Mengoptimalkan Produksi

Mengoptimalkan Produksi

Mengoptimalkan Produksi

Mengoptimalkan Produksi
Mengoptimalkan Produksi

Dalam mengoptimalkan produksi, arah pengembangan produk rekayasa umum diarahkan pada pemeliharaan dan pengembangan posisi perusahaan selaku pemasok “sourcing” internasional pada industri pembangkit listrik besar dunia, sedangkan produk modular dan EPC akan lebih difokuskan untuk pasar dalam negeri.

Dunia usaha dalam persaingan global pada saat ini penuh dinamika dan perubahan yang cepat. PT PAL INDONESIA (Persero) menyiasati tantangan ini dengan melakukan perubahan fundamental yang bertujuan untuk menciptakan sistim dengan fondasi yang lebih kuat dan berkelanjutan. Strategi PT PAL INDONESIA (PERSERO) dalam menghadapi perubahan tersebut.

Cara meningkatkan daya saing perusahaan / Mengoptimalkan Produksi :

• Penerapan front-end back end mechanism dalam pengembangan usaha
• Project financing untuk mengoptimalkan fasilitas produksi
• Peningkatan produktivitas melalui penerapan Full Block Outfitting System (FSOB)
• Optimalisasi peralatan produksi
• PIM (Productivity & Measurement) Centre
• Welding Centre
• Kebijakan kualitas serta kebijakan yang mengarah kepada penerapan praktek-praktek Good Corporate Governance di PT PAL INDONESIA (Persero).

Sumber : https://merpati.co.id/

Klasifikasi Jenis Bisnis

Klasifikasi Jenis Bisnis

Bisnis terdiri dari beraneka macam tipe, dan, sebagai akibatnya, usaha dapat dikelompokkan bersama dengan cara yang berbeda-beda. Satu dari banyak cara yang dapat digunakan adalah bersama dengan mengelompokkan usaha berdasarkan aktivitas yang dilakukannya di dalam membuahkan keuntungan.

Manufaktur adalah suatu cabang industri yang mengaplikasikan peralatan dan suatu medium proses untuk transformasi bahan mentah jadi barang jadi untuk dijual. Upaya ini melibatkan seluruh proses pada yang diperlukan untuk produksi dan integrasi komponen-komponen suatu produk. Beberapa industri, seperti produsen semikonduktor dan baja, termasuk mengfungsikan makna fabrikasi atau pabrikasi. Sektor manufaktur amat erat berkenaan bersama dengan rekayasa atau teknik.

Bisnis jasa adalah usaha yang membuahkan barang intangible, dan meraih keuntungan bersama dengan cara menghendaki bayaran atas jasa yang mereka berikan. Contoh usaha jasa adalah potong rambut, konsultan, dokter dan psikolog.

Pengecer dan distributor adalah pihak yang berperan sebagai perantara barang pada produsen bersama dengan konsumen. Kebanyakan toko dan perusahaan yang berorientasi-konsumen adalah distributor atau pengecer.

Artikel Lainnya : contoh motivation letter

Bisnis pertanian dan pertambangan adalah usaha yang produksi barang-barang mentah, seperti tanaman atau mineral tambang.
Bisnis finansial adalah usaha yang meraih keuntungan dari investasi dan pengelolaan modal.

Bisnis Info adalah usaha membuahkan keuntungan khususnya dari pejualan-kembali kekayaan intelektual (intelellectual property). Kekayaan intelektual (IP) adalah makna yang mengacu ke sejumlah model tidak serupa dari ciptaan dari pikiran yang satu set hak eksklusif yang diakui secara sah oleh hukum

Utilitas adalah usaha yang mengoperasikan jasa untuk publik, seperti listrik dan air, dan biasanya didanai oleh pemerintah.

Bisnis Real Estate adalah usaha yang membuahkan keuntungan bersama dengan cara menjual, menyewakan, dan mengembangkan properti, rumah, dan bangunan.

Bisnis Transportasi adalah usaha yang meraih keuntungan bersama dengan cara mengantarkan barang atau individu dari sebuah lokasi ke lokasi yang lain.

Baca Juga :

Pentingnya Pelatihan Kewirausahaan

Pentingnya Pelatihan Kewirausahaan

Anda bisa saja bisa membawa dampak suatu hal product yang berharga tinggi, misalnya product selanjutnya tidak sampai pada kastemer yang menikmati, maka tidak lebih Anda hanya menimbun sampah yang sia-sia. Lengkapilah usaha Anda sampai kepastian product berharga Anda berujung kepuasan kastemer dan untuk itu melibatkan berbagai faktor usaha dari bahan baku, permodalan, manajemen, tehnik produksi, kesempatan pasar dan prospek keuntungan.

Pelatihan entrepreneurship (kewirausahaan) adalah kunci pengembangan usaha untuk bisa merencanakan, menciptakan dan melaksanakan satu program kesibukan usaha. Inovasi dan kreasi Anda akan berbuah jadi kepuasan dan kesejahteraan. Diluar itu bisa kurangi jumlah penganggur, menciptakan lapangan kerja, mengentaskan masyarakat dari kemiskinan dan keterpurukan ekonomis. Lebih jauh ulang dan politis, meningkatkan harkat sebagai bangsa yang berdiri sendiri dan bermartabat.

