi-kompetensi yang ada.  Sehingga berdasarkan analisis tersebut, maka peneliti dapat melakukan refleksi dimana kelemahan ataupun kelebihan pada siklus pertama dapat diidentifikasi dan dapat diminimalisasi pada siklus selanjutnya.
(6)  Data dan Cara Pengumpulan

Data Cara Pengumpulan Sumber
Hasil Pengamatan Partisipatif Lembar Pengamatan /Observasi Siswa
Observasi aktivitas di kelas Lembar Observasi Siswa
Pengukuran hasil belajar Lembar Hasil tes Siswa
  • Siklus Kedua

Siklus kedua ini dilaksanakan dengan berpegang pada hasil analisis dari kegiatan di siklus pertama, yaitu dari bagaimana hasil dan kekurangan langkah dari siklus pertama di atas, akibat serta perubahan apa saja yang harus dilakukan pada siklus kedua ini.  Dengan demikian, tahap-tahap tindakan pada siklus kedua juga sama dengan tahap pada siklus pertama, hanya saja materi yang disampaikan berbeda, yaitu tentang elektrokimia.
Pada siklus kedua ini, siswa akan diajak untuk menjelaskan dan mendeskripsikan tampilan slide yang disajikan berdasarkan pengamatan dan pemikirannya (eksplorasi pengetahuan siswa).  Sedangkan pada akhir proses pembelajaran, siswa juga diharuskan untuk mengerjakan tes seperti pada siklus ketiga.
I.    JADWAL PENELITIAN
Penelitian Tindakan Kelas ini akan dilakukan selama 5  bulan (Agustus s.d. Desember) yang meliputi kegiatan : Persiapan Penelitian, Pelaksanaan dan Penyusunan Laporan.  Rincian jadwal kegiatan penelitian adalah sebagai berikut :

RINCIAN BULAN KE-
KEGIATAN 1 2 3 4 5
1. Persiapan
2. Pelaksanaan Siklus I
a. Skenario Tindakan
b. Pelaksanaan Tindakan, Pengamatan dan
Interpretasi
c. Analisis Data dan Refleksi
3. Pelaksanaan Siklus II
a. Skenario Tindakan
b. Pelaksanaan Tindakan, Pengamatan dan
Interpretasi
c. Analisis Data dan Refleksi
4. Penyusunan Laporan
6. Penggandaan dan Pengiriman Hasil       Penelitian

J.    PERKIRAAN BIAYA PENELITIAN

1. Honorarium
a. Ketua Peneliti selama 5 bulan
(1 x 5 x Rp 100.000,-) Rp   500.000,-
b. Anggota Peneliti
(2 x 5 x Rp 75.000,-) Rp   750.000,-
2. Transport ( 3 x 5 x Rp 50.000,-) Rp   750.000,-
3. Bahan dan alat Penelitian
a. Kertas 2 rim Rp   100.000,-
b. Tinta Printer Rp   100.000,-
c. Instrumen Observasi Rp   400.000,-
d. Sewa LCD Rp   750.000,-
e. Pembuatan Slide/Animasi Rp 4.000.000,-
f. Dokumentasi Rp    500.000,-
4. Pengumpulan Data Rp    400.000,-
5. Analisis data Rp 1.000.000,-
6. Penyusunan laporan Rp    500.000,-
7. Seminar dan Penggandaan Laporan Penelitian
a. Seminar untuk 50 orang Rp    500.000,-
b. Penggandaan dan Pengiriman Laporan Rp    500.000,-
TOTAL Rp 10.750.000,-

Sumber: https://duniapendidikan.co.id/

Siklus Menstruasi Yang Normal Pada Wanita

Siklus Menstruasi Yang Normal Pada Wanita

Siklus Menstruasi Yang Normal Pada Wanita

 

Siklus Menstruasi Yang Normal Pada Wanita

Hai sob, kali ini saya akan berbagi sebuah materi tentang siklus menstruasi normal pada wanita. Nah sobat semua pastinya tahukan apa itu menstruasi. Ya menstruasi adalah siklus yang dialami oleh wanita yang mana terjadi setiap bulan.

