4 Cara Cerdas Berinternet Ala Bu Tejo CS

Tidak ada hujan, tidak ada angin, film “Tilik”, yang dirilis tahun 2018, mengoyak bumi dari Indonesia. Sejauh ini, film pendek yang berlatar belakang Yogyakarta ini telah mencapai lebih dari 10 juta penonton di YouTube. Usul Bu Tejo usai pidatonya mendadak viral karena begitu lekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia.

4-Cara-Cerdas-Berinternet-Ala-Bu-Tejo-CS

Apalagi berkaitan dengan kegemaran masyarakat Indonesia untuk ikut campur

dalam urusan orang lain. Sementara obrolan Bu Tejo membuat mahkota kita mendidih sejak awal, film pendek ini memiliki plot twist di akhir cerita. Berkat film ini, penonton merasa dikejutkan dengan fakta-fakta yang disajikan di akhir film.

Menelusuri kalibrasi, film ini juga mencoba menjawab persoalan kurang memadainya kritik di kalangan pengguna internet di Indonesia. Kita bisa belajar dari konten yang diberikan Bu Tejo dan kawan-kawan agar kita bisa menggunakan internet dengan bijak. Pelajaran apa yang bisa kita petik dari pemaparan Bu Tejo dalam film “Tilik”? Kami juga telah mengumpulkan 4 cara cerdas untuk menggunakan Internet dengan gaya Bu Tejo CS.
1. Bukan hanya gaya hidup, manfaatkan ponsel Anda sebaik mungkin, termasuk mencari informasi

Bu Tejo, “Makanya ponsel bukan hanya untuk Mejeng

, tapi juga untuk mencari informasi, lho.”

Ingat bagaimana Bu Tejo menyalahkan Yu Ning karena melewatkan gosip terbaru tentang Dian? Dialog Bu Tejo menyinggung betapa banyak pengguna ponsel di Indonesia yang kurang memanfaatkan teknologi. Alih-alih mencari informasi, kita membeli ponsel hanya untuk meningkatkan gengsi dan memuaskan gaya hidup kita.

READ  Video Bokeh Museum

Bu Tejo juga mengajari teman-temannya tentang pentingnya mencari informasi. Padahal dalam hal ini Bu Tejo sedang mencari informasi untuk membicarakan Dian. Tapi kata-kata Bu Tejo juga ada benarnya lho. Siapapun yang selalu ingin up to date harus aktif diinformasikan. Karena pada dasarnya Kepo merupakan sarana penting bagi masyarakat Indonesia untuk mencari informasi.

2. Internet selalu benar? Tidak juga

Yu Tri, “Itu namanya internet, dibuat oleh orang-orang pintar, tidak mungkin salah”.

Jika orang bodoh, lalu bagaimana mungkin membuat internet? Pernyataan ini tidak seratus persen salah atau seratus persen benar. Internet tercipta berkat kecerdasan manusia. Namun, dengan akses yang mudah, internet seringkali disalahgunakan untuk hal-hal negatif.

Yu Ning juga memberikan contoh penipuan jamu di Internet. Ini adalah bukti nyata bahwa informasi di internet tidak semuanya benar. Dalam hal ini, Yu Ning bahkan lebih berhati-hati dalam menerima informasi. Kita juga diajak untuk tidak terlalu percaya dengan informasi di Internet.

3. Jangan terlalu cepat percaya komentar di media sosial

Mbak Tejo, “Facebook penuh banget, cek aja komentarnya”.

Selain offline, masyarakat juga bisa memanfaatkan media sosial untuk mengadakan ibadah gereja secara online. Media sosial seperti WhatsApp dan Facebook bisa menjadi media yang mudah untuk bergosip. Kita juga diajak untuk lebih kritis terhadap penyertaan informasi di media sosial. Selain itu, kita perlu kritis terhadap komentar di Facebook yang tidak jelas sumbernya.

Yu Ning: “Tapi informasi Bu Tejo tidak jelas? Itu hanya dari percakapan di Facebook dan internet. ”

 

4. Kebenaran informasi di Internet harus diperiksa berlapis-lapis

Yu Ning : “Tapi semua ini belum tentu benar lho Bu Tejo, berita internet harus dicek dulu, jangan ditelan mentah-mentah.”

READ  Video Bokeh Museum

Mencari informasi di internet juga harus ditimbang dengan proses verifikasi yang berlapis, lho. Sambil menikmati truk yang melaju, Bu Tejo membongkar barang bukti demi barang bukti yang ditemukannya terkait tindak pidana Dian. Mendengar bukti dari Bu Tejo, penonton mau tidak mau hampir membuat mereka percaya atau bahkan emosi, he-he? Namun di sisi lain, Yu Ning mencoba memverifikasi semua bukti yang diajukan oleh Bu Tejo.

Selama ini, kita dibanjiri ribuan pesan dengan berbagai judul yang mudah ditemukan di internet. Ada beberapa informasi yang terasa sangat bisa dipercaya karena dilengkapi dengan foto dan video yang mendukung.

Bu Tejo, “Informasi dari internet itu spesifik, ada foto, ada gambar”.

Kita juga harus kritis saat meninjau isi data. Apakah konten informasi di Internet itu benar atau hanya lelucon? Meski dilengkapi dengan foto dan video, belum tentu ri

LIHAT JUGA :

https://liga-indonesia.id/nomor-bot-stiker-wa/
https://jurubicara.id/alat-mitra-higgs-domino/
https://jurubicara.id/vive-le-football-apk/
https://jurubicara.id/mutualan-telegram/
https://jurubicara.id/dls-2021-mod-apk/
https://jurubicara.id/whatsapp-aero/
https://www.chip.co.id/alat-mitra-higgs-domino/
https://www.chip.co.id/lightroom-mod-apk/
https://www.chip.co.id/codashop-pro-apk/
https://www.chip.co.id/among-us-mod-apk/
https://www.chip.co.id/pubg-mobile-mod-apk/
https://www.chip.co.id/whatsapp-aero/
https://www.chip.co.id/ssstiktok/
https://psyline.id/ff-max-apk/
https://psyline.id/aplikasi-penghasil-saldo-dana/
https://www.i4startup.id/setvsel-apk/
https://t.me/belajarngeblogbareng/45
https://kricom.id/alat-mitra-higgs-domino/
https://kricom.id/ff-max-apk/
https://jurubicara.id/instander-apk/