arsitektur yang dikembangkan Dinasti Usmani
By: Date: September 6, 2020 Categories: Umum

Corak seni arsitektur kerajaan usmani

a. Arsitektur masjid

Corak seni arsitektur masjid pada masa pemeritahan Dinasti Usmaniah mengambil tiga bentuk, yaitu tipe masjid lapangan, masjid madrasah, dan masjid kubah. Masjid Sulaiman di Istambul umpamanya menampilkan corak arsitektur yang secara simbolis mempertautkan antara kemegahan masjid sebagai lambang kebesaran sultan dan keagungan masjid sebagai sarana keagamaan. Corak ini dapat dilihat dari bentuk menara yang langsing dan tinggi, seolah-olah muncul dari lengkung kubah dan melesat lepas ke ketinggian. Pada masjid juga dibangun kolam hias yang sangat indah. Didalam masjid terdapat empat ruang yaitu mihrab, mimbar, ‘iwan, dan shahn. Di samping mengambil bentuk kaligrafi, corak arsitektur interior masjid mengambil bentuk relief-relief yang berasal dari berbagai kebudayaan lokal.
Pada umumnya, arsitektur yang dikembangkan Dinasti Usmani dipadu dengan corak interior melalui paduan warna yang harmonis dan tulisan kaligrafi. Arsitek yang terkenal dalam bidang ini adalah Musa ‘Azami. Ia telah menghias interior Masjid Sulaiman, Masjid Abu Ayyub al-Anshari, Masjid Muhammad al-Fatih dan mengubah hiasan kristiani di Masjid Aya Sophia dengan keindahan seni kaligrafi.
b. Arsitektur Istana
Bentuk arsitektur istana era ini menampilkan bentuk yang memiliki ciri arsitektur tersendiri. Corak hias istana didasarkan pada pola ornamen arabesk dengan hiasan geometris marmer yang berwarna. Dalam istana terdapat hiasan yang berupa lukisan-lukisan yang menggambarkan mahluk hidup, bahkan terkadang dilukis dalam bentuk relief. Pelukis Muslim yang terkenal pada masa pemerintahan Dinasti Usmani adalah Taifik Pasha dan Ibrahim Pasha. Mereka berdua mampu memadukan seni lukis Barat dengan seni lukis Islam. Melalui harmonisasi ini, mereka akhirnya mampu menampilkan corak seni lukis yang lebih kreatif dan memiliki nilai seni yang tinggi.
c. Arsitektur pemandian umum
Bangunan tempat pemandian umum dirancang dengan pola arsitektur khusus. Bangunannya persegi panjang yang beratap rata dibagian depannya dan beratap kubah dibagian sumber airnya. Selain itu, tempat pemandian ini dilengkapi dengan berbagai relief tumbuhan dan binatang. Corak pemandian umum yang demikian diilhami oleh bentuk arsitektur pemandian kekaisaran Romawi
d. Arsitektur rumah sakit dan sekolah
Corak arsitektur sekolah dan rumah sakit dibentuk dengan warna yang khusus. Coraknya dibentuk sesuai dengan “bayangan” masjid. Setiap pintu dibentuk melengkung seperti kubah. Bentuk bangunan ini memberikan corak arsitektur dikedua lembaga ini lebih bernuansa Islami.


Sumber: https://ngegas.com/