Metode Maserasi
By: Date: July 22, 2020 Categories: Umum
Metode Maserasi

Metode MaserasiMetode Maserasi

Metode maserasi merupakan metode ekstraksi dengan merendam sampel menggunakan pelarut organik pada suhu ruangan (Darwis, 200). Metode ini biasanya digunakan pada bahan yang mengandung zat aktif mudah larut ketika diekstrak dan tidak mengandung benzoin. Waktu yang digunakan dalam metode ini sangat signifikan dengan kualitas ekstrak. Setyaningsih et al. (2006) menjelaskan bahwa waktu yang efisien menggunakan metode ini adalah 4-10 hari. Selanjutnya, metode maserasi akan lebih efektif jika melakukan pengadukan secara konsisten karena keadaan yang tenang akan menyebabkan perpindahan bahan aktif turun (Voight, 1995). Keuntungan dengan menggunakan metode ini adalah mudah menemukan peralatan yang dibutuhkan serta pengerjaan yang tidak sulit (Hargono, et al., 1986).

4. Metode Perkolasi

Metode perkolasi merupakan metode ektraksi dengan melewatkan pelarut organik pada sampel sehingga senyawa organik terbawa oleh pelarut (Darwis, 2000). Umumnya, sampel yang digunakan dalam metode ini dibasahi di dalam sebuah wadah silinder. Pelarutnya diletakkan di atas sampel sehingga dapat bercucuran secara perlahan. Kelebihan metode perkolasi ini yaitu sampel selalu teraliri dengan pelarut yang baru. Sedangkan kelemahannya yaitu pelarut akan sulit menjangkau seluruh sampel apabila tidak homogen (Mukhriani, 2014).
5. Metode Pelarut Panas Bertekanan (Pressurized Hot Solvent)
Metode pelarut panas bertekanan merupakan metode ekstraksi degan menggunakan pelarut tunggal maupun campuran pelarut yang memiliki perbedaan polaritas dengan tekanan tinggi untuk menjaga pelarut tetap cair dengan suhu yang digunakan maksimum 200oC dan minimum setara dengan suhu kamar (Ritcher et al., 1996). Kelebihan dari metode ini adalah pelarut yang digunakan lebih hemat dan waktu lebih cepat dari pada metode maserasi. Sedangkan kelemahannya yaitu senyawa dapat terdegradasi akibat suhu yang terlalu tinggi (Ramoko et al.).
6. Metode Pengendapan oleh Pelarut
Metode pengendapan oleh pelarut merupakan metode ekstraksi dengan memanfaatkan heksan. Ekstrak yang dihasilkan dari metode ini dipanaskan dalam oven 50oC dengan waktu 30 menit. Kelemahan dari metode ini adalah seluruh senyawa tidak dapat terpisahkan.
7. Metode Pengepresan Mekanis
Metode pengepresan mekanis merupakan metode ektraksi minyak atau lemak berbahan dasar biji tumbuhan. Pengepresan dilakukan dengan dua cara yakni pengepresan hidrolik dan pengepresan ulir (Baharudin & Taksirawati, 2009).
8. Metode Rendering
Metode rendering merupakan metode ekstraksi dengan memanfaatkan panas untuk mengumpulkan protein dari dinding sel sampel serta memecahkan dinding sel tersebut sehingga minyak atau yang terkandung di dalam sampel mudah keluar (Baharudin & Taksirawati, 2009).