Jokowi Rencana Hadiri Bulan Bakti Karang Taruna Nasional Di Pesawaran

Jokowi Rencana Hadiri Bulan Bakti Karang Taruna Nasional Di Pesawaran

Jokowi Rencana Hadiri Bulan Bakti Karang Taruna Nasional Di Pesawaran

Jokowi Rencana Hadiri Bulan Bakti Karang Taruna Nasional Di Pesawaran
Jokowi Rencana Hadiri Bulan Bakti Karang Taruna Nasional Di Pesawaran

Presiden Jokowi rencana akan menghadiri Bulan Bakti Karang Taruna Tingkat Nasional

yang akan diadakan di Kecamatan Hanura, Kabupaten Pesawaran,Provinsi Lampung, penghujung bulan depan (23-25/10).

Iwan Rosa, ketua Karang Taruna Pesawaran, mengatakan terus menyiapkan perhelatan akbar buat para kader tersebut berupa rekapitulasi data Karang Taruna, penjaringan LO, serta kerja sama dengan Dinas Sosial Pesawaran.

Rencana, kata Iwan yang juga menjabat kepala desa di Kecamatan Kedondong,

sebagai tuang rumah, Karang Taruna Pesawaran akan menampilkan pentas yang melibatkan 1000 pemuda dari Pesawaran.

Khusus untuk penyambutan kedatangan Presiden RI Jokowi, Karang Taruna Pesawaran akan melibatkan perwakilan masyarakat yang ada di seluruh kecamatan di Kabupaten Pesawaran.

Kebetulan, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona juga ketua Karang Taruna Provinsi Lampung.

Dia mendukung Karang Taruna Pesawaran menjadi tuan rumah perhelatan karang taruna tingkat nasional itu.

 

Baca Juga :

Server Down, Pendaftaran Jalur Undangan Diperpanjang Hingga Selasa

Server Down, Pendaftaran Jalur Undangan Diperpanjang Hingga Selasa

Server Down, Pendaftaran Jalur Undangan Diperpanjang Hingga Selasa

Server Down, Pendaftaran Jalur Undangan Diperpanjang Hingga Selasa
Server Down, Pendaftaran Jalur Undangan Diperpanjang Hingga Selasa

Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) memperpanjang pendaftaran Seleksi Nasional

Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Tahun 2019 lewat jalur undangan hingga Selasa (19/2), pukul 22.00 WIB.

Sebelumnya, SNMPTN telah diperpanjang dari Kamis (14/2) hingga Minggu (16/6).

Namun, karena masih banyaknya siswa SMA yang belum bisa mengakses server pendaftaran lewat undangan tersebut maka dimajukan lagi jadi 19 Februari 2019.

Jika ada siswa yang masih belum dapat melakukan pendaftaran dan finalisasi hingga batas waktunya, maka akan dicarikan solusi yang pada prinsipnya tidak merugikan para siswa, kata Ketua LTMPT Ravik Karsidi, Jumat (15/2).

Banyak siswa yang masih kesulitan melakukan finalisasi akibat server down.

 

Menurut Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Diona Katharina kepada RMOLLampung, server down akibat banyaknya peserta yang melakukan akses

 

Sumber :

https://seotornado.net/faktor-faktor-yang-berpengaruh-pada-terjadinya-fotosintesis/

Mantan Wakapolda Lampung Prihatin “Pelecehan” Oleh Siswa Kepada Gurunya

Mantan Wakapolda Lampung Prihatin Pelecehan Oleh Siswa Kepada Gurunya

Mantan Wakapolda Lampung Prihatin “Pelecehan” Oleh Siswa Kepada Gurunya

Mantan Wakapolda Lampung Prihatin Pelecehan Oleh Siswa Kepada Gurunya
Mantan Wakapolda Lampung Prihatin Pelecehan Oleh Siswa Kepada Gurunya

Brigadir Jenderal Krishna Murti ikut membagikan video yang viral diduga tentang seorang guru

yang “dilecehkan” seorang siswa SMP PGRI Kecamatan Wiringanom, Kabupaten Gresik, Jawa Timur

Mantan wakapolda Lampung itu membagikan video tersebut di akun instagram miliknya, @krishnamurti_bd91 pada Sabtu (9/2).

