8.396 siswa PAUD-SMA menjadi yatim piatu karena orang tuanya tertular Covid

Pandemi Covid-19 telah merenggut banyak nyawa. Sekarang banyak anak yang kehilangan orang tuanya karena meninggal karena Covid.

Oleh karena itu, pemerintah berjanji akan memberikan perhatian dan pelayanan pendidikan secara penuh kepada siswa atau anak di tingkat Pendidikan Anak Usia Dini dan Sekolah Dasar dan Menengah (PAUD Dikdasmen).

8.396-siswa-PAUD-SMA-menjadi-yatim-piatu-karena-orang-tuanya-tertular-Covid

Tentunya mereka yang orang tua atau walinya telah meninggal dunia akibat pandemi Covid-19

untuk memenuhi hak anak untuk belajar agar tidak putus sekolah atau sekolah.

Baca juga: Pasca Covid, Terjadi Fenomena Pikun dan Perilaku Aneh Menurut Penjelasan Dokter RSUI

Menurut pusat analisis data Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, ditemukan pada 25 Agustus 2021 sekitar 8.396 anak menjadi yatim piatu akibat Covid-19.
Ribuan anak kehilangan orang tua mereka karena Covid

Sementara itu, Kementerian Sosial telah melakukan pendataan anak yatim akibat Covid-19

“by name by address” melalui Dirjen Rehabsos. Saat ini tercatat 8.274 anak atau siswa. Data tersebut masih fluktuatif dan terus bertambah.

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Mutu Remaja Putri Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Femmy Eka Kartika Putri mengatakan, saat ini pemerintah sedang mengerjakan pendataan anak yatim piatu akibat Covid-19.

Dapatkan informasi, inspirasi, dan wawasan di email Anda.
email pendaftaran

READ  Definisi e-book: definisi, jenis, sumber, kekuatan

Dikatakannya, kementerian dan lembaga terkait juga telah menindaklanjuti

masalah pendataan. Misalnya, kementerian PPPA telah berkoordinasi dengan kantor PPPA di seluruh provinsi untuk pendataan anak yatim.

Sementara itu, Kementerian Sosial juga telah meminta pemerintah provinsi untuk mendaftarkan anak yatim secara bertahap, mulai dari tingkat bawah di Kelurahan atau desa hingga kabupaten dan kota.

Baca juga: Sri Sultan: Angka Covid-19 Fluktuatif, Tatap Muka Terus Tarik

Pendataan ini membutuhkan sinergi dan koordinasi yang berkesinambungan antar kementerian dan lembaga. Menurutnya, hal ini agar tidak terjadi tumpang tindih data.

Selain itu, diperlukan sinkronisasi dengan data Disdukcapil Kemendagri agar data anak juga berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) untuk mendapat perhatian khusus dan sistem kesejahteraan pemerintah.

“Saat ini perhatian Presiden dan masyarakat diarahkan kepada anak-anak yang orang tuanya meninggal karena Covid dan sangat membutuhkan bantuan negara dan pemerintah,” ujarnya dari ruang staf PAUD Kemendikbud. , Jumat (9/3/2021).

“Setelah kami mengumpulkan data berbasis NIK, kami hanya dapat menawarkan layanan bantuan untuk anak-anak,” katanya.

Diharapkan setiap kementerian dan lembaga terkait dapat mengintegrasikan data tersebut dan dapat segera diselesaikan.

Intervensi untuk anak dapat segera dilakukan. Tidak hanya bantuan dalam bentuk logistik, tetapi yang dibutuhkan anak adalah perlindungan dan pemenuhan hak-haknya.

Secara terpisah, Menteri Pemajuan Perlindungan Perempuan dan Anak Bintang Puspayoga mengunjungi kawasan Cakung di Jakarta Timur.
Membesarkan anak harus terpenuhi

Menteri Bintang mengunjungi tiga anak yang kehilangan orang tuanya karena Covid-19 dan diasuh oleh kakaknya.

Ia menegaskan, kehadiran Kementerian PPPA bersama forum Zakat untuk memastikan pendidikan anak dapat terpenuhi.

Kementerian PPPA juga akan berkoordinasi dan berkomunikasi secara intensif dengan kementerian/lembaga yang bertanggung jawab serta Kantor Pemajuan Perlindungan Perempuan dan Anak dalam rangka menjamin pendidikan dan kelangsungan hidup anak.

READ  Ini Dia Perbedaan Antara "Stomach vs Belly vs Tummy"

Baca juga: Dokter RSA UGM: Apa Itu Long Covid? Yuk kenali gejalanya

“Kehadiran kami di sini adalah untuk memastikan bahwa anak-anak yang kehilangan orang tuanya mendapat dukungan psikologis untuk menjadi lebih kuat dan memastikan bahwa hak pendidikan dan kebutuhan dasar mereka terpenuhi,” katanya.

Menurutnya, anak-anak tersebut memiliki karakteristik dan kondisi yang berbeda-beda, sehingga perlu dilakukan penanganan berkelanjutan terhadap anak-anak yang kehilangan orang tuanya akibat terpapar Covid-19.

 

LIHAT JUGA :

greenlifestyle.or.id
kopertis2.or.id
rsddrsoebandi.id
ktb-mitsubishimotors.co.id
topijelajah.com
mesinmilenial.com