Dalam ranah pendidikan, persoalannya menyangkut bagaimana dikembangkan praksis pendidikan yang tidak hanya menghasilkan manusia terampil dari sisi ulah intelektual, namun termasuk praksis pendidikan yang inspiratif-pragmatis. Praksis pendidikan, lewat kurikulum, proses dan penyelenggaraannya kudu serba terbuka, eksploratif, dan membebaskan. Tidak hanya praktis pendidikan yang link and match (tanggem), yang lulusannya siap memasuki lapangan kerja, namun termasuk siap menciptakan lapangan kerja.Saat ini banyak pebisnis muda yang kreatif, mereka jeli menangkap kesempatan menjawab keperluan komunitas kampus yang di awalnya usaha selanjutnya belum ada. Misalnya usaha refil tinta, merakit komputer, menjual beli buku, cuci kiloan, melukis sepatu dan melukis kaos sama. Wirausaha muda inovatif ini banyak ditemui di kota Yogyakarta dan Bandung.

Sebaliknya, pada sementara yang sama, rekan-rekan mereka berebut area meraih kursi pegawai negeri. Ribuan anak muda terdidik berdesakan antre mendaftar, mengikuti ujian saringan, bahkan ada yang kudu merogoh kocek ratusan ribu untuk pelicin. Ditarik dalam konteks nasional perihal ini adalah ilustrasi situasi ketenagakerjaan Indonesia, lebih jauh ulang potret lemahnya jiwa kewirausahaan. Misalnya, bahkan untuk sarjana yang relatif potensial terserap di lapangan kerja pun, sampai pertengahan tahun lalu 70 % dari 6.000 sarjana pertanian lulusan 58 perguruan tinggi di Indonesia menganggur. Merekalah bagian dari 9,43 juta atau 8,46 % jumlah masyarakat pada Februari 2008. Tidak imbangnya jumlah pelamar kerja dan lowongan kerja, gejalanya merata di semua pelosok—bahkan jumlah penganggur terdidik yang makin membesar, memperlihatkan kecilnya jiwa kewirausahaan. Para lulusan lebih tampil sebagai pencari kerja dan belum sebagai pencipta lapangan kerja. Tidak terserapnya lulusan pendidikan ke lapangan kerja sebenarnya tidak seluruhnya disebabkan faktor tak adanya jiwa kewirausahaan. Banyak faktor lain jadi penyebab. Meskipun demikian, tampaknya faktor dan tantangan terpenting adalah bagaimana institusi pendidikan berhasil membentuk atau menanamkan semangat, jiwa, dan sikap kewirausahaan. Sebagai tekun ilmu, kewirausahaan bisa diajarkan lewat proses terstruktur, keliru satu hasil mutlak dan utama praksis pendidikan. Lembaga pendidikan tidak bisa memberikan pekerjaan, namun bisa meyakinkan sehingga hasil didik bisa menciptakan pekerjaan.

Mengutip Peter F Drucker, ahli manajemen yang kondang pada tahun 1990-an, kewirausahaan itu bukan bimsalabim, bahkan berurusan bersama keturunan. Singapura bersama punyai 4 % wirausaha dari total penduduknya, sementara Indonesia baru 0,18 % dari total lebih kurang 225 juta penduduk, bukan sebab mayoritas penduduknya beretnis China dan Indonesia mayoritas Jawa. Ketimpangan itu disebabkan tidak cukup terselenggaranya praksis pendidikan yang terhubung ke arah kreativitas dan temuan-temuan bersama.

Inisiatif pada tahun 2010 ini Kementerian Urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) mengalokasikan dana Rp 50 miliar untuk mencetak 10.000 sarjana wirausaha kudu dihargai. Proyek itu meningkatkan adrenalin Kementerian Pendidikan Nasional yang lama terengah-engah bersama masalah-masalah teknis dan sistem.

Dana UKM itu digunakan untuk pemberdayaan sarjana di bawah umur 30 tahun yang tetap menganggur. Sejak digulirkan Desember 2009 dan sudah disosialisasikan ke sembilan provinsi, program ini diikuti 4.525 sarjana dan akan terjadi sampai tahun 2014 bersama target tahunan tercipta 10.000 atau seluruhnya 50.000 wirausaha baru sampai tahun 2014.

Memang bisa dikatakan terlambat, sebab justru kewirausahaan mestinya ditanamkan sejak di jenjang pendidikan anak umur dini dan bukan dicangkokkan sesudah lulus. Namun, tak ada kata terlambat untuk suatu perbaikan. Program ini merupakan bagian dari upaya tambah besar jumlah wirausaha Indonesia.

Tercatat jumlah 48 juta wirausaha Indonesia, namun yang terlalu wirausahawan sejati sebenarnya hanya 0,1 % atau lebih kurang 400.000 orang. Minimal dari jumlah total penduduk, setidaknya Indonesia kudu punyai 2 % dari jumlah itu. Upaya itu sejalan bersama ”impian” Ciputra, keliru satu pebisnis Indonesia yang obses, bahwa pada 25 tahun ulang lahir 4 juta pebisnis Indonesia.

