Pembacaan Al-Qur’an
By: Date: July 15, 2020 Categories: Kesehatan
Pembacaan Al-Qur’an

Pembacaan Al-Qur’an

Pembacaan Al-Qur’an

Arkoun menyadari bahwa dengan kelahiran teks Alqur’an, perubahan mendasar di kalangan umat dalam memahami wahyu telah terjadi. Raison graphique (nalar grafis) telah mendominasi cara berpikir umat sehingga logos kenabian (prophetique) didesak oleh logos pengajaran (professoral). Selain itu, kemiskinan usaha untuk memahami wahyu dari segala dimensinya juga telah terjadi. Untuk itulah tujuan qira’ah menurut Arkoun adalah untuk comprendre,  yakni mengerti komunikasi kenabian yang hendak disampaikan lewat teks yang bersangkutan dengan cara mengoptimalkan setiap kemungkinan untuk mereproduksi makna.[10] Arkoun melihat, paling tidak ada tiga macam cara pembacaan Alqur’an:

  1. Secara liturgis, yaitu memperlakukan teks secara ritual yang dilakukan saat shalat, doa-doa tertentu dan ibadah yang lain yang bertujuan untuk “mereaktualisasikan saat awal ketika Nabi mengujarkannya untuk pertama kali” agar didapatkan kembali kondisi seperti “ujaran I”. Dengan cara ini, manusia melakukan komunikasi rohani secara horisontal maupun vertikal dan sekaligus melakukan pembatinan kandungan wahyu.
  2. Secara eksegesis yang berfokus utama pada “ujaran 2”, yaitu ujaran yang termaktub di dalam mushaf.
  3. Dengan cara memanfaatkan temuan-temuan metodologis yang disumbangkan oleh ilmu-ilmu kemanusiaan dan ilmu bahasa.
  4. Pluralisme Agama

Mohammed Arkoun menyatakan bahwa Islam akan meraih kejayaannya jikalau umat Islam mau membuka diri terhadap pluralisme pemikiran dan Pluralisme bisa dicapai bila pemahaman agama dilandasi paham kemanusiaan, sehingga umat Islam bisa bergaul dengan siapa pun. Arkoun mengungkapkan, humanisme Timur Tengah muncul pada abad ke-10 di Irak dan Iran yang didasarkan pada pendekatan humanis terhadap manusia. Para ahli teologi, hukum, ilmuwan, dan ahli-ahli filsafat berkumpul dalam satu Majelis dengan saling berhadapan muka untuk berbicara dan bertukar pikiran. Namun, memasuki abad ke-13, umat Islam mulai melupakan filsafat maupun debat teologi.’

 

Sumber :

https://merpati.co.id/produk-warna-cat-rambut/