Pelaksanaan USBN Tingkat SD di Mandau berjalan dengan lancar

Pelaksanaan USBN Tingkat SD di Mandau berjalan dengan lancar

Pelaksanaan USBN Tingkat SD di Mandau berjalan dengan lancar

Pelaksanaan USBN Tingkat SD di Mandau berjalan dengan lancar
Pelaksanaan USBN Tingkat SD di Mandau berjalan dengan lancar

Selama Tiga (3) hari para peserta didik mengikuti USBN

(Ujian Sekolah Berbasis Nasional) Tingkat SD dan pelaksanaan nya sudah selesai berjalan dengan lancar tanpa ada kendala selama pelaksanaan USBN di Kecamatan Mandau. Seperti dikatakan Kepala UPTD Pendidikan Mandau Drs. Nasrizal kepada

 

“Selama Tiga (3) hari para peserta didik tingkat Sekolah Dasar (SD) mengikuti pelaksanaan USBN (Ujian Sekolah Berbasis Nasional) dan Alhamdulillah selama pelaksanaan USBN di Kecamatan Mandau berjalan dengan lancar tanpa ada kendala,”kata Kepala UPTD. Pendidikan Mandau Drs. Nasrizal Kamis (18/5/17).

 

Drs. Nasrizal menambahkan Selama Pelaksanaan USBN

(Ujian Sekolah Berbasis Nasional) Tingkat SD kita tidak ada menerima laporan dari setiap SD di Kecamatan Mandau kendala apa saja yang terjadi dalam artian selama pelaksanaan USBN dari Awal hingga Akhir berjalan dengan lancar dan sukses,”imbuh Drs. Nasrizal.

 

“Kita berharap agar prestasi dan Nilai peserta didik yang mengikuti USBN

(Ujian Sekolah Berbasis Nasional) Tingkat SD bisa meningkatkan dari sebelumnya yang membuat Dunia Pendidikan di Kabupaten Bengkalis bisa menjadi lebih baik dan bagi peserta didik yang baru lulus dari Sekolah Dasar (SD) jangan ada aksi coret – coretan baju karena baju tersebut masih digunakan untuk pendaftaran peserta didik ke SMP nanti,”tuturnya.

 

Baca Juga :

Pendaftar SBMPTN 2017 Mencapai 797.023 Peserta

Pendaftar SBMPTN 2017 Mencapai 797.023 Peserta

Pendaftar SBMPTN 2017 Mencapai 797.023 Peserta

Pendaftar SBMPTN 2017 Mencapai 797.023 Peserta
Pendaftar SBMPTN 2017 Mencapai 797.023 Peserta

Panitia Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2017 mengumumkan jumlah pendaftar

yang ikut serta dalam ujian masuk Peguruan Tinggi Negeri (PTN) pada tahun ini mencapai 797.023 peserta.

Ketua Panitia SBMPTN, Ravik Karsidi mencatat jumlah daya tampung 85 PTN terhadap mahasiswa baru dari jalur SBMPTN pada tahun ini mencapai 128.085 kursi.

“Jumlah tersebut mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Pada 2016, jumlah pendaftar sebanyak 721.326 peserta,” kata Ravik pada Rabu (10/5/2017) seperti dikutip Antara.

Dari jumlah 797.023 peserta tersebut, sebanyak 639.049 pendaftar merupakan peserta reguler

dan 157.974 lainnya merupakan penerima Bidikmisi.

Menurut Ravik, ujian masuk kampus negeri ini berlangsung dalam dua jenis, yakni ujian tulis berbasis kertas dan tes berbasis komputer. Untuk tes berbasis kertas diikuti 776.163 peserta dan ujian berbasis komputer melibatkan 20.860 peserta.

Perinciannya, jumlah peserta SBMPTN reguler di kategori pilihan saintek mencapai 256.452, soshum 260.780

dan campuran 121.817. Sedangkan di kelompok peserta bidikmisi, jumlah peserta SBMPTN untuk kategori pilihan saintek sebanyak 55.126, soshum 66.897 serta campuran 35.951. Peserta bidikmisi adalah mahasiswa tidak mampu dan biaya kuliahnya akan ditanggung pemerintah.

“Kami mengimbau kepada peserta untuk memperhatikan lokasi dan tempat serta ruang ujian, sesuai yang tercantum di dalam kartu ujian,” kata Ravik.

Rektor Universitas Negeri Sebelas Maret tersebut mengatakan pelaksanaan ujian SBMPTN akan berlangsung pada 16 Mei 2017. Khusus untuk ujian keterampilan diselenggarakan pada 17 Mei dan 18 Mei 2017 di PTN pelaksana ujian.

