Sintaksis Kalimat Majemuk
By: Date: July 1, 2020 Categories: Pendidikan
Sintaksis Kalimat Majemuk

Sintaksis Kalimat MajemukSintaksis Kalimat Majemuk

Batasan Kalimat Majemuk

Kalimat majemuk adalah kalimat tunggal yang bagian-bagiannya diperluas sedemikian rupa, sehingga perluasan itu membentuk satu atau lebih pola kalimat yang baru di samping pola yang sudah ada.

Contoh:

– Anak itu menendang bola.

– Anak yang kau sebut kemarin itu, menendang bola.

 

Kalimat majemuk adalah penggabungan dua kalimat tunggal atau lebih sehingga kalimat yang baru ini mengandung dua pola kalimat atau lebih.

Contoh:

– Ayah menulis surat

– Ibu duduk di sampingnya

– Ayah menulis surat sambil ibu duduk di sampingnya

 

Macam-macam Kalimat Majemuk

 

  1. Kalimat majemuk setara.

Kalimat majemuk setara yaitu hubungan antara kedua buah kalimat sederajat atau setara. Hubungan setara dapat diperinci sebagai berikut:

 

a). Setara menggabungkan.

Penggabungan terjadi dengan merangkaikan dua kalimat tunggal dengan diantarai kesenyapan, dengan kata-kata tugas seperti: dan, lagi, sesudah itu, karena itu.

Contoh: Saya menangkap ayam, dan ibu memotongnya.

b). Setara memilih

Kata-kata tugas yang dipakai adalah atau.

Contoh: Kamu mau ikut ke rumah nenek atau kamu tinggal di rumah sendirian?

c). Setara mempertentangkan

Kata-kata tugas yang dipakai antara lain: tetapi, melainkan, hanya.

Contoh: Adiknya naik kelas, tetapi ia sendiri tinggal kelas

 

  1. Kalimat Majemuk Bertingkat

Kalimat yang hubungan pola-polanya tidak sederajat. Bagian yang lebih tinggi kedudukannya disebut induk kalimat sedangkan yang lebih rendah kedudukannya disebut anak kalimat.

Sesuai dengan fungsinya, anak kalimat dapat dibagi sebagai berikut:

 

a). Anak kalimat yang menduduki fungsi gatra-gatra inti.

Contoh:

– Yang harus menyelesaikan pekerjaan itu, telah pergi meninggalkan kami tanpa pamit

 

b). Anak kalimat yang menduduki salah satu bahan tambahan

  1. Yang rapat

Contoh: Ia tidak mengetahui bahwa kami telah pergi meninggalkan tempat itu.

  1. Yang renggang

Contoh: Ia telah memukul anak, yang mencuri buah-buahan di halaman belakang rumahnya.

 

  1. Kalimat Majemuk Campuran

Kalimat majemuk campuran yaitu kalimat yang terdiri dari sebuah pola atasan sekurang-kurangnya dua pola bawahan atau sekurang-kurangnya dua pola atasan dan satu atau lebih pola bawahan.

  1. Satu pola atasan dan dua pola bawahan

Contoh:

Kami telah menyelenggarakan sebuah malam kesenian yang dimeriahkan oleh para artis ibu kota, serta dihadiri pula oleh para pembesar kota itu

  1. Dua pola atasan dan satu atau lebih pola bawahan

Contoh:

Bapak menyesalkan perbuatan itu, dan meminta agar kami berjanji tidak akan mengulangi kesalahan-kesalahan yang sama, yang dapat merugikan nama baik keluarga dan kedudukannya.

  1. Hubungan antara Induk Kalimat dan Anak Kalimat

 

Hubungan induk kalimat dan anak kalimat adalah bagaimana kedudukan anak kalimat itu terhadap gatra-gatra dalam induk kalimat.

Anak kalimat dapat dibedakan berdasarkan kedudukanya atau hubungannya dengan induk kalimat.

 

  1. Anak kalimat gatra pangkal

Seluruh anak kalimat yang menduduk fungsi gatra pangkal.

Contoh: Yang menyampaikan berita itu, telah pergi sejam yang lalu.

 

  1. Anak kalimat keterangan gatra pangkal

Contoh:

Kemarin pelajar-pelajar yang telah menempuh ujian akhirnya, berkumpul di sekolah untuk mendengarkan hasi ujiannya.

 

  1. Anak kalimat gatra pelengkap penderita

Contoh: Sering sudah kukatakan, bahwa revousi jangan diukur dengan hari dan dengan tahun.

 

  1. Anak kalimat keterangan waktu: menduduki jabatan atau fungsi keterangan sebab dari induk kalimat.

Contoh: Ketika mereka tiba disini, kami tidak ada.

 

  1. Anak kalimat keterangan gatra pelengkap

Contoh: Saya membawa buku, yang kujanjikan kemarin.

 

  1. Anak kalimat keterangan sebab: menduduki fungsi keterangan sebab dari induk kalimat

Contoh:

Pekerja-pekerja itu enggan mengerjakan pekerjaan itu, karena upah untuk itu terlalu rendah.

 

  1. Anak kalimat keterangan perlawanan: menduduki jabatan keterangan perlawanan dari induk kalimat.

Contoh:

Meskipun kami telah mencoba mensintesakan, kedua dokumen yang penting itu, kami tidak dipimpin oleh keduanya itu saja.


Sumber: https://gurupendidikan.org/