Sultan sebagai penguasa tertinggi dibantu oleh Shadr al-A’zham (perdana menteri)
By: Date: September 6, 2020 Categories: Umum

Pengatuan administrasi pemerintahan Dinasti Turki

Kesuksesan di bidang militer dan ekspansi Dinasti Turki Usmani didukung dengan terciptanya jaringan pemerintahan yang teratur. Dalam mengelola pemerintahan yang luas, para Sultan Dinasti Turki Usmani senantiasa bertindak tegas. Dalam struktur pemerintahan, Sultan sebagai penguasa tertinggi dibantu oleh Shadr al-A’zham (perdana menteri). Jabatan perdana menteri ini mulai diadakan pada masa pemerintahan Sultan Orkhan. Perdana mentri ini yang membawahi Pasya (gubernur). Gubernur mengepalai daerah tingkat I, di bawahnya terdapat beberapa orang az-Zanaziq atau al-Alawiyah (bupati).
Untuk memegang jabatan penting dalam imperium Usmani yang begitu luas, tidak dibedakannya antara orang Turki dan non Turki bahkan non Muslim, hanya diisyaratkan lebih dahulu secara formalitas harus masuk Islam sebelum dibenahi jabatan penting. Hal itu dapat dibuktikan bahwa selama masa kejayaan imperium Usmani terdapat empat puluh tujuh orang perdana menteri sekali berganti. Diantara mereka itu hanya ada lima orang saja berkebangsaan Turki.
Dalam mengatur pemerintahan, di masa Sultan Sulaiman I disusun sebuah kitab undang-undang yang diberi nama Multaqa al-Abhur, yang menjadi pegangan hukum bagi Dinasti Turki Usmani. Karena jasa Sultan Sulaiman I yang amat berharga ini, di ujung namanya ditambah gelar al-Qonuni

3. Bidang Sastra dan Budaya

Dinasti Turki Usmani, telah membawa peradaban Islam menjadi peradaban yang cukup maju pada zaman kemajuannya. Dalam bidang sastra dan budaya Dinasti Usmani banyak muncul tokoh-tokoh penting antara lain abad ke 16-17, muncul penyair yang terkenal, yaitu Nafi’ (1582-1636 M.). Nafi’ bekerja untuk Murad Pasya dengan menghasilkan karya-karya sastra Kaside yang mendapat tempat di hati para Sultan.
Ada juga penulis yang membawa pengaruh Persi ke dalam Istana Usmani, yaitu Yusuf Nabi (1642-1742 M.), ia muncul sebagai juru tulis bagi Musahif Mustafa, salah seorang menteri Persia dan ilmu-ilmu agama. Yusuf Nabi menunjukkan pengetahuannya yang luar biasa dalam puisinya. Menyentuh hampir semua persoalan—agama, filsafat, roman, cinta, anggur, dan mistisme—ia juga membahas biografi, sejarah, bentuk prosa, geografi, dan rekaman perjalanan.
Dalam bidang sastra prosa Dinasti Usmani melahirkan dua tokoh terkemuka, yaitu Katip Celebi dan Evliya Celebi. Yang terbesar dari semua penulis adalah Mustafa bin Abdullah, yang dikenal dengan Katip Celebi atau Haji Halife (1609-1657 M.). Ia menulis buku bergambar dalam karya terbesarnya Kasyf az-Zunun fi Asmai al-Kutub wa al-Funun, sebuah presentasi biografi penulis-penulis penting di dunia timur bersama daftar dan deskripsi lebih dari 1.500 buku berbahasa Turki, Persia, dan Arab, ia pun menulis buku-buku yang lain.
4. Bidang Keagamaan dan Sosial

Recent Posts