TIPS NETWORKING UNTUK MAHASISWA AGAR TIDAK KUPER

6 TIPS NETWORKING UNTUK MAHASISWA AGAR TIDAK KUPER

Tahukah anda Elon Musk, pendiri PayPal, Tesla Motors dan Space X ini, mulai menerapakan networking guna mahasiswa ketika ia berkuliah di Kanada? Saat menyimak koran, ia terkesima dengan profil Peter Nicholson, pemimpin strategis bank terbesar di Kanada. Ia memberanikan diri guna menelepon jurnalis surat kabar yang mencatat profil orang itu dan meminta dihubungkan dengan Nicholson.

Cerita Musk ini mengindikasikan bahwa networking guna mahasiswa paling diperlukan. Membangun hubungan dengan seseorang akan menolong ke mana karier bakal tertuju. Semakin cepat membina networking, semakin baik. Itulah mengapa dalil pentingnya networking sedini mungkin.

Jadikan networking sebagai kegiatan sehari-hari
Kamu tidak sendirian andai kamu beranggapan bahwa networking menakut-nakuti sisi introvert di dalam dirimu. Kamu dapat memulai dengan tahapan kecil, seperti membina hubungan baik dengan dosen—termasuk dosen killer—dan rekan kampus.

Para dosen seringkali mempunyai penelitian atau kegiatan sampingan yang memerlukan asisten. Jika anda rajin membual dengan dosen tersebut, nama anda sudah tersimpan di kepalanya. Ia bakal mengingatmu saat memerlukan seseorang untuk menolong pekerjaannya.

Teman sekelas barangkali terlihat belum profesional sekarang. Namun, siapa yang tahu mereka bekerja di perusahaan impianmu di masa depan. Kamu dapat bertanya pada mereka saat menggali lowongan kerja di sana.

Terlibat di dalam kampus
Unit mahasiswa, klub hobi, atau organisasi dapat digunakan sebagai media networking guna mahasiswa. Kamu bisa bersangkutan dengan para responden dan mentor. Mendaftar ke email newsletter kampus atau memanfaatkan majalah dinding di perpustakaan juga dapat jadi teknik networking yang baik.

Kunjungi campus career center
Campus career center ialah tempat yang bagus bikin networking guna mahasiswa. Di sini tidak sedikit informasi laksana magang atau kegiatan yang dipasang oleh alumni, tips untuk menambah cv online, tips mempersiapkan diri guna wawancara, atau memahami jadwal job fair.

Meskipun sekarang anda sedang tidak menggali kerja, kamu dapat mencoba datang ke job fair guna berkenalan dengan orang-orang dari perusahaan, mempelajari pertumbuhan industri yang sedang digeluti, dan menyaksikan potensi masa mendatang industri tersebut.

Kembangkan keberadaan online
Membangun networking dari balik layar ialah ide yang bagus. Buatlah profil di LinkedIn atau menciptakan website yang mengandung portofolio. Para lulusan juga seringkali membuat grup di Facebook dan memasang lowongan kerja di sana. Kamu dapat bertanya untuk mereka mengenai posisi tersebut.

Tidak perlu fobia membangun tahapan awal
Kunci utama dari networking guna mahasiswa ialah tulus membina sebuah hubungan. Networking bukanlah sebuah persaingan untuk menggali koneksi terbanyak atau berbasa-basi melulu demi koneksi. Berbicaralah dengan tulus dengan siapapun mereka sebab rasa hendak tahu.

Untuk menciptakan pembicaraan mengalir, kamu dapat bertanya, “Bagaimana Anda dapat menjadi CEO perusahaan Anda?” atau “Apakah terdapat saran guna anak muda yang hendak berkecimpung di industri Anda?”

Pelihara hubungan
Networking tidak saja sekadar mengoleksi kartu nama, menyerahkan cv, atau membina koneksi di LinkedIn. Networking ialah kerja keras, dan anda harus menyediakan waktu untuk merawat hubungan yang telah terjalin.

Setelah bertemu orang baru di job fair, usahakanlah untuk kirim email setelahnya. Meski mereka tidak membuka lowongan kerja sekarang, minimal mereka bakal menghargai masa-masa yang telah anda luangkan untuk membual dengan mereka.

Jika anda takut untuk mengawali networking guna mahasiswa, usahakan konsentrasi seperti yang Musk lakukan. Ketika ditanya apakah Musk merasa fobia bangun networking, ia menjawab, “Saya merasa fobia yang lumayan besar, jadi bukan berarti saya tidak punya rasa takut. Tetapi, menurut keterangan dari saya urusan ini lumayan penting, sampai-sampai saya mesti menaklukan rasa fobia saya.” Sumber: www.pelajaran.co.id/