Pengaruh Pengumuman Dividen Terhadap Perubahan Harga Saham

Pengaruh Pengumuman Dividen Terhadap Perubahan Harga Saham

Pengaruh Pengumuman Dividen Terhadap Perubahan Harga Saham

Pengaruh Pengumuman Dividen Terhadap Perubahan Harga Saham

ABSTRACT
This research is aimed to examine the influence of ex-dividend date on stock price movements in the Jakarta Stock Exchange. A 30-days of observation, divided into a 15-days period before and a 15-days period after the ex-dividend date, is analized by using an event study method applying the Paired Sample T-test.The result shows that the average price of stocks before the ex-dividend date are significantly different with those after the ex-dividend date. It indicates that there is a significant movement in the stocks’ prices between the both periods of observation due to dividend announcement. Far more than that, the research also reveals that the amount of the stocks’ price alteration is statistically the same as the amount of their dividend per share.
Keywords: dividend, ex-dividend date, stock price.

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ex-dividen date terhadap perubahan harga saham di Bursa Efek Jakarta. Periode penelitian selama 30 hari, yaitu 15 hari sebelum dan 15 hari sesudah ex-dividend date yang dianalisa dengan menggunakan metode event study melalui aplikasi uji beda dua rata-rata berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata harga saham sebelum ex-dividend date dan nilai rata-rata harga saham sesudah ex-dividend date secara statistik berbeda signifikan. Hal ini mengindikasikan, bahwa terjadi pergerakan harga saham yang signifikan selama antara dua periode observasi tersebut akibat pengumuman pembagian dividen. Lebih lanjut, besarnya perubahan harga saham tersebut secara statistik tidak berbeda dengan nilai dividen perlembar saham yang dibagikan.
Kata kunci: dividen, ex-dividend date, harga saham.

Baca Juga :

Peran Departemen Sumber Daya Manusia

Peran Departemen Sumber Daya Manusia

Peran Departemen Sumber Daya Manusia

Peran Departemen Sumber Daya Manusia
Peran Departemen Sumber Daya Manusia
Dalam hubungannya dengan para manajer dan untuk melaksanakan fungsi-fungsinya, departemen sumber daya manusia memiliki peran yang diharapkan dapat membantu para manajer untuk mencapai tujuan perusahaan. Menurut Cherrington (1995:8) peranan departemen sumber daya manusia terdiri dari :

a. Advisory/Counseling Role

Dalam peran ini, departemen sumber daya manusia berperan sebagai konsultan internal yang bertugas mengumpulkan informasi, menentukan pennasalahan, menentukan solusi atas masalah tersebut, dan memberikan bantuan serta panduan dalam memecahkan permasalahan sumber daya manusia yang dihadapi oleh perusahaan. Peran departemen sumber daya manusia ini tampak dalam tanggung jawabnya mengenai staffing, performance evaluation, program pelatihan, dan pemutusan hubungan kerja. Dalam hal ini,

departemen sumber daya manusia menyediakan masukan yang membantu para manajer untuk mengambil keputusan.
b. Service Role

Dalam peran ini departemen sumber daya manusia melakukan aktivitas yang memberikan pelayanan secara langung kepada pihak manajer. Penari kan, pelatihan orientasi, melakukan pencatatan, dan melaporkan pekerjaan merupakan contoh peranan ini.

c. Control Role

Dalam melaksanakan peran ini, departemen sumber daya manusia bertugas untuk mengendalikan fungsi manajemen sumber daya manusia dalam perusahaan. Departemen sumber daya manusia mengeluarkan kebijakan dan mengendalikan sumber daya manusia melalui kebijakan tersebut, sehingga departemen sumber daya manusia berperan sebagai wakil pihak top management perusahaan. Dengan adanya berbagai peraturan, peran ini semakin penting dalam mengatur masalah keselamatan kerja, kesempatan kerja yang sama, hubungan tenaga kerja, dan kompensasi.