Relatif barang baru

Kewirausahaan sebenarnya tetap merupakan barang baru untuk Indonesia, sementara AS sudah mengenalnya sejak 30 tahun lalu dan Eropa 6-7 tahun lalu. Munculnya pebisnis sebagai hasil lembaga pendidikan dan buah learning by doing tetap ada perbedaan persepsi. Ada yang berpendapat jiwa kewirausahaan tidak kudu dihasilkan dari lembaga pendidikan, ada pendapat lain bisa dilaksanakan tidak lewat proses yang direncanakan.

Kewirausahaan bisa tumbuh termasuk dari motivasi mengambil risiko tanpa takut, bukan lewat pendidikan khusus kewirausahaan atau manajemen. Modal utama seorang pebisnis bukanlah uang, melainkan kreativitas dan bisa melihat kesempatan pasar. Sedikit tidak sama bersama pedagang kewirausahaan menciptakan dan tawarkan nilai, sementara jiwa dagang hanya tawarkan transfer nilai sebuah produk.

Selain Kementerian Urusan Koperasi dan UKM, Kementerian Pendidikan Nasional yang bertanggung jawab dalam urusan pendidikan kudu dianggap belum lama tanggap. Walaupun tetap terengah-engah bergulat bersama soal-soal teknis, bekerja sama bersama lembaga penggiat wiraswasta layaknya Ciputra Entrepreneurship Center, Kementerian Pendidikan Nasional melaksanakan upaya membangun jiwa kewirausahaan. Dilakukan bersama membenahi kurikulum berbasis komunitas, memperbaiki praksis pendidikan di sekolah kejuruan dan tinggi, sampai pada pengarbitan calon-calon pebisnis yang dicangkokkan di lembaga pendidikan tinggi.

Banyaknya industri kreatif yang dihasilkan bangsa ini memperlihatkan sebenarnya bangsa ini kreatif. Tetapi, mengapa kekayaan alam dan kekayaan budaya bersama segala keragamannya itu tidak dimanfaatkan untuk ekonomi?

Pendidikan Kewirausahaan berperan mutlak untuk mengembangkan daya kreasi. Bila seorang tidak punyai jiwa kewirausahaan, maka bersama enteng terjerumus pada sikap mental terjajah sebab sejak awal pun bangsa ini terbelenggu tidak dibesarkan dalam budaya wirausaha. Melalui kewirausahaan sebenarnya anugerah alam raya Indonesia bisa dimanfaatkan untuk kemajuan dan kesejahteraan bangsa.

Artikel Lainnya : biodata blackpink

Gerakan nasional
Masalahnya, apakah yang kudu dipelajari generasi muda mengembangkan jiwa kewirausahaan? Kepercayaan diri jadi modal utama, tidak cuman sikap dan keinginan konsisten menemukan yang baru tanpa kenal risiko.
Kewirausahaan membawa dampak orang yang berhasrat besar pada suatu hal jadi berdiri sendiri secara finansial dan berkontribusi untuk masyarakat. Dia melatih keterampilan, know-how, dan tindakan yang menghasilkan ide-ide dan inovasi, meyakinkan orang lain untuk mendukung dan bekerja dalam sebuah tim, menerjemahkan gagasan jadi kenyataan, dan mendirikan perusahaan.

Dalam konteks Indonesia, bersama kecilnya jumlah entrepreneur, kewirausahaan jadi keharusan. Dialah kunci kemajuan. Dunia perlu solusi masalah yang bisa mewujudkan dambaan jadi kenyataan, dilandasi ambisi dan keberanian mengambil risiko secara cerdas.

Dibutuhkan satu gerakan nasional, semacam Gerakan Kewirausahaan berbasis komunitas untuk melahirkan UKM-UKM baru di satu pihak, sekaligus praksis pendidikan yang berorientasi pada pendidikan yang membebaskan di atas habitat masyarakat yang kondusif positif menyangkut 3 L (lahir, lingkungan, latihan). Gerakan baru itu dirumuskan oleh Ciputra sebagai Gerakan Budaya Wirausaha yang melibatkan pemerintah, akademisi, bisnis, dan sosok-sosok sosial.

Baca Juga :

Rencana Bisnis Rumahan

Rencana Bisnis Rumahan

Mengelola Bisnis Rumahan jadi pilihan aktivitas orang terlebih para wanita, tidak cuma orang yang sebenarnya menggantungkan hidupnya berasal dari usaha itu sendiri namun termasuk bagi orang yang telah punyai pekerjaan namun mendambakan tingkatkan penghasilannya. Banyak pekerja di perusaan Swasta, Pegawai Negeri, Ibu tempat tinggal tangga punyai aktivitas usaha rumahan yang hasilnya cukup besar, lebih-lebih dapat lebih besar berasal dari gaji bulanannya. Alasannya adalah untuk tingkatkan pendapatan atau sebagai usaha sampingan. Memulai usaha rumahan atau usaha yang dimiliki sendiri pada dasarnya dapat ditunaikan oleh tiap tiap orang, baik orang yang belum punyai pekerjaan ataupun orang yang telah punyai pekerjaan.

