Ramadan, PMI Pamekasan Santuni Anak Yatim

Ramadan, PMI Pamekasan Santuni Anak Yatim

Ramadan, PMI Pamekasan Santuni Anak Yatim

Ramadan, PMI Pamekasan Santuni Anak Yatim
Ramadan, PMI Pamekasan Santuni Anak Yatim

Jajaran pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Pamekasan, memberikan santunan

kepada anak yatim di Mushalla SMP Negeri 2 Pamekasan, Minggu (26/5/2019).

Kegiatan yang dikemas dengan buka puasa bersama dan santunan anak yatim, dihadiri jajaran pengurus hingga jajaran Korp Sukarelawan (KSR) di lingkungan PMI Pamekasan. Termasuk sebanyak 28 anak yatim dari berbagai panti asuhan.

“Bersamaan dengan momentum Ramadan 1440 Hijriyah, kami jajaran pengurus menggelar

kegiatan buka puasa bersama sekaligus memberikan santunan kepada anak yatim piatu,” kata Humas PMI Pamekasan, Yulianto Priyatno.
Baca Juga:

Bhaksos dan Diklat Meriahkan Puncak HUT 74 PMI di Pamekasan
UTD PMI Pamekasan Kumpulkan 80 Kantong Darah
PMI Pamekasan Ikut Distribusikan Air Bersih Gratis
Puluhan PMR Pamekasan Ikuti Jumbara Jatim di Magetan

Selain itu, kegiatan tersebut dimaksudkan sebagai upaya mempererat tali silaturahmi antar pengurus sekaligus memberikan santunan bagi anak yatim dalam momentum Ramadan 2019.

“Melalui kegiatan ini kita berharap agar ikatan kekeluargaan di PMI Pamekasan semakin baik,

tidak kalah penting tentunya berbagi dengan para yatim di bulan yang penuh berkah ini,” ungkapnya.

Dari itu pihaknya berharap kegiatan tersebut bisa menjadi motivasi bagi jajaran pengurus untuk berbagi bersama anak yatim. “Dengan kegiatan ini tentunya kita berharap agar kita semua bisa mendapatkan berkah di bulan suci Ramadan,” pungkasnya.

 

Sumber :

http://www.pearltrees.com/danuaji88/item277225370

Pemkot Kediri Kembali Pertahankan Predikat WTP dari BPK RI

Pemkot Kediri Kembali Pertahankan Predikat WTP dari BPK RI

Pemkot Kediri Kembali Pertahankan Predikat WTP dari BPK RI

Pemkot Kediri Kembali Pertahankan Predikat WTP dari BPK RI
Pemkot Kediri Kembali Pertahankan Predikat WTP dari BPK RI

Pemerintah Kota Kediri kembali mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian

(WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI berdasarkan laporan hasil pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kota Kediri Tahun Anggaran 2018.

Dalam acara Penyerahan LHP oleh BPK, Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar didampingi Ketua DPRD Kota Kediri Kholifi Yunon menerima LHP yang diserahkan langsung oleh Kepala Perwakilan BPK RI Provinsi Jawa Timur Harry Purwaka di Kantor Perwakilan BPK RI Jawa Timur, Sidoarjo, Senin (27/5).

Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar mengungkapkan opini WTP ini berhasil diraih oleh Pemerintah Kota Kediri selama lima tahun berturut-turut. Keberhasilan mempertahankan WTP ini tidak lepas dari evaluasi yang terus dilakukan oleh Pemerintah Kota Kediri terkait dengan temuan BPK. Selain itu dalam setiap pemeriksaan Pemerintah Kota Kediri pasti sharing dengan BPK sehingga ada perbaikan. “Tahun demi tahun saya sering sharing dengan BPK sehingga saya bisa memberikan acuan pada teman-teman di OPD,” ujarnya.

Baca Juga:

6 Tahun, Penjual Kopi Berjuang Rebut Kembali Rumah Peninggalan Ortu
Tak Kunjung Dibangun, Belasan User Perumahan Subsidi Minta Uang Kembali
Walikota Kediri Hadiri Festival Cap Go Meh
Mantap! Pemkot Kediri Raih BKN Award Kategori Penilaian Kerja

Pria yang populer disapa Mas Abu ini menjelaskan tidak ada kendala dalam mempertahankan opini WTP

. Apalagi sudah menjadi kewajiban Pemerintah Daerah untuk meraih WTP. Karena dengan WTP masyarakat bisa mengetahui bahwa keuangan daerah yang dikelola oleh eksekutif sudah tepat.