Manajemen Sumber Daya manusia

Manajemen Sumber Daya Manusia

Manajemen Sumber Daya manusia

Manajemen Sumber Daya Manusia
Manajemen Sumber Daya Manusia

 

Departemen sumber daya manusia bertanggung jawab terhadap aktivitas perusahaan yang bervariasi dengan melaksanakan fungsi-fungsinya. Menurut Cherrington(1995: 11), fungsi-fungsi sumber daya manusia terdiri dari:

a.Staffng/Employmcnt

Fungsi ini terdiri dari tiga aktivitas penting, yaitu perencanaan, penarikan, dan seleksi sumber daya manusia. Sebenamya para manajer bertanggung jawab untuk mengantisispasi kebutuhan sumber daya manusia. Dengan semakin berkembangnya perusahaan, para manajer menjadi lebih tergantung pada departemen sumber daya manusia untuk mengumpulkan informasi mengenai komposisi dan keterampilan tenaga kerja saat ini.
Meskipun penarikan tenaga kerja dilakukan sepenuhnya oleh departemen sumber daya manusia, departemen lain tetap terlibat dengan menyediakan deskripsi dari spesifikasi pekerjaan untuk membantu proses penarikan.
Dalam proses seleksi, departemen sumber daya manusia melakukan penyaringan melalui wawancara, tes, dan menyelidiki latar belakang pelamar. Tanggung jawab departemen sumber daya manusia untuk pengadaan tenaga kerja ini semakin meningkat dengan adanya hukum tentang kesempatan kerja yang sama dan berbagai syarat yang diperlukan perusahaan.

b.Performance Evaluation

Penilaian kinerja sumber daya manusia merupakan tanggung jawab departemen sumber daya manusia dan para manajer. Para manajer menanggung tanggung jawab utama untuk mengevaluasi bawahannya dan departemen sumber daya manusia bertanggung jawab untuk mengembangkan bentuk penilaian kinerja yang efektif dan memastikan bahwa penilaian kinerja tersebut dilakukan oleh seluruh bagian perusahaan.
Departemen sumber daya rnanusia juga perlu melakukan pelatihan terhadap para manajer tentang bagaimana membuat standar kinerja yang baik dan membuat penilaian kinerja yang akurat.

c. Compensation

Dalam hal kompensasi/reward dibutuhkan suatu koordinasi yang baik antara departemen sumber daya manusia dengan para manajer. Para manajer bertanggung jawab dalam hal kenaikan gaji, sedangkan departemen sumber daya manusia bertanggung jawab untuk mengembangkan struktur gaji yang baik. Sistem kompensasi yang memerlukan keseimbangan antara pembayaran dan manfaat yang diberikan kepada tenaga kerja. Pembayaran meliputi gaji, bonus, insentif, dan pembagian keuntungan yang diterima oleh karyawan. Manfaat meliputi asuransi kesehatan, asuransi jiwa, cuti, dan sebagainya. Departemen sumber daya manusia bertanggung jawab untuk memastikan bahwa kompensasi yang diberikan bersifat kompetitif diantara perusahaan yang sejenis, adil, sesuai. dengan hukum yang berlaku (misalnya:UMR), dan memberikan motivasi.

d. Training and Development

Departemen sumber daya manusia bertanggung jawab untuk membantu para manajer menjadi pelatih dan penasehat yang baik bagi bawahannya, menciptakan program pelatihan dan pengembangan yang efektif baik bagi karyawan baru (orientasi) maupun yang sudah ada (pengembangan keterampilan), terlibat dalam program pelatihan dan pengembangan tersebut, memperkirakan kebutuhan perusahaan akan program pelati han dan pengembangan, serta mengevaluasi efektifitas progam pelatihan dan pengembangan. Tanggung jawab departemen sumber daya manusia dalam hal ini juga menyangkut masalah pemutusan hubungan kerja Tanggung jawab ini membantu restrukturisasi perusahaan dan memberikan solusi terhadap konflik yang terjadi dalam perusahaan.


