Jangan Tunggu Kulit Jok Mobil Rusak

Kulit jok yang telah rusak tidak boleh terlalu lama dibiarkan, sebab dapat menjadi sarang bakteri dan memunculkan iritasi kulit.

Banyak empunya kendaraan yang mengubah pelapis jok standar dengan produk aftermarket, baik kulit maupun sintetis. Ada yang karena dalil bosan, terdapat pula yang hendak mempercantik tampilan dalam mobil.

Mengganti dengan pelapis kulit perlu perawatan ekstra. Sama laksana bahan jok lainnya, kulit jok pun punya usia dan bisa rusak andai tidak diasuh dengan benar. Adanya robek pada permukaan kulit dapat disebabkan pemakaian, hal suhu dan material bahannya.

“Faktor pemakaian kerap menjadi dalil kenapa kulit dapat rusak atau robek. Bisa jadi material bahan itu kurang tahan lama dan tidak mengisi aspek kualitas,” buka Ade Hikmatullah, Marketing & Promotion Total Synthetic Leather.

Berdasarkan keterangan dari Ade, yang terpenting ialah perawatan dan mengecek situasi sarung jok supaya kualitasnya bisa bertahan lama. Tanda-tanda kulit jok mulai menurun kualitasnya menurut keterangan dari Ade dapat disaksikan pada evolusi warnanya.

“Kondisi tertentu kulit tidak menunjukkan kehancuran secara kasat mata. Namun sebetulnya adanya penurunan kualitas. Contoh, adanya belang-belang atau warna pudar. Pada unsur tertentu warna bertolak belakang antara satu dengan yang lain,” terangnya.

Tanda-tanda lainnya, sarung jok bukan lagi presisi tetapi melar ke samping atau ke bawah, sampai-sampai terasa tidak cukup enak disaksikan dan tidak nyaman dipakai.

Kondisi beda yang lebih parah namun tidak cukup disadari ialah adanya pengelupasan, yaitu terjadi pengikisan di permukaan kulit. Bagian muka terjadi pecahan. Jika demikian usahakan sarung jok mesti segera diganti karena dapat menjadi sumber bersarangnya kotoran, bakteri dan virus.

“Ada yang menuliskan pecah dan pudar warna masih dirasakan hal biasa. Padahal pecah-pecah bisa berdampak masuknya bakteri atau virus. Bakteri atau kuman dapat berkembang biak di situ,” paparnya.

Dampak lainnya, andai telah memudar, warna pada kulit jok bisa menempel pada pakaian. Lainnya dapat mengakibatkan iritasi pada kulit.

“Nah, andai demikian ganti sarung jok dengan pelapis yang tidak melulu bagus namun berkualitas. Lebih bagus lagi andai terdapat garansi akan kualitasnya. Misalnya bergaransi andai terjadi robek maupun pecah,” terangnya. Sumber : https://s.id/hc5Ak

Alasan Tidak Boleh Pakai Rem Tangan guna Mobil yang Parkir Lama

Saat parkir mobil, pengendara akan memakai rem tangan supaya kendaraan tak berlangsung mundur atau maju. Namun, pemakaian rem tangan terlampau lama punya risiko buruk.

Risiko yang dapat terjadi saat memakai rem tangan terlampau lama merupakan kampas rem terlepas dari pelat besi penyangga.

Masalah ini sering dirasakan ban belakang yang memakai sistem rem tromol. Berbeda dengan cakram, rem belakang berjenis tromol memiliki bidang kontak panjang.

Penyebab kampas rem lepas dari besi penyangga dapat disebabkan kampas rem yang terus menempel pada tromol. Apabila urusan ini tidak dipedulikan dalam jangka masa-masa lama, contoh ditinggal berpergian ke luar kota, maka kampas rem yang menempel bakal lepas. Kejadian ini tentu riskan saat mobil berjalan.

Tak melulu itu, pengendara yang memakai rem tangan ketika masih basah pun sangat berbahaya.

Solusi yang dapat Anda kerjakan untuk menangkal pemakaian terlampau lama rem tangan merupakan mengganjal ban dengan memakai balok atau tire stopper.

Mobil Bisa Bergerak Sendiri

Memang kampas rem tidak bakal langsung menempel pada tromol atau cakram dalam masa-masa yang singkat, tetapi akan lebih baik bila empunya kendaraan menangkal hal ini terjadi.

Tak melulu itu, permasalahan yang tidak jarang terjadi sebab pemakaian rem tangan yang terlampau lama merupakan mobil bergerak dengan sendirinya.

Sumber: https://medium.com/@kamfang.gamming/complete-tips-for-buying-a-used-car-that-is-100-guaranteed-6ee539d808b2