“Tinggal saya sebagai walikota akan terus menaikkan integritas di pemerintah daerah terhadap pengelolaan keuangan. Pemeriksaan dari BPK ini sangat bermanfaat sekali dan saat ini kita juga diperiksa oleh Kantor Akuntan Publik,” jelasnya.

Mas Abu berharap kedepan akan terus terjalin kerjasama untuk menaikkan integritas pelaporan yang bisa memberikan dampak kesejahteraan masyarakat. “ Insya Allah bila pelaporan benar integritas akan naik dan memberikan dampak yang semakin bagus pada masyarakat,” harapnya.

Selain menyerahkan LHP untuk Kota Kediri, BPK juga memberikan LHP kepada enam Pemerintah

Daerah lain. Yakni, Kota Batu, Kota Blitar, Kabupaten Malang, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Trenggalek dan Kabupaten Nganjuk.

 

Sumber :

https://uberant.com/users/danuaji88/

 

Usai Dilantik, Rektor Baru Undar Terima ‘Surat Cinta’ dari Mahasiswa

Usai Dilantik, Rektor Baru Undar Terima ‘Surat Cinta’ dari Mahasiswa

Usai Dilantik, Rektor Baru Undar Terima ‘Surat Cinta’ dari Mahasiswa

 

Usai Dilantik, Rektor Baru Undar Terima ‘Surat Cinta’ dari Mahasiswa
Usai Dilantik, Rektor Baru Undar Terima ‘Surat Cinta’ dari Mahasiswa

 

Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang memasuki babak baru. Betapa tidak,

setelah terkatung-katung dalam konflik, kini kampus yang berada di Jl KH Abdurrahman Wahid itu memiliki rektor baru. Pelantikan tersebut digelar di aula setempat, Selasa (8/10/2019).

Menariknya lagi, rektor yang baru ini berasal dari luar. Dia bukan dari keluarga PPDU (Pondok Pesantren Darul Ulum) Jombang. Bukan pula keturunan dari pendiri Undar KH Mustain Romly. Rektor baru ini adalah
Prof. Ir. Raden Chairul Saleh, M.Sc.,Ph.D, yang notabene berasal dari UII (Universitas Islam Indonesia) Yogyakarta. Dengan pelantikan itu, Chairul Saleh resmi menjabat sebagai Rektor Undar periode 2019-2023.

Usai pelantikan, Chairul Saleh mendapat kejutan. Dia menerima sepucuk surat dari mahasiswa.

Surat itu berisi tentang permintaan mahasiswa agar rektor segera menggelar wisuda sarjana. Karena sejak konflik, wisuda mahasiswa sempat tertunda.
Baca Juga:

Menghadang Narkoba Masuk Kampus
Mahasiswa Segel Kampus Undar
MPA Trisula Kirim ‘Sejuta Surat’ untuk Selamatkan Bumi
23 Tahun MPA Trisula, dari Generasi Awal Hingga Milenial

Surat yang ditulis oleh Nur Azizah, mahasiswa Psikologi tersebut juga berharap,

dengan dilantiknya Chairul Saleh sebagai rektor, akan membawa perubahan bagi Undar ke depan. Sehingga perguruan tinggi yang didirikan KH Mustain Romly itu tetap bisa melahirkan generasi yang berotak London dan berhati Majidil Haram.

Kepada wartawan yang mewawancarainya, Charul Saleh sempat menunjukkan ‘surat cinta’ tersebut. “Target terdekat yang akan saya lakukan adalah pembenahan organisasi di Undar. Saya pasang target dua minggu, terselesaikan,” ujar Chairul Saleh.

Bukan itu saja, Chairul Saleh juga akan melakukan pembenahan bidang akademik. Termasuk melakukan pembenahan pada sistem perkuliahan. Bagimana soal wisuda? Chairul menegaskan bahwa pihaknya akan menggelar wisuda pada bulan depan atau November.