e. Employee Relations

Dalam perusahaan yang memiliki serikat pekeja, departemen sumber daya manusia berperan aktif dalam melakukan negosiasi dan mengurus masalah persetujuan dengan pihak serikat pekerja. Membantu perusahaan menghadapi serikat pekerja merupakan tanggung jawab departemen sumber daya manusia. Setelah persetujuan disepakati, departemen sumber daya manusia membantu para manajer tentang bagaimana mengurus persetujuan tersebut dan menghindari keluhan yang lebih banyak. Tanggung jawab utama departernen sumber daya manusia adalah untuk menghindari praktek-praktek yang tidak sehat (misalnya : mogok kerja, demonstrasi). Dalam perusahaan yang tidak memiliki serikat kerja, departemen sumber daya manusia dibutuhkan untuk terlibat dalam hubungan karyawan. Secara umum, para karyawan tidak bergabung dengan serikat kerja jika gaji mereka cukup memadai dan mereka percaya bahwa pihak perusahaan bertanggung jawab terhadap kebutuhan mereka. Departemen sumber daya manusia dalam hal ini perlu memastikan apakah para karyawan diperlakukan secara baik dan apakah ada cara yang baik dan jelas untuk mengatasi keluhan. Setiap perusahaan, baik yang memiliki serikat pekerja atau tidak, memerlukan suatu cara yang tegas untuk meningkatkan kedisiplinan serta mengatasi keluhan dalam upaya mengatasi permasalahan dan melindungi tenaga kerja.

f. Safety and Health

Setiap perusahaan wajib untuk memiliki dan melaksanakan program keselamatan untuk mengurangi kejadian yang tidak diinginkan dan menciptakan kondisi yang sehat. Tenaga kerja perlu diingatkan secara terus menerus tentang pentingnya keselamatan kerja Suatu program keselamatan kerja yang efektif dapat mengurangi jumlah kecelakaan dan meningkatkan kesehatan tenaga kerja secara umum. Departemen sumber daya manusia mempunyai tanggung jawab utama untuk mengadakan pelatihan tentang keselamatan kerja, mengidentifikasi dan memperbaiki kondisi yang membahayakan tenaga kerja, dan melaporkan adanya kecelakaan kerja.

g. Personnel Research

Dalam usahanya untuk meningkatkan efektifitas perusahan, departemen sumber daya manusia melakukan analisis terhadap masalah individu dan perusahaan serta membuat perubahan yang sesuai. Masalah yang sering diperhatikan oleh departemen sumber daya manusia adalah penyebab terjadinya ketidakhadiran dan keterlambatan karyawan, bagaimana prosedur penarikan dan seleksi yang baik, dan penyebab ketidakpuasan tenaga kerja. Departemen sumber daya manusia bertanggung jawab untuk mengumpulkan dan menganalisis informasiyang menyinggung masalah ini. Hasilnya digunakan menilai apakah kebijakan yang sudah ada perlu diadakan perubahan atau tidak.

Bamsoet: Kualifikasi Lulusan Vokasi Harus Sesuai Kebutuhan Lapangan Kerja

Bamsoet Kualifikasi Lulusan Vokasi Harus Sesuai Kebutuhan Lapangan Kerja

Bamsoet: Kualifikasi Lulusan Vokasi Harus Sesuai Kebutuhan Lapangan Kerja

Bamsoet Kualifikasi Lulusan Vokasi Harus Sesuai Kebutuhan Lapangan Kerja
Bamsoet Kualifikasi Lulusan Vokasi Harus Sesuai Kebutuhan Lapangan Kerja

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengingatkan para pendidik

(guru) dan peserta didik (generasi muda pelajar) bahwa pola kerja secara global telah berubah drastis seiring dengan gelombang besar yang mengakibatkan gangguan baru (a new wave of disruption) yang saat ini melanda dunia.

Perubahan itu, kata pria yang akrab disapa Bamsoet ini, bisa dilihat dari proses relokasi industri dari Eropa dan Amerika menuju Asia (Indonesia, Vietnam, Thailand, Pakistan, India, dan lain-lain) dan Amerika Latin (diwakili Brazil) yang telah dimulai sejak tahun 1970-an.

“Dampak relokasi industri adalah aplikasi otomatisasi yang intensif dan masif

yang mengubah persyaratan pekerjaan yang bersifat digital. Sumber daya manusia yang tidak menguasai literasi digital, cepat atau lambat akan tersingkir. Globalisasi yang ditopang dengan lompatan kemajuan di bidang teknologi informasi, komunikasi, dan tranportasi terus mengalami pendalaman yang semakin dipermudah oleh revolusi industri 4.0,” kata Bamsoet saat menjadi pembicara utama di Seminar Kebangsaan ‘Penguatan Vokasi yang Unggul, Berdaya Saing, dan Berwawasan Kebangsaan’, di Gedung Nusantara V MPR RI, Jakarta, Rabu (20/11/19).