Dia menuliskan komentar keprihatinan terhadap kondisi guru dalam video tersebut.

 

“Beginilah nasib guru jaman sekarang. Keras dikit dilaporin ke polisi,” tulisnya dalam keterangan video yang diunggahnya.

Menurut Krishna Mukti, dikeluarkan dari sekolah adalah solusi.

Biar dia cari sekolahan baru. “Yang sabar ya para guru-guru. We love you. We always support you,” tutupnya.

 

Sumber :

https://peacetaiwan.com/dampak-negatif-terjadinya-globalisasi-bagi-aspek-sosial/

Pemkot Cimahi Komitmen Tekan Angka Putus Sekolah

Pemkot Cimahi Komitmen Tekan Angka Putus Sekolah

Pemkot Cimahi Komitmen Tekan Angka Putus Sekolah

Pemkot Cimahi Komitmen Tekan Angka Putus Sekolah
Pemkot Cimahi Komitmen Tekan Angka Putus Sekolah

Dinas Pendidikan Kota Cimahi berkomitmen terus menekan angka putus sekolah di Kota Cimahi.

Sebab, siswa di Cimahi wajib mengenyam pendidikan minimal 12 tahun.

Berdasarkan data yang diolah tahun 2017 oleh Dinas Pendidikan Kota Cimahi, angka Anak Tidak Sekolah (ATS) mencapai 1.345. Data ATS itu terdiri dari berbagai jenjang pendidikan.

Rinciannya berdasarkan usia dan tingkat pendidikan, untuk usia 0-6 tahun atau PAUD/TK mencapai 7 orang, usia 7-12 tahun atau SD/MI mencapai 123 orang, usia 13-15 atau SMP/Mts itu 328 orang, usia 16-18 tahun atau SMA/MA mencapai 595 orang. Sementara anak usia 18 tahun itu sebanyak 280 orang, serta data usia tak tersedia ada 12 orang.

Ada berbagai alasan mengapa ribuan anak itu tidak sekolah atau putus sekolah.

Diantaranya karena faktor ekonomi yang mencapai 834 anak atau 62,01 persen, masalah keluarga 10 anak atau 0,74 persen dan masalah lain lain sebanyak 501 anak atau 37,25 persen.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Dikdik Suratno Nugrahawan mengatakan, salah satu upaya dari pihaknya untuk menekan angka putus sekolah ialah berupa pemberian bantuan beasiswa terhadap siswa.

“Pemberian beasiswa ini untuk menekan angka putus sekolah,

karena yang penerima manfaat dari ini adalah siswa dari keluarga tidak mampu,” kata Dikdik saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jln. Rd. Hardjakusumah, Jum’at (27/12).

Menurut Dikdik, angka putus sekolah di Kota Cimahi relatif kecil. Apalagi, dibantu juga dengan program Kartu Indonesia Pintar (KIP).

“Tentu saja di Cimahi ini tidak boleh ada siswa yang putus sekolah, apalagi alasannya karena biaya karena pemerintah sudah membantu,” ujarnya.

 

Baca Juga :

 

 

Elih Tanamkan Fondasi Pendidikan Kota Bandung

Elih Tanamkan Fondasi Pendidikan Kota Bandung

Elih Tanamkan Fondasi Pendidikan Kota Bandung

Elih Tanamkan Fondasi Pendidikan Kota Bandung
Elih Tanamkan Fondasi Pendidikan Kota Bandung

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Bandung,

Yayan A. Brillyana menjelaskan, pada tahun 2014 lalu Wali Kota Bandung meminta izin kepada Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) agar Elih Sudiapermana dapat menduduki jabatan struktural di Pemkot Bandung.

Pemkot Bandung waktu itu meminta bantuan ke UPI untuk penempatan kadis (kepala dinas). Karena Disdik ini spesial. Pejabatnya harus yang mengerti pendidikan. Saat itu kami akan mereformasi dunia pendidikan,” ungkapnya saat ditemui di Balai Kota, Jalan Wastukancana, Kota Bandung, Selasa (29/1).