Nah untuk wanita satu dengan wanita yang lain memiliki siklus menstruasi yang mungkin berbeda, ada yang lebih cepat, ada juga yang lebih lama. Kita tidak akan membahas itu pada artikel ini, yang akan kita bahas adalah siklus menstruasi yang normal atau yang kebanyakan dialami oleh wanita diseluruh dunia.

Siklus Menstruasi Normal pada Wanita

Ada 3 fase yang perlu sobat semua ketahui, yaitu fase menstruasi, fase proliferasi, dan fase sekresi. Berikut ulasan lengkap dari masing-masing fase tersebut…

Fase Menstruasi

Fase ini berlangsung selama periode 4-6 hari. Berperan dalam tahap ini hormon estrogen dan progestin hormon. Ingat ya dua hormon, yaitu estrogen dan progesteron.
Degenerasi endometrium, karena kaki terakhir dari dua hormon dilepaskan. Degradasi endometrium darah, lendir dan darah untuk menghilangkan sel-sel epitel.

Fase Proliferasi

Fase dimulai pada hari kelima dari periode pertama sampai 14 hari. Pada tahap ini, Anda dapat memainkan hormon FSH dan hormon LH adalah hormon. Kedua hormon merangsang sel folikel rambut memproduksi estrogen dan progesteron hormomn. Kehadiran estrogen dan progesteron stimulasi, sehingga pembentukan endometrium gudang inci kembali siklus ovulasi acara, sejak pecahnya folikel telur dalam ovarium Graf yaitu pengeluaran untuk proses hari ke-14.

Fase Sekresi

Tahap ini terjadi pada 14 hari pertama untuk 28 siklus. Stimulasi LH yang telah membentuk korpus luteum folikel kosong Graff. Kemudian, korpus luteum menghasilkan progesteron. Di bawah pengaruh endometrium terus-menerus dari estrogen dan progesteron disekresikan oleh korpus luteum, menebal. Jika tidak ada kehamilan, degenerasi corpus luteum dari progestin dan estrogen menurun, atau bahkan hilang.

Nah itu dia sob artikel mengenai siklus menstruai yang normal pada wanita, semoga bermanfaat dan jangan lupa like dan share artikel ini ya sob.

Artikel terkait:

Sidang BPUPKI yang Pertama dan Hasilnya

Sidang BPUPKI yang Pertama dan Hasilnya

Sidang BPUPKI yang Pertama dan Hasilnya

 

Sidang BPUPKI yang Pertama dan Hasilnya

Hey sobat semua, dalam artikel ini saya akan berbagi hasil dari pertemuan pertama BPUPKI dan artikel. Maka harus BPUPKI memberitahu kami? Tidak tahu? Nah, saya akan menjelaskan teman setia.

(Indonesia berjuang untuk mengatasi dengan mekanisme produksi independen), atau pembentukan mekanisme, BPUPKI Jepang Dokuritsu Zjunbi Tyoosakai Jepang, 1 Maret 1945 peresmian.

Indonesia sendiri BPUPKI

Indonesia sendiri BPUPKI memeriksa waktu untuk masing-masing negara untuk mendirikan pemerintahan sendiri. Dr. Jadi K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat Jepang ditunjuk sebagai ketua BPUPKI.

Jepang juga memiliki banyak anggota lain dari masyarakat Indonesia, dampak yang signifikan posisi iridium tersebut. Sukarno, Dr. Mohammed Hatta, Qihajier Dewantara, K.H. Mas Mansyur, K.H. Wachid Hasyim, H 阿古斯萨利姆 Supomo, Mohammed Asia tahun depan.

Selain itu, Jepang telah menunjuk tujuh orang untuk mengekspresikan pandangan mereka. Ketenaran, Jepang BPUPKI 1945 Nian 5 Yue 28 hari yang baik, dan kami hanya melihat contoh pertama BPUPKI. BPUPKI blog memberikan informasi dan referensi informasi informasibelajar.com informasi awal hasil.