Seminar yang diadakan Persatuan Guru Republik Indonesia

(PGRI) Jakarta Utara, Institut STIAMI, Yayasan Hangtuah dan didukung MPR RI ini, dihadiri 405 peserta yang terdiri dari para guru Taman Kanak-Kanak, kepala sekolah dan guru SD, SMP, SMA se-Jakarta, dosen dan mahasiswa.

Turut hadir menjadi narasumber antara lain, Ketua PGRI Jakarta Utara Dr. Supriyatin, Walikota Jakarta Utara Sigit Wijatmoko, Wakil Rektor III Institut STIAMI Dr. Agus Cholik, dan Ketua STIE Indoensia Jakarta Drs. Ridwan Maronrong, serta Ketua Umum Yayasan Hangtuah Laksamana Muda TNI (purn.) Amri Husaini.

Kandidat Ketua Umum Partai Golkar 2019-2024 ini menjelaskan, salah satu dampak Revolusi Industri 4.0 adalah terbentuknya pasar _hiper_-kompetitif yang menuntut kreativitas dan inovasi, menguras sumber daya keuangan, dan dapat mengucilkan sumber daya manusia dari lingkungan industri karena alasan efisiensi.

 

Baca Juga :

Kerajaan Bhutan Belajar Otonomi Daerah ke Riau, Gubri Syamsuar Tawarkan Kerjasama Pendidikan dan Investasi Pariwisata

Kerajaan Bhutan Belajar Otonomi Daerah ke Riau, Gubri Syamsuar Tawarkan Kerjasama Pendidikan dan Investasi Pariwisata

Kerajaan Bhutan Belajar Otonomi Daerah ke Riau, Gubri Syamsuar Tawarkan Kerjasama Pendidikan dan Investasi Pariwisata

Kerajaan Bhutan Belajar Otonomi Daerah ke Riau, Gubri Syamsuar Tawarkan Kerjasama Pendidikan dan Investasi Pariwisata
Kerajaan Bhutan Belajar Otonomi Daerah ke Riau, Gubri Syamsuar Tawarkan Kerjasama Pendidikan dan Investasi Pariwisata

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dinilai mampu menerapkan sistem pemerintahan otonomi daerah

(otda) oleh Pemerintah Kerajaan Bhutan. Itu menjadi salah satu alasan negara kecil di Asia Selatan yang berbentuk kerajaan dan dikenal dengan Negeri Naga Guntur.

Gubernur Riau, Syamsuar menyambut baik kedatangan dan keinginan delegasi Pemerintah Kerajaan Bhutan yang diapit antara India dan Republik Rakyat Tiongkok. Kementerian Dalam Negeri Kerajaan Bhutan, Melam Zangpo memimpin delegasi bertemu Syamsuar di kantornya, Kamis (31/10/2019).

“Mereka (delegasi Pemerintah Kerajaan Bhutan, red) ingin belajar ke Pemprov Riau

, terkait penerapan otonomi daerah, yang awalnya disentralisasi,” kata Syamsuar kepada GoRiau.com, usai menerima studi banding yang dilakukan Pemerintah Kerajaan Bhutan.

Sebelum ke Riau, dikatakan Syamsuar, bahwa delegasi Kerajaan Bhutan

telah mengunjungi Bappenas RI untuk mengetahui tentang perencanaan pembangunan nasional. Negara yang memiliki penduduk sekitar 750 ribu ini, ingin belajar bagaimana upaya pemerintah daerah di Riau meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

“Mereka juga ingin mengetahui pelaksanaan 17 tujuan pembangunan berkelanjutan di daerah atau lebih dikenal dengan Suistainable Development Goals (SDGs) yang dilaksanakan oleh Pemprov Riau dan pemerintah kabupaten/kota,” ungkap Syamsuar.

Usai pertemuan ini, sambung Syamsuar, delegasi Pemerintah Kerajaan Bhutan akan berkunjung ke Pemerintah Kota Pekanbaru hingga ke salah satu kecamatan di Riau.