Termasuk tipe usaha pribadi, usaha rumahan tawarkan keuntungan disatu segi namun termasuk ada kemungkinan mengalami kegagalan. Maka jika mendambakan memulai Bisnis rumahan kudu amat dipersiapkan segala sesuatunya dengan sebaik-baiknya berasal dari berbagai aspek. Meskipun sebuah usaha sampingan kudu pula direncanakan dan ditunaikan dengan sungguh-sungguh. Setiap usaha menuntut pelaksanaan yang betul-betul dan betul-betul berorientasi kepada kualitas. Ada beberapa tips untuk memulai Bisnis Rumahan ( Bisa termasuk usaha lain ) yang dapat ditunaikan supaya memetik kesuksesan.

1. Gagasan Bisnis

Pertimbangkan pilihan usaha yang pertama terlintas didalam anggapan Anda, cobalah luangkan pas untuk mengeksplorasi berbagai pilihan. Pilih ide usaha lainnya! Bacalah buku yang kemungkinan akan beri tambahan ide usaha rumahan atau usaha kecil, dan artikel atau majalah wirausaha dan marketing yang lagi tren dan ada permintaan pasar. Dengan pertumbuhan fenomenal berasal dari Internet, Info (business plan) yang Anda butuhkan saat ini mudah Anda cari.
2. Mencintai Pekerjaan
Cari memahami apa saja tipe usaha yang menarik bagi Anda. Tentukan obyek Anda, minat, permintaan dan kemampuan. Yang mutlak adalah bahwa Anda kudu nikmati usaha Anda tersebut. Pengusaha yang berhasil adalah mereka yang paling merasa bergairah pada apa yang mereka kerjakan. Anda tidak dapat merasa bergairah jika Anda tidak suka!

3. Keyakinan Kepuasan dan Keuntungan

Pilih usaha yang secara privat memuaskan dan juga menguntungkan. Meskipun Anda kemungkinan punyai stimulus didalam hobi atau kerajinan, cobalah memperhitungkan potensi bisnisnya. Apakah Anda berpikir ada permintaan untuk itu? Apakah akan membawa Anda pada pendapatan berulang? Bagaimana potensi pasarnya, apakah telah jenuh? Apakah ada rintangan untuk masuk? Apakah Anda punyai skala ekonomi? Mulailah sebuah usaha yang menurut Anda punyai potensi menguntungkan. Anda akan kudu melakukan banyak hitungan untuk memilih kelangsungan keuangan usaha Anda tersebut. Tentunya ini akan membutuhkan analisa pasar dan melakukan anggapan BEP, proyeksi keuangan awal yang menunjukkan kuantitas pendapatan Anda yang kudu dapat untuk menutupi pengeluaran Anda. Semuanya ini membutuhkan tenaga ekstra, terlebih jika Anda bukan ahli keuangan, namun ini adalah salah satu langkah mutlak didalam menilai apakah usaha yang Anda memilih dapat menghasilkan uang.
4. Cakap Berbisnis
Ukurlah kapabilitas Anda, apakah Anda dapat dan mendambakan mengatasi tiap tiap aspek bisnis.? Ketika Anda memulai usaha baru kecil Anda, Anda kemungkinan tidak punyai kemewahan berasal dari staf untuk menolong melengkapi didalam beberapa aspek usaha Anda tersebut. Alih-alih cuma berfokus pada arah strategis bisnis, Anda kemungkinan diminta untuk menghimpun piutang, mencari pengeluaran, terima panggilan pelanggan, dan melakukan ribuan tugas lainnya. Sadarlah akan tugas-tugas lain yang kudu Anda melakukan didalam usaha Anda. Selalu berusahalah untuk tingkatkan kompetensi kapabilitas Anda berasal dari berbagai aspek usaha dengan studi dan mencari Info pendukung bisnis.
5. Tempat Bisnis
Gambarlah tata letak tempat kerja Anda. Ingat, Anda memulai usaha di tempat tinggal untuk menghemat cost overhead, supaya memakai tiap tiap sudut dan celah kemungkinan yang dapat Anda memakai di tempat tinggal Anda. Jika Anda mendambakan memulai usaha hiasi kue, Anda kudu punyai dapur yang memadai. Ada dua pilihan tipe tempat yang kudu diperhatikan berasal dari tempat usaha yakni dekat dengan customer atau dekat dengan bahan baku.
6. Keamanan dan Kenyamanan Keluarga
Pastikan usaha Anda mencukupi standar keamanan yang tinggi terlebih jika Anda membawa anak di rumah. Hal ini mutlak jika usaha Anda berhubungan bahan atau proses produksi yang berbahaya bagi keluarga, seperti pemanfaatan bahan kimia dan zat berbahaya lainnya. Misalnya, menaruh seluruh bahan kimia yang digunakan untuk bersihkan karpet atau jok. Pindahkan bahan-bahan berikut di tempat yang aman bila di garasi yang luar jangkauan anak-anak.
7. Asuransi
Pelajari jasa asuransi untuk memilih tipe pertanggungan asuransi usaha yang Anda butuhkan. Ini adalah rencana yang baik untuk memilih apa saja asuransi yang dibutuhkan untuk meminimalkan risiko dan melindungi usaha Anda. Kategori Umum asuransi termasuk properti, perizinan, kewajiban, kesehatan, cacat, kompensasi pekerja, dan asuransi jiwa.
8. Legalitas / Perijinan Usaha
Pastikan kepatuhan pada hukum dan ketentuan di lokasi Anda. Kunjungi kantor pemerintah setempat Anda untuk melihat ketentuan IMB atau perijinan usaha lainnya yang akan dapat mencegah Anda berasal dari memilih lokasi tertentu. Hati-hati, perhatikan ketentuan yang sesuaikan gejala usaha dan tipe usaha yang diizinkan di lokasi yang berbeda. Anda tidak mendambakan pemerintah berkunjung mengetuk di depan pintu Anda meminta Anda untuk menghentikan operasi setelah Anda menghabiskan ribuan dekorasi dan memperlengkapi usaha Anda!
9. Cocok Dengan Kondisi Keluarga
Pilih sebuah usaha yang punyai karakteristik organisasi yang kompatibel dengan diri Anda atau memilih usaha yang cocok dengan jadwal keluarga Anda. Jika Anda punyai bayi baru lahir di tempat tinggal dan suami Anda bekerja penuh waktu, Anda kudu mencari usaha yang akan terlalu mungkin Anda untuk melindungi bayi Anda. Bisnis yang akan memaksa Anda untuk aktif mencari klien nampak seperti usaha real estate kemungkinan tidak cocok untuk Anda pas ini.
10. Kerjasama Keluarga

