Taman Nasional Sebangau Dengan Berbagai Manfaat
By: Date: July 22, 2020 Categories: Umum
Taman Nasional Sebangau Dengan Berbagai Manfaat

Taman Nasional Sebangau Dengan Berbagai Manfaat

Taman Nasional pada umumnya dikelola dengan tujuan memperoleh manfaat langsung (tangible benefit) maupun manfaat tidak langsung (intangible benefit). Tujuan ini dapat dicapai dengan memaksimalkan nilai total ekonomi dari kawasan konservasi, bukan hanya penerimaan finansial tetapi nilai lainnya sebagai habitat berbagai jenis makhluk hidup, penyedia tata air, penyedia karbon, pengendali erosi dan banjir, pengatur iklim, pengendali ekosistem alan dan lain sebagainya.Salah satu cara untuk melakukan valuasi ekonomi adalah dengan menghitung nilai ekonomi total. Nilai ekonomi total adalah nilai-nilai ekonomi yang terkandung dalam suatu sumberdaya alam, baik nilai guna maupun nilai fungsional yang harus diperhitungkan dalam menyusun kebijakan pengelolaannya sehingga alokasi dan alternatif penggunaannya dapat ditentukan dengan benar dan mengenai sasaran (Kementerian Kehutanan,2014).

1 Konservasi Ekosistem 

Kawasan Taman Nasional Sebangau (TNS) merupakan kawasan dengan ekosistem rawa gambut. Ekosistem gambut Sebangau memiliki kondisinya yang relatif baik daripada daerah sekitarnya dan memiliki manfaat penting sebagai gudang penyimpan karbon dan pengatur tata air di Kabupaten Katingan, Pulang Pisau dan Kota Palangkaraya. Oleh karena itu faktor penentu kualitas hidup manusia, baik di tingkat lokal, regional, nasional maupun global adalah salah satu kestabilan ekosistem. Didalamnya terdapat keanekaragaman flora fauna khas. Namun demikian hutan rawa gambut merupakan ekosistem yang rentan (fragile), dalam artian hutan ini sangat mudah rusak dan sangat sulit dikembalikan lagi ke kondisi awalnya  (Gunawan, 2014).
Menurut Pusat Penelitian Biologi LIPI (2006) megatakan bahwa ekosistem hutan rawa gambut Taman Nasional Sebangau memiliki beragam jenis flora yang unik seperti agathis (Aghatis sp), belangeran (Shorea belangeran), bintangur (Calophyllum sclerophyllum), jelutung (Dyera costulata), menjalin (Xanthophyllum sp), dan ramin (Gonystylus bancanus). Umumnya jenis-jenis tumbuhan tersebut menempati tipe ekosistem hutan primer dan sekunder. Komunitas hutan primer adalah hutan primer bekas tebangan, sehingga hutannya telah mengalami kerusakan namun sebagian hutannya masih relatif baik, dimana tegakan-tegakan jenis tumbuhan primernya masih terlihat rapat. Sedangkan komunitas hutan sekunder merupakan komunitas yang telah terdegradasi dengan kuat akibat aktivitas manusia (Gunawan, 2014)
Taman Nasional Sebangau memiliki karakter unik berupa hamparan hutan rawa gambut di sepanjang pinggiran sungai yang memiliki air sungai berwarna hitam kecoklatan. Kawasan Taman Nasional Sebangau meliputi 7 (tujuh) sub tipe hutan, yaitu: hutan riparian yang ditandai dengan tumbuhan rasau yang berada di pinggir Sungai Sebangau, hutan rawa campuran, hutan transisi, hutan tegakan rendah, hutan tegakan tinggi, hutan intrusi granit dan hutan kanopi rendah (Gunawan, 2014).