Ravik mengimbau para peserta ujian melakukan peninjauan lokasi tes pada sehari sebelum pelaksanaan SBMPTN. Hal ini untuk menghindari risiko peserta terlambat mengikuti tes karena kesulitan menemukan ruangan ujian.

“Kami mengharapkan mahasiswa mempersiapkan diri dengan baik sebelum mengikuti ujian,” kata dia

 

Sumber :

https://www.emailmeform.com/builder/form/bQsEa5pGw3lq

Pelajari 5 Pertanyaan Wawancara yang Bisa Membuatmu Terdiam

Pelajari 5 Pertanyaan Wawancara yang Bisa Membuatmu Terdiam

Pelajari 5 Pertanyaan Wawancara yang Bisa Membuatmu Terdiam

Pelajari 5 Pertanyaan Wawancara yang Bisa Membuatmu Terdiam
Pelajari 5 Pertanyaan Wawancara yang Bisa Membuatmu Terdiam

Wawancara sering kali dikaitkan dengan “momok” bagi sebagian orang. Ya

, mereka adalah sekelompok individu yang belum menyiapkan baik fisik dan mental menghadapi proses wawancara. Little did you know jika wawancara menjelaskan dan menggambarkan diri Anda secara keseluruhan dan apakah Anda pantas dan bisa diandalkan di perusaahan yang Anda lamar.

Dilansir dari artikel menarik oleh James Caan CBE melalui Pulse (9/7/2017), terdapat lima pertanyaan paling “killer” sepanjang masa dimana pertanyaan-pertanyaan tersebut bisa menunjukkan emosi, persiapan, kesigapan dan kualitas diri kita. Pada saat bersamaan, sekelompok pertanyaan tersebut juga bisa memberikan cerita yang bernuansa negatif dan juga positif atas diri Anda.

Bagi Anda yang sudah membayangkan deretan pertanyaan tersebut, pikir lagi.

Mereka tidak berbunyi “Bagaimana rencanamu 5 tahun ke depan?” atau “Ceritakan tentang peranmu di perusahaan sekarang”. Inilah lima pertanyaan yang mengandung konotasi di baliknya:

Pertanyaan pertama: “Jika saya menelepon atasan Anda sekarang, hal menjengkelkan apa dari diri Anda yang akan ia sampaikan?”Pernahkan pertanyaan tersebut muncul di pikiran Anda suatu waktu? Jika pernah, terdapat kemungkinan Anda bisa menjawab pertanyaan dengan serangkaian kalimat yang sudah disiapkan secara matang. Menurut James, pertanyaan tersebut cepat membuat para kandidat panik. Well, makna dibaliknya adalah “Apa kelemahan Anda?” Familiar dengan pertanyaan tersebut bukan?

Tips dan trik untuk menjawab pertanyaan tersebut adalah merangkai jawaban yang relevan

dan relatif. Hindari memberikan jawaban yang menjelaskan jika Anda mempunyai sifat yang bertolak belakang dari peran apa yang Anda lamar. Seperti Anda melamar menjadi Sales Supervisor, dan ketika bercerita Anda menjelaskan jika atasan Anda tidak menyukai cara presentasi Anda. Well, dua hal yang kontras bukan?

Pertanyaan kedua: “Hal apa yang rekan Anda ingat tentang Anda?” Pertanyaan ini cukup tricky bukan? Arti dari pertanyaan ini adalah “Apa kelebihan Anda?” Tunggu dulu, bukan berarti Anda bisa membabi buta menceritakan kelebihan Anda (versi Anda sendiri) kepada sang pewawancara. Namun, rangkailah jawaban yang menunjukkan karakter Anda seperti “Saya terkenal dalam menyusun acara kantor yang super asyik.” Hal ini jauh lebih menarik karena memberikan informasi jika Anda terorganisir, bisa mengatur, asyik diajak bekerja sama dan team player.

Lanjut ke pertanyaan selanjutnya, “Jika Anda memiliki tongkat sihir dan bisa memiliki pekerjaan apapun, apa pekerjaan tersebut?” Ini merupakan pertanyaan yang memancing ribuan jawaban super unik dan juga tidak relevan. Pertanyaan ini bersifat menyenangkan kandidat dan tanpa sadar menjawabnya dengan jawaban yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan Anda sekarang.