Persidangan Pertama BPUPKI

Sidang pertama akan berlangsung pada 29 Mei 1945 dengan tanggal 1 Juni 1945, untuk membahas pengembangan ilmu pengetahuan dan independen Indonesia (Philosofische Grondslag India Nimodika)
May 29, 1945 tanggal rapat
Pak Mo Yamin mendapatkan aplikasi desain Indonesia, Republik Indonesia mobil yang tepat untuk wartawan pertama dan pemikiran mandiri Konstitusi Min percaya bahwa Indonesia harus didasarkan pada prinsip lima peluang etnis:
Granville kebangsaan
Darah Manusia Peripheral
Xianshenhe
Granville populisme
kesejahteraan rakyat

31 Mei 1945 tanggal rapat

Menurut dokter Supomo, nasional Indonesia dari prinsip-prinsip berikut:
kesatuan
kekerabatan
keseimbangan internal dan eksternal
membahas
Keadilan bagi rakyat

Pada 1 Juni 1945 pertemuan

Indonesia mengirim ide iridium tahun lalu. Sukarno, yang menemukan bahwa Indonesia harus membangun prinsip-prinsip hidup berdampingan secara damai, sebagai berikut:
nasionalisme indonesia
Humanisme atau Guojizhuyi
Konsensus dan demokrasi
Kesejahteraan sosial
Ketuhanan Yang Maha Esa
Kelima, Indonesia merdeka, ide iridium. Sukarno disebut Pancasila. Usulan ini kemudian diterima dan ditampung BPUPKI diskusi. Selain itu, tim khusus, yang dikenal sebagai Komisi Nasional untuk sembilan sebagai berikut:
Iridium. Sukarno
Dr Mohammad Hatta
mobil 娅敏
Mr. A.A. Maramis
Mr. Achmed Soebardjo
Abdul Kahar Muzakir
K.H. Wahid Hasyim
H. 阿古斯萨利姆
Abikoesno Tjokrosoejoso

22 Juni 1945, Komite diadakan sembilan pertandingan. Sembilan pertemuan Komite tidak hanya di sana, tetapi yang lain terpaksa anggota BPUPKI menghadiri pertemuan tersebut, membawa jumlah peserta sidang mencapai 38 orang. Tujuan kami adalah untuk mengembangkan negara Indonesia. Sembilan komite yang bertanggung jawab untuk mengembangkan apa yang disebut Piagam Jakarta (Jakarta Charter) rumus.

 

Sumber : https://pendidikan.co.id/

Cara Mengatasi Cemas dan Panik di Tempat Kerja

Cara Mengatasi Cemas dan Panik di Tempat Kerja

Rasa khawatir dan panik terlampau lazim untuk dialami semua Rekan Kerja. Apalagi kalau Anda udah bekerja, perasaan takut, grogi atau takut kerap berlangsung di kantor. Rasa itu keluar kebanyakan kala Anda laksanakan pekerjaan yang tidak cocok bersama permohonan atasan atau kala menjadi tidak dapat hadapi masalah. Rasa khawatir terhitung dapat semakin kronis kala kamu membiarkan diri dipengaruhi pada penilaian dan persepsi orang.

Rasa khawatir atau panik yang terlalu berlebih di tempat kerja dapat mengarah kepada stres yang pada akhirnya bakal mengganggu produktifitas Anda. Sayangnya, tetap banyak orang yang belum jelas perlu berbuat apa kala mereka dilanda panik dan khawatir yang kerap datang secara mendadak. Nah, supaya Anda dapat terhindar berasal dari perasaan tersebut, cobalah cara-cara sederhana tersebut ini.

1. Tarik napas yang panjang dan dalam

Menurut psikolog bernama Marla Deibler berasal dari The Center for Emotional Health of Greater Philadelphia, bernapas bersama diafragma bakal secara alami mendukung Anda menjadi lebih rileks. Latihan pernapasan bakal kurangi rasa khawatir yang keluar bersama cepat. Ketika Anda mendadak menjadi khawatir atau panik, tenangkan diri Anda bersama menarik napas panjang dan dalam.

Caranya, tarik napas dalam-dalam sepanjang 4 detik dan rasakan aliran udara menjadi berasal dari perut sampai melewati dada. Kemudian, tahan napas sepanjang 4 detik dan hembuskan perlahan dalam tempo yang sama. Pasti Anda bakal langsung menjadi lebih tenang.