 

Sumber :

https://ojs.ummetro.ac.id/index.php/lentera/comment/view/699/52999/5823

Jawab Kekesalan Gubri Soal Iuran PKL, Kepsek SMAN 2: Tak Wajib dan Tak Ada Kaitan dengan Nilai Siswa

Jawab Kekesalan Gubri Soal Iuran PKL, Kepsek SMAN 2 Tak Wajib dan Tak Ada Kaitan dengan Nilai Siswa

Jawab Kekesalan Gubri Soal Iuran PKL, Kepsek SMAN 2: Tak Wajib dan Tak Ada Kaitan dengan Nilai Siswa

Jawab Kekesalan Gubri Soal Iuran PKL, Kepsek SMAN 2 Tak Wajib dan Tak Ada Kaitan dengan Nilai Siswa
Jawab Kekesalan Gubri Soal Iuran PKL, Kepsek SMAN 2 Tak Wajib dan Tak Ada Kaitan dengan Nilai Siswa

 

Kepala Sekolah SMAN 2 Pekanbaru, Drs. Kasim, membantah ada paksaan ke murid

atau wali murid untuk mengikuti kegiatan praktik kerja lapangan (PKL) yang dilangsungkan di PT Kedaung Indah Grup, Sumatera Utara, mulai 18 Januari sampai 23 Januari 2020 mendatang.

Hal ini diungkapkan Kasim, sebagai jawaban atas tidak kepuasan dan kekesalan sejumlah pihak termasuk Gubernur Riau Syamsuar.

“PKL tersebut sama sekali tidak menyangkut dengan nilai kenaikan kelas,” ujar Kasim, Kamis (24/10/2019) melalui hak jawabnya kepada GoNews Group atas pemberitaan di GoRiau.com dengan judul “Gubri Syamsuar Kesal SMAN 2 Pekanbaru Pungut Uang Praktik Kerja Lapangan Sebesar Rp1.950.000”.

Namun demikian, Kasim mengakui, ada nilai tambahan untuk siswa-siswi

yang ikut dalam kegiatan tersebut. “Bagi yang ikut, tentu ada nilai penelitian setiap kelompok siswa yang melaksanakan penelitian. Untuk PKL ke Sumatra Utara itu tidak diwajibkan,” tegasnya.

Bagi yang keberatan dan berhalangan kata Dia, pihak sekolah memberikan alternatif dengan melakukan penelitian di Kota Pekanbaru dengan pembimbing dari guru masing-masing.

“Intinya tidak wajib, dan bisa ikut yang di Pekanbaru,” tandasnya.

Terkait rencana PKL untuk kelas XI bulan Januari 2020 tersebut kata Dia

, juga bukan aturan sepihak dari sekolah semata.

“Dasar kami melaksanakan PKL, karena SMAN2 Pekanbaru resmi ditunjuk sebagai sekolah Kewirausahan oleh Kementerian Pendidikan Nasional sejak 2017,” tukasnya.

Merujuk pada Kurikulum 2013, jenjang SMA selain mempersiapkan peserta didik kejenjang perguruan tinggi kata Kasim, juga diwajibkan mempersiapkan anak didik untuk terjun ke dunia wirausaha.

“Dengan demikian, diharapkan kepada peserta didik dapat mengembangkan bakat wirausaha yang mandiri dan berkepribadian,”.

“Dan perlu kami klarifikasi, hal ini juga sudah kami beritahukan ke wali murid. Kami sudah mengadakan pertemuan dengan orang tua kelas XI,” pungkasnya.

 

Sumber :

http://revistas.uned.es/index.php/accionpsicologica/comment/view/520/460/150100

Fakta dan Relasi

Fakta dan Relasi

Fakta dan Relasi

Fakta dan Relasi
Fakta dan Relasi

Prolog terdiri dari kumpulan data-data objek yang merupakan suatu fakta.
Fakta dibedakan 2 macam :
Menunjukkan relasi.
Menunjukkan milik/sifat.
Penulisannya diakhiri dengan tanda titik “.”
Contoh :
Fakta
Prolog
Slamet adalah ayah Amin
ayah (slamet, amin).
Anita adalah seorang wanita
wanita (anita).
Angga suka renang dan tenis
suka(angga, renang). dan suka(angga,tenis).
Jeruk berwarna jingga
jngga(jeruk).