 

Baca Juga :

Usai Kakinya Diamputasi, Begini Kondisi Gadis Penderita Kanker Tulang di Mojokerto

Usai Kakinya Diamputasi, Begini Kondisi Gadis Penderita Kanker Tulang di Mojokerto

Usai Kakinya Diamputasi, Begini Kondisi Gadis Penderita Kanker Tulang di Mojokerto

Usai Kakinya Diamputasi, Begini Kondisi Gadis Penderita Kanker Tulang di Mojokerto
Usai Kakinya Diamputasi, Begini Kondisi Gadis Penderita Kanker Tulang di Mojokerto

Masih ingat Silfi Qumairo (14), gadis asal Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto penderita kanker tulang? Salah satu pelajar Sekolah Menegah Pertama (SMP) swasta di Kecamatan Sooko ini, divonis dokter kanker tulang setelah terjatuh di sekolah pada Desember 2018.

Kaki sebelah kanan siswi kelas II yang mengalami bengkak terase, kini sudah diamputasi. Anak pasangan, Faizin Laili Agustin (35) dan Mohammad Gozali (37) ini menjalani operasi kaki kanan di RSU dr Soetomo Kota Surabaya pada Minggu (29/9/2019) sekitar pukul 06.30 WIB.

Ayah Silfi, Mohammad Gozali (37) menuturkan, Silfi menjalani operasi di Surabaya setelah mendapat fasilitas dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto. “Silfi dijemput mobil ambulans dan dibawa ke RSU dr Soetomo pada Minggu, 22 September lalu,” ungkapnya, Rabu (9/10/2019).

Masih kata Gozali, kaki Silfi diamputasi seminggu kemudian atau pada,

Minggu (29/9/2019) sekitar pukul 06.30 WIB, Silfi keluar dari ruang operasi sekitar pukul 11.00 WIB. Silfi dirawat di RSU dr Soetomo Surabaya selama 12 hari dan kembali ke rumah di Mojokerto, pada Kamis (3/10/2019) pekan lalu.
Baca Juga:

Prihatin Wabah Hepatitis A, Relawan Ponorogo Bagikan 4000 Masker
Waspadai ISPA Selama Lebaran
Peneliti Unair Manfaatkan Doxycycline Dosis Rendah untuk Fotosensitizer
Bertambah Lagi, Jumlah Penderita Kini Jadi 958 Orang
Ini Penyakit Pemudik yang Diwaspadai Dinkes Kabupaten Mojokerto

“Saat ini yang dikeluhkan setelah menjalani operasi, merasakan rasa nyeri di bekas amputasi dan kadang dia merasa pusing. Kepala sebelah kanan Silfi terdapat benjolan kecil, saat diperiksa dokter katanya tidak ada masalah, tapi besok saat kontrol kita akan konsultasi,” jelasnya.

Meski kehilangan kaki sebelah kanan, silfi tetap bersemangat dan ingin segera kembali bersekolah

. Harapannya untuk kembali mengenyam bangku sekolah ditunjukan dengan meminta orang tuanya sebuah laptop.

“Alhamdulillah anaknya punya semangat yang tinggi. Harapan anaknya ya ingin cepat masuk sekolah. Kemarin juga minta laptop untuk belajar di sekolah, meski belum bisa duduk dan hanya bisa berbaring di atas tempat tidur. Saat ini, dokter lebih fokus kepada proses penyembuhan,” ujarnya.

Gozali menambahkan, Silfi akan mendapatkan bantuan dari Gubenur Jawa Timur Khofifah

Indar Parawansa berupa kaki palsu. Namun, pihak dokter meminta agar fokus ke penyembuhan baru konsultasi kaki palsu. Tak hanya bisa berbaring di tempat tidur, wajah Silfi pucat, tubuhnya kurus, rambutnya pun kini semakin habis

 

Sumber :

https://www.disdikbud.lampungprov.go.id/projec2014/manusia-purba/

Manfaatkan Teknologi Ozon untuk Terapi Antimikroba dan Dekontaminasi Bahan Obat

Manfaatkan Teknologi Ozon untuk Terapi Antimikroba dan Dekontaminasi Bahan Obat

Manfaatkan Teknologi Ozon untuk Terapi Antimikroba dan Dekontaminasi Bahan Obat

Manfaatkan Teknologi Ozon untuk Terapi Antimikroba dan Dekontaminasi Bahan Obat
Manfaatkan Teknologi Ozon untuk Terapi Antimikroba dan Dekontaminasi Bahan Obat

Ozon diproduksi melalui teknologi plasma dengan bahan baku udara maupun oksigen. Pemanfaatan ozon pada dosis yang tepat akan menjadikan ozon sebagai antioksidan alami, namun pada konsentrasi tinggi ozon justru dapat menjadi racun bagi beberapa organisme hidup.

