Jenis-Jenis Metode Ekstraksi
By: Date: July 22, 2020 Categories: Umum
Jenis-Jenis Metode Ekstraksi

Jenis-Jenis Metode Ekstraksi

Jenis metode ekstraksi yang dikembangkan untuk melakukan penelitian dewasa ini telah banyak diperkenalkan di kalangan masyarakat khususnya pada dunia pendidikan. Metode ekstraksi adalah salah satu metode yang dilakukan untuk pengujian pada kayu khususnya di bidang kehutanan dengan lebih spesifik untuk melihat rendemen suatu bahan.

Ekstraksi merupakan suatu cara untuk mendapatkan minyak atau lemak dari bahan yang diduga mengandung minyak atau lemak (Baharudin & Taksirawati, 2009). Selanjutnya Mukhriani (2014) berpendapat bahwa ekstraksi adalah proses pemisahan suatu bahan dari campurannya menggunakan pelarut yang sesuai dengan bahan. Pendapat ini searah dengan Supomo et al. (2019) yang mengatakan bahwa proses penarikan kandungan kimia yang terdapat di dalam suatu bahan yang dapat larut sehingga terpisah dari bahan yang tidak dapat larut dengan menggunakan pelarut. Pengertian lainnya menyebutkan ekstraksi adalah isolasi senyawa metabolit sekunder dari suatu tanaman (Febrina et al. 2015).

Adapun metode ekstraksi yang sering digunakan di dunia pendidikan adalah sebagai berikut.

1. Metode Destilasi Uap
Metode destilasi uap merupakan metode ekstraksi senyawa organik yang memiliki daya tahan pada suhu yang lebih tinggi. Umumnya, metode ini digunakan untuk mengetahui kandungan minyak atsiri dalam suatu bahan.
2. Metode Infundasi
Metode infundasi merupakan salah satu jens metode ekstraksi dengan mencari simplisia yang terdapat di dalam air dengan suhu 90oC dengan ukuran waktu selama 15 menit. Infundasi ini pada umumnya dilakukan untuk memperoleh suatu zat kandungan yang aktif yang telah larut di dalam air yang berasal dari bahan-bahan nabati. Ekstrak cair yang diperoleh dari metode ekstrak ini selanjutnya diuapkan di atas penangas air sampai ekstrak cair tersebut mengental (Wijaya at al., 2018). Ansel (2005) menambahkan ekstrak yang diperoleh dari hasil metode infundasi memiliki ketidakstabilan sehingga mudah tercemar oleh kuman. Oleh karena itu, penyimpanan ekstrak yang diperoleh dari metode infundasi ini tidak lebih dari satu hari satu malam.
Menurut Ansel (2005), metode infundasi memiliki kelemahan dan kelebihan. Adapun kelemahan tersebut yaitu:
  • Sebagian zat mengendap apabila sudah dingin
  • Zat atsiri menghilang
  • Tidak cocok untuk mengekstrak senyawa yang tidak tahan panas
Senyawa yang memiliki kandungan zat albumin menyulitkan penarikan zat bermanfaat. Sedangkan kelebihan dari metode ini adalah biaya operasional yang digunakan cukup rendah karena alat yang dipakai sederhana.