Uniku Kurban 1 Sapi dan 4 Kambing

Uniku Kurban 1 Sapi dan 4 Kambing

Uniku Kurban 1 Sapi dan 4 Kambing

Uniku Kurban 1 Sapi dan 4 Kambing
Uniku Kurban 1 Sapi dan 4 Kambing

Keluarga Besar Universitas Kuningan (Uniku) menyembelih hewan kurban 1 ekor sapi dan 4 ekor

kambing dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1440 Hijriyah di Halaman Samping Gedung Rektorat Kampus 1 Universitas Kuningan (Uniku), Selasa (13/08/2019).

Menurut Kabag Kemahasiswaan selaku Ketua Panitia Kurban Iim Abdul Karim, SP., saat ditemui usai melaksanakan penyembelihan hewan kurban, mengatakan, pelaksanaan kurban merupakan rutinitas tahunan dari Universitas Kuningan (Uniku).

“Iya, ini merupakan agenda acara rutin setelah Hari Raya Idul Adha setiap tahunnya.

Kegiatan pemotongan hewan kurban dipimpin langsung oleh Tatang Rois, M.Si., selaku Dosen Fakultas Ekonomi (FE) yang juga Kepala Bidang Pengabdian Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Uniku,” tuturnya.

Selain itu, Iim menjelaskan, untuk tahun ini Uniku menyembelih hewan kurban sebanyak 1 ekor sapi dan 4 ekor kambing.

“Penyembelihan 1 ekor sapi dan 4 ekor kambing  tadi pagi berjalan dengan lancar dan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Tatang Rois, M.Si. Seperti biasanya, potongan daging hewan kurban tersebut dibagikan kepada masyarakat sekitar kampus dan karyawan Universitas Kuningan (Uniku),” jelasnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Sang Adipati

Kuningan (YPSAK) Drs. Djuhari Karnawisastra, M.Pd., Ketua Dewan Pengurus YPSAK Drs. Uri Syam, SH., MH., beserta jajarannya, Rektor Universitas Kuningan (Uniku) Dr. Dikdik Harjadi, SE., M.Si., beserta jajaran Pimpinan dan Dekanat Fakultas, Dosen dan Staf Tenaga Kependidikan Universitas Kuningan (Uniku). (Sep)

 

Sumber :

https://obatsipilisampuh.id/

368 Mahasiswa Ikuti Pelepasan dan Pembekalan PKM III

368 Mahasiswa Ikuti Pelepasan dan Pembekalan PKM III

368 Mahasiswa Ikuti Pelepasan dan Pembekalan PKM III

368 Mahasiswa Ikuti Pelepasan dan Pembekalan PKM III
368 Mahasiswa Ikuti Pelepasan dan Pembekalan PKM III

368 mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Kuningan (Uniku) mengikuti kegiatan Pelepasan dan Pembekalan Praktek Keterampilan Mengajar (PKM) III bertempat di Gedung Student Center Iman Hidayat Universitas Kuningan, Rabu (04/09/2019).

“Alhamdulillah, FKIP Uniku akan melaksanakan Praktek Keterampilan Mengajar (PKM) III pada 16 September 2019 yang akan diikuti oleh 368 mahasiswa. 368 mahasiswa yang berasal dari 6 Program Studi (Prodi) ini akan disebar di 35 sekolah mitra mulai dari jenjang SD, SMP, dan SMA/Sederajat. Kegiatan PKM III ini sendiri akan dilaksanakan selama kurang lebih 2,5 bulan,” jelas Dekan FKIP Uniku, Yeyen Suryani, M.Pd., dalam sambutannya.

Selanjutnya, Yeyen menyampaikan bahwa kegiatan Praktek Keterampilan Mengajar (PKM) yang sebelumnya dikenal dengan istilah PPL ini dilaksanakan secara berkelanjutan yaitu mulai dari PKM I, PKM II, dan PKM III.

“Mahasiswa yang mengikuti Kegiatan PKM III ini terlebih dahulu mengikuti kegiatan PKM I

dan PKM II. Jadi, kegiatan PKM dilakukan secara berkelanjutan mulai dari PKM I, II, dan III di sekolah yang sama. Pada kegiatan PKM I, mahasiswa melakukan observasi terkait kultur sekolah, visi misi sekolah, keadaan di sekolah, serta kegiatan guru dan siswa di sekolah. Pada Kegiatan PKM II, mahasiswa membuat administrasi pembelajaran berupa program tahunan, program semester, silabus, dan RPP. Sedangkan Kegiatan PKM III yang akan dilaksanakan pada 16 September 2019 ini, mahasiswa akan mengaplikasikan keterampilan mengajarnya dalam proses pembelajaran dikelas yang akan dibimbing oleh guru pamong,” ujarnya.