Ozon (O3) adalah molekul yang terdiri atas tiga atom oksigen yang tidak stabil. Tidak seperti oksidator umumya, ozon merupakan zat pengoksidasi yang sangat kuat (powerful oxidizing agent) yang juga dapat sebagai non-chemical desinfectant. Ciri-ciri dan spesifikasi ozon yaitu tidak beracun (non-toxic) dalam konsentrasi rendah, ramah lingkungan, relatif tidak berbahaya, dan hampir serupa dengan oksigen.

Ozon mampu membunuh mikroorganisme patogen seperti bakteri, virus, dan jamur.

Aplikasi teknologi ozon pada penanganan hasil pertanian mampu meluruhkan kontaminasi pestisida, bakteri, dan logam berat yang menempel pada permukaan kulit sayuran dan buah-buahan, sehingga aman dikonsumsi bagi kesehatan manusia.

Prof. Dr. Muhammad Nur, DEA dari Universitas Diponegoro (UNDIP) telah membuat dan mengaplikasikan produk inovasi berbasis teknologi plasma untuk pangan dan lingkungan. Aplikasi dari teknologi itu kemudian dikembangkan oleh Dr. Suryani Dyah Astuti, M.Si., dari Departemen Fisika di Universitas Airlangga bersama tim dari ITS dan Farmasi UNAIR (Nike Grevika, Putri S Puspita dan Derian Faridsa) memanfaatkan ozon untuk meningkatkan efektivitas terapi fotodinamik dan dekontaminasisimplisia (bahan alami yang digunakan sebagai obat).

“Teknologi plasma merupakan produk inovasi dari UNDIP yang telah dimanfaatkan untuk pengawetan

produk pertanian hortikultura. Plasma merupakan gas yang terionisasi dalam lucutan listrik atau dapat didefinisikan sebagai percampuran dari elektron, radikal, ion positif, dan negatif. Salah satu produknya adalah ozon,” jelasnya.

“Pada tahun 2018 kami mengadakan kunjungan ke teaching industry teknologi plasma di UNDIP. Hasil diskusi dengan Pak Nur memberikan ide untuk memanfaatkan ozon hasil teknologi plasma untuk meningkatkan efektivitas metode photodynamictherapy(PDT). Aplikasi metode PDT merupakan salah satu contoh terapi yang digunakan pada bidang kesehatan yaitu menyembuhkan luka karena infeksi mikroba. Selain itu, ozon juga dapat digunakan untuk reduksi biofilm, sterilisasi dan dekontaminasi pada bahan pangan dan obat,” tambahnya.

Pemanfaatan Ozon untuk Kesehatan

Salah satu pemanfaatan teknologi ozon adalah untuk meningkatkan efektivitas reduksi biofilm

pada terapi fotodinamik antimikroba. Penyelidikan ini menargetkan mikroorganisme dalam fase biofilm.
Dr. Dyah menuturkan bahwa, bakteri yang menyebabkan penyakit infeksi kronis pada manusia umumnya mampu membentuk biofilm.

Biofilm merupakan suatu komunitas sel mikroorganisme yang terstruktur, saling menempel dan memproduksi matriks polimer yang mampu melekat pada permukaan biologis maupun benda mati. Karakteristik biofilm adalah resistensinya terhadap agenantibiotic, terang Dyah.

 

Sumber :

https://www.disdikbud.lampungprov.go.id/projec2014/sejarah-pramuka/

MAN 2 Bogor Juarai Pelangi

MAN 2 Bogor Juarai Pelangi

MAN 2 Bogor Juarai Pelangi

MAN 2 Bogor Juarai Pelangi
MAN 2 Bogor Juarai Pelangi

Bogor berhasil keluar sebagai juara umum dalam Perlombaan Antar Generasi Islam

(Pelangi) di SMAN 1 Leuwiliang, beberapa waktu lalu. Para siswa berhasil merebut beberapa kategori lomba seperti juara I lomba dai, juara I lomba MTQ, juara I MHQ, juara I poster islami dan juara I LCCI serta juara III Kaligrafi.

Kepala MAN 2 Bogor Nani Ruhyani mengatakan, keberhasilan siswa MAN 2 Bogor

menjuarai kegiatan ini tidak terlepas dari bakat siswa serta pembinaan yang dilakukan esktrakulikuler Rohis di MAN 2 Bogor.

“tentu keberhassilan ini merupakan kerja bersama antara siswa dan guru dalam eskul Rohis,” kata Nani.

Menurutnya, pembinaan siswa memang dilakukan dalam bentuk apapun.

Tidak hanya di bidang akademik akan tetapi bisa juga di bidang lain.

“ini merupakan langkah kita membentuk minat dan bakat siswa, tentu melalui kegiatan diluar sekolah,” pungkasnya.

 

Baca Juga :

SMP PGRI 16 Sukses Gelar USBN

SMP PGRI 16 Sukses Gelar USBNSMP PGRI 16 Sukses Gelar USBN

SMP PGRI 16 Sukses Gelar USBN

SMP PGRI 16 Sukses Gelar USBNSMP PGRI 16 Sukses Gelar USBN
SMP PGRI 16 Sukses Gelar USBN

Pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) Tahun 2018, di SMP PGRI 16,

Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, berjalan lancar. Kepala SMPN PGRI 16 Pandi Santoso mengatakan, dari 86 siswa yang ikut USBN di sekolah ini, hanya satu orang yang tidak hadir dikarenakan sakit.

“USBN disini alhamdulilah berjalan lancar dan kondusif,” kata Pandi saat ditemui Metropolitan, kemarin.

 

Menurutnya, pelaksanaan USBN sangat bermanfaat. Karena, hasilnya akan digunakan sebagai salah satu kriteria kelulusan. Selain itu, untuk pengutan terhadap guru mata pelajaran.

“USBN ini juga untuk mengukur capaian kompetensi siswa yang dilakukan sekolah untuk seluruh mata pelajaran

dengan mengacu pada standar kompetensi lulusan,” bebernya.

Pandi menambahkan, semua itu untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar dan meningkatkan mutu ujian sekolah, serta meningkatkan kompetensi guru dalam melakukan penilaian.

 

Sumber :

http://reachforcollege.org/ways-to-find-the-best-medical-information-online

KPM Ajak Ratusan Pelajar ke Kebon Raya

KPM Ajak Ratusan Pelajar ke Kebon Raya

KPM Ajak Ratusan Pelajar ke Kebon Raya

KPM Ajak Ratusan Pelajar ke Kebon Raya
KPM Ajak Ratusan Pelajar ke Kebon Raya

Kebun Botani terbesar yang terletak di Jantung Kota Bogor-Jawa Barat,

Kebun Raya Bogor menjadi destinasi wisata pendidikan ratusan siswa dari Klinik Pendidikan MIPA Cabang 7 Jakarta. Mereka menikmati keindahan alam seluas 87 hektare sambil belajar Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) dengan menyenangkan.

Klinik Pendidikan MIPA (KPM), menggagas program tersebut guna menerapkan konsep

pembelajaran MIPA yang menyenangkan diluar kelas. Dari sekian ribu pengunjung yang hadir, terlihat satu rombongan yang berjumlah 160 pelajar dari Klinik Pendidikan MIPA Cabang 7 Jakarta sedang menikmati liburan akhir pekannya.

Kunjungan yang digawangi Muhammad Rijwan dari KPM ini berbeda dari biasanya. Tak tanggung-tanggung, tema yang diangkat pun sangat menarik, yakni “Fun Math and Science Outdoor Learning”.

“Kita ingin memberikan nuansa belajar yang berbeda kepada anak didik di KPM Cabang 7 Jakarta,

dan Klinik Pendidikan MIPA (KPM) Bogor melalui program “Fun Math and Science Outdoor Learning” merupakan pilihan yang tepat,” kata Muhammad Rijwan, seperti dalam siaran persnya.

Ayah dua anak ini menambahkan agar anak senang belajar MIPA, maka kenalkan mulai dari hal yang sederhana dan kontekstual dengan kehidupan nyata. Jika sudah senang, anak akan terus menyelami materi tersebut dengan sendirinya. Sehingga manfaat dari belajar MIPA yang telah didapatkan di KPM maupun sekolah semakin terasa bagi anak dan orangtua.

 

Sumber :

https://www.giantbomb.com/profile/topon990/blog/you-can-get-best-educational-management-informatio/137222/

Organisasi Profesi Guru

Organisasi Profesi Guru

Organisasi Profesi Guru

Organisasi Profesi Guru
Organisasi Profesi Guru

Salah satu ciri dari suatu profesi adalah adanya organisasi profesi yang mewadahi seluruh spesifikasi yang ada dalam profesi dan mengawal pelaksanaan tugas-tugas profesional anggotanya, melalui tridarma organisasi profesi, yaitu: (1) ikut serta mengembangkan ilmu dan teknologi profesi; (2) meningkatkan mutu praktik pelayanan profesi; dan (3) menjaga kode etik profesi.

Organisasi profesi secara langsung peduli atas realisasi sisi-sisi objek praktik spesifik profesi, keintelektualan, kompetensi dan praktik pelayanan, komunikasi, kode etik, serta perlindungan atas para anggotanya.

Organisasi profesi membina para anggotanya untuk memiliki kualitas tinggi dalam mengembangkan dan mempertahankan kemartabatan profesi.

Organisasi profesi disamping membesarkan profesi itu sendiri, juga sangat berkepentingan untuk ikut serta memenuhi kebutuhan dan kemaslahatan umum masyarakat luas.

Perekat utama organisasi profesi itu adalah sebutan profesi itu sendiri, yang didalamnya dikembangkan sejenis himpunan/ikatan/kumpulan yang berorientasi pada spesifikasi profesi itu.

(Disarikan dari: Modul Profesionalisasi Kode Etik Profesi Bimbingan dan Konseling, P4TK Penjas dan BK.)

===========

logo-pgri1

Berbicara tentang Organisasi Guru di Indonesia, dulu ketika masih era Orde Baru, kesempatan para guru Indonesia untuk memilih berafiliasi dengan organisasi yang sesuai dengan profesi guru relatif terbatas, karena pada waktu itu hanya ada satu pilihan (monopolistik) Organisasi Guru yang diakui pemerintah, yaitu Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

ABKIN

Meski tidak berlabel guru, organisasi lain yang masih bisa dimasuki guru pada waktu itu adalah Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI). Sementara bagi Guru Bimbingan dan Konseling, selain bisa bergabung dengan kedua organisasi tersebut, juga bisa bergabung dengan Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN).

Meski pada waktu itu, tuntutan dan tantangan profesionalisme guru belum berkembang seperti sekarang ini, tetapi kebutuhan para guru akan organisasi yang bisa menaungi kepentingan tugas dan nasibnya tampaknya sudah sangat dirasakan, baik dengan menjadi anggota aktif ataupun hanya sekedar anggota biasa.

Keadaan menjadi berbeda setelah memasuki era reformasi yang memungkinkan kepada para guru untuk memiliki kebebasan berserikat, sehingga muncullah beberapa organisasi guru baru, seperti: Ikatan Guru Indonesia (IGI), Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Federasi Guru Independen Indonesia (FGII), Persatuan Guru Madrasah Indonesia (PGMI). Kehadiran organisasi guru baru ini telah menjadikan kehidupan profesi guru tampak semakin dinamis melalui penampilan gaya dan sudut pandang yang dianut oleh masing-masing organisasi guru tersebut, baik secara personal maupun organisasional.

Sejalan dengan pengakuan formal (Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005) bahwa guru adalah sebuah profesi, maka untuk menegaskan sekaligus juga memenuhi ciri dari suatu profesi perlu dibentuk Organisasi Profesi Guru, yang ketentuannya saat ini sedang digodog melalui revisi PP No. 74 Tahun 2008 [Informasi lebih lanjut bisa dilihat DISINI ]

Terlepas dari keputusan hasil revisi PP No. 74 Tahun 2008, bagi saya yang paling penting adalah bagaimana kehadiran organisasi profesi guru ini benar-benar memberikan manfaat untuk mendongkrak mutu guru di Indonesia. Kehadirannya dapat menjadikan guru-guru di Indonesia lebih profesional dan sejahtera, dan memberi kemaslahatan bagi masyarakat luas, sebagaimana diisyaratkan dalam tridarma organisasi profesi.

Bercerita tentang kebermanfaatan organisasi profesi guru bagi anggotanya, saya mencoba memilahnya kedalam 3 (tiga) kelompok:

Kelompok yang menyatakan bermanfaat atau sangat bermanfaat. Mereka merasa bangga menjadi bagian dari organisasi profesi guru yang dimasukinya. Di mata mereka kehadiran organisasi profesi guru benar-benar telah menjadikan dirinya sebagai seorang profesional yang sejatinya. Berkat organisasi profesi, nilai UKG bisa mencapai di atas standar, ketika mengikuti penilaian kinerja guru, hasilnya sangat memuaskan, ketika sedang melaksanakan pembelajaran, para siswa merasa termotivasi dan mampu menunjukkan hasil belajar yang luar biasa. Selain itu, berkat organisasi profesi pula, kesejahteraan hidupnya menjadi lebih baik. Jika diibaratkan kapal, kelompok yang pertama ini termasuk kapal pesiar, yang selalu menjelajah ke tempat-tempat baru yang menyenangkan dan penuh tantangan.
Kelompok yang menyatakan biasa-biasa saja alias netral. Walaupun mereka mengikatkan diri (berafiliasi ) dengan organisasi profesi guru tertentu, bagi mereka kehadiran organisasi profesi seperti mubah adanya. Mereka bisa menjadi profesional bukan karena intervensi organisasi profesi, begitu juga mereka mengalami keterpurukan profesi bukan akibat adanya organisasi profesi. Keberadaannya di organisasi profesi ibarat kapal selam, lebih sering berada di dasar laut, dan hanya sewaktu-waktu muncul ke permukaan, misalnya ketika ramai-ramai mengikuti kegiatan perayaaan HUT organisasi profesinya, namun begitu selesai perayaan mereka kembali tenggelam ke dasar laut.
Kelompok yang menyatakan tidak bermanfaat. Keikutsertaannya dalam organisasi profesi bukan menjadikannya lebih profesional dan sejahtera, malah yang didapatkan kemadlaratan. Ketika mereka sedang mengalami terpurukan profesi, tetapi organisasi profesi membiarkannya. Ketika mereka sedang mengalami kesulitan kenaikan pangkat karena tidak mampu membuat karya tulis ilmiah, organisasi profesi hanya berdiam diri, bahkan ketika mereka sedang dilanda musibah (bukan karena perilaku kriminal), organisasi profesi seakan tak peduli dan malah cenderung menyalahkan dan memojokkan mereka. Sementara di sisi lain, kewajiban iuran anggota terus mengalir. Bagi mereka, organisasi profesi sama sekali tidak memberikan manfaat. Jika diibaratkan kapal lagi, kelompok yang ketiga ini mungkin termasuk kapal karam yang frustrasi karena tak pernah kunjung datang bantuan dari organisasi yang menaunginya.
Pilihan terbaik tentu ada di kelompok yang pertama, dimana organisasi dan anggota saling mendukung. Organisasi memberikan manfaat kepada anggotanya dan anggota memberikan manfaat bagi organisasi profesinya. Organisasi profesi guru tidak mungkin dibesarkan oleh profesi lain, selain oleh guru itu sendiri.

Selanjutnya, bagaimana jika ada anggota organisasi yang merasakan manfaat bahwa berkat organisasi profesi kini mereka beralih profesi menjadi birokrat, camat, anggota dewan bahkan bupati sekalipun. Menjadi apapun pada dasarnya sebuah pilihan hidup seseorang, tetapi mungkin akan tampak lebih elok jika dilakukan dengan cara tidak memanfaatkan organisasi profesi sebagai alat untuk mencapai tujuan pribadi yang tidak sejalan dengan tujuan dan fungsi organisasi profesi itu sendiri.

Barangkali tidak ada salahnya jika kita belajar kebaikan dari profesi lain dan mari kita lihat mitra profesi lain, organisasi profesi kedokteran, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), yang sampai saat ini tampak solid dan berwibawa di mata anggotanya maupun masyarakat (termasuk saya). Ikatan Dokter Indonesia (IDI) adalah organisasi profesi tunggal bagi para dokter. Mereka telah memilih perangkat organisasi profesi yang lengkap dan berfungsi dengan baik. Hingga sejauh ini, saya belum mendengar ada Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang secara langsung atau tidak langsung mendukung calon bupati, calon gubernur bahkan calon presiden tertentu. Sepertinya, mereka berusaha untuk steril dari hiruk-pikuk politik dan fokus pada tugas-tugas profesionalnya. Kalaupun ada dokter yang terlibat dalam dunia politik, saya kira itu hanya sisi personalnya, bukan organisasinya.