Buat anggota keluarga Anda terlibat didalam usaha dan bekerja berbarengan untuk keberhasilannya! Setiap mimpi penggabungan tempat tinggal dan kantor, karir dan keluarga jadi perpaduan simbiosis berasal dari kebahagiaan yang harmonis. Hal ini sebenarnya tidak mudah, namun ini salah satu langkah supaya dapat melibatkan keluarga Anda didalam usaha rumahan. Misalnya meminta anak remaja Anda untuk menolong mendesain situs Web Anda. Pasangan Anda dapat menolong didalam bernegosiasi dengan klien Anda. Yang paling mutlak adalah tiap tiap orang didalam keluarga Anda nikmati pekerjaan berikut dan menolong keberhasilan didalam usaha Anda.

baca juga :

Kisah Ayam dan Elang

Kisah Ayam dan Elang

Ayam tampak termenung sendiri di hutan. Ia menyaksikan burung-burung terbang di angkasa.

Rupnnya Ayam ingin seperti burung-burung itu, bisa terbang bebas di angkasa.

“Mengapa aku tak bisa terbang seperti mereka? Padahal, aku dan mereka sama-sama burung. Tapi, mengapa kami berbeda?” keluh Ayam.

Ayam memang tak bisa terbang. Padahal, ia juga memiliki bulu seperti burung yang lain. Tiba-tiba, Burung Elang hinggap di sebuah pohon.

Ayam pun memanggilnya.

“Burung Elang, kemarilah! Aku ingin menanyakan sesuatu kepadamu,” teriak Ayam.

Burung Elang pun mendekat ke Ayam.

“Ada apa, Ayam?” tanya Burung Elang.

“Aku heran. Bukankah kita sama-sama unggas? Tapi, mengapa kau bisa terbang, sedangkan aku tidak?” tanya Ayam.

Burung Elang lalu merentangkan kedua sayapnya sambil berkata dengan bangga, “Aku memiliki sayap yang lebar dan kuat.”

“Aku pun memiliki sayap sepertimu:” protes Ayam.

“Ada satu hal lagi yang tak kau miliki,” bisik Burung Elang.

Ia seperti hendak mengungkapkan sebuah rahasia.

Ayam pun mendengarkan dengan saksama. Tiba-tiba, Burung Elang mengeluarkan sesuatu dari balik sayapnya.

Wah, ternyata sebuah jarum emas.

“Jarum emas inilah yang membuatku bisa terbang,” ucap Burung Elang.

Ayam terdiam. Ia tak memiliki jarum emas itu. Pantas saja ia tak bisa terbang.

“Bolehkah aku meminjam jarum emasmu?” pinta Ayam.

“Aku tak mungkin meminjamkan jarum emas ini,” tolak Burung Elang.

Namun, Ayam tidak menyerah, ia terus memohon kepada Burung Elang.

Karena merasa kasihan, akhirnya Burung Elang meminjamkan jarum emasnya itu.

“Tapi, jangan sampai kau menghilangkan jarum emasku,” pesan Burung Elang.

Ayam mengangguk paham.

Setelah mendapat jarum emas, Ayam langsung berlatih terbang.

Olala, ternyata benar, seketika Ayam bisa terbang.

Karena terlalu senang, Ayam lupa bahwa ia sedang menggigit jarum emas. Mulutnya pun terbuka. Akibatnya, jarum emas Burung Elang jatuh. Seketika itu pula, Ayam ikut terjatuh.

“Di mana jarum emasku?” ucap Ayam, panik.