Aturan (“Rules”)

Aturan adalah suatu pernyataan yang menunjukkan bagaimana fakta-fakta berinteraksi satu dengan yang lain untuk membentuk suatu kesimpulan.
Sebuah aturan dinyakatakan sebagai suatu kalimat bersyarat.
Kata “if” adalah kata yang dikenal Prolog untuk menyatakan kalimat bersyarat atau disimbolkan dengan “:-“.
Contoh :
Fakta dan Aturan
Prolog
F : Tino suka apel
A : Yuli suka sesuatu yang disukai Tino
suka(tino, apel).
suka(yuli,Sesuatu) :- suka(tino,Sesuatu).

Setiap aturan terdiri dari kesimpulan(kepala) dan tubuh.
Tubuh dapat terdiri dari 1 atau lebih pernyataan atau aturan yang lain, disebut subgoal dan dihubungkan dengan logika “and”.
Aturan memiliki sifat then/if conditional
“Kepala(head) benar jika tubuh (body) benar”.
– Contoh : Silsilah keluarga :

Pertanyaan (“Query”)

Setelah memberikan data-data berupa fakta dan aturan, selanjutnya kita dapat mengajukan pertanyaan berdasarkan fakta dan aturan yang ada.
Penulisannya diawali simbol “?-“ dan diakhiri tanda “.”.
Contoh :
Pertanyaan
Prolog dan Jawaban Program
Apakah Tini suka boneka ?
?- suka(tini,boneka).
Yes ……. (jika faktanya Tini suka boneka)
No……..…(jika tidak sesuai fakta).
Apakah yang disukai Tini ?
?- suka(tini,Apa).
Apa=boneka
Siapakah yang suka boneka ?
?- suka(Siapa,boneka).
Siapa=tini
Dari contoh silsilah keluarga di atas :
Siapakah kakek Budi ?

Baca Juga :

Aplikasi Prolog

Aplikasi Prolog

Aplikasi Prolog
Aplikasi Prolog

Sistem Pakar (Expert System)
Program menggunakan teknik pengambilan kesimpulan dari data-data yang didapat, layaknya seorang ahli.
Contoh dalam mendiagnosa penyakit
Pengolahan Bahasa Alami (Natural Languange Processing)
Program dibuat agar pemakai dapat berkomunikasi dengan komputer dalam bahasa manusia sehari-hari, layaknya penterjemah.
Robotik
Prolog digunakan untuk mengolah data masukanyang berasal dari sensor dan mengambil keputusan untuk menentukan gerakan yang harus dilakukan.
Pengenalan Pola (Pattern Recognition)
Banyak digunakan dalam image processing, dimana komputer dapat membedakan suatu objek dengan objek yang lain.
Belajar (Learning)
Program belajar dari kesalahan yang pernah dilakukan, dari pengamataqn atau dari hal-hal yang pernah diminta untuk dilakukan.

Sumber :https://indianapoliscoltsjerseyspop.com/

BAHASA PEMROGRAMAN PROLOG

BAHASA PEMROGRAMAN PROLOG

BAHASA PEMROGRAMAN PROLOG

BAHASA PEMROGRAMAN PROLOG
BAHASA PEMROGRAMAN PROLOG

Sejarah Prolog

Prolog singkatan dari Programming in Logic.
Dikembangkan oleh Alain Colmenraurer dan P.Roussel di Universitas Marseilles Perancis, tahun1972.
Prolog populer di Eropa untuk aplikasi artificial intelligence, sedangkan di Amerika peneliti mengembangkan aplikasi yang sama, yaitu LISP.

Perbedaan Prolog dengan Bahasa Lainnya

Bahasa Pemrograman yang Umum (Basic, Pascal, C, Fortran):
diperlukan algoritma/prosedur untuk memecahkan masalah (procedural languange)
program menjalankan prosedur yang sama berulang-ulang dengan data masukan yang berbeda-beda.
Prosedur dan pengendalian program ditentukan oleh programmer dan perhitungan dilakukan sesuai dengan prosedur yang telah dibuat.

