Produsen Respons Kenaikan Biaya Balik Nama Kendaraan Jakarta
By: Date: December 23, 2019 Categories: teknologi
Produsen Respons Kenaikan Biaya Balik Nama Kendaraan Jakarta

Produsen Respons Kenaikan Biaya Balik Nama Kendaraan Jakarta

Produsen Respons Kenaikan Biaya Balik Nama Kendaraan Jakarta

Produsen Respons Kenaikan Biaya Balik Nama Kendaraan Jakarta

Pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) untuk wilayah DKI Jakarta resmi naik 2,5 persen

menjadi 12,5 persen dari sebelumnya 10 persen. Pajak baru untuk biaya balik nama kendaraan akan mulai berlaku bulan depan, atau 30 hari sejak tanggal diundangkan pada 11 November.

Executive General Manager PT Toyota-Astra Motor Fransiscus Soerjopranoto mengatakan langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerapkan BBN-KB baru untuk kendaraan bermotor kurang tepat.

“Kenaikan BBN sebesar 2,5 persen tidak tepat dilakukan di tengah kelesuan pasar otomotif belakangan ini. Apalagi DKI Jakarta sebagai kontributor penjualan terbesar (di atas 20 persen) untuk total pasar otomotif Indonesia dibandingkan propinsi lainnya. Apalagi kalo kita mau bicara pasar otomotif di 2020 mendatang,” kata pria karib disapa Sooerjo melalui keterangan tertulis diterima CNNIndonesia.com, Selasa (12/11).

Pajak BBN-KB baru tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Pemprov DKI Nomor 6 Tahun 2019

merevisi Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2010 Tentang BBN-KB yang diundangkan pada 11 November.

Lihat juga:BBN-KB DKI Jakarta jadi 12,5 Persen, Berlaku Bulan Depan
Sementara itu, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengatakan kenaikan BBN-KB yang sudah ditetapkan berlaku bulan depan diprediksi tidak berpengaruh signifikan pada penjualan mobil jelang akhir tahun.

“Pengaruhnya ada, tetapi tidak signifikan. Penjualan memang turun sekitar 12 persen tahun ini,

” kata Jongkie D. Sugiarto, Ketua I Gaikindo.

Pada awal tahun ini Gaikindo menetapkan target penjualan mobil di dalam negeri bisa menyentuh 1,1 juta unit. Namun delapan bulan kemudian target itu direvisi menjadi hanya 1 juta unit.

Gaikindo menyebut revisi bukan semata karena panasnya suhu politik pada awal tahun. Perubahan target dikatakan karena menilai hasil penjualan selama delapan bulan yang menurun ketimbang periode sama tahun lalu.

 

Sumber :

https://namabayi.co.id/