Tiba-tiba Burung Elang datang, hendak mengambil jarum emas miliknya.

“Maafkan aku, Elang. Jarum emasmu hilang,” ungkap Ayam dengan jujur.

Mengetahui jarum emasnya hilang, Burung Elang menjadi sangat marah.

Ia mengejar Ayam. Namun, dengan gesit Ayam berhasil kabur.

“Awas, Ayam! Aku akan memangsamu dan semua keturunanmu!” janji Burung Elang.

Sejak saat itulah, Ayam tak berani memperlihatkan diri jika ada Burung Elang. Ya! Ayam takut Burung Elang akan memangsanya.

Baca Juga :

Delapan Kado Indah

Delapan Kado Indah

Delapan Kado Indah

Delapan Kado Indah
Delapan Kado Indah

Delapan macam kado ini adalah hadiah terindah dan tak
ternilai bagi orang-orang yang Anda sayangi.

KEHADIRAN
Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang tak
ternilai harganya. Memang kita bisa juga hadir dihadapannya
lewat surat, telepon, foto atau faks. Namun dengan berada
di sampingnya, Anda dan dia dapat berbagi perasaan,
perhatian dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif.
Jadikan kehadiran Anda sebagai pembawa kebahagiaan.

MENDENGAR
Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini. Sebab,
kebanyakan orang lebih suka didengarkan, ketimbang
mendengarkan. Dengan mencurahkan perhatian pada segala
ucapannya, secara tak langsung kita juga telah menumbuhkan
kesabaran dan kerendahan hati. Untuk bisa mendengar dengan
baik, pastikan Anda dalam keadaan betul-betul relaks dan
bisa menangkap utuh apa yang disampaikan. Tatap wajahnya.
Tidak perlu menyela, mengkritik, apalagi menghakimi. Biarkan
ia menuntaskannya, ini memudahkan Anda memberikan tanggapan
yang tepat setelah itu. Tidak harus berupa diskusi atau
penilaian. Sekedar ucapan terima kasihpun akan terdengar
manis baginya.

DIAM
Seperti kata-kata, di dalam diam juga ada kekuatan. Diam
bisa dipakai untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan
orang. Tapi lebih dari segalanya, Diam juga bisa menunjukkan
kecintaan kita pada seseorang karena memberinya “ruang”.
Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa gemar
menasihati, mengatur, mengkritik bahkan mengomel.

KEBEBASAN
Mencintai seseorang bukan berarti memberi kita hak penuh
untuk memiliki atau mengatur kehidupan orang bersangkutan.
Bisakah kita mengaku mencintai seseorang jika kita selalu
mengekangnya? Memberi kebebasan adalah salah satu perwujudan
cinta. Makna kebebasan bukanlah “Kau bebas berbuat semaumu”.
Lebih dalam dari itu, memberi kebebasan adalah memberinya
kepercayaan penuh untuk bertanggung jawab atas segala hal
yang ia putuskan atau lakukan.

KEINDAHAN
Siapa yang tak bahagia, jika orang yang disayangi tiba-tiba
tampil lebih ganteng atau cantik? Tampil indah dan rupawan
juga merupakan sebuah kado yang indah. Selain keindahan
penampilan pribadi, Anda pun bisa menghadiahkan keindahan
suasana di rumah. Vas dan bunga segar cantik di ruang
keluarga atau meja makan yang tertata indah, misalnya.

TANGGAPAN POSITIF
Tanpa sadar, sering kita memberikan penilaian negatif
terhadap pikiran, sikap atau tindakan orang yang kita
sayangi. Seolah-olah tidak ada yang benar dari dirinya dan
kebenaran mutlak hanya pada kita. Kali ini, coba hadiahkan
tanggapan positif. Nyatakan dengan jelas dan tulus. Cobalah
ingat, berapa kali dalam seminggu terakhir anda mengucapkan
terima kasih atas segala hal yang dilakukannya demi Anda.
Ingat-ingat pula, pernahkah Anda memujinya. Kedua hal itu,
ucapan terima kasih dan pujian (dan juga permintaan maaf)
adalah kado indah yang sering terlupakan.

KESEDIAAN MENGALAH
Tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran.
Apalagi sampai menjadi pertengkaran yang hebat. Bila Anda
memikirkan hal ini, berarti Anda siap memberikan kado
“kesediaan mengalah”. Kesediaan untuk mengalah juga dapat
melunturkan sakit hati dan mengajak kita menyadari bahwa
tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini.

SENYUMAN
Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa.
Senyuman, terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa
menjadi pencair hubungan yang beku, pemberi semangat dalam
keputusasaan, pencerah suasana muram, bahkan obat penenang
jiwa yang resah. Senyuman juga merupakan isyarat untuk
membuka diri dengan dunia sekeliiling kita. Kapan terakhir
kali anda menghadiahkan senyuman manis pada orang yang
dikasihi?

