Kisah Umair bin Wahab

Table of Contents

Kisah Umair bin Wahab

Perang Badar dimenangkan oleh pasukan kaum muslimin. Rasa syukur pun senantiasa mereka panjatkan ke hadirat Allah SWT. Sebaliknya, kekalahan yang diterima kaum musyrikin Quraisy sangat menyebabkan mereka jadi geram.

Umair bin Wahab dan Shafwan bin Umayyah mengutarakan kekesalan mereka atas kemenangan umat Islam. Umair bicara kepada Shafwan, “Ah, jikalau aku tidak tengah dililit utang dan keluargaku bisa kutinggalkan saat susah sekarang, aku akan melacak Muhammad dan membunuhnya!”

Mendengar perkataan Umair tersebut, Shafwan menyambut inspirasi Umair dan berkata, “Baiklah, jika kau sukses membunuh Muhammad dan menyiksanya bersama keji, aku berjanji akan memberimu 100 ekor unta. Dengannya kamu bisa melunasi seluruh utang keluargamu, begitu pula keluargamu akan aku jadikan anggota berasal dari keluargaku!”

Tawaran yang menggiurkan. Tanpa pikir panjang, Umair langsung menerima tawaran Shafwan bersama bahagia hati.

“Tapi ingat! Ini adalah rahasia kami berdua. Jangan sampai kauceritakan kepada yang lain!” pesan Shafwan kepada Umair.

Umair pun langsung berangkat ke Medinah untuk laksanakan rencana kejinya tersebut. Akan tetapi, malang baginya, di tengah perjalanan ia bertemu Umar bin Khaththab, kawan dekat Rasulullah saw yang sangat ditakuti kaum Quraisy sebab keberanian dan pukulannya yang menyakitkan. Rasa takut menyergap Umair, bahkan dikala Umar menggiringnya untuk menghadap Rasulullah saw.

Interogasi pada Umair atas maksud kedatangannya ke Medinah diawali di hadapan Rasulullah saw. Beliau bertanya, “Apa maksud kedatanganmu ke sini?”

Umair tidak barangkali menjawab bersama jujur niatnya untuk membunuh pemimpin umat Islam itu sendiri. Ia berkilah, “Sungguh kedatanganku ke sini untuk menebus putraku yang sudah kalian tawan.”

Rasulullah saw sesungguhnya sudah memahami bahwa Umair berbohong. Beliau mendapat anjuran berasal dari Allah SWT. Berkali-kali beliau bertanya kepada Umair, berulang-kali pula ia konsisten berbohong.

Akhirnya, Rasulullah saw mengakhiri kebohongan Umair bersama berkata, “Aku memahami engkau sudah bersekongkol bersama Shafwan untuk membunuhku. Dengan melakukannya, Shafwan akan memberikanmu 100 ekor unta untuk melunasi seluruh utang keluargamu dan menjadikan keluargamu anggota berasal dari keluarganya!”

Umair tersentak kaget memahami Rasulullah saw bisa membongkar niat busuknya. Dia sangat heran, “Benar-benar tidak habis pikir, bagaimana Rasulullah bisa memahami rencana busukku, padahal tidak ada orang lain yang mendengarkan, cuma aku dan Shafwan. Lagi pula obrolan itu terjadi di Mekah, jauh berasal dari Medinah daerah Rasulullah saw berada?”

Kebenaran berita yang disampaikan Rasulullah saw menyebabkan Umair percaya bahwa Muhammad sangat utusan Allah. Ia pun mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai ketundukannya pada Islam. Rasulullah saw menyambutnya bersama baik.

Tidak ada prasangka atau dendam sama sekali kepada Umair. Bahkan, beliau menyuruh para kawan dekat untuk mengajari Al-lslam kepada Umair, sampai ia memahaminya bersama baik. Ditambah lagi, seluruh tawanan yang diminta oleh Umair, beliau bebaskan tanpa keberatan sama sekali.

Waktu pun berlalu. Saat dirasa ilmu yang dimiliki Umair sudah cukup, Rasulullah saw mengizinkannya untuk lagi ke Mekah. Di sana ia menyiarkan Islam dan hasilnya hampir seluruh masyarakat Mekah masuk Islam berkat dakwahnya

Sumber : tutorialbahasainggris.co.id

Baca Juga :