KBBI Braille, Tunjang Kebutuhan Siswa Tunanetra

KBBI Braille, Tunjang Kebutuhan Siswa Tunanetra

KBBI Braille, Tunjang Kebutuhan Siswa Tunanetra

KBBI Braille, Tunjang Kebutuhan Siswa Tunanetra
KBBI Braille, Tunjang Kebutuhan Siswa Tunanetra

— Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPPB) telah mencetak Kamus Besar Bahasa Indonesia

(KBBI) Braille pertama untuk penyandang disabilitas netra dengan mengalihhurufkan KBBI V cetakan II.

Direktur Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Poppy Dewi Puspitawati mengatakan, ini merupakan KBBI Braille pertama di Indonesia. Menurut dia, penyediaan kamus bahasa Indonesia untuk penyandang disabilitas khususnya disabilitas netra menjadi komitmen pemerintah.

“Intinya kami ingin semua anak-anak mendapat pendidikan. Kami akan sosialisasikan kamus ini di mana pun Sekolah Luar Biasa (SLB) berada,” katanya, seperti dilansir Pikiran Rakyat. Poppy menambahkan, melalui KBBI Braille ini siswa akan mendapat informasi terutama terkait kosakata baru, sehingga menambah wawasan bagi anak berkebutuhan khusus ini.

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud bekerja sama dengan

Balai Penerbitan Braille Indonesia Kementerian Sosial dalam penyusunan KBBI Braille tersebut. Tahapan demi tahapan dilakukan dalam menyempurnakan kamus tersebut agar layak dicetak dan digunakan oleh penyandang disabilitas tersebut.

Pertama, tahapan pengalihan huruf latin ke Braille, kemudian penyuntingan oleh beberapa penyandang disabilitas langsung agar menghindari kesalahan penulisan, keterbacaan, dan lainnya. Terakhir adalah tahap pencetakan dan penjilidan KBBI Braille.

“KBBI Braille ini sudah lama ditunggu-tunggu oleh teman-teman penyandang disabilitas tersebut,”

ujar Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Dadang Sunendar, saat memberikan paparan pada acara Taklimat Media Kongres Bahasa Indonesia XI di Kantor Kemendikbud dilansir dari kemendikbud.go.id.

Braille adalah sistem tulisan dan cetakan untuk para tunanetra berupa kode yang terdiri atas enam titik dalam pelbagai kombinasi yang ditonjolkan pada kertas sehingga dapat diraba. Braille itu diciptakan oleh seorang tunanetra Perancis yang bernama Louis Braille yang menderita kebutaan waktu kecil.

Secara fisik, KBBI Braille tidak jauh berbeda dari KBBI V, hanya saja terdapat tambahan nama instansi pengalih huruf berikut pencetaknya serta logo Braille. Keberadaan KBBI Braille ini juga merupakan satu dari sarana untuk mencerdaskan kehidupan bangsa terutama para penyandang disabilitas netra.***

 

Sumber :

https://nashatakram.net/fardu-rukun-shalat/