2. Menghirup udara segar

Manfaatkanlah kala istirahat makan siang Anda sebaik mungkin, bersama pergi keluar kantor untuk menghirup udara fresh sejenak. Dengan menghirup udara fresh dan memandang pemandangan lain tidak cuman komputer bakal menyebabkan Anda jauh lebih tenang. Cara ini merupakan tehnik manajemen stres yang patut dicoba dan terhitung dapat mendukung Anda untuk membuka pikiran.

3. Tenangkan diri bersama kata-kata penyemangat

Apa yang kebanyakan Anda laksanakan kala ada teman yang tengah stres? Tentu Anda bakal memberikan kata-kata penyemangat untuk mereka. Nah, cobalah untuk laksanakan hal yang mirip pada diri Anda sendiri. Karena pada dasarnya, khawatir sebatas sebatas perasaan, mirip layaknya sedih atau bahagia. Anda dapat menangkal ketakutan melalui pikiran. Katakan, “Anda bisa”, “Anda udah memiliki pengalaman dalam hal ini”, atau “Tidak ada alasan untuk khawatir sebab aku udah berupaya bersama maksimal”.

4. Tidur yang cukup

Seorang peneliti berasal dari University of California di Berkeley, Andrea Goldstein, menyebutkan bahwa seseorang yang tidak cukup tidur bakal mengalami peningkatan kegiatan pada amygdala dan insular cortex pada otak. Nah, sebab itu rasa khawatir pun dapat keluar tanpa sebab eksternal tertentu. Saat tubuh dalam suasana tidak cukup tidur, barangkali Anda untuk menjadi khawatir dan panik kala mendapat banyak tugas jadi lebih besar. Akibatnya, Anda bakal susah sesuaikan ritme kerja dan pekerjaan jadi terbengkalai.

Gangguan tidur dapat diatasi bersama langkah yang sederhana kok layaknya mendengarkan musik, minum susu hangat, yoga, pijat relaksasi, atau mandi air panas.

5. Hubungi teman terdekat atau keluarga

Tekanan berasal dari atasan, pekerjaan yang tidak pernah habis atau kolega yang tidak cukup baik bakal menyebabkan munculnya rasa khawatir terlalu berlebih pada diri Anda. Di kala inilah Anda membutuhkan bantuan orang lain yang dapat mendukung Anda menenangkan diri. Mulailah untuk berkata bersama teman atau keluarga yang dapat mendengarkan dan jelas Anda. Keluarga dan sobat terdekat pasti dapat memberikan wejangan terbaik untuk Anda. Selain itu, terlampau mutlak berada di sekeliling orang yang dapat memberikan energi positif sekaligus menginspirasi Anda.

6. Jangan minum kopi berlebihan

Rasa khawatir yang terlalu berlebih kerap kali identik bersama kafein. Pada umumnya, orang yang mengonsumsi lebih berasal dari 300 mg kafein perhari bakal mengalami persoalan ketakutan yang tinggi, lho. Gejala yang ditimbulkan layaknya sesak nafas, jantung berdegup kencang, gemetar, pusing, sampai mual. Walaupun tidak gampang membiarkan ketergantungan pada kafein, Anda disarankan untuk kurangi kuantitas asupan kopi secara perlahan dan tidak langsung berhenti. Langsung berhenti mengonsumsi kafein justru bakal menyebabkan rasa khawatir semakin parah.

7. Mengubah atmosfer tempat kerja

Mengubah suasana atau suasana di sekitar Anda dapat menahan munculnya rasa khawatir dan panik. Anda dapat coba meminum segelas air dingin, berkata bersama teman kerja, melontarkan sedikit lelucon, atau menyanyikan lagu favorit untuk mengusir rasa khawatir dan panik. Hindari overthinking yang menyebabkan Anda semakin khawatir dan buatlah suasana di sekitar Anda lebih rileks dan menyenangkan.

Rasa khawatir dan panik adalah keliru satu berasal dari sekian banyak type perasaan yang wajar dialami manusia. Jika rasa puas saja dapat kita usahakan sendiri, maka rasa khawatir terhitung dapat kita atasi. Cobalah sebagian tips sederhana di atas untuk mengatasi rasa khawatir yang datang.

Selengkapnya : biologi.co.id