Mengenal Tugas Utama Akuntansi Sektor Publik
By: Date: September 3, 2020 Categories: Pendidikan,Umum Tags:

Akuntansi sektor publik atau ciri khas akuntansi pemerintah adalah proses mengidentifikasi, mengukur, dan melaporkan transaksi ekonomi dalam organisasi pemerintah yang melakukan aktivitas berdasarkan rencana yang telah ditentukan sebelumnya. Organisasi sektor kemasyarakatan yang berada di bawah pemerintahan tidak perlu mencari keuntungan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengabdian masyarakat di bidang kesehatan, pendidikan, keamanan, dan sebagainya. Semua transaksi keuangan tercermin dalam bukti transaksi pada entitas yang menjalani proses penginputan data keuangan menjadi keluaran dalam bentuk laporan keuangan. Entitas dalam organisasi seperti perusahaan, instansi pemerintah (pusat dan daerah), dan lain-lain.

Manfaat akuntansi sektor publik menghasilkan informasi keuangan bagi pengguna eksternal pemerintah. Pengguna eksternal menurut Halim dan Kusufi (2012) adalah DPR / DPRD, BPK, Investor, kreditor, donor, analis ekonomi dan akademik, masyarakat, LSM, pusat pemerintahan (pemerintah daerah), dan pemerintah daerah lainnya. Pelaporan keuangan melalui proses yang cukup panjang untuk proses akuntansi mulai dari pemberian input yang baik dan akurat, proses pencatatan hingga pelaporan yang akurat agar dapat dipertanggungjawabkan. Akuntansi sektor publik harus mematuhi sistem dan prosedur di bidang akuntansi yang disebut akuntansi sebagai sistem informasi atau fungsi dari sistem informasi akuntansi untuk mencapai tujuan akuntansi sektor publik. Karakteristik akuntansi keuangan daerah merupakan bagian dari karakteristik akuntansi pemerintahan yang didasarkan pada sifat akuntansi sektor publik.

Tugas akuntansi sektor komunitas dalam ruang lingkup akuntansi sektor komunitas adalah sebagai berikut.

1. Jenis akuntansi ini memberikan informasi tentang efisiensi, efektivitas, dan keekonomian yang efektif bagi pengelola pengelola.

2. Jenis akuntansi mencatat transaksi keuangan, pelaporan kepada publik atas hasil operasi dan penggunaan dana publik untuk tujuan akuntabilitas. Akuntabilitas publik terdiri dari dua jenis, yaitu akuntabilitas vertikal (akuntabilitas vertikal) dan akuntabilitas horizontal (akuntabilitas horizontal) dengan penjelasan sebagai berikut.

Sebuah. Akuntabilitas Vertikal (Akuntabilitas Vertikal)

Akuntabilitas vertikal merupakan bentuk pertanggungjawaban kepada pihak yang lebih tinggi dalam hal pengelolaan dana. Misalnya tanggung jawab unit pengelola kantor kepada aparatur pemerintah dan pemerintah daerah kepada pemerintah pusat.

Akuntabilitas Horizontal (Akuntabilitas Horizontal)

Akuntabilitas horizontal merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat luas dalam hal pengelolaan dana.

3. Akuntan sektor publik merupakan tugas pokok, yaitu menyusun laporan keuangan sebagai bentuk pelaksanaan akuntansi masyarakat dapat memahami dan memantau kegiatan pemerintah yang menggunakan dana masyarakat berupa pajak, retribusi, dan lain sebagainya.

4. Dari sisi internal organisasi, laporan keuangan yang disajikan oleh akuntan sektor publik dapat menjadi alat operasi dan evaluasi kinerja manajemen organisasi.

5. Dari luar organisasi, pelaporan keuangan sektor publik adalah tanggung jawab publik dan pengambilan keputusan yang jelas.

6. Akuntansi sektor komunitas menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan untuk mendanai dengan baik, efisien, dan ekonomis dalam satu operasi dan alokasi sumber daya yang dipercayakan komunitas kepada organisasi pemerintah.

Akuntansi sektor publik terkait dengan penerapan praktik akuntansi dalam domain publik. Domain publik memiliki cakupan akuntansi yang lebih luas dan kompleks daripada sektor swasta. Luasnya masyarakat tidak hanya terdiri dari berbagai jenis dan bentuk organisasi di dalamnya, tetapi juga kompleksitas lingkungan yang mempengaruhi kelembagaan masyarakat. Organisasi sektor publik di Indonesia yang menggunakan dana masyarakat antara lain organisasi pemerintah pusat, organisasi pemerintah daerah, organisasi politik, LSM, organisasi yayasan, organisasi pendidikan dan kesehatan seperti puskesmas, rumah sakit, dan sekolah, serta organisasi yang mencakup tempat ibadah seperti masjid, gereja, biara. , Kuil.

Sumber: www.blog.malavida.co.id