Mendikbud Muhadjir Effendy Meluncurkan Program Digitalisasi Sekolah

Mendikbud Muhadjir Effendy Meluncurkan Program Digitalisasi Sekolah

Mendikbud Muhadjir Effendy Meluncurkan Program Digitalisasi Sekolah

Mendikbud Muhadjir Effendy Meluncurkan Program Digitalisasi Sekolah
Mendikbud Muhadjir Effendy Meluncurkan Program Digitalisasi Sekolah

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy,

meluncurkan Program Digitalisasi Sekolah di salah satu pulau terluar Indonesia, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. Peluncuran dilakukan Rabu (18/9/2019).

Kegiatan ini ditandai dengan pemberian bantuan sarana dan prasarana teknologi informasi dan komunikasi (TIK) kepada sekolah dan gawai atau tablet kepada siswa. Menurut Mendikbud, program digitalisasi sekolah ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) menyongsong revolusi industri 4.0.

Ia berharap, Kabupaten Natuna yang menjadi lokasi perdana peluncuran Program Digitalisasi Sekolah, dapat menjadi contoh yang baik bagi sekolah-sekolah di kabupaten dan provinsi lainnya.

” Mulai sekarang saya mohon kepada guru untuk mulai mempelajari

dan menguasai materi yang tersedia di portal Kemendikbud, khususnya di dalam platform digital, yaitu Rumah Belajar. Itu gratis ,tidak perlu membayar. Kita harap platform ini tidak sekadar untuk menyediakan bahan belajar, tetapi bisa jadi tempat berinteraksi antara guru dengan siswa, guru dengan guru, siswa dengan siswa bahkan jika bisa dengan pihak yang lain, seperti Pak Bupati juga bisa terlibat disitu, Kapolres dan yang lainnya bisa memanfaatkan Rumah Belajar ini untuk berinteraksi dengan para siswa,” harap Mendikbud.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal, mengapresiasi atas peluncuran digitalisasi sekolah di Kabupaten Natuna.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Natuna, kami ingin menyampaikan apresiasi

kepada Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang sudah meluangkan waktu untuk meninjau proses pembangunan pendidikan di daerah kami. Melalui kunjungan kerja kali ini, Bapak sudah berkenan meluncurkan beberapa program seperti penyerahan Kartu Indonesia Pintar, penerapan sekolah digital dan beberapa program lainnya. Semoga segala perhatian yang diberikan bagi kami dapat memberikan pengaruh positif bagi kami dalam menyelenggarakan program kerja di bidang pendidikan, yang pada gilirannya akan membawa putra dan putri daerah menjadi SDM yang berkualitas dan berdaya saing,” ujarnya.

Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Didik Suhardi mengatakan, Program Digitalisasi Sekolah merupakan terobosan baru yang memanfaatkan perkembangan TIK untuk mempermudah proses belajar mengajar.

 

Baca Juga :

Berinovasi, Sekolah Ini Cetuskan Pendidikan Berbasis Entrepreneurship

Berinovasi, Sekolah Ini Cetuskan Pendidikan Berbasis Entrepreneurship

Berinovasi, Sekolah Ini Cetuskan Pendidikan Berbasis Entrepreneurship

Berinovasi, Sekolah Ini Cetuskan Pendidikan Berbasis Entrepreneurship
Berinovasi, Sekolah Ini Cetuskan Pendidikan Berbasis Entrepreneurship

Berinovasi, Sekolah Ini Cetuskan Pendidikan Berbasis Entrepreneurship

 

Yayasan Ciputra Pendidikan melalui Sekolah Citra Kasih akan hadir di wilayah Pondok Indah, Jakarta Selatan, bekerjasama dengan Sekolah Citra Kasih Don Bosco (SCK DB) menerapkan pendidikan berbasis entrepreneurship.

Melalui pembelajaran yang kreatif dan inovatif, sekolah tersebut akan menitikberatkan kualitas pendidikan untuk melahirkan entrepreneur muda yang sukses.

