Adanya asas inbezitstelling
By: Date: July 7, 2020 Categories: Kesehatan
Adanya asas inbezitstelling

Adanya asas inbezitstelling

Adanya asas inbezitstelling

  1. Pegadaian atas surat-surat piutang ini karena,
  2. a) tidak adanya ketentuan tentang cara penarikan dari piutang – piutang oleh si pemegang gadai
    b) tidak adanya ketentuan mengenai bentuk bagaimana gadai itu harus dilaksanakan
    Pegadaian kurang memuaskan, karena ketiadak pastian berkedudukan sebagai kreditur terkuat, sebagaimana tampak daalm hal membagi hasil eksekusi, kreditur lain, yaitu pemegang hak pri

vilige dpt berkedudukan lebih tinggi drpd pemegang gadai. ” (WP/18-5-2010).

Dalam makalah ini dipaparkan tentang jaminan fidusia terhadap benda tidak bergerak. Serta prosedur dan langakah-langkah untuk mendaftarkan jaminan fidusia tersebut.

Rumusan Masalah

Sebelum berlakunya Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia, maka yang menjadi objek jaminan fidusia adalah benda bergerak yang terdiri dari benda dalam persediaan (inventory), benda dagangan, piutang, peralatan mesin, dan kendaraan bermotor. Tetapi dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia, maka objek jaminan fidusia diberikan pengertian yang luas. Berdasarkan undang-undang ini, objek jaminan fidusia dibagi 2 macam, yaitu:

– benda bergerak, baik yang berujud maupun tidak berujud; dan

– benda tidak bergerak, khususnya bangunan yang tidak dibebani hak tanggungan.

Timbul beberapa pertanyaan dari masalah di atas :

  1. Bagaimana pembedaan antara benda bergerak dengan benda tidak bergerak dalam jaminan fidusia
  2. Bagaimana pengikatan jaminan terhadap benda tidak bergerak ?

Metodologi

Penelitian ini mempergunakan metode pendekatan yuridis normatif, yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka yang merupakan data sekunder seperti perundang-undangan tentang jaminan fidusia, perundang- undangan lainnya yang berhubungan dengan judul.

Tinjauan pustaka

Jaminan Fidusia adalah suatu lembaga jaminan yang bersifat perorangan, yang kini banyak dipraktikkan dalam lalu – lintas hukum perkreditan atau pinjam – meminjam. Lembaga ini hanya kalah dalam besarnya kredit yang disalurkan, akan tetapi lebih banyak yang menempuh perjanjian kredit ini. Fidusia merupakan istilah yang sudah lama dikenal dalam bahasa Indonesia. Undang-Undang No. 42 Tahun 1999 Tentang Jaminan fidusia ( UUJF ) juga mengunakan istilah Fidusia. Dalam Pasal 1 UUJF memberikan pengertian fidusia dan jaminan fidusia sebagai berikut :

  1. Fidusia adalah pengalihan hak kepemilikan suatu benda atas kepercayaan dengan ketentuan bahwa benda yang hak kepemilikannya dialihkan tetap dalam penguasaan pemilik benda.
  2. Jaminan Fidusia adalah hak jaminan atas benda bergerak baik yang berwujud maupun tidak berwujud dan benda tidak bergerak khususnya bangunan yang tidak dapat dibebani hak tanggungan sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 Tentang Hak Tanggungan yang tetap berada dalam penguasaan pemberi fidusia, sebagai agunan bagi pelunasan utang tertentu, yang memberikan kedudukan yang diutamakan kepada penerima fidusia terhadap kreditor lainnya.

 

Sumber :

https://fgth.uk/