Sumber : https://mayleneandthesonsofdisaster.us/

Berpikir Sederhana

Berpikir Sederhana

Berpikir Sederhana

Berpikir Sederhana
Berpikir Sederhana

Terpetik sebuah kisah, seorang pemburu berangkat ke hutan dengan
membawa busur dan tombak. Dalam hatinya dia berkhayal mau membawa
hasil buruan yang paling besar, yaitu seekor rusa. Cara berburunya
pun tidak pakai anjing pelacak atau jaring penyerat, tetapi menunggu
di balik sebatang pohon yang memang sering dilalui oleh binatang-
binatang buruan.

Tidak lama ia menunggu, seekor kelelawar besar kesiangan terbang
hinggap di atas pohon kecil tepat di depan si pemburu. Dengan ayunan
parang atau pukulan gagang tombaknya, kelelawar itu pasti bisa
diperolehnya. Tetapi si pemburu berpikir, “untuk apa merepotkan diri
dengan seekor kelelawar? Apakah artinya dia dibanding dengan seekor
rusa besar yang saya incar?”

Tidak lama berselang, seekor kancil lewat. Kancil itu sempat berhenti
di depannya bahkan menjilat-jilat ujung tombaknya tetapi ia
berpikir, “Ah, hanya seekor kancil, nanti malah tidak ada yang makan,
sia-sia.” Agak lama pemburu menunggu. Tiba-tiba terdengar langkah-
langkah kaki binatang mendekat, pemburupun mulai siaga penuh,tetapi
ternyata, ah… kijang. Ia pun membiarkannya berlalu. Lama sudah ia
menunggu, tetapi tidak ada rusa yang lewat, sehingga ia tertidur.

Baru setelah hari sudah sore, rusa yang ditunggu lewat. Rusa itu
sempat berhenti di depan pemburu, tetapi ia sedang tertidur. Ketika
rusa itu hampir menginjaknya, ia kaget. Spontan ia berteriak,
Rusa!!!” sehingga rusanya pun kaget dan lari terbirit-birit sebelum
sang pemburu menombaknya. Alhasil ia pulang tanpa membawa apa-apa.

Banyak orang yang mempunyai idealisme terlalu besar untuk memperoleh
sesuatu yang diinginkannya. Ia berpikir yang tinggi-tinggi dan
bicaranya pun terkadang sulit dipahami. Tawaran dan kesempatan-
kesempatan kecil dilewati begitu saja, tanpa pernah berpikir bahwa
mungkin di dalamnya ia memperoleh sesuatu yang berharga. Tidak jarang
orang orang seperti itu menelan pil pahit karena akhirnya tidak
mendapatkan apa-apa.

Demikian juga dengan seseorang yang mengidamkan pasangan hidup, yang
mengharapkan seorang gadis cantik atau perjaka tampan yang alim,
baik, pintar dan sempurna lahir dan batin, harus puas dengan tidak
menemukan siapa-siapa

Sumber : https://icanhasmotivation.com/

Kematian Tragis Majikan Zalim

Kematian Tragis Majikan Zalim

Bukhari dan Abu Daud menulis kisah Khabbab bin Arat r.a. Dia adalah tidak benar seorang sahabat Nabi saw yang memeluk Islam pada awal penyebarannya. Dia juga seorang hamba sahaya berasal dari seorang perempuan zalim bernama Ummu Anmar Al-Khuza’iyyah.

Khabab kerap mengunjungi Rasulullah saw untuk menuntut ilmu agama. Akan tetapi, malang baginya, bermacam macam penderitaan dan siksaan ia menerima berasal dari majikannya setelah diketahui kerap mengunjungi Rasulullah saw.

Khabab kerap dijemur di atas pasir panas di bawah teriknya matahari bersama mengenakan busana besi. Bukan hanya itu, ia pernah ditaruh di daerah pemanggangan sampai punggungnya terbakar dan luka itu konsisten membekas di punggungnya.

Tidak tahan bersama siksaan keji itu, Khabbab r.a mengadu kepada Rasulullah saw bersama harapan beliau rela menolongnya. Khabab berbicara kepada Rasulullah saw yang sedang berselimutkan kain beludru di bawah Kakbah, “Tidakkan Anda mendukung kita dan berdoa untuk kami?”

Rasulullah saw menatapnya sambil berkata, “Demi Allah, umat-umat sebelum ini menghindar siksa yang lebih berat daripada siksaan yang sudah kau alami. Mereka pernah dibuatkan lubang, kemudian disekap di dalamnya. Setelah itu, seseorang mendatanginya bersama membawa gergaji, meletakkan di kepalanya, lantas bersama sergaji itu membelah kepalanya jadi dua.

Namun, seluruh itu tak pernah membuatnya bermaksud untuk meningsalkan agamanya. Seorang berasal dari mereka tersedia yang pernah disisir kulitnya bersama sisir besi sampai dagingnya terkelupas berasal dari tulang dan jaringan sarafnya. Akan tetapi, hal itu tidak membuatnya berpikir untuk meninggalkan agamanya.

Allah bakal menyempurnakan agama ini, tetapi engkau tidak bersabar. Suatu hari, kelak bakal tiba saatnya perempuan zalim itu (majikan Khabbab) bakal berjalan sendiri berasal dari San’a ke Hadramaut tanpa was-was apa pun tak hanya binatang buas. Namun, mengapa engkau tidak sabar?”