Dalam hal ini, sekolah Citra Kasih Don Bosco menggelar acara bincang edukasi bertema

“Nurturing Entrepreneurship Learning with Academic Excellence for 4.0 Generation” di Hall Sekolah Citra Kasih Don Bosco, Jl Tb Simatupang, Jakarta Selatan.

Boedi Tjusila selaku School General Manager mengungkapkan bahwa, inovasi sekolah di dunia pendidikan adalah membangun jiwa entrepreneurship sejak usia Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Entrepreneurship memiliki andil besar dalam pembangunan perekonomian bangsa Indonesia.

Melalui hal tersebut, Indonesia akan memiliki ekonomi yang kuat dan kokoh. Entrepreneurship juga menjadi salah satu program prioritas pemerintah Indonesia saat ini. Pemerintah terus mendorong pembangunan ekonomi yang produktif, mandiri dan memiliki daya saing menyongsong industri 4.0,” katanya dalam siaran pers yang dikirimkan pada Suara.com.

Berdasarkan hal tersebut, Sekolah Citra Kasih Don Bosco mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan pendidikan entrepreneurship sejak dini.

“Kami memantik dan menumbuhkan prestasi akademik dan kreatifitas anak-anak agar dapat berinovasi dan memiliki daya saing terlebih untuk menyongsong industri 4.0”, katanya.

 

Sumber :

https://canvas.umn.edu/eportfolios/2019/Home/Importance_of_Implementing_New_Technologies_in_High_School_Classrooms

Mendikbud Lepas 94 Guru ke Malaysia, Akan Mengajar Anak-anak Migran

Mendikbud Lepas 94 Guru ke Malaysia, Akan Mengajar Anak-anak Migran

Mendikbud Lepas 94 Guru ke Malaysia, Akan Mengajar Anak-anak Migran

Mendikbud Lepas 94 Guru ke Malaysia, Akan Mengajar Anak-anak Migran
Mendikbud Lepas 94 Guru ke Malaysia, Akan Mengajar Anak-anak Migran

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy melepas para guru

yang akan mengajar untuk anak-anak Indonesia di Malaysia.

Sebanyak, 94 guru dikirim untuk mengajar di sejumlah Community Learning Center (CLC) di Malaysia.

Nantinya para guru tersebut mengajar untuk anak-anak pekerja migran Indonesia di Malaysia, khususnya yang bekerja di sektor perkebunan tapi mengalami kesulitan dalam hal pendidikan.

“Pesan saya jaga kesehatan, komunikasi dengan masyarakat terjalin baik

jaga sopan santun, dan jangan sampai ada pelanggar hukum,” kata Muhadjir saat melepas guru di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Kamis (17/10/2019).

Dengan adanya CLC ini, tutur Muhadjir, sebagai upaya memenuhi hak asasi manusia Indonesia untuk mendapatkan pendidikan dasar.

Para guru juga akan mengajarkan anak-anak para imigran terutama di Sabah dan Sarawak.

“Tolong kembangkan metode dalam pembelajaran,” ucap Muhadjir kepada guru yang dikirimnya.

Untuk Tahun 2019, Jumlah guru yang mendaftar anak-anak Indonesia

di Malaysia berjumlah 2.932 orang.

Setelah melalui sleksi administrasi dan substansi, telah ditetapkan94 orang yang memenuhi kriteria dan akan berangkat untuk pendidikan anak-anak Indonesia di Malaysia selama dua tahun.

 

Sumber :

https://canvas.umn.edu/eportfolios/2019/Home/Successful_Learning_Advice_Writing_your_First_essay_at_School

Qualcomm Siap Rambah Ranah 5G di Indonesia

Qualcomm Siap Rambah Ranah 5G di Indonesia

Qualcomm Siap Rambah Ranah 5G di Indonesia

Qualcomm Siap Rambah Ranah 5G di Indonesia
Qualcomm Siap Rambah Ranah 5G di Indonesia

Qualcomm baru saja merilis chipset terbarunya yakni Snapdragon 855

(SD855) dan modem 5G X50 pada ajang Snapdragon Tech Summit 2018 yang digelar di Maui, Hawaii, Amerika Serikat, 4-6 Desember lalu. Snapdragon 855 merupakan chipset mobile pertama di dunia yang mendukung 5G multi-gigabit. 5G X50 juga merupakan modem pertama yang mendukung jaringan 5G.

Snapdragon 855 hadir terpisah dengan modem 5G X50. Sedangkan Snapdragon 855

disematkan modem LTE Snapdragon X24 yang mampu mengoptimalkan jaringan 4G multi-gigabit. Meski terpisah, SD855 berkerja bersama dengan modem 5G X50 untuk mengoptimalkan jaringan 5G.

Dengan dukungan 5G di frekuensi Sub-6 GHz dan mmWave, Snapdragon X50 memberikan respon dan kecepatan yang belum pernah ada sebelumnya. Platform ini didesain untuk membawa kecepatan multi-gigabit yang belum pernah tercapai di komunikasi seluler sebelumnya.

“Di dalam Snapdragon 855 terdapat antena 5G. Jadi smartphone tidak perlu pasang antena 5G

, cukup menggunakan SD855 dan modem Snapdragon X50. Snapdragon 855 dan Snapdragon X50 akan bisa digunakan di semua brand smartphone, asalkan sudah mendukung jaringan 5G,” ujar Senior Managing Marketing Qualcomm Indonesia, Dominikus Susanto disela acara Snapdragon Academy 2.0 di kawasan SCBD, Jakarta, Kamis (20/12/2018).

Dikatakan Dominikus, pihaknya telah bekerjasama dengan provider dan vendor smartphone secara global. Untuk provider global, pihaknya bekerjasama dengan AT&T, T-Mobile, Verizon, Vodafone, BT dan lainnya. Qualcomm juga melakukan kerjasama dengan vendor smartphone seperti Asus, Vivo, Oppo, HTC, LG, Sharp, Xiaomi, ZTE, Sony, HMD, OnePlus dan banyak lagi.

“Saat ini, smartphone yang menggunakan chipset Snapdragon 855. Untuk tipe smartphone nya apa, kita belum mendapat informasi lebih lanjut,” ungkap Dominikus.

Disampaikan Dominikus, implementasi 5G mobile secara global akan dimulai pada tahun 2019.

 

Baca Juga :

Facebook Messenger Miliki Fitur AR dan Boomerang

Facebook Messenger Miliki Fitur AR dan Boomerang

Facebook Messenger Miliki Fitur AR dan Boomerang

Facebook Messenger Miliki Fitur AR dan Boomerang
Facebook Messenger Miliki Fitur AR dan Boomerang

Facebook Messenger kini menjadi aplikasi yang cukup diandalkan penggunanya,

selain bisa melakun berbalas pesan singkat, aplikasi ini pun didukung dengan telepon dan video call.

Tidak sampai disitu, seperti dilaporkan The Verge,. Facebook akan menambahkan sejumlah fitur baru
Seperti mode selfie baru dan dukungan Boomerang, serta stiker AR (Augmented Reality) di foto dan video.

Selain dukungan Boomerang, Facebook Messenger kini memungkinkan

pengguna untuk menekan ikon kamera di sebelah stiker untuk menambahkan AR.

Ini adalah perluasan dari fitur yang sudah ada yang disebut efek AR yang menawarkan akses pegguna ke stiker selfie. Semua fitur baru yang diumumkan tersebut sudah diluncurkan secara global ke perangkat Android dan iOS.

Pengguna akan mendapatkan pembaruan ini terlepas dari apakah mereka memiliki

aplikasi yang didesain ulang atau versi lama yang terpasang di ponsel.

Semua fitur baru yang diumumkan tersebut sudah diluncurkan secara global ke perangkat Android dan iOS.

 

Sumber :

https://iway.rosemont.edu/ICS/Campus_Life/Campus_Groups/Organization_of_African_American_Students/Home.jnz?portlet=Discussion_Board&screen=PostView&screenType=change&id=802730da-abde-43f0-8bbd-01bd8537cd36

Ini Sang Juara Huawei ICT Competition 2018

Ini Sang Juara Huawei ICT Competition 2018

Ini Sang Juara Huawei ICT Competition 2018

Ini Sang Juara Huawei ICT Competition 2018
Ini Sang Juara Huawei ICT Competition 2018

Kali pertama, Huawei menggelar Huawei ICT Competition 2018 di Indonesia

. Dari kompetisi tersebut terplilih sang juara utama yang berasal dari mahasiswa Institut Teknologi Bandung. Ketiga mahasiswa yang tergabung dalam tim ITB-A tersebut mengungguli pesaing terdekatnya dari Universitas Telkom dan Universitas Multimedia Nusantara yang menempati peringkat kedua dan ketiga.

Ketiga mahasiswa ITB tersebut meliputi Samuel Christian Coe, Bagas Purwa

Sentika dan Michal G. N. Sihombing. Sebagai pemenang nasional, mereka akan melaju ke kompetisi tingkat regional untuk menghadapi tim unggulan dari Malaysia, Singapura, Filipina dan Australia guna memperebutkan tiket menuju Huawei ICT Competition tingkat global yang akan digelar di China pada Mei 2019.

Sebelumnya, mereka telah melewati berbagai tahapan kompetisi, mulai dari pembekalan materi, sertifikasi Huawei Certified Network Academy (HCNA), hingga bersaing di babak final nasional yang diikuti oleh 64 mahasiswa di Jakarta, Senin (17/12).

“Selamat kepada ITB A Team dan semua tim yang berhasil lolos ke final.

Melalui Kompetisi TIK ini, kami memunculkan semangat Connecting, Glory and Future karena kompetisi ini menghubungkan siswa dari seluruh negara di dunia, menghubungkan mereka dengan pengetahuan baru. Kami berharap para peserta akan mengasah keterampilan mereka, memperkuat kompetensi mereka dan menambah pengetahuan untuk menjadi bagian dari upaya membangun Indonesia yang lebih terhubung,” ujar Hudson Liu, CEO Huawei Indonesia kepada Selular.ID disela acara Huawei ICT Competition 2018 di Jakarta.

Komitmen tinggi Huawei dalam turut membangun SDM Indonesia berkompetensi global di bidang TIK melalui program SmartGen beserta aktivitasnya seperti ICT Academy dan Kompetisi TIK ini mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Republik Indonesia.

 

Sumber :

https://campusweb.franklinpierce.edu/ICS/Campus_Life/Campus_Groups/Sustainability_Council/Sustainability_Council%27s_Page.jnz?portlet=Forums&screen=PostView&screenType=change&id=57b0d4b0-c90c-4283-bdec-e8712594ea5a

Kecepatan Internet di Jawa Kalah Kencang, Ini Buktinya

Kecepatan Internet di Jawa Kalah Kencang, Ini Buktinya

Kecepatan Internet di Jawa Kalah Kencang, Ini Buktinya

Kecepatan Internet di Jawa Kalah Kencang, Ini Buktinya
Kecepatan Internet di Jawa Kalah Kencang, Ini Buktinya

Menurut analisis Opensignal yang meneliti 44 kota terbesar di Indonesia

, pulau Jawa yang merupakan pusat politik, populasi, dan ekonomi Indonesia masih tampak tertinggal dalam hal kecepatan broadband selulernya.

Faktanya, kecepatan unduhan dan unggahan tertinggi berada di pelosok-pelosok Indonesia, di kota-kota yang Anda tidak mengira akan menemukan jaringan seluler paling maju.

Di urutan atas daftar Opensignal, untuk Pengalaman Kecepatan Unduhan adalah Kota Sorong di Papua Barat, Kota Gorontalo di Sulawesi, dan Ambon di Kepulauan Maluku. Ketiganya secara statistik masuk dalam kelompok metrik ini dengan kecepatan unduhan keseluruhan rata-rata di atas 11 Mbps.

Dalam Pengalaman Kecepatan Unggahan, Pekanbaru di Sumatra berada di posisi puncak dengan kecepatan rata-rata 5,9 Mbps.

Untuk menemukan kota di pulau Jawa pertama dalam kedua bagan ini

, Anda harus mencari jauh di bawah urutan 10 teratas. Kota Malang dan Kota Bandung masing-masing berada di urutan 14 dan 15 dalam peringkat Pengalaman Kecepatan Unduhan.

Dalam Pengalaman Kecepatan Unggahan, kita harus menelusuri jauh ke urutan 18 sebelum menemukan pusat populasi pertama di Jawa, Yogyakarta. Jakarta yang merupakan ibu kota negara dan megalopolitan bahkan berada di urutan lebih rendah. Skor Pengalaman Kecepatan Unduhan 7,8 Mbps sekitar 4 Mbps lebih rendah dibandingkan kota-kota di urutan teratas dalam analisis Opensignal, sementara skor Pengalaman Kecepatan Unggahan 3,5 Mbps berarti selisih lebih dari 2 Mbps dari urutan atas.

Menurut Opensignal, pengalaman kecepatan pelanggan seluler makin baik ketika kita menjauh dari pulau Jawa kemungkinan besar penyebabnya adalah dinamika terkait persaingan dan permintaan. Telkomsel merupakan operator yang dominan di Indonesia, dan jika melihat di luar pusat-pusat populasi utama negara ini, dominasi tersebut terus tumbuh.

Laporan nasional terbaru Opensignal untuk Indonesia menunjukkan bahwa Telkomsel

menyediakan kecepatan broadband seluler tertinggi bagi pengguna Opensignal: skor Pengalaman Kecepatan Unduhannya lebih dari dua kali lipat dari kebanyakan pesaingnya. Di kota-kota seperti Sorong, sebagian besar pengguna Opensignal mengakses jaringan Telkomsel, oleh sebab itu, mayoritas pelanggan seluler menggunakan koneksi broadband seluler yang lebih cepat.

Permintaan juga memegang peran penting dalam kecepatan pengalaman pelanggan sehari-hari. Makin banyak pengguna yang terhubung ke suatu jaringan, maka kapasitasnya akan tersebar dan bisa menyebabkan penurunan kecepatan rata-rata. Meskipun operator cenderung memusatkan peningkatan jaringan dan kapasitas mereka di kota-kota besar, namun sering kali peningkatan tersebut tidak mampu mengimbangi permintaan data seluler dari penduduk kota yang padat dan menyukai teknologi.

Jika memperluas analisis ke semua kota-kota terbesar di Indonesia, maka akan terlihat tren yang serupa. Batam, Bandar Lampung, Makassar, dan Palembang berada di luar kelompok 10 teratas dalam peringkat Pengalaman Kecepatan Unduhan dan Unggahan kami.

 

Baca Juga :

Merger Axiata Telenor Berpeluang Ciptakan Raksasa Telekomunikasi

Merger Axiata Telenor Berpeluang Ciptakan Raksasa Telekomunikasi

Merger Axiata Telenor Berpeluang Ciptakan Raksasa Telekomunikasi

Merger Axiata Telenor Berpeluang Ciptakan Raksasa Telekomunikasi
Merger Axiata Telenor Berpeluang Ciptakan Raksasa Telekomunikasi

Axiata Group Berhad dari Malaysia mengatakan sedang melakukan pembicaraan dengan Telenor ASA

Norwegia untuk menggabungkan operasi mereka di Asia.

Tak tanggung-tanggung, kedua perusahaan berniat menciptakan salah satu raksasa telekomunikasi dunia dengan sekitar 300 juta pelanggan yang beroperasi di sembilan negara.

Dalam sebuah pernyataan, Senin (6/5), Axiata mengatakan bahwa Telenor diperkirakan akan memiliki 56,5 persen saham dan Axiata 43,5 persen dalam usulan “merger setara.”

Saat ini kedua perusahaan beroperasi di Malaysia, Thailand, Myanmar,

Bangladesh dan Pakistan. Axiata juga memiliki anak perusahaan di India, Sri Lanka, Nepal, Kamboja, dan Indonesia. Namun dalam pembicaraan merger, operasi di Bangladesh akan dikecualikan.

Penjualan tahunan untuk perusahaan hasil merger diperkirakan mencapai USD12 miliar, dengan pendapatan lebih dari USD4,8 miliar.

Baca juga: XL Tepis Rumor Pembelian Oleh Telenor

Dengan 60.000 BTS di seluruh Asia, perusahaan yang digabungkan berpotensi menjadi salah satu dari lima pemain infrastruktur selular top dunia.

Axiata mengakui bahwa diskusi merupakan tahap awal dan harus disesuaikan dan dilakukan uji tuntas. Jika kesepakatan dapat tercapai, kedua perusahaan akan menyelesaikan pada Q3-2019.

Kiprah Axiata di Indonesia terbilang familiar. Grup perusahaan yang berbasis di Kuala Lumpur itu

, merupakan pemegang saham mayoritas XL, operator terbesar kedua di Indonesia, dengan jumlah pelanggan mencapai 55,6 juta.

Sedangkan Telenor merupakan rakasa telekomunikasi asal Skandinavia. Dikenal sebagai operator pertama di dunia yang mengoperasikan 4G.

Perusahaan ini berbasis di Fornebu, Norwegia, dan memiliki jangkauan operasi di 29 negara. Tersebar di Skandinavia, Eropa Timur dan Asia.

Baca juga: XL Axiata Awali 2019 dengan Tumbuh Meyakinkan

Di Asia, Telenor beroperasi di sejumlah pasar penting, seperti di India. Namun karena perang tarif yang membuat kondisi keuangan operator berdarah-darah, Telenor tengah dalam upaya keluar dari India.

 

Sumber :

https://poekickstarter.com/

XL Axiata Awali 2019 dengan Tumbuh Meyakinkan

XL Axiata Awali 2019 dengan Tumbuh Meyakinkan

XL Axiata Awali 2019 dengan Tumbuh Meyakinkan

XL Axiata Awali 2019 dengan Tumbuh Meyakinkan
XL Axiata Awali 2019 dengan Tumbuh Meyakinkan

PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) mengawali tahun 2019 dengan kinerja yang positif dan meyakinkan.

Selain itu XL Axiata juga kembali berhasil mencetak profit. Konsistensi dan ketepatan dalam menerapkan strategi agenda transformasi telah berhasil meningkatkan pendapatan sebesar 9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Prestasi XL Axiata ini semakin kuat karena peningkatan juga terjadi pada EBITDA sebesar 15% dan net income naik 271% menjadi Rp 57 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dian Siswarini, Presiden Direktur & CEO XL Axiata, mengatakan bahwa hasil kinerja XL Axiata yang kuat di triwulan pertama 2019 ini terutama ditentukan karena perusahaan terus fokus dan konsisten untuk terus mendorong layanan data, serta pada eksekusi yang tepat sesuai dengan strategi dan agenda transformasi.