Dengan kepemimpinan Elih, menurut Yayan, pola pendidikan Kota Bandung menjadi role model

di tingkat nasional terutama dalam kaitannya dengan sistem zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Selain itu, pria berusia 57 tahun tersebut pun telah sukses dalam menerapkan sistem PPDB online, tidak ada lagi sekolah favorit melalui penyebaran guru professional.

“Pak Elih telah menanamkan fondasi yang kuat dalam pendidikan di Kota Bandung. Beliau pun menanamkan sistem integritas sehingga tidak ada lagi pungutan liar. Pak Eli sudah menenamkan itu selama lima tahun ke belakang,” tuturnya.

Selama kepemimpinannya, Elih telah berhasil menorehkan berbagai prestasi sehingga Kota Bandung meraih penghargaan tingkat nasional seperti Anugerah Ki Hajar untuk kepedulian, komitmen dan dedikasinya dalam pendayagunaan pengembangan TIK pendidikan. Dan Kawastara Pawitra yang merupakan penghargaan yang diberikan kepada pemerintah daerah yang dianggap peduli terhadap program pelatihan kepala sekolah.

Yayan menyebutkan, Elih dikembalikan ke institusi asalnya melalui SK Wali Kota Bandung

nomor 880/278-BKPP/2019 tanggal 28 Januari 2019 tentang pemberhentian Jabatan Tinggi Pratama Dinas Pendidikan Kota Bandung. Tepat setelah lima tahun lalu yakni 28 Januari 2014 dosen pendidikan luar sekolah itu dilantik jadi Kepala Dinas Pendidikan.

“Sekarang dikembalikan ke institusinya (UPI), sebagaimana amanat UU Nomor 5 tahun 2014 karena masa jabatan pimpinan tinggi maksimal lima tahun. Pak Elih selesai bertugas di saat Pemkot Bandung sudah mempunyai fondasi yang bagus yang diciptakan beliau. Bukan berarti tidak terpakai, justru sebaliknya,” ungkap Yayan.

“Kami kembalikan lagi ke UPI dengan ungkapan terima kasih sebanyak-banyaknya yang disampaikan Pak Wali Kota Bandung atas dedikasi yang diberikan kepada Pemkot Bandung khususnya dunia pndidikan selama lima tahun terakhir ini,” lanjutnya.

Lebih lanjut Yayan menjelaskan, Pemkot Bandung akan berupaya untuk melanjutkan fondasi kuat yang telah ditanamkan Elih yang selama ini sudah menciptakan kader handal.

Yayan pun menegaskan, pengembalian itu bukan karena citra negatif. Sebaliknya, justru merupakan citra yang positif. Ibaratnya sekarang pendidikan Kota Bandung sudah punya dasar yang kuat. Dengan modal yang sudah diberikan Elih, pendidikan Kota Bandung sudah bisa dilanjutkan dan terus ditingkatkan lagi kualitasnya.

“Pak Elih dikembalikan hanya karena amanat undang-undang dan tidak bisa selamanya. Beliau juga harus mengembangkan karirnya sebagai dosen. Dulu pun ada pak Koswara yang menjadi Inspektur Kota Bandung yang berasal dari BPKP bertugas untuk membenahi Inspektorat dan kemudian dikembalikan,” pungkasnya

 

Sumber :

https://www.emailmeform.com/builder/form/c0jbsCdefue2OHhUvmiEl

SMU/SMK Diminta Terapkan Informasi Penjurusan

SMU SMK Diminta Terapkan Informasi Penjurusan

SMU/SMK Diminta Terapkan Informasi Penjurusan

SMU SMK Diminta Terapkan Informasi Penjurusan
SMU SMK Diminta Terapkan Informasi Penjurusan

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengungkapkan pentingnya informasi

mengenai jurusan di Perguruan Tinggi kepada siswa SMU dan SMK. Hal itu akan memberikan peta jalan agar para siswa tidak salah ambil keputusan dalam menentukan jurusan sesuai minat dan bakatnya.

Untuk itu, Ridwan Kamil menginstruksikan kepada Kepala Dinas Pendidikan Jabar agar semua sekolah setiap tahunnya menggelar informasi penjurusan yang diikuti oleh PTN, PTS.

Gubernur mengatakan, acara Edu Passion yang digelar SMUN 3 Kota Bandung

dan diresmikannya dapat menjadi percontohan bagi semua SMU SMK di Jabar.

“Saya sudah minta ke Kadisdik Jabar untuk melaksanakan kegiatan informasi penjurusan atau namanya disini Edu Passion ke seluruh SMU/ SMK se-Jabar,” ucap Emil, sapaan akrabnya, Kamis (24/1).

Emil menuturkan, para siswa harus memilih jurusan di perguruan tinggi

yang sesuai dengan otak kiri atau kanannya juga secara psikologis sesuai minatnya.

“Dulu saya memilih jurusan tanpa ada panduan, karena bingung lalu bertanya kesana-sini yang sebenarnya referensinya kurang kredibel. Jangan sampai peristiwa itu terjadi di sekarang,” ungkapnya.

“Sehingga anak-anak memilih condong ke otak kiri atau kanan, cenderung secara psikologis ingin apa sehingga nanti dia bisa memilih melanjutkan pendidikan sesuai minatnya,” sambungnya.

Di samping itu, informasi penjurusan ini diharapkan Emil dapat mendongkrak Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi di Jabar yang kini masih di angka 20%.

“APK PT kan belum maksimal baru 20% artinya indeks sarjana kita masih rendah maka harus kita tingkatkan,” ujarnya dalam keterangan yang diterima Kantor Berita RMOLJabar.

Usai peresmian Edu Passion, Gubernur juga meresmikan penggunaan laboratorium komputer di SMUN 3 yang dibangun oleh bantuan pemerintah pusat dan swadaya. Laboratorium di lima ruangan yang memiliki 220 unit komputer ini juga rencananya akan digunakan untuk UNBK dan SNMPTN.

Emil mengatakan, saat ini pintar saja tidak cukup bagi anak sekolah. Tetapi harus memiliki tiga skill lain bila ingin sukses bersaing. Yaitu bahasa, digital computer skill dan kepemimpinan.

“Kuncinya adalah languange, computer skill dan leadership, ini yang akan membedakan anak tersebut relevan atau tidak dengan perkembangan sekarang, kalau tidak maka akan ketinggalan,” tandasnya.

 

Sumber :

http://www.disdikbud.lampungprov.go.id/perencanaan/pengertian-ihsan.html

Dua SD Pedalaman Ini Sukses Kembangkan Perpustakaan Sekolah

Dua SD Pedalaman Ini Sukses Kembangkan Perpustakaan Sekolah

Dua SD Pedalaman Ini Sukses Kembangkan Perpustakaan Sekolah

Dua SD Pedalaman Ini Sukses Kembangkan Perpustakaan Sekolah
Dua SD Pedalaman Ini Sukses Kembangkan Perpustakaan Sekolah

Perpustakaan sekolah merupakan faktor penting dalam menumbuhkan minat baca siswa. Hanya saja, mengutip data statistik pendidikan SD yang dipublikasikan Kemendikbud pada tahun 2018, sebanyak 36,22 persen SD di Indonesia masih belum memiliki perpustakaan sekolah. Ketiadaan perpustakaan sekolah itu, juga pernah terjadi selama 14 tahun di SDN 173/V Tanjung Benanak yang berada di perkampungan transmigrasi SP3 Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi. Sejak berdiri tahun 1996 sampai 2011, sekolah ini tidak memiliki perpustakaan sekolah.

“Keterbatasan ruang kelas dan tidak adanya buku bacaan membuat kami belum memikirkan perlu adanya perpustakaan sekolah,” kata Kartika Isnaini, Pustakawati SDN 173/V Tanjung Benanak saat memaparkan pengalamannya meningkatkan kualitas perpustakaan sekolah pada acara Festival Perpustakaan Kemdikbud 2018, Jumat (30/11).

Inspirasi untuk membuat perpustakaan muncul pada akhir tahun 2011 setelah sekolahnya mendapat bantuan buku bacaan dan pelatihan mengembangkan budaya baca dari Tanoto Foundation. “Kami memanfaatkan toilet rusak berukuran 2 x 3 meter direnovasi menjadi perpustakaan sekolah. Ukurannya kecil tetapi kami menggerakkan budaya baca melalui perpustakaan ini. Buku-buku bacaan mulai kami sebarkan ke pojok-pojok baca di semua kelas. Saya pustakawati yang mengatur sirkulasi pembaruan bukunya,” tukasnya.

Kartika menyadari kunci keberhasilan meningkatkan budaya baca adalah penyediaan buku-buku bacaan baru yang berkelanjutan. Untuk itu dia bersama kepala sekolah dan para guru memikirkan cara untuk memperbarui buku disaat sekolah memiliki keterbatasan anggaran. Mereka mendapatkan empat gagasan yang langsung ditindaklanjuti.

Pertama, mendatangi kepala desa setempat untuk mendapatkan pinjaman buku perpustakaan desa. Hasilnya, sekolah mendapatkan pinjaman 200 buku bacaan persemester. Kedua melibatkan alumni untuk menyumbang satu buku bacaan sebelum mereka lulus. Ketiga, menganggarkan dana bos sekitar empat persen untuk membeli buku bacaan. Keempat, orang tua siswa dilibatkan untuk membelikan buku-buku kesukaan siswa. Buku itu setelah dibaca anaknya, mereka dapat saling bertukar buku dengan temannya. “Dari upaya ini, setiap semester kami mendapat sekitar 400an buku bacaan baru,” katanya lagi.

Upaya kreatif tersebut membuat para siswa memiliki banyak pilihan buku untuk dibaca. Buku-buku tersebut disebar ke setiap kelas agar siswa lebih mudah membacanya. Sekolah juga membuat program kampanye membaca setiap hari. Program ini sudah dilakukan sejak tahun 2014 sebelum kebijakan membaca 15 menit dijalankan Kemdikbud.

Inisiatif baik ini, membuat sekolah mendapat penghargaan dari Tanoto Foundation. Sekolah mendapat bantuan pembangunan perpustakaan baru berukuran 36 meter persegi yang dilengkapi lemari, mebeleir, dan buku-buku bacaan. Bantuan ini semakin membuat program budaya baca sekolah berkembang. Sekolah membuat jadwal rutin, setiap kelas wajib mengunjungi perpustakaan seminggu dua kali. Baik untuk kegiatan pembelajaran atau membaca rutin.

Setelah siswa senang dan terbiasa membaca, sekolah memiliki program untuk mendorong siswa lebih memahami isi buku yang dibaca. “Bentuknya dengan melatih siswa menulis, menceritakan kembali isi buku, menggambar tokoh buku dalam poster, atau membuat kegiatan bedah buku,” kata Kartika.

Di sekolah ini, sejak kelas tiga para siswa juga sudah dibiasakan membuat buku cerita sendiri. Ide, gambar, dan isi ceritanya semua dari siswa. Guru membimbing mereka dalam proses pembuatannya. Setelah selesai dibuat, buku tersebut dijilid sendiri. Bukunya disimpan di pojok baca kelas dan juga di perpustakaan sekolah. “Ternyata buku buatan siswa juga menarik minat siswa lain untuk membacanya,” kata Kartika menunjukkan buku-buku hasil tulisan siswa.

Perjuangan Kartika bersama warga sekolah, berhasil menghadirkan fungsi dan peran perpustakaan untuk meningkatkan kemampuan literasi anak. Dari jurnal membaca yang ditulis oleh siswa, tampak dalam seminggu siswa membaca setidaknya 2-3 buku bacaan. Hal ini menunjukkan minat membaca siswa sudah berkembang dengan baik.

Bahkan kegiatan literasi ini juga dikembangkan dalam pembelajaran. Misalnya, dalam membuat laporan percobaan IPA, siswa menulis laporannya dalam bentuk buku tutorial. Buku tersebut berisi tulisan siswa menceritakan alat dan bahan, cara kerja, sampai kesimpulannya setelah melakukan percobaan.

Kini telah banyak buku tutorial yang dibuat siswa. Seperti buku tutorial tentang kincir angin, praktik membuat rangkaian listrik lampu lalu lintas, cara kerja parasut, simetri lipat, dan masih banyak lagi,” kata Kartika sambil menunjukkan buku-buku yang dibuat para siswanya. Dia juga menyebut keteladanan menjadi faktor penting keberhasilan dalam menumbuhkan minat membaca. “Saat meminta anak membaca, maka guru, kepala sekolah, dan orang tua juga harus membaca,” katanya lagi.

Perpustakaan Kecil Terbaik

Pengalaman mengembangkan perpustakaan sekolah, juga diuraikan Srianni Ritonga,

Kepala SDS RGM Bloksongo. Sekolahnya memiliki ruang perpustakaan sekolah yang juga tidak terlalu luas, sekitar 23 meter persegi. Dengan beragam program untuk meningkatkan kemudahan membaca buku, perpustakaan sekolah ini diganjar menjadi juara 1 perpustakaan SD terbaik sekabupaten, dan tahun 2018 ini meraih juara 2 perpustakaan SD terbaik seprovinsi Sumatera Utara.

Sebelumnya perpustakaan sekolah menyatu dengan ruangan guru. Pintu masukpun berhadapan dengan toilet sehingga membuat ruangan perpustakaan menjadi tempat yang tidak nyaman. Koleksi buku bacaan juga hanya sekitar 30 buku saja padahal jumlah siswanya lebih dari 200.

“Kami mengawali perbaikannya dengan menata perpustakaan menjadi tempat

membaca yang nyaman untuk membaca dan belajar. Perpustakaan yang dulunya pengap, direnovasi dan diberi karpet agar siswa bisa lesehan membaca. Buku-buku bacaan diperbarui dengan menggandeng Tanoto Foundation, perpustakaan daerah, orang tua, dan mengalokasikan dari dana BOS,” kata Srianni.

Ruangan perpustakaan yang tidak besar, membuat sekolah menyediakan alternatif tempat untuk membaca. Misalnya, membuat pondok baca berukuran 2 x 8 meter, memanfaatkan teras kelas menjadi teras membaca, dan membuat sudut baca di semua kelas. Buku-bukunya disuplai dari perpustakaan sekolah. Seminggu sekali pustakawan sekolah mengganti buku-buku bacaan di tempat-tempat membaca tersebut. “Upaya ini yang membuat kami mendapat penghargaan sebagai perpustakaan SD terbaik,” kata Srianni lagi.

SDN 173 Tanjung Benanak dan SD RGM Bloksongo adalah dua sekolah mitra Tanoto Foundation.

Sejak tahun 2010-2017, Tanoto Foundation membantu meningkatkan kualitas pembelajaran, budaya baca, dan lingkungan sekolah di lebih dari 500 sekolah dasar di Provinsi Sumatera Utara, Jambi, dan Riau. Mulai tahun 2018, menurut Stuart Weston, Direktur Program PINTAR Tanoto Foundation, dukungan program peningkatan kualitas pendidikan dasar ini diperluas di Provinsi Jawa Tengah dan Kalimantan Timur.

“Perluasan program juga mencakup di SD, MI, SMP, dan MTs. Targetnya dalam lima tahun ke depan ada lebih dari 12.000 sekolah dan madrasah yang mendapat manfaat program peningkatan kualitas pendidikan dasar Tanoto Foundation,” kata Stuart.

 

Baca Juga :

 

 

Mendikbud: Bangun Rasa Percaya Diri Anak Melalui Pendidikan Keluarga

Mendikbud Bangun Rasa Percaya Diri Anak Melalui Pendidikan Keluarga

Mendikbud: Bangun Rasa Percaya Diri Anak Melalui Pendidikan Keluarga

Mendikbud Bangun Rasa Percaya Diri Anak Melalui Pendidikan Keluarga
Mendikbud Bangun Rasa Percaya Diri Anak Melalui Pendidikan Keluarga

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan

, pembentukan karakter anak untuk kepercayaan diri dimulai dari pendidikan keluarga. “Kita punya problem sebetulnya untuk di Indonesia ini, karena pembentukan karakter percaya dirinya kurang, jadi banyak tradisi yang kita warisi itu membuat kita menjadi kurang percaya diri,” ungkap Mendikbud saat memberikan arahan kepada kontingen Indonesia untuk World Skills Asia 2018 di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Jumat (23/11/2018).

Menurut Mendikbud Muhadjir Effendy banyak tradisi budaya dalam keluarga

yang justru berperan menumbuhkan rasa tidak percaya diri dalam diri sang anak. Mendikbud mengaku, hal tersebut pernah dialaminya saat kecil. “Misalnya ada tamu saya ikut nimbrung gitu, ketika tamunya pulang saya dicubit oleh ibu saya karena tidak sopan. Kemudian makan juga gitu, kalau diajak pergi makanan saya habis, itu enggak boleh, kata ibu saya itu tidak menunjukkan bentuk ke-perwiraan. Jadi, harus disisakan sedikit. Hal-hal seperti ini sangat terkontrol yang menurut saja kadang-kadang membuat kita jadi kurang percaya diri,” tuturnya.

Oleh karena itu Mendikbud selalu menekankan ada 5C yang harus dibangun untuk membentuk karakter anak bangsa, yakni Critical Thinking, Creativity and Innovation, Communication Skill, Collaboration dan Confidence.

“Confidence ini tidak kalah penting dari 4C yang ada,” ungkapnya.

Karena confidence inilah yang kemudian menumbuhkan yang namanya self efficacy atau afikasi. Self efficacy akan mendorong orang untuk bisa bekerja keras, jadi orang mampu belum merasa dirinya mampu. Dan rasa mampu ini penting itu namanya self efficacy,” kata Mendikbud. Menurutnya, banyak orang yang mampu tapi tidak percaya diri bahwa ia mampu. “Lebih baik percaya diri mampu walaupun sebenernya tidak mampu, daripada sebetulnya mampu tapi kita tidak percaya kalau kita mampu,” katanya.

Mendikbud menuturkan, menurut beberapa riset, self efficacy pada siswa kurang. Jadi sebetulnya mereka mampu, tapi tidak merasa bisa. Karena tidak merasa bisa, kemudian tersugesti tidak ada keberanian untuk melakukan. “Jadi antara kemampuan dan perasaan mampu itu harus sinkron,” kata Mendikbud. (Bianca Christy/Desliana Maulipaksi)

 

Sumber :

http://devitameliani.blog.unesa.ac.id/jam-tangan-pengukur-tensi

Persiapan PPDB 2019, Kemendikbud Gelar Evaluasi dan Uji Publik di Yogyakarta

Persiapan PPDB 2019, Kemendikbud Gelar Evaluasi dan Uji Publik di Yogyakarta

Persiapan PPDB 2019, Kemendikbud Gelar Evaluasi dan Uji Publik di Yogyakarta

Persiapan PPDB 2019, Kemendikbud Gelar Evaluasi dan Uji Publik di Yogyakarta
Persiapan PPDB 2019, Kemendikbud Gelar Evaluasi dan Uji Publik di Yogyakarta

Sebagai bentuk persiapan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)

2019/2020, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggelar evaluasi dan uji publik terkait PPDB 2018. Diskusi ini bertujuan untuk menyatukan pemahaman terkait sistem zonasi yang telah dimulai sejak tahun lalu.

Staf Ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Regulasi Pendidikan dan Kebudayaan Chatarina Muliana Girsang sebagai narasumber menjelaskan bahwa salah satu cara evaluasi sistem zonasi ini adalah dengan mengumpulkan petunjuk teknis terkait Peraturan Mendikbud (Permendikbud) Nomor 14 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru.

“Evaluasi juknis ini, yang dibuat oleh (pemerintah) daerah apakah sudah sesuai dengan Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018. Sebelumnya telah kita lakukan uji publik di Surabaya untuk wilayah Jawa Timur,” ujar Chatarina di Yogyakarta (23/11).

Selanjutnya, berdasarkan hasil pemetaan dan kajian Ombudsman

Republik Indonesia (ORI), masih banyak daerah yang belum menerapkan permendikbud tersebut secara 100 persen. Padahal menurut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah daerah dijelaskan bahwa kebijakan pemerintah daerah harus sesuai dengan kementerian teknis.

“Hampir semua (daerah) itu belum mematuhi 100 persen Permendikbud Nomor 14,” ujarnya. “Kepatuhan itu penting karena saat ini sudah ada PP Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pembinaan dan Pengawasan,” lanjutnya.

Dengan adanya PP tersebut, diharapkan dapat diikuti karena

di sana juga diatur konsekuensi apabila terjadi pelanggaran. Tidak seperti sebelumnya yang dilakukan pembiaran atas penyimpangan, PP ini terdapat sanksi, mulai dari tertulis hingga pencopotan.

Karena itu permendikbud tentang PPDB ini perlu dipahami secara bersama antara pemerintah pusat dan daerah, sehingga proses penerimaan peserta didik nanti bisa dilakukan secara optimal.

Seperti diketahui, tahun lalu sistem zonasi telah mulai diimplementasikan dimana penerimaan perserta didik diprioritaskan berdasarkan jarak antara tempat tinggal dengan sekolah. Dengan demikian, diharapkan mereka bisa mendapatkan sekolah yang lebih dekat dengan tempat tinggalnya. Dengan demikian ke depannya tidak ada lagi sekolah favorit, karena semua sekolah sama

 

Sumber :

http://devitameliani.blog.unesa.ac.id/makna-proklamasi-bagi-indonesia

Pengertian Konstitusi Dan Tujuan Serta Nilainya

Pengertian Konstitusi

Pengertian Konstitusi Dan Tujuan Serta Nilainya

 

Pengertian Konstitusi

Pengertian Konstitusi

Kata “konstitusi” berasal dari bahasa Perancis Constituer dan Constitution, kata pertama berarti membentuk, mendirikan atau menyusun, dan kata kedua berarti susunan atau pranata (masyarakat). Dengan demikian konstitusi memiliki arti; permulaan dari segala peraturan mengenai suatu Negara. Pada umumnya langkah awal untuk mempelajari hukum tata negara dari suatu negara dimulai dari konstitusi negara bersangkutan. Mempelajari konstitusi berarti juga mempelajari hukum tata negara dari suatu negara, sehingga hukum tata negara disebut juga dengan constitutional law. Istilah Constitutional Law di Inggris menunjukkan arti yang sama dengan hukum tata negara. Penggunaan istilah Constitutional Law didasarkan atas alasan bahwa dalam hukum tata Negara unsur konstitusi lebih menonjol.

Secara umum Pengertian konstitusi adalah sebuah norma sistem politik dan hukum bentukan pada pemerintahan negara, biasanya dikodifikasikan sebagai dokumen tertulis. Konstitusi umumnya merujuk pada penjaminan hak kepada warga masyarakatnya. Istilah konstitusi dapat diterapkan kepada seluruh hukum yang mendefinisikan fungsi pemerintahan negara.

Tujuan Konstitusi

Tujuan konstitusi yaitu:

Membatasi kekuasaan penguasa agar tidak bertindak sewenang – wenang maksudnya tanpa membatasi kekuasaan penguasa, konstitusi tidak akan berjalan dengan baik dan bisa saja kekuasaan penguasa akan merajalela Dan bisa merugikan rakyat
Melindungi HAM maksudnya setiap penguasa berhak menghormati HAM orang lain dan hak memperoleh perlindungan hukum dalam hal melaksanakan haknya.
Pedoman penyelenggaraan negara maksudnya tanpa adanya pedoman konstitusi negara kita tidak akan berdiri dengan kokoh.

Nilai Konstitusi

Nilai konstitusi yaitu:

Nilai normatif adalah suatu konstitusi yang resmi diterima oleh suatu bangsa dan bagi mereka konstitusi itu tidak hanya berlaku dalam arti hukum (legal), tetapi juga nyata berlaku dalam masyarakat dalam arti berlaku efektif dan dilaksanakan secara murni dan konsekuen.
Nilai nominal adalah suatu konstitusi yang menurut hukum berlaku, tetapi tidak sempurna. Ketidaksempurnaan itu disebabkan pasal – pasal tertentu tidak berlaku / tidsak seluruh pasal – pasal yang terdapat dalam UUD itu berlaku bagi seluruh wilayah negara.
Nilai semantik adalah suatu konstitusi yang berlaku hanya untuk kepentingan penguasa saja. Dalam memobilisasi kekuasaan, penguasa menggunakan konstitusi sebagai alat untuk melaksanakan kekuasaan politik.

 

Artikel terkait :