Masa Orde Baru (1966-1997)
By: Date: July 24, 2020 Categories: Pendidikan

Table of Contents

Masa Orde Baru (1966-1997)

Pada masa orde baru peralihan dari orde lama ke orde baru, ditandai dengan kondisi perekonomian yang tidak menentu, antara lain:

  1. Ketidakmampuan pemerintah untuk memenuhi kewajiban utang luar negeri ± US$2 milyar.
  2. Penerimaan devisa ekspor hanya setengah dari pengeluaran untuk impor barang dan jasa.
  3. Ketidakmampuan pemerintah mengendalikan anggaran belanja dan memungut pajak.
  4. Perecapatan laju inflasi mencapai 30-40% perbulan.
  5. Buruknya kondisi prasana perekonomian serta penurunan kapasitas produksi sektor industri dan ekspor.

Menghadapi keadaan perekonomian yang sedemikan rupa, pemerintah peralihan menetapkan beberapa langkah prioritas kebijakan ekonomi sebagai berikut:

  1. Mengurangi inflasi.
  2. Mempertahankan kecukupan stok cadangan bahan pangan (terutama beras).
  3. Merehabilitasi prsarana perekonomian.
  4. Meningkatkan ekspor.
  5. Menciptakan lapangan kerja.
  6. Mengundang kembali investor asing

Secara keseluruhan program ekonomi pemerintah orde baru dibagi menjadi dua jangka waktu yang saling berkaitan, yaitu program jangka pendek, da program jangka panjang. Program ekonomi jangka pendek meliputi :

  1. Tahap penyelamatan (Juli-Desember 1966)
  2. Tahap rehabilitasi (Januari –Juni 1967)
  3. Tahap konsolidasi (Juli-Desember 1967)
  4. Tahap stabilisasi (Januari-Juni 1968)

Program Jangka Pendek ini dilanjutkan dengan program jangka panjang, yang terdiri dari atas rangkan Rencana Pembangunan Lima

Sumber :

https://okabawes.co.id/peringatan-lalu-lintas-mahasiswi-its-juara-kompetisi-astra/