Baca juga: XL Axiata Sasar Segmen Baru di Tahun 2019

“Pendapatan perusahaan yang berhasil tumbuh signifikan saat ini terutama didorong

oleh kenaikan pendapatan layanan sebesar 12% YoY. Pencapaian ini menunjukkan keberhasilan kami dalam meningkatkan penggunaan layanan data oleh pelanggan dan ditambah oleh monetisasi data yang terus berlangsung. Selain itu, EBITDA meningkat lebih cepat dari pendapatan yang kemudian mampu mendorong peningkatan EBITDA margin,” kata Dian.
Dian Siswarini, Presiden Direktur XL Axiata

Dian menambahkan, XL Axiata juga terus konsisten melanjutkan perluasan infrastruktur jaringan data ke berbagai wilayah di Indonesia. Hingga akhir Maret 2019, XL Axiata memiliki total lebih dari 122 ribu BTS, dengan lebih dari 52 ribu di antaranya adalah BTS 3G dan lebih dari 33 ribu BTS 4G. Layanan 4G kini telah menjangkau di 405 kota/kabupaten di berbagai wilayah di Indonesia, sebagai hasil dari berfokusnya perluasan jaringan data berkualitas di luar Jawa.

XL Axiata juga terus berinvestasi untuk membangun transmisi, backhaul, modernisasi jaringan

untuk mendukung peningkatan trafik data di seluruh jaringan, serta untuk memberikan stabilitas, memperluas kapasitas jaringan, dan juga meningkatkan kualitas layanan data. XL Axiata juga terus berinvestasi dalam fiberisasi untuk mengantisipasi ledakan pertumbuhan trafik data dan terutama dalam persiapan untuk menggelar 5G.

Investasi pada pembangunan jaringan dan penerapan strategi dual brand telah meningkatkan posisi XL Axiata sebagai operator terdepan yang mampu menarik lebih banyak pelanggan pengguna smartphone. Hasilnya, XL Axiata per akhir Maret 2019, memimpin di industri telekomunikasi Indonesia dengan 84% pelanggan telah menggunakan smartphone dan 86% pendapatan layanan berasal dari layanan data.

Pencapaian ini sekaligus menempatkan XL Axiata dalam posisi yang lebih kuat dalam menghadapi dampak penuruhan pendapatan dari layanan tradisional voice dan SMS.

 

Sumber :

https://mlwcards.com/

Bos Baru Indosat Ooredoo Fokus Tiga Hal

Bos Baru Indosat Ooredoo Fokus Tiga Hal

Bos Baru Indosat Ooredoo Fokus Tiga Hal

Bos Baru Indosat Ooredoo Fokus Tiga Hal
Bos Baru Indosat Ooredoo Fokus Tiga Hal

Indosat Ooredoo resmi mengangkat Ahmad Abdulaziz A. A. Al-Neama

sebagai Direktur Utama untuk menggantikan Chris Kanter yang mengundurkan diri.

Pengangkatan tersebut dilakukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Kamis (1/8/2019). Dalam RUPSLB tersebut, pemegang saham menyetujui perubahan dan penetapan susunan Dewan Direksi dan Dewan Komisaris.

Dengan diangkatnya Ahmad Al-Neama sebagai orang nomor satu di Indosat tugas yang diembannya pun cukup berat. Namun saat ini Ahmad Al-Neama fokus ke tiga hal.

Tiga hal itu adalah, tetap melanjutkan visi Indosat Ooredoo menjadi leading digital telco

, membuat Indosat Ooredoo menjadi telco you can trust, lalu mempercepat akselerasi digital.

“Untuk layani digital savvy, harus paham teknikal. Sehingga akan bawa global experience di masa kepimpinannya,”ujar Al-Neama, di Jakarta (02/08/19).

Al-Naema juga mengatakan bahwa Indosat Ooredoo akan mentargetkan

penambahan 18 ribu BTS 4G, dan mencapai coverage 90 persen hingga akhir tahun. Sementara pada akhir tahun 2018 tercatat Indosat Ooredoo telah menambahkan 17.000 BTS baru.

‘Karena saat ini, perusahaan baru mencakup 81 persen wilayah Indonesia, sehingga diharapkan akhir tahun bisa 90 persen,” kata Al-Naema lagi.

Dengan target di atas, operator yang identik dengan warna kuning ini diprediksi bakal mengoperasikan sekitar 35.000 BTS 4G di tanah air.

 

Baca Juga :