Pemaknaan tingakat pertama (heuristik)
By: Date: July 19, 2020 Categories: Kesehatan

Pemaknaan tingakat pertama (heuristik)

Maut=suatu peristiwa kematian

Selain=

Pada=kata depan untuk menunjukan tempat atau posisi

Kepada=kata untuk menandai tujuan orang

Siapa=kata Tanya

Lagi=sedang /masih

Yang=kata penghubung

Kau=engkau/kamu

Minta=mohoin/berharap dengan sangat

Mati=hilang nyawanya/berakhir hidupnya

Bersama=berbareng,serentak,sekalian semua.

Mu=kamu

Sudah=selesai

usangkah=

cinta=perasaan sayang sekali

bagimu=pecah,pangkal cerai

?=menunjukan pertanyaan

Begitu=seperti itu

Akhir=belakang

Perbincangan=bercerita

Mereka=orang ketiga jamak

Malam=waktu antara matahari terbenam matahari terbit yang di tandai juga suasana gelap

Berkabut=berawan

Dalam=jauh masuk kebawah

Cahaya=sinar

Kendaraan=sesuatu yang dapat dikendarai /di tumpangi

Hanya=Cuma

Sesekali=sekali-sekali

Melintar=lewat

Dan=

Tangan=anggota badan/perjanjian/kesepakatan

Kian=cerita tentang kejadian dalam kehidupan,riwayat

Erat=kuat

Menunggu=menanti

Maut=mati,kematian

Terjaga=terbangun

Angin =udara yang bertiup

Berhembus =

Tak =tidak

 Ada =hadir

  Kata =bicara  ,ujaran

 Dari =kata depan yang menyyatakan tempat permulaan

Bibir = tepimulut

Kecuali =tidak termaksud

Nafas=

Satu-satu=

Kian =

Memburu = mengejar agar dapat dicapai

Seperti =sama

Kaki –kaki

Kuda =binatang

Tercapu =terpusat tertuju

Ingin =mau

Segera =cepat-cepat

Terpadu =menjadi satubenar

Dengan =bersama-sama

Syahdu =

Saling =kata untuk menerangkan perbuatan yang berbalas-balasan

Mantap =melihat memperlihatkan

Terkedap =tergenggam

Jantung =bagiandari organ tubuh yang menjadi pusat peredaraan darah

Sebisu  =berdiam diri tidak bias bicara

Kelam =seram ,kkurangterang

Pemaknaan Tingkat Kedua (Hermneutik)

          Sebelum menganalisis secara hermeneutik puisi “PERCAKAPAN MAUT”ini saya akan menyebutkan tanda dalam puisi ini karena dalam menganalisis puisi dengan mnggunakan pendekatan semiotik secara tidak langsung kita akan berbicara dengan tanda dalam sebuah puisi.Dalam pendkatan semiotik terdapat tiga tanda yoitu simbol (kesamaan),ikon (hubungan yang bersifat alami) dan indeks (hubungan sebab-akibat).

Pada puisi “percakapan maut”karya irianto ibrahim dalam bukunya yang berjudul Buton,Ibu dan sekantong luka.kata atau kalimat yang termasuk dalam tanda simbol (kesamaan) terdapat pada bait kedua baris ketiga yaitu kata “kendaraan”dan “kuda”yang merupakan ssuatu yang bisa di kendarai.kata “sesekali”dan “satu-satu”yang merupakan jumlah.

          Kata atau kalimat yang termasuk indeks yaitu terdapat pada bait ketiga,baris pertama “angin yang berhembus”kalimat ini merupakan hubungan sebab –akibat karena angin itu pasti berhembus.dan bait ketiga,baris kedua yaitu “kata-kata dari bibir”dikatakan sebagai indeks karena pada hakikatnya kata itu di ucapkan melalui bibir atau mulut.srta pada bait ke empat,baris terakhir “Seribu malam yang kelam” karna malam itu pasti bisu atau sunyi dan juga kelam atau kurang terang.

          Perangkat dari menganalisis judul puisi “percakapan maut” ini kita semua tahu bahwa kata “percakapan” yaitu diskusi dan kata “maut” yaitu tanda kematian.

Sumber :

https://rajasatour.id/apple-rilis-ios-11-1-hadirkan-beta-tes-ios-11-2/