Bamsoet: Kualifikasi Lulusan Vokasi Harus Sesuai Kebutuhan Lapangan Kerja

Bamsoet Kualifikasi Lulusan Vokasi Harus Sesuai Kebutuhan Lapangan Kerja

Bamsoet: Kualifikasi Lulusan Vokasi Harus Sesuai Kebutuhan Lapangan Kerja

Bamsoet Kualifikasi Lulusan Vokasi Harus Sesuai Kebutuhan Lapangan Kerja
Bamsoet Kualifikasi Lulusan Vokasi Harus Sesuai Kebutuhan Lapangan Kerja

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengingatkan para pendidik

(guru) dan peserta didik (generasi muda pelajar) bahwa pola kerja secara global telah berubah drastis seiring dengan gelombang besar yang mengakibatkan gangguan baru (a new wave of disruption) yang saat ini melanda dunia.

Perubahan itu, kata pria yang akrab disapa Bamsoet ini, bisa dilihat dari proses relokasi industri dari Eropa dan Amerika menuju Asia (Indonesia, Vietnam, Thailand, Pakistan, India, dan lain-lain) dan Amerika Latin (diwakili Brazil) yang telah dimulai sejak tahun 1970-an.

“Dampak relokasi industri adalah aplikasi otomatisasi yang intensif dan masif

yang mengubah persyaratan pekerjaan yang bersifat digital. Sumber daya manusia yang tidak menguasai literasi digital, cepat atau lambat akan tersingkir. Globalisasi yang ditopang dengan lompatan kemajuan di bidang teknologi informasi, komunikasi, dan tranportasi terus mengalami pendalaman yang semakin dipermudah oleh revolusi industri 4.0,” kata Bamsoet saat menjadi pembicara utama di Seminar Kebangsaan ‘Penguatan Vokasi yang Unggul, Berdaya Saing, dan Berwawasan Kebangsaan’, di Gedung Nusantara V MPR RI, Jakarta, Rabu (20/11/19).

Seminar yang diadakan Persatuan Guru Republik Indonesia

(PGRI) Jakarta Utara, Institut STIAMI, Yayasan Hangtuah dan didukung MPR RI ini, dihadiri 405 peserta yang terdiri dari para guru Taman Kanak-Kanak, kepala sekolah dan guru SD, SMP, SMA se-Jakarta, dosen dan mahasiswa.

Turut hadir menjadi narasumber antara lain, Ketua PGRI Jakarta Utara Dr. Supriyatin, Walikota Jakarta Utara Sigit Wijatmoko, Wakil Rektor III Institut STIAMI Dr. Agus Cholik, dan Ketua STIE Indoensia Jakarta Drs. Ridwan Maronrong, serta Ketua Umum Yayasan Hangtuah Laksamana Muda TNI (purn.) Amri Husaini.

Kandidat Ketua Umum Partai Golkar 2019-2024 ini menjelaskan, salah satu dampak Revolusi Industri 4.0 adalah terbentuknya pasar _hiper_-kompetitif yang menuntut kreativitas dan inovasi, menguras sumber daya keuangan, dan dapat mengucilkan sumber daya manusia dari lingkungan industri karena alasan efisiensi.

 

Baca Juga :