Macam-Macam Gatra
By: Date: July 1, 2020 Categories: Pendidikan
Macam-Macam Gatra

Macam-Macam GatraMacam-Macam Gatra

Kata-kata atau kelompok kata yang mendukung suatu kalimat disebut gatra. Jenis-jenis gatra dapat diurutkan sebagai berikut:

  1. Gatra-gatra inti, adalah gatra pangkal, gatra diterangkan, gatra digolongkan, gatra perbuatan, gatra menerangkan, gatra menggolongkan.
  2. Gatra-gatra tambahan, adalah gatra yang sifatnya tergantung dari kata yang dijelaskan, ada yang menerangkan kata kerja dalam fungsi tertentu, ada yang menerangkan kata benda, kata sifat dalam fungsi-fungsi tertentu.
  3. Gatra tambahandalam suatu fungsi tertentu dibagi lagi berdasarkan hubungannya dengan gatra yang didukung oleh kata kerja.

Gatra yang rapat:

– Gatra pelengkap penderita

– Gatra pelengkap penyerta

– Gatra pelengkap pelaku

 

Gatra yang renggang:

(1). Keterangan tempat atau keterangan lokatif (menjelaskan suatu perbuatan atau peristiwa berlangsung yang didahului kata-kata tugas di, ke, dari, pada, dan lain-lain). Contoh: Ibu tinggal di rumah, ayah pergi ke kantor

(2). Keterangan waktu atau keterangan temporal; menjelaskan waktu perbuatan itu terjadi, biasanya dinyatakan kata-kata tugas kemarin, sekarang, besok, lusa, dan lain-lain.

(3). Keterangan alat atau keterangan instrumental menerangkan tindakan sedang dilaksanakan dengan + kata benda.

Contoh; Ayah memukul anjing dengan tongkat.

(4). Keterangan kesertaan atau keterangan komitatif: Keterangan yang menjelaskan ikut sertanya seseorang dalam suatu tindakan, dinyatakan dengan + orang dan kata tugas bersama.

Contoh: Saya bersama Ibu ke pasar.

(5). Keterangan sebab atau keterangan kausal: keterangan yang menyatakan suatu peristiwa terjadi, dinyatakan sebab, karena, oleh karena, dan lain-lain.

(6). Keterangan akibat atau keterangan konsekutif; keterangan yang menjelaskan akibat yang diperoleh karena suatu tindakan, didahului dengan kata sehingga, sampai, akibatnya.

Contoh: Kami berkerja sungguh-sungguh hingga letih

(7). Keterangan tujuan atau keterangan final: Keterangan yang menjelaskan perbuatan yang sengaja dicapai, didahului kata untuk, guna, supaya.

Contoh: Kita belajar supaya pandai.

(8). Keterangan perlawanan atau keterangan konsesif: Menjelaskan suatu perbuatan berlawanan dengan keadaan si pembicara, didahului dengan kata meskipun, biarpun, walaupun, sekalipun, sungguhpun, biar.

Contoh: Meskipun hujan, ia berangkat sekolah.

(9). Keterangan pembatasan: menjelaskan batas-batas suatu perbuatan dapat dikerjakan, dinyatakan dengan kata selain, kecuali.

Contoh: Semuanya boleh kau ambil, kecuali yang besar.

(10). Keterangan situasi: menjelaskan suasana perbuatanĀ  sedang berlangsung.

Contoh: Ia belajar dengan enuh kegembiraan.

(11). Keterangan kualitatif; menjelaskan cara suatu peristiwa dilaksanakan.

Contoh: Ia bernyanyi dengan nyaring.

(12). Keterangan kuantitatif: menjelaskan berapa kali suatu proses berlangsung.

Contoh: Saya memukul anak itu dua kali.

(13). Keterangan perbandingan: menjelaskan suatu perbuatan atau membandingkan suatu perbuatan, dinyatakan dengan kata sama, sebagai, dan lain-lain.

Contoh: Ia sangat rajin seperti kakaknya.

(14). Keterangan modalitas: menjelaskan suatu proses berlaku secara subjektif.

 

Macam-macam keterangan modalitas

Keterangan kondisional (syarat). Yaitu suatu perbuatan berlangsung bila syarat-syarat dipenuhi. Kata-kata yang mendukung jikalau, kalau, sekiranya, seandainya, dan lain-lain. Contoh: Engkau akan mendapatkan hadiah kalau rajin

Keterangan kepastian: menjelaskan suatu perbuatan yang pasti terjadi. Contoh: Ia pasti datang.

Keterangan kemungkinan (potensial): suatu perbuatan yang mungkin terjadi, dinyatakan oleh kata mungkin. Contoh: Mungkin dia yang menghasut pengacau itu.

Keterangan keragu-raguan (dupitatif): terjadi proses diragukan oleh pembicara, dinyatakan oleh kata rupanya, kira-kira, barangkali, kalau-kalau. Contoh: Barangkali ayah besok kemari.

Keterangan harapan (optatif) dan keinginan (desidratif): peristiwa yang diharapkan akan berlangsung, dinyatakan oleh kata sudi, mudah-mudahan, hendaknya, dan lain-lain.

Keterangan ajakan (adhoratif): keterangan yang menyatakan si pembicara mengajak melakukan sesuatu tindakan, dinyatakan oleh baik, mari, dan lain-lain. Contoh: Mari kita menyanyikan lagu ini.

Keterangan final (tujuan): termasuk keterangan modalitas.

(15). Keterangan aspek: keterangan yang menjelaskan terjadinya suatu proses secara objektif.

Keterangan aspek yang terpenting adalah:

  1. Aspek inkoatif

Menyatakan suatu peristiwa mulai dari terjadi, dinyatakan oleh kata mulai, atau partikel pun+lah.

Contoh;

– Kami mulai belajar.

– Mereka pun berangkat lah.

  1. Aspek kompletif (perfektif): peristiwa telah selesai mencapai akhirnya. Bila terlihat hasilnya, aspek ini disebut aspek resultatif.

Contoh: Saya sudah datang

  1. Aspek inkompletif: suatu proses belum lengkap.

Contoh: Permainan itu sedang dilangsungkan di Senayan

  1. Aspek futuratif: menyatakan suatu perbuatanakan berlangsung.

Contoh: Saya akan pergi ke Jakarta besok.

  1. Aspek repetitif: menyatakan suatu proses terjadi sekali lagi.

Contoh: Saya pergi lagi ke rumahnya.

  1. Aspek frekuentatif: suatu proses terjadi berulang kali, dinyatakan dengan kata selalu, kadang-kadang, acapkali, sering, dan lain-lain.

Contoh: Anak itu sering membuat ulah.

  1. Aspek spontanitas (serta merta): menyatakan suatu proses terjadi dengan tidak disangka-sngka, dinyatakan dengan tiba-tiba, sekonyong-konyong, dan lain-lain.

Contoh: Tiba-tiba munculah ia dari balik belukar itu.


Sumber: https://dosenpendidikan.id/