5 Rekomendasi Optimalisasi Setting Ponsel Android
By: Date: May 9, 2020 Categories: teknologi
5 Rekomendasi Optimalisasi Setting Ponsel Android Baru

5 Rekomendasi Optimalisasi Setting Ponsel Android

 

5 Rekomendasi Optimalisasi Setting Ponsel Android Baru

5 Rekomendasi Optimalisasi Setting Ponsel Android Baru

Ponsel Android menawarkan kustomisasi setelan yang bisa dipilih penggunanya, seperti kontrol privasi, keamanan, kenyamanan pemakaian, dan performa.

Bagi pemilik ponsel Android baru, ada baiknya untuk mengetahui beberapa tips pengaturan untuk optimalisasi perangkat.

Sebab, ponsel Android secara default telah disetel sedemikian rupa, yang mungkin pengaturan ini lebih bisa dioptimalkan, sebagaimana ditulis laman Androidauthority.

Sebagai contoh, secara default, di perangkat yang mendukung, ponsel Android akan memakai tema non-gelap atau day mode.

Dengan menggantinya ke mode gelap atau dark mode, maka ponsel akan lebih hemat daya, lantaran cahaya yang dipancarkan seperlunya.

Bagi ponsel Android dengan tipe layar Super AMOLED, maka akan lebih hemat daya lagi, lantaran warna hitam benar-benar ‘mati’ dan hanya memancarkan cahaya untuk warna non-hitam.

Berikut beberapa rekomendasi optimalisasi setting ponsel Android baru, sebagaimana dikutip dari laman CNET:

1. Kecerahan Layar

Aktifkan kecerahan layar atau screen brightness otomatis kurang dari 50 persen. Sebab, makin cerah layar, maka kian deras pula konsumsi daya baterai yang terkuras.

Beberapa tipe ponsel Android punya setelan jalan pintas auto screen brightness pada menu toggle di bawah bar

notifikasi. Bagi yang tak menjumpainya, menunya dapat ditemukan di pengaturan.

2. Baterai Adaptif dan Optimalisasi Baterai

Google pertama kali memperkenalkan fitur Adaptive Battery dan Battery Optimization pada Android 9.0. Jika diaktifkan, dua fitur ini akan mempelajari perilaku pengguna saat menggunakan ponselnya.

Di beberapa tipe ponsel Android juga menawarkan fitur hemat baterai saat prosentase kapasitas baterai menyentuh angka tertentu. Fitur-fitur ini bisa dijumpai di menu Settings yang mungkin berbeda untuk setiap tipe ponsel Android.

3. Aktifkan Mode Gelap

Dark mode atau mode gelap, menurut Google, tak sekadar membuat mata nyaman saat menatap lama layar, tetapi juga membuat perangkat hemat konsumsi daya atau baterai.

Sebab, di perangkat dengan tipe layar AMOLED atau OLED, warna hitam di panel tidak membutuhkan daya lantaran cahayanya akan mati. Artinya, cahaya di layar akan hidup untuk warna non-hitam.

Untuk mengaktifkannya, opsi dark mode bisa dijumpai di menu Settings di sub-menu Display. Atau, aktifkan mode ini secara otomatis, misalnya, dari pukul 19.00 s.d 07.00. Artinya, di luar waktu tersebut, saat masih terang cahaya, maka akan memakai mode reguler.

4. Hapus Aplikasi Bawaan yang Dirasa Tak Penting

Ini dilakukan untuk bikin penyimpanan internal ponsel lebih lapang. Selain itu, kadang, aplikasi bawaan, atau disebut

pula bloatware, tidak terlalu dibutuhkan.

Alasan lainnya, ada aplikasi yang mungkin lebih baik di Play Store dengan fitur mirip atau bahkan lebih lengkap. Akan tetapi, cara untuk uninstal aplikasi bawaan agak sedikit merepotkan.

5. Antisipasi Ponsel Hilang atau Dicuri

Perangkat Android baru ‘wajib’ hukumnya untuk instal aplikasi Find My Device sebagai antisipasi dan berjaga-jaga andaikata ponsel hilang, tertinggal, atau bahkan dicuri.

Aplikasi Find My Device bisa diunduh gratis di Play Store dan cara menggunakannya pun tak sulit. Setelah melakukan sedikit pengaturan, pengguna dapat menuju ke laman android.com/find untuk melacak perangkat.

Sebenarnya masih banyak rekomendasi optimalisasi setting, setelan iklan atau ads, misalnya, tetapi hanya dijumpai di merek ponsel Android tertentu, salah satunya dari Xiaomi.

Selain itu, setelan default di ponsel Android kadang cocok untuk satu pengguna, tetapi tak cocok bagi pengguna

lainnya. Artinya, ini sesuai kebutuhan masing-masing user.

Jika memang tak diperlukan, maka ada baiknya setelan tertentu bisa dinonaktifkan secara manual. Dengan demikian, perangkat bisa bekerja sesuai apa yang dibutuhkan pemiliknya dan tak ada daya baterai yang terbuang sia-sia.

 

Sumber:

https://civitas.uns.ac.id/kasiono/seva-mobil-bekas/