Bahasa Pemrograman Prolog :

Object oriented languange atau declarative languange.
Tidak terdapat prosedur, tetapi hanya kumpulan data-data objek (fakta) yang akan diolah, dan relasi antar objek tersebut membentuk aturan yang diperlukan untuk mencari suatu jawaban
Programmer menentukan tujuan (goal), dan komputer menentukan bagaimana cara mencapai tujuan tersebut serta mencari jawabannya.
Dilakukan pembuktian terhadap cocok-tidaknya tujuan dengan data-data yang telah ada dan relasinya.
Prolog ideal untuk memecahkan masalah yang tidak terstruktur, dan prosedur pemecahannya tidak diketahui, khususnya untuk memecahkan masalah non numerik.
Prolog bekerja seperti pikiran manusia, proses pemecahan masalah bergerak di dalam ruang masalah menuju suatu tujuan (jawaban tertentu).
Contoh : Pembuatan program catur dengan Prolog

Sumber : https://indianapoliscoltsjerseyspop.com/

Ribuan Mahasiswa Uniku Dikumpulkan

Ribuan Mahasiswa Uniku Dikumpulkan

Ribuan Mahasiswa Uniku Dikumpulkan

Ribuan Mahasiswa Uniku Dikumpulkan
Ribuan Mahasiswa Uniku Dikumpulkan

Sebanyak 1. 187 mahasiswa dan mahasiswi Universitas Kuningan (Uniku) dari berbagai Program Studi

(Prodi) dikumpulkan di Gedung Student Center Iman Hidayat Kampus I, Selasa (02/07/2019). Ribuan mahasiswa dan mahasiswi dikumpulkan, untuk mengikuti kegiatan pembekalan kuliah kerja nyata (KKN) tahun 2019 yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Uniku.

Hadir dalam acara tersebut, Rektor Universitas Kuningan (Uniku) Dr. Dikdik Harjadi, SE., M.Si., Kepala LPPM Oding Syafrudin, MM., Kepala Bidang Pengabdian Tatang Rois, M.Si., Kepala Bidang Penelitian Erlan Darmawan, M.Kom., dan tamu undangan lainnya.

Kepala LPPM Oding Syafrudin, MM., dalam laporannya, mengatakan, kegiatan yang diselenggarakan pada hari ini adalah pembekalan bagi para peserta KKN 2019 yang diikuti oleh 1.187 mahasiswa dan mahasiswi Uniku dari berbagai program studi.

“Pembekalan yang diikuti oleh 1.187 mahasiswa ini, adalah agenda kegiatan yang kedua panitia KKN 2019

. Sebelumnya, dosen pembimbing lapangan (DPL) juga sudah dikumpulkan dan diberikan pembekalan terkait KKN tematik kewirausahaan,” tuturnya.

KKN Tematik Kewirausahaan tahun pertama ini diikuti oleh 1187 mahasiswa yang tersebar di 61 desa di Kabupaten Kuningan.

“49 kelompok yang masing-masing terdiri dari 20-22 mahasiswa reguler akan disebar di kawasan perbatasan dan 12 kelompok mahasiswa kelas karyawan disebar di kawasan perkotaan,” jelas Oding sapaan akrabnya.

Lebih jauh, Oding menjelaskan pelaksanaan KKN di lokasi akan dilaksanakan pada tanggal 23 Juli

sampai dengan 23 Agustus 2019 dan akan diakhiri dengan expo KKN pada tanggal 24-25 Agustus 2019.

“KKN tematik kewirausahaan ini akan dimulai pada 23 Juli – 23 Agustus 2019 mendatang dan rencananya akan ditutup dengan kegiatan Expo KKN pada tanggal 24 – 25 Agustus 2019,” jelasnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Kuningan (Uniku) Dr. Dikdik Harjadi, SE., M.Si., dalam sambutannya, mengatakan, kuliah kerja nyata (KKN) sebagai kegiatan akademik yang wajib ditempuh oleh mahasiswa dan mahasiswi Uniku.

“Selain wajib ditempuh oleh mahasiswa dan mahasiswi Uniku karena merupakan kegiatan akademik, KKN juga merupakan salah satu bentuk tri dharna perguruan tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat,” tuturnya.

Untuk tahun 2019, kegiatan KKN Uniku akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

 

Baca Juga :