Bagaimana dengan Organisasi Profesi para Guru BK/Konselor? Jika ABKIN berani mengambil momentum dalam kegiatan revisi PP 74, maka sangat mungkin ABKIN akan tampil menjadi Organisasi Profesi tunggal yang mewadahi Guru BK/Konselor/Dosen/Sarjana BK/Pengawas BK/. Posisinya kurang lebih akan seperti profesi Dokter Gigi dalam konteks praktik kedokteran.

Baca Juga :

RSBI-SBI Bubar

RSBI-SBI Bubar

RSBI-SBI Bubar

RSBI-SBI Bubar
RSBI-SBI Bubar

Satu-satunya tema tulisan yang tidak pernah dibicarakan dalam blog ini adalah tentang RSBI atau SBI, tetapi kali ini saya ingin mengangkatnya, terkait dengan adanya keputusan Mahkamah Konstitusi hari Selasa, 8 Januari 2013 yang membatalkan pasal 50 ayat 3 UU No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, karena bertentangan UUD 1945.

Beberapa hal yang menjadi pertimbangan Mahkamah Konstitusi untuk membatalkan pasal ini dan mengabulkan seluruh permohonan judicial review  dari  para penggugat adalah:

  • biaya yang mahal mengakibatkan adanya diskriminasi pendidikan.
  • pembedaan antara RSBI-SBI dengan non RSBI-SBI menimbulkan adanya kastanisasi pendidikan.
  • bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam tiap mata pelajaran dalam sekolah RSBI-SBI dianggap dapat mengikis jati diri bangsa dan melunturkan kebanggaan generasi muda terhadap penggunaan dan pelestarian bahasa Indonesia sebagai alat pemersatu bangsa. (Sumber diolah dari: Kompas. com)

Untuk lebih jelasnya, berikut ini saya kutipkan bunyi pasal 50 ayat 3 UU No.20 Tahun 2003 yang digugat dan kini dinyatakan tidak berlaku lagi:

“Pemerintah dan/atau pemerintah daerah menyelenggarakan sekurang-kurangnya satu satuan pendidikan pada semua jenjang pendidikan untuk dikembangkan menjadi satuan pendidikan yang bertaraf internasional.”

Pasal inilah yang menjadi dasar bagi pemerintah untuk “memaksakan diri” membuka Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional – Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI-SBI) di beberapa kabupaten/kota, yang jumlahnya mencapai sekitar 1300-an. (Di masyarakat, istilah RSBI-SBI sering diplesetkan menjadi Rintihan Sekolah Bertarif Internasional- Sekolah Bertarif Internasional)

Perlu diketahui,  pengujian pasal 50 ayat 3  UU No.20 Tahun 2003 ini diajukan oleh sejumlah orang tua murid dan aktivis pendidikan. Mereka adalah Andi Akbar Fitriyadi, Nadia Masykuria, Milang Tauhida (orang tua murid), Juwono, Lodewijk F Paat, Bambang Wisudo, Febri Antoni Arif (aktivis pendidikan). Mereka menilai pasal yang mengatur penyelenggaraan satuan pendidikan bertaraf internasional itu diskriminatif. Keberadaan pasal itu menimbulkan praktek perlakuan yang berbeda antara sekolah umum dan RSBI-SBI. (Sumber: republika.co.id).

Dengan adanya keputusan MK ini, sekolah yang menyandang label RSBI-SBI kembali menjadi sekolah biasa, dalam arti tidak lagi menggunakan label internasional. Saya pikir, lebih baik menyandang status sekolah biasa tetapi prestasinya internasional, daripada menyandang status internasional tetapi prestasinya hanya biasa-biasa saja.

Dengan dibubarkannya sekolah-sekolah RSBI-SBI, peluang pemerintah untuk lebih fokus mengejar pencapaian Standar Nasional Pendidikan semakin menjadi lebih terbuka. Segala dana dan tenaga yang selama ini terserap untuk kepentingan pengembangan RSBI-SBI, bisa diproyeksikan untuk kepentingan Pemenuhan Standar Nasional Pendidikan, yang menurut saya jauh lebih penting dibandingkan mengejar standar internasional tetapi justru menimbulkan inefisiensi dan distorsi di lapangan.