Lebih jauh, dirinya mengungkapkan bahwa 368 mahasiswa yang akan mengikuti kegiatan PKM III telah dibelaki dengan berbagai mata kuliah kependidikan yang dapat dijadikan pedoman bagi mereka untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar dikelas.

“Sebelum Kegiatan PKM III ini dilaksanakan, mahasiswa sudah dibekali dengan berbagai mata kuliah yang berkaitan dengan pendidikan, diantaranya mata kuliah kurikulum pembelajaran, perencanaan pembelajaran, strategi pembelajaran, evaulasi pembelajaran, dan mata kuliah kependidikan lainnya. Mudah-mudahan berbagai mata kuliah yang sudah diberikan dikampus bisa dijadikan pedoman oleh mahasiwa dalam mengaplikasikannya di sekolah,” ungkap Yeyen.

Disisi lain, Rektor Universitas Kuningan, Dr. H. Dikdik Harjadi, S.E., M.Si.

, dalam sambutannya mengatakan bahwa mengajar adalah kompetensi utama yang harus dimiliki oleh seluruh mahasiswa FKIP sehingga Kegiatan Praktek Keterampilan Mengajar (PKM) ini perlu dipersiapkan dengan sebaik-baiknya.

“Kegiatan PKM III ini sangat penting bagi mahasiswa karena kompotensi utama mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan adalah mengajar. Oleh karena itu, saya berharap bahwa kegiatan ini betul-betul dipersiapkan dengan matang. Selain pembelakan akademik, mahasiswa juga perlu dibekali dari sisi mentalnya sehingga mereka mampu melaksanakan kegiatan PKM III ini dengan sebaik-baiknya,” ujar Rektor.

Lebih jauh, Rektor berpesan kepada seluruh mahasiswa yang hendak mengikuti PKM III

untuk terus menjaga nama baik FKIP Uniku dan terus bersikap proaktif sehingga mampu memberikan kontribusi yang positif bagi sekolah.

“Selama Kegiatan PKM III, saya berpesan kepada seluruh mahasiswa untuk menjaga nama baik FKIP Uniku karena setiap gerak-gerik yang dilakukan akan menjadi ukuran sejauh mana kualitas mahasiswa FKIP Uniku yang akan dinilai oleh masyarakat, khususnya masyarakat pendidikan. Taati seluruh tata tertib yang ada di sekolah karena setiap sekolah memiliki kultur atau budaya yang berbeda. Hal lain yang tidak kalah penting adalah mahasiswa harus menunjukkan sikap yang proaktif sehingga mampu memberikan kontribusi yang positif bagi sekolah,” pangkasnya. (nit)

 

Sumber :

https://lakonlokal.id/

ITB tak lagi menjadi urutan 100 terbesar di ASIA

ITB tak lagi menjadi urutan 100 terbesar di ASIA

ITB tak lagi menjadi urutan 100 terbesar di ASIA

ITB tak lagi menjadi urutan 100 terbesar di ASIA
ITB tak lagi menjadi urutan 100 terbesar di ASIA

nstitut Teknologi Bandung (ITB) terlempar keluar dari jajaran 100 universitas top Asia pada tahun ini. Peringkatnya bahkan kini di bawah Universitas Airlangga, yang justru mencatatkan kenaikan signifikan.

Dalam pemeringkatan terbaru yang dibuat QS, sebuah jaringan pendidikan dan karier global berbasis di London, Inggris, ITB berada di peringkat ke-113. Posisi ini melorot cukup jauh dibanding tahun lalu, yang berada di urutan ke-80.

Prestasi Universitas Airlangga, yang belakangan ini aktif dalam riset virus flu burung dengan fasilitas laboratorium BSL-3, melonjak dari peringkat ke-130 pada tahun lalu menjadi ke-109 pada tahun ini. Airlangga, menurut QS, kini menjadi universitas top ketiga di Indonesia setelah Universitas Indonesia dan Universitas Gadjah Mada. Keduanya pada tahun ini ditempatkan di ranking ke-50 dan ke-85 se-Asia.

Selain Universitas Airlangga, lonjakan peringkat sebenarnya juga dialami Universitas Padjadjaran. Tapi universitas yang berbasis di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, ini masih jauh dari 100 besar, yakni di peringkat ke-161. Adapun Institut Pertanian Bogor tidak bergerak dari posisinya di peringkat ke-119, sama seperti tahun lalu.

QS, yang pernah bekerja sama dengan Times Higher Education, merilis daftar pemeringkatan universitas top dunia setelah memelototi lebih dari 20 publikasi ilmiah. QS juga mengaku tidak “silau” oleh ukuran sebuah universitas dan dana yang mereka miliki. Yang sangat diperhitungkan oleh QS adalah produk riset.

Ilmu hayat, alam, teknik dan teknologi informasi, sosial, serta seni dan budaya, seluruhnya juga mendapat bobot penilaian yang sama. “Ini memastikan universitas yang kuat dalam bidang ilmu sosial atau seni memiliki peluang yang hampir sama baiknya untuk muncul di peringkat yang sama dengan mereka yang kuat di bidang sains,” demikian seperti tertera dalam situs QS.

Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal menyatakan, persaingan antaruniversitas di tingkat Asia cukup ketat. “Perguruan tinggi di Cina banyak yang baru tumbuh dan terus meningkat peringkatnya,” kata dia. Kementerian Pendidikan, kata Fasli, tetap berusaha memancing semua universitas agar terus masuk dalam 500 besar universitas dunia. “Kami sediakan block grant untuk menjadi world class university bagi yang masuk 500 besar,” kata dia.

WURAGIL | DIANINGSARI
Peringkat Universitas di Asia 2010

1 (1) University of Hong Kong
2 (4) The Hong Kong University of Science and Technology
3 (10) National University of Singapore
4 (2) The Chinese University of Hong Kong
5 (3) The University of Tokyo
6 (8) Seoul National University
7 (6) Osaka University
8 (5) Kyoto University
9 (13) Tohoku University
10 (12) Nagoya University

50 (50) University of Indonesia
85 (63) Universitas Gadjah Mada
109 (130) Airlangga University
113 (80) Bandung Institute of Technology
119 (119) Bogor Agricultural Institute
161 (201) Padjadjaran University–bersama 11 universitas lain

Baca Juga :

Pengertian Produsen

Pengertian Produsen

Pengertian Produsen

Pengertian Produsen
Pengertian Produsen

Produksi adalah suatu kegiatan yang menghasilkan output dalam bentuk barang maupun jasa. Contoh : pabrik batre yang memproduksi batu baterai, tukang mie ayam yang membuat mie yamin, tukang pijet yang memberikan pelayanan jasa pijat dan urut kepada para pelanggannya, dan lain sebagainya.
Sedangkan pengertian dari Produsen dalam ekonomi adalah setiap orang perorangan atau badan usaha, baik yang berbentuk badan hukum maupun bukan badan hukum yang didirikan dan berkedudukan atau melakukan kegiatan dalam wilayah hukum negara Republik Indonesia, baik sendiri maupun bersama-sama melalui perjanjian menyelenggarakan kegiatan usaha dalam berbagai bidang ekonomi.

A. Bentuk atau wujud dari pelaku usaha:

• Orang perorangan
Setiap individu yang melakukan kegiatan usahanya secara seorang diri.

• Badan usaha
Kumpulan individu yang secara bersama-sama melakukan kegiatan usaha. Badan usaha selanjutnya dapat dikelompokkan kedalam dua kategori, yakni:

• Badan hukum

Menurut hukum, badan usaha yang dapat dikelompokkan ke dalam kategori badan hukum adalah yayasan, perseroan terbatas dan koperasi.

• Bukan badan hukum

Jenis badan usaha selain ketiga bentuk badan usaha diatas dapat dikategorikan sebagai badan usahan bukan badan hukum, seperti firma, atau sekelompok orang yang melakukan kegiatan usaha secara insidentil.

B. Badan usaha tersebut harus memenuhi salah satu kriteria ini:

• Didirikan dan berkedudukan di wilayah hukum Negara Republik Indonesia.
• Melakukan kegiatan di wilayah hukun Negara Republik Indonesia
• Kegiatan usaha tersebut harus didasarkan pada perjanjian.
• Di dalam berbagai bidang ekonomi. Pengertian ini sangat luas, bukan hanya pada bidang produksi.

Dengan demikian yang dimaksud dengan pelaku usaha bukan hanya produsen, melainkan hingga pihak terakhir yang menjadi perantara antara produsen dan konsumen, seperti agen, distributor dan pengecer (konsumen perantara).

Sumber : https://freemattandgrace.com/

Mengoptimalkan Produksi

Mengoptimalkan Produksi

Mengoptimalkan Produksi

Mengoptimalkan Produksi
Mengoptimalkan Produksi

Dalam mengoptimalkan produksi, arah pengembangan produk rekayasa umum diarahkan pada pemeliharaan dan pengembangan posisi perusahaan selaku pemasok “sourcing” internasional pada industri pembangkit listrik besar dunia, sedangkan produk modular dan EPC akan lebih difokuskan untuk pasar dalam negeri.

Dunia usaha dalam persaingan global pada saat ini penuh dinamika dan perubahan yang cepat. PT PAL INDONESIA (Persero) menyiasati tantangan ini dengan melakukan perubahan fundamental yang bertujuan untuk menciptakan sistim dengan fondasi yang lebih kuat dan berkelanjutan. Strategi PT PAL INDONESIA (PERSERO) dalam menghadapi perubahan tersebut.

Cara meningkatkan daya saing perusahaan / Mengoptimalkan Produksi :

• Penerapan front-end back end mechanism dalam pengembangan usaha
• Project financing untuk mengoptimalkan fasilitas produksi
• Peningkatan produktivitas melalui penerapan Full Block Outfitting System (FSOB)
• Optimalisasi peralatan produksi
• PIM (Productivity & Measurement) Centre
• Welding Centre
• Kebijakan kualitas serta kebijakan yang mengarah kepada penerapan praktek-praktek Good Corporate Governance di PT PAL INDONESIA (Persero).

Sumber : https://merpati.co.id/

Pesantren Darul Aman Gombara-Sulsel Raih Emas dalam Olimpiade Nasional Bahasa Arab Ke-3

Pesantren Darul Aman Gombara-Sulsel Raih Emas dalam Olimpiade Nasional Bahasa Arab Ke-3

Pesantren Darul Aman Gombara-Sulsel Raih Emas dalam Olimpiade Nasional Bahasa Arab Ke-3

Pesantren Darul Aman Gombara-Sulsel Raih Emas dalam Olimpiade Nasional Bahasa Arab Ke-3
Pesantren Darul Aman Gombara-Sulsel Raih Emas dalam Olimpiade Nasional Bahasa Arab Ke-3

Prestasi membanggakan ditorehkan oleh santri Pondok Pesantren Darul Aman Gombara Makassar

atas nama Arfan Fauzi dan Nurul Muthiah yang masing-masing berhasil Meraih Emas (Peringkat 7 dari 10 Besar Emas Terbaik) dan Juara Harapan II yang mewakili Sulawesi Selatan dalam Grand Final Olimpiade Nasional Bahasa Arab Ke-3 di Jakarta.

Acara yang bertajuk Konferensi Nasional ke 2 dan Grand Final Olimpiade Nasional

Bahasa Arab ke 3 ini diselenggarakan oleh Forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (F-MGMP) Bahasa Arab Se- Indonesia selama tiga hari bertempat di gedung PPPPTK Bahasa Kemendikbud RI, Jakarta 10-12 November 2019.

Kegiatan Olimpiade Nasional Bahasa Arab ini merupakan agenda tahunan, dan tahun ini diikuti sekitar 32 perwakilan Provinsi di seluruh Indonesia. Pondok Pesantren Darul Aman Gombara sendiri berhasil mengirimkan dua utusannya sampai ke tingkat Nasional setelah melalui seleksi di tingkat wilayah.

Selain itu, juga ada beberapa kegiatan yang diselenggarakan diantaranya:

Pertemuan nasional Forum MGMP Bahasa Arab se-Indonesia; Seminar nasional tentang pembelajaran bahasa Arab kontemporer; Grand final olimpiade nasional bahasa Arab baik untuk pelajar maupun pendidik bahasa Arab; Workshop atau pelatihan peningkatan kompetensi pendidik bahasa Arab; dan berbagai kegiatan pendukung lainnya seperti festival atau pameran budaya Arab.

Ustadz Aminuddin, Lc, LLB, salah satu guru mata pelajaran Bahasa Arab Pondok Pesantren Darul Aman merasa bersyukur dan mengapresiasi kegiatan ini. “Olimpiade Nasional Bahasa Arab ini Alhamdulillah sangat Luar Biasa memberikan pengalaman berharga kepada peserta santri yang melaju ke tahap grand final di Jakarta tepatnya di p4tk Bahasa kemendikbud. Dan Dua siswa kita alhamdulillah dapat meraih 10 besar,” ujar ustadz yang juga sebagai peserta konferensi dan pendamping lomba.

Pondok Pesantren yang berlokasi di Jalan KH. Abdul Djabbar Ashiry, Sudiang, Kota Makassar ini,  memiliki program unggulan yaitu Bahasa (Arab dan Inggris), Tahfidzul Quran, dan Akhlaq.

 

Baca Juga :

World Bank dan Menag Bahas Pengembangan SDM Unggul Madrasah

World Bank dan Menag Bahas Pengembangan SDM Unggul Madrasah

World Bank dan Menag Bahas Pengembangan SDM Unggul Madrasah

World Bank dan Menag Bahas Pengembangan SDM Unggul Madrasah
World Bank dan Menag Bahas Pengembangan SDM Unggul Madrasah

Peningkatan kualitas sumber daya manusia tidak lepas dari peningkatan mutu pendidikan

. Kesenjangan dalam sistem pendidikan Indonesia, termasuk dalam penyelenggaraan Madrasah perlu untuk segera diatasi.

Hal ini yang mendorong World Bank menggagas program ‘Realizing Education’s Promise Madrasah Education Quality Reform’ (MEQR)).

Program ini bertujuan untuk memberikan dukungan kepada Kementerian Agama untuk melakukan peningkatan kualitas pendidikan di Madrasah, sehingga menghasilkan SDM unggul. Program ini akan dilaksanakan pada tahun 2020-2024.

Hal tersebut disampaikan oleh Global Director for Education World Bank, Jaime Saavedra,

saat menemui Menteri Agama Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi, di Kantor Kementerian Agama, Jakarta.

“Kami sangat senang dapat mensupport Kementerian ini. Di Madrasah, kami melihat contoh pendidikan, bagaimana anak-anak tidak hanya diajarkan tentang pendidikan agama, tapi juga disiapkan untuk memiliki soft skill, dan sebagainya,” tutur Jaime, Selasa (19/11).

Melalui program ini, World Bank akan melakukan pendampingan guna meningkatkan mutu Madrasah-madrasah di Indonesia, mulai dari penyusunan kebijakan hingga implementasi program. Hadir bersama Jaime, Program Leader for Human Development in Indonesia and Timor-Leste World Bank, Camilla Holmemo; Senior Education Specialist World Bank, Noah Yarrow, dan Operation Manager, Rolande Pryce.

Jaime juga menyampaikan, pihaknya terbuka untuk melakukan diskusi dan kolaborasi sehingga

program yang dilaksanakan sejalan dengan visi misi pemerintah Indonesia.

“Bersama dengan tim Kemenag, kita akan bicarakan, bagaimana program ini dapat mensupport kebutuhan peserta didik sekaligus kebutuhan negara,” imbuhnya.

Tak hanya peserta didik, peningkatan mutu guru-guru Madrasah juga akan menjadi perhatian dari program Realizing Education’s Promise MEQR  ini.

“Ini adalah kesempatan besar bagi kita untuk meningkatkan profesionalitas guru-guru Madrasah. Karena itu merupakan salah satu faktor penting bagi peningkatan kualitas pendidikan di Madrasah,” ujar Jaime.

 

Sumber :

https://connect.barton.edu/ICS/Academics/BUS/CIS_PLA/Special_Courses-CIS_PLA-CIS_1/Blog_1.jnz?portlet=Blog_1&screen=View+Post&screenType=next&Id=66dee9a0-de10-48a4-b22c-5480945b5945

Menag Resmikan Rumah Moderasi Beragama Pertama di UIN Bandung

Menag Resmikan Rumah Moderasi Beragama Pertama di UIN Bandung

Menag Resmikan Rumah Moderasi Beragama Pertama di UIN Bandung

Menag Resmikan Rumah Moderasi Beragama Pertama di UIN Bandung
Menag Resmikan Rumah Moderasi Beragama Pertama di UIN Bandung

Menteri Agama RI, Jenderal (Purn) Fachrul Razi meresmikan rumah moderasi

beragama pertama di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).

Gedung dua lantai ini terletak di Kampus 3 di Universitas Islam Negeri

(UIN) Sunan Gunung Djati Bandung, dan telah memiliki 300 santri.

Menteri Agama Jenderal (Purn) Fachrul Razi pun mengapresiasi keberadaan rumah moderasi di UIN Sunan Gunung Djati Bandung tersebut.

“Saya bangga sekali dengan adanya rumah moderasi ini sehingga dapat menjadi tempat belajar tentang apa itu moderasi beragama,” ujar Menag, Selasa (26/11).

Menag menegaskan, bahwa moderasi beragama tidak hanya dilakukan

pada Agama Islam saja, tapi juga pada agama-agama lain.

“Sekali lagi saya tekankan, bukan agamanya yang dimoderasi tapi kehidupan beragama kita yang perlu dimoderasi,” tutur Menag.

Rektor UIN Sunan Gunung Djati, Mahmud, mengatakan bahwa kampusnya merupakan PTKIN  pertama yang membangun rumah moderasi beragama dari 58 PTKIN yang ada.

Ia berharap, ke depannya rumah moderasi ini dapat menjadi tempat candradimuka para mubalig, penyuluh dan guru-guru yang moderat dalam mengajarkan Islam yang Rahmatan Lil Alamin.

 

Sumber :

https://my.sterling.edu/ICS/Academics/LL/LL379__UG08/FA_2008_UNDG-LL379__UG08_-A/Blog_105.jnz?portlet=Blog_105&screen=View+Post&screenType=next&&Id=dc470024-0aec-432c-bf79-108752dbf4b8

JELASKAN DAN GAMBARKAN FITUR LAYOUT TELEMATIKA

JELASKAN DAN GAMBARKAN FITUR LAYOUT TELEMATIKA

JELASKAN DAN GAMBARKAN FITUR LAYOUT TELEMATIKA

JELASKAN DAN GAMBARKAN FITUR LAYOUT TELEMATIKA
JELASKAN DAN GAMBARKAN FITUR LAYOUT TELEMATIKA

Pada dasarnya, fitur layout telematika terbagi 6 macam fitur layanan antara lain :

Head Up Display System

Head Up Display (HUD) merupakan sebuah tampilan transparan yang menampilkan data tanpa mengharuskan penggunanya untuk melihat ke arah yang lain dari sudut pandang biasanya. Asal nama dari alat ini yaitu pengguna dapat melihat informasi dengan kepala yang terangkat (head up) dan melihat ke arah depan daripada melihat ke arah bawah bagian instrumen. Walaupun HUD dibuat untuk kepentingan penerbangan militer (kayaknya jaman dulu sampe sekarang teknologi itu dipakai militer dulu baru di kasih ke orang sipil, trus kapan orang sipil bisa punya teknologi?), sekarang HUD telah digunakan pada penerbangan sipil, kendaraang bermotor dan aplikasi lainnya.

Tangible User Interface

Tangible User Interface, yang disingkat TUI, adalah antarmuka dimana seseorang dapat berinteraksi dengan informasi digital lewat lingkungan fisik. Nama inisial Graspable User Interface, sudah tidak lagi digunakan. Salah satu perintis TUI ialah Hiroshi Ishii, seorang profesor di Laboratorium Media MIT yang memimpin Tangible Media Group. Pandangan istimewanya untuk tangible UI disebut tangible bits, yaitu memberikan bentuk fisik kepada informasi digital sehingga membuat bit dapat dimanipulasi dan diamati secara langsung.

Computer Vision

Computer Vision (komputer visi) merupakan ilmu pengetahuan dan teknologi dari mesin yang melihat. Dalam aturan pengetahuan, komputer visi berhubungan dengan teori yang digunakan untuk membangun sistem kecerdasan buatan yang membutuhkan informasi dari citra (gambar). Data citranya dapat dalam berbagai bentuk, misalnya urutan video, pandangan deri beberapa kamera, data multi dimensi yang di dapat dari hasil pemindaian medis.

Browsing Audio Data

Browsing Audio Data merupakan metode browsing jaringan yang digunakan untuk browsing video / audio data yang ditangkap oleh sebuah IP kamera. Jaringan video / audio metode browsing mencakupi langkah-langkah sebagai berikut :

–          Menjalankan sebuah program aplikasi komputer lokal untuk mendapatkan kode
identifikasi yang disimpan dalam kamera IP

–          Transmisi untuk mendaftarkan kode identifikasi ke DDNS ( Dynamic Domain Name
Server) oleh program aplikasi

–          Mendapatkan kamera IP pribadi alamat dan alamat server pribadi sehingga pasangan
IP kamera dan kontrol kamera IP melalui kamera IP pribadi alamat dan alamat

Baca Juga :

Contoh-contoh Middleware

Contoh-contoh Middleware

Contoh-contoh Middleware

Contoh-contoh Middleware
Contoh-contoh Middleware

Middleware tersedia untuk berbagai platform, dengan berbagai jenis. Jenis middleware yang umum dikembangkan saat ini dapat dikelompokkan dalam lima kategori besar, salah satunya adalah homegrown, yang dikembangkan khusus untuk kebutuhan internal organisasi, model RPC/ORB (Remote Procedure Call/Object Request Broker), Pub/Sub (Publication/Subscription), Message Queuing, dan TP (Transaction Processing) Monitor.

Di Linux, banyak perusahaan besar seperti IBM, BEA, dan Schlumberger yang sedang dan sudah mengerjakan berbagai sistem middleware. Salah satu produk middleware IBM untuk

platform Linux adalah BlueDrekar™. BlueDrekar™ adalah middleware berbasis spesifikasi Bluetooth™ untuk koneksi peralatan wireless di lingkungan rumah dan kantor. Produk middleware ini menyediakan protocol stack dan berbagai API (Application Programming Interfaces) yang dibutuhkan aplikasi berbasis jaringan. Diharapkan adanya BlueDrekar™ di Linux ini akan mempercepat pertumbuhan aplikasi dan peralatan berbasis Bluetooth™.

Contoh lain, BEA Tuxedo™ dari BEA System, sebuah middleware transaction processing monitor yang juga mendukung model ORB, tersedia untuk berbagai platform, termasuk RedHat Linux. BEA Tuxedo memungkinkan kombinasi pengembangan aplikasi dengan model CORBA dan ATMI (Application-to-Transaction Monitor Interface). Sebuah aplikasi yang dibuat untuk Tuxedo dapat berjalan pada platform apapun yang ditunjang oleh BEA tanpa perlu modifikasi

dalam kode aplikasinya.

Dalam bidang kartu magnetis (smart cards), Schlumberger adalah salah satu pengembang dan produsen CAC (Common Access Card) dan middleware CAC-nya. Produk middleware ini yang diberi nama CACTUS (Common Access Card Trusted User Suite), dapat berjalan di atas Linux. memberi kemampuan koneksi pada level aplikasi ke kartu magnetis dan fungsi-fungsi kriptografis.

ShaoLin Aptus adalah sebuah middleware untuk Linux, yang mengubah jaringan PC menjadi sebuah arsitektur jaringan komputer yang bersifat ‘fit client’. Produk yang memenangkan ‘IT Excellence Awards 2002’ di Hong Kong ini, mengembangkan konsep ‘ t h i n c l i e nt’ dengan memperbolehkan komputasi berbasis client. Shaolin Aptus membuat banyak klien dapat menggunakan sistem operasi dan aplikasi yang tersimpan di server melalui LAN secara transparan.

Saat ini, hampir seluruh aplikasi terdistribusi dibangun dengan menggunakan middleware. Masih menurut IDC, perkembangan segmen middleware terbesar akan terjadi dalam alat yang membantu sistem manajemen bisnis. Hal ini terjadi untuk memenuhi permintaan akan integrasi aplikasi yang lebih baik. Linux, didukung oleh bermacam produk middleware, memberikan pilihan sistem operasi dan middleware yang stabil, dengan harga yang bersaing.

Contoh-contoh Middleware

–   Java’s : Remote Procedure Call

– Remote Procedure Calls (RPC) memungkinkan suatu bagian logika aplikasi untuk didistribusikan pada       jaringan. Contoh :SUN RPC, diawali dengan network file system (SUN NFS), DCE RPC, sebagai dasar Microsoft’s COM.

– Object Request Brokers (ORBs) memungkinkan objek untuk didistribusikan dan dishare pada jaringan yang heterogen. Pengembangan dari model prosedural RPC, –Sistem objek terdistribusi, seperti CORBA, DCOM, EJB, dan .NET memungkinkan proses untuk dijalankan pada sembarang jaringan.

–   Object Management Group’s : Common, dan Object Request Broker Architecture (COBRA)

Sumber : https://chicagobearsjerseyspop.com/