Kita ambil satu ilustrasi, Anda memasuki ruangan wawancara dan melamar sebagai Supply Chain Manager. Ketika pertanyaan ini dilontarkan sang pewawancara. Anda sontak tersenyum dan menjawab jika Anda ingin menjadi atlit golf seperti Tiger Woods atau chef handal seperti Gordon Ramsay. Apakah Anda melihat korelasi kuat antara peran yang Anda lamar dengan pekerjaan impian Anda? Well, respons seperti tadi mendorong sang pewawancara berfikir dua kali untuk menerima Anda di perusahaan mereka.

Sumber :

https://www.emailmeform.com/builder/form/bf0tb3r2w9lb30gIbc0WS

KISAH NABI YAHYA AS

KISAH NABI YAHYA AS

KISAH NABI YAHYA AS

KISAH NABI YAHYA AS
KISAH NABI YAHYA AS

“Di sanalah Zakariya berdoa kepada Tuhannya Alloh S.w.t. seraya berkata: ‘Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar Doa. Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakariya, sedang ia tengah berdiri melakukan sholat di mihrab (katanya) : sesungguhnya Allah S.w.t. menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah S.w.t. menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang nabi termasuk keturunan orang-orang soleh. (QS. Ali ‘Imran: 38-39).

“Hai Yahya, ambilah Al-Kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh. Dan Kami berikan kepadanya hikmah selagi ia masih anak-anak, dan rasa belas kasihan yang mendalam dari sisi Kami dan kesucian (dari dosa). Dan ia adalah seorang yang bertakwa, dan banyak berbakti kepada kedua orang tuanya, dan bukanlah ia orang yang sombong dan durhaka. Kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahirkan, dan pada hari itu ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan kembali.” (QS. Maryam : 12-15)

“Hai Zakariya, sesungguhnya Kami memberi khabar gembira kepadamu akan (memperoleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia.” (QS. Maryam : 7)

Inilah Yahya seorang Nabi yang Allah S.w.t. bersaksi bahwa sebelumnya tak seorang pun yang serupa dengannya. Yaitu seorang Nabi yang Allah S.w.t. berkata tentangnya:

“Dan rasa belas kasihan yang mendalam dari sisi Kami.” (QS. Maryam: 13)

Nabi Zakariya adalah ayahnya Nabi Yahya, beliau sadar dan mengetahui bahwa anggota-anggota keluarganya, saudara-saudaranya, sepupu-sepupunya dan anak-anak saudaranya adalah orang-orang jahat, Bani Israil yang tidak segan-segan melanggar hukum-hukum agama dan berbuat maksiat disebabkan iman dan rasa keagamaan mereka belum meresap betul di dalam hati mereka, sehingga dengan mudah mereka tergoda dan terjerumus ke dalam lembah kemungkaran dan kemaksiatan. Ia khuatir bila ajalnya tiba dan meninggalkan mereka tanpa seorang waris yang dapat melanjutkan pimpinannya atas kaumnya, bahwa mereka akan makin rusak dan makin berani melakukan kejahatan dan kemaksiatan bahkan ada kemungkinan mereka mengadakan perubahan-perubahan di dalam Kitab Suci Taurat dan menyalah-gunakan hukum-hukum agama.

Kekhuatiran itu selalu mengganggu fikiran Zakariya di samping rasa sedih hatinya bahwa ia sejak kawin hingga mencapai usia 90 (sembilan puluh) tahun, Tuhan Alloh S.w.t. belum mengaruniakan dengan seorang anak yang ia idam-idamkan untuk menjadi penggantinya memimpin dan mengimami Bani Isra’il. Ia agak terhibur dari rasa sedih dan kekhuatirannya semasa ia bertugas memelihara dan mengawasi Maryam yang dapat dianggap sebagai anak kandungnya sendiri. Akan tetapi rasa sedihnya dan keinginanya yang kuat untuk memperoleh keturunan tergugah kembali ketika ia menyaksikan mukjizat hidangan makanan di mihrabnya Maryam. Ia berfikir di dalam hatinya bahwa tiada sesuatu yang mustahil di dalam kekuasaan Allah. Allah S.w.t. yang telah memberi rezeki kepada Maryam dalam keadaan seorang diri tidak berdaya dan berusaha, Dia pula berkuasa memberinya keturunan bila Dia kehendaki walaupun usianya sudah lanjut dan rambutnya sudah penuh uban.

Pada suatu malam yang sudah larut duduklah Zakariya di mihrabnya mengheningkan cipta memusatkan fikiran kepada kebesaran Allah S.w.t. seraya bermunajat dan berdoa dengan khusyuk dan keyakinan yang bulat. Dengan suara yang lemah lembut berucaplah ia dalam doanya : Ya Tuhanku Alloh S.w.t. berikanlah aku seorang putera yang akan mewarisiku dan mewarisi sebahagian dari keluarga Ya’qub, yang akan meneruskan pimpinan dan tuntunanku kepada Bani Isra’il. Aku khuatir bahwa sepeninggalanku nanti anggota-anggota keluargaku akan rusak kembali aqidah dan imannya bila aku tinggalkan mati tanpa seorang pemimpin yang akan menggantikan aku. Ya Tuhanku, tulangku telah menjadi lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban sedang isteriku adalah seorang perempuan yang mandul namun kekuasaan-Mu adalah di atas segala kekuasaan dan aku tidak jemu-jemunya berdoa kepadamu memohon rahmat-Mu untuk mengaruniai ku seorang putera yang soleh yang engkau ridhai.

Allah S.w.t. berfirman memperkenankan permohonan Zakariya: Hai Zakariya Kami memberi khabar gembira kepadamu, kamu akan memperoleh seorang putera bernama Yahya yang soleh yang membenarkan kitab-kitab Allah S.w.t. menjadi pemimpin yang diikuti bertahan diri dari hawa nafsu dan godaan syaitan serta akan menjadi seorang nabi.
Berkata Zakariya: Ya Tuhanku bagaimana aku akan memperoleh anak sedangkan isteriku adalah seorang perempuan yang mandul dan aku sendiri sudah lanjut usia.

Allah S.w.t. menjawab dengan firman-Nya : Demikian itu adalah suatu hal yang mudah bagi-Ku. Tidakkah aku telah ciptakan engkau padahal engkau waktu itu belum ada sama sekali?

Berkata Zakariya : Ya Tuhanku, berilah aku akan suatu tanda bahwa isteri aku telah mengandung. Allah S.w.t. berfirman : Tandanya bagimu bahwa engkau tidak dapat berkata-kata dengan manusia selama tiga hari berturut-turut kecuali dengan isyarat. Dan sebutlah nama-Ku sebanyak-banyaknya serta bertasbihlah diwaktu petang dan pagi hari.

Nabi Yahya bin Zakariya tidak banyak dikisahkan oleh Al-Quran kecuali bahwa ia diberi ilmu dan hikmah selagi ia masih kanak-kanak dan bahwa ia seorang putera yang berbakti kepada kedua orang tuanya dan bukanlah orang yang sombong, durhaka. Ia terkenal cerdik pandai, berfikiran tajam sejak ia berusia muda, sangat tekun beribadah yang dilakukan siang dan malam sehingga berpengaruh kepada kesehatan badannya dan menjadikannya kurus kering, wajahnya pucat dan matanya cekung.

Ia dikenal oleh kaumnya sebagai orang alim menguasai soal-soal keagamaan, hafal kitab Taurat, sehingga ia menjadi tempat bertanya tentang hukum-hukum agama. Ia memiliki keberanian dalam mengambil sesuatu keputusan, tidak takut dicerca orang dan tidak pula menghiraukan ancaman pihak penguasa dalam usahanya menegakkan kebenaran dan melawan kebathilan.
Ia selalu menganjurkan orang-orang yang telah berdosa agar bertaubat dari dosanya. Dan sebagai tanda taubatnya mereka dipermandikan {dibaptiskan} di sungai Jordan, kebiasaan mana hingga kini berlaku di kalangan orang-orang Kristian dan karena Nabi Yahya adalah orang pertama yang mengadakan upacara itu, maka ia dijuluki “Yahya Pembaptis”.

Dikisahkan bahwa Hirodus Penguasa Palestin pada waktu itu mencintai anak saudaranya sendiri bernama Hirodia, seorang gadis yang cantik, ayu, bertubuh semampai dan ramping dan berhasrat ingin mengawininya. Sang gadis berserta ibunya dan seluruh anggota keluarga menyentujui rencana perkawinan itu, namun Nabi Yahya menentangnya dan mengeluarkan fakwa bahwa perkawinan itu tidak boleh dilaksanakan karena bertentangan dengan syariat Musa yang mengharamkan seorang mengawini anak saudaranya sendiri.

Berita rencana perkawinan Hirodus dan Hirodia serta fatwa Nabi Yahya yang melarangnya tersiar di seluruh pelosok kota dan menjadi pembicaraan orang di segala tempat di mana orang berkumpul. Herodia si gadis cantik calon isteri itu merasa sedih bercampur marah terhadap Nabi Yahya yang telah mengeluarkan fatwa mengharamkan perkawinannya dengan bapa saudaranya sendiri, fatwa mana telah membawa reaksi dan pendapat dikalangan masyarakat luas. Ia khuatir bahwa bapa saudaranya Herodus calon suami dapat terpengaruh oleh fatwa Nabi Yahya itu dan terpaksa membatalkan perkawinan yang sudah dinanti-nanti dan diidam-idamkan, bahkan sudah menyiapkan segala sesuatu berupa pakaian maupun peralatan yang perlu untuk pesta perkawinan yang telah disepakati itu.

Baca Juga

Nabi Muhammad Diasuh Oleh Abu Talib

Nabi Muhammad Diasuh Oleh Abu Talib

Nabi Muhammad Diasuh Oleh Abu Talib
Nabi Muhammad Diasuh Oleh Abu Talib

 

Selepas kewafatan datuk baginda, Abu Talib mengambil alih tugas bapanya untuk menjaga anak saudaranya Muhammad. Walaupun Abu Talib kurang mampu berbanding saudaranya yang lain, namun dia mempunyai perasaan yang paling halus dan terhormat di kalangan orang-orang Quraisy. Abu Talib menyayangi Muhammad seperti dia menyayangi anak-anaknya sendiri. Dia juga tertarik dengan budi pekerti Muhammad yang mulia.

Pada suatu hari, ketika mereka berkunjung ke Syam untuk berdagang sewaktu Muhammad berusia 12 tahun, mereka bertemu dengan seorang Rahib Kristian yang telah dapat melihat tanda-tanda kenabian pada baginda. Lalu rahib tersebut menasehati Abu Talib supaya tidak pergi jauh ke daerah Syam karena dikhuatirkan orang-orang Yahudi akan menyakiti baginda sekiranya diketahui tanda-tanda tersebut. Abu Talib mengikut nasehat rahib tersebut dan dia tidak banyak membawa harta dari perjalanan tersebut. Dia pulang segera ke Makkah dan mengasuh anak-anaknya yang ramai. Muhammad juga telah menjadi bagian dari keluarganya. Baginda mengikuti mereka ke pekan-pekan yang berdekatan dan mendengar sajak-sajak oleh penyair-penyair terkenal dan pidato-pidato oleh penduduk Yahudi yang anti Arab.

Baginda juga diberi tugas sebagai pengembala kambing. Baginda mengembala kambing keluarganya dan kambing penduduk Makkah. Baginda selalu berfikir dan merenung tentang kejadian alam semasa menjalankan tugasnya. Oleh sebab itu baginda jauh dari segala pemikiran manusia nafsu manusia duniawi. Baginda terhindar dari perbuatan yang sia-sia, sesuai dengan gelar yang diberikan yaitu “Al-Amin”.

Selepas baginda mula meningkat dewasa, baginda disuruh oleh bapa saudaranya untuk membawa barang dagangan Khadijah binti Khuwailid, seorang peniaga yang kaya dan dihormati. Baginda melaksanakan tugasnya dengan penuh ikhlas dan jujur. Khadijah amat tertarik dengan perwatakan mulia baginda dan keupayaan baginda sebagai seorang pedagang. Lalu dia meluahkan rasa hatinya untuk berkawin dengan Muhammad yang berusia 25 tahun ketika itu. Wanita bangsawan yang berusia 40 tahun itu sangat gembira apabila Muhammad menerima lamarannya lalu berlangsunglah perkawinan mereka berdua. Bermulalah lembaran baru dalam hidup Muhammad dan Khadijah sebagai suami isteri.

Turunnya Wahyu Pertama

Pada usia 40 tahun, Muhammad telah menerima wahyu yang pertama dan diangkat sebagai nabi sekalian alam. Ketika itu, baginda berada di Gua Hira’ dan sentiasa merenung dalam kesunyian, memikirkan nasib umat manusia pada zaman itu. Maka datanglah Malaikat Jibril menyapa dan menyuruhnya membaca Ayat Quran yang pertama diturunkan kepada Muhammad.

“Bacalah dengan nama Tuhanmu Yang menciptakan” (Al-‘Alaq, 96:1).

Rasulullah pulang dengan penuh rasa gemetar lalu diselimuti oleh Khadijah yang mencoba menenangkan baginda. Apabila semangat baginda mulai pulih, diceritakan kepada Khadijah tentang kejadian yang telah berlalu.

Kemudian baginda mula berdakwah secara sembunyi-sembunyi bermula dengan kaum kerabatnya untuk mengelakkan kecaman yang hebat dari penduduk Makkah yang menyembah berhala. Khadijah isterinya adalah wanita pertama yang mempercayai kenabian baginda. Manakala Ali bin Abi Talib adalah lelaki pertama yang beriman dengan ajaran baginda. Dakwah yang sedemikian berlangsung selama tiga tahun di kalangan keluarganya saja.

Sumber : https://earlraytomblin.com/