Tiba di Indonesia, Kapan Vaksin Corona Bisa Digunakan?
By: Date: July 24, 2020 Categories: Umum
Tiba di Indonesia, Kapan Vaksin Corona Bisa Digunakan

Tiba di Indonesia, Kapan Vaksin Corona Bisa Digunakan?Tiba di Indonesia, Kapan Vaksin Corona Bisa Digunakan

Ilmuwan sudah memutar otak dan mencoba banyak cara, mulai dari obat yang ada hingga terapi baru untuk mengalahkan SARS-CoV-2, atau lebih dikenal COVID-19. Namun, kemungkinan besar cara untuk mengatasi COVID-19 adalah dengan vaksin.

Pada 16 Maret 2020, vaksin pertama telah diuji di Amerika Serikat. Sebelumnya para ilmuwan melakukan telah melakukan pengujian vaksin lain dengan cukup cepat. Vaksin SARS memakan waktu 20 bulan, Ebola sekitar 7 bulan, dan virus Zika selama 6 bulan. Bagaimana SARS-CoV-2?

Calon vaksin ini mengalahkan rekor-rekor vaksin sebelumnya. Vaksin virus corona ini dibuat dalam 65 hari. Akan tetapi, perjalanan vaksin ini masih sangat panjang untuk dapat mengakhiri pandemi COVID-19.

Meski begitu, kini ada kabar baik menyoal vaksin virus corona yang menjadi pandemi dunia ini. Penangkal virus corona ini kini sudah mendarat di Indonesia.

“Iya, memang vaksin Sinovac ini sudah sampai di Indonesia sekarang dalam proses uji klinis tahap III oleh teman-teman di Biofarma,” ujar staf khusus menteri BUMN, Arya Sinulingga, Senin (20/7) dilansir dari media elekteronik.

 

Mesti Uji Klinis III

Vaksin virus corona penyebab COVID-19 yang diproduksi Sinovac Biotech Ltd, perusahaan asal Tiongkok, telah diserahkan pada PT Bio Farma untuk diuji klinis. Namun, vaksin ini belum tersedia untuk massal, sebab masih harus melewati beberapa tahapan lagi.

Menurut Direktur Utama PT Bio Farma, Honesti Basyir, vaksin Sinovac ini baru melewati uji klinis fase I dan II. Nah, untuk uji klinis tahap III akan segera dilakukan di berbagai negara dalam waktu dekat, termasuk Indonesia.

Pada Minggu (19/7), negara kita telah menerima sampel vaksin tersebut sebanyak 2.400 vaksin. Sampel inilah yang bakal digunakan untuk uji klinis tahap III pada masyarakat Indonesia. Dalam proses uji klinis ini, Bio Farma bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran Bandung, yang menyasar 1.620 relawan.

Menurut Arya Sinulingga, jenis virus SARS-CoV-2 di Indonesia berbeda dengan Tiongkok, sehingga uji klinis III perlu dilakukan di Indonesia.

“Saya dapat informasi vaksin Sinovas agak berbeda dengan yang lain, karena dia agak ‘melebar’ bisa untuk beberapa jenis virus Corona yang berkembang. Jadi dicoba di Cina juga. Saat ini kita proses juga coba itu,” terang dia.

Lantas, kapan vaksin virus corona bisa digunakan secara massal di Indonesia? Bio Farma juga akan berkoordinasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Andaikan BPOM memberikan lampu hijau, vaksin penangkal virus corona ini dapat digunakan untuk keadaan darurat mulai kuartal pertama 2021. Sementara itu, Bio Farma sebagai perusahaan pelat merah akan memproduksi vaksin tersebut bila hasilnya baik.

Banyak Lika-Likunya, dan Mungkin Gagal

Tersedianya vaksin corona untuk massal tentu jadi harapan jutaan, bahkan miliaran orang di dunia. Namun, sebenarnya perjalanan vaksin dari awal sampai akhir, tak sesimpel yang awam bayangkan.

Menurut Anthony Fauci, Direktur NIH’s – National Institute of Allergy and Infectious Diseases, perjalanan vaksin virus corona masih panjang. Semua vaksin potensial harus melalui jalan yang sulit, jalan panjang dan berkelok, yang penuh tantangan dan cobaan. Bahkan, meski bila tes keamanan di awal berjalan dengan baik.

Setidaknya masih membutuhkan waktu satu, hingga satu setengah tahun ke depan agar vaksin ini bisa tersedia untuk umum. Ingat, waktu ini sudah terbilang super cepat untuk membuat sebuah vaksin.

Ambil contoh di Amerika Serikat (AS), biasanya sebuah calon vaksin butuh waktu satu dekade untuk membuatnya dari awal sampai akhir. Kabarnya, sekitar 90 persen gagal menyelesaikan “misi” tersebut.

Pada 11 Februari 2020, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, vaksin virus corona jenis COVID-19 akan siap dalam 18 bulan ke depan. WHO bersama berbagai negara melakukan berbagai upaya dengan menggunakan perangkat dan sumber daya yang tersedia, untuk melawan virus mematikan ini.

Menurut WHO, proses pencarian vaksin untuk virus baru biasanya memakan waktu beberapa tahun. Masalahnya, hal itu pula terkadang berujung pada kegagalan. Namun, dengan perkembangan teknologi saat ini, vaksin virus corona bisa lebih cepat ditemukan, sekitar 18 bulan ke depan.

Mengembangkan vaksin tidaklah mudah. Ada banyak tahapan dalam prosesnya yang umumnya tidak diketahui para awam. Mulai dari memahami karakteristik dan perilaku virus, menilai keamanannya bagi tubuh, uji hewan preklinis, hingga pengujian praklinis.

Di samping itu, tak ada satupun institusi yang punya kapasitas atau fasilitas untuk mengembangkan vaksin secara mandiri. Nah, atas dasarnya inilah negara-negara di dunia bekerja sama untuk menemukan vaksin COVID-19.

 

 

Sumber: https://montir.co.id/jorjoran-saat-peluncuran-vivo-optimistis-kuasai-pasar/