Ternyata Rasulullah saw sudah sadar azab yang bakal Allah SWT timpakan pada majikan zalim berikut bersama mengabarkan bahwa majikan zalim itu bakal mati diterkam binatang buas. Khabab r.a mengimbuhkan kesaksiannya, “Demi Allah, apa yang dikabarkan oleh Rasulullah saw benar! Aku melihatnya sendiri!”

Kebenaran pengakuan Rasulullah saw tentang azab yang bakal menimpa majikan yang zalim benar adanya. Bukti kebenaran itu disaksikan oleh Khabab, budak punya majikan zalim, secara langsung. Dia menyaksikan majikannya mati diterkam binatang buas sesuai bersama apa yang dikatakan Rasulullah saw.

Sumber : tokoh.co.id

Baca Juga :

Kisah Umair bin Wahab

Kisah Umair bin Wahab

Perang Badar dimenangkan oleh pasukan kaum muslimin. Rasa syukur pun senantiasa mereka panjatkan ke hadirat Allah SWT. Sebaliknya, kekalahan yang diterima kaum musyrikin Quraisy sangat menyebabkan mereka jadi geram.

Umair bin Wahab dan Shafwan bin Umayyah mengutarakan kekesalan mereka atas kemenangan umat Islam. Umair bicara kepada Shafwan, “Ah, jikalau aku tidak tengah dililit utang dan keluargaku bisa kutinggalkan saat susah sekarang, aku akan melacak Muhammad dan membunuhnya!”

Mendengar perkataan Umair tersebut, Shafwan menyambut inspirasi Umair dan berkata, “Baiklah, jika kau sukses membunuh Muhammad dan menyiksanya bersama keji, aku berjanji akan memberimu 100 ekor unta. Dengannya kamu bisa melunasi seluruh utang keluargamu, begitu pula keluargamu akan aku jadikan anggota berasal dari keluargaku!”

Tawaran yang menggiurkan. Tanpa pikir panjang, Umair langsung menerima tawaran Shafwan bersama bahagia hati.

“Tapi ingat! Ini adalah rahasia kami berdua. Jangan sampai kauceritakan kepada yang lain!” pesan Shafwan kepada Umair.

Umair pun langsung berangkat ke Medinah untuk laksanakan rencana kejinya tersebut. Akan tetapi, malang baginya, di tengah perjalanan ia bertemu Umar bin Khaththab, kawan dekat Rasulullah saw yang sangat ditakuti kaum Quraisy sebab keberanian dan pukulannya yang menyakitkan. Rasa takut menyergap Umair, bahkan dikala Umar menggiringnya untuk menghadap Rasulullah saw.

Interogasi pada Umair atas maksud kedatangannya ke Medinah diawali di hadapan Rasulullah saw. Beliau bertanya, “Apa maksud kedatanganmu ke sini?”

Umair tidak barangkali menjawab bersama jujur niatnya untuk membunuh pemimpin umat Islam itu sendiri. Ia berkilah, “Sungguh kedatanganku ke sini untuk menebus putraku yang sudah kalian tawan.”

Rasulullah saw sesungguhnya sudah memahami bahwa Umair berbohong. Beliau mendapat anjuran berasal dari Allah SWT. Berkali-kali beliau bertanya kepada Umair, berulang-kali pula ia konsisten berbohong.

Akhirnya, Rasulullah saw mengakhiri kebohongan Umair bersama berkata, “Aku memahami engkau sudah bersekongkol bersama Shafwan untuk membunuhku. Dengan melakukannya, Shafwan akan memberikanmu 100 ekor unta untuk melunasi seluruh utang keluargamu dan menjadikan keluargamu anggota berasal dari keluarganya!”

Umair tersentak kaget memahami Rasulullah saw bisa membongkar niat busuknya. Dia sangat heran, “Benar-benar tidak habis pikir, bagaimana Rasulullah bisa memahami rencana busukku, padahal tidak ada orang lain yang mendengarkan, cuma aku dan Shafwan. Lagi pula obrolan itu terjadi di Mekah, jauh berasal dari Medinah daerah Rasulullah saw berada?”

Kebenaran berita yang disampaikan Rasulullah saw menyebabkan Umair percaya bahwa Muhammad sangat utusan Allah. Ia pun mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai ketundukannya pada Islam. Rasulullah saw menyambutnya bersama baik.

Tidak ada prasangka atau dendam sama sekali kepada Umair. Bahkan, beliau menyuruh para kawan dekat untuk mengajari Al-lslam kepada Umair, sampai ia memahaminya bersama baik. Ditambah lagi, seluruh tawanan yang diminta oleh Umair, beliau bebaskan tanpa keberatan sama sekali.

Waktu pun berlalu. Saat dirasa ilmu yang dimiliki Umair sudah cukup, Rasulullah saw mengizinkannya untuk lagi ke Mekah. Di sana ia menyiarkan Islam dan hasilnya hampir seluruh masyarakat Mekah masuk Islam berkat dakwahnya

Sumber : tutorialbahasainggris.co.id

Baca Juga :

Pengakuan Abu Jahal

Pengakuan Abu Jahal

Dalam penyebaran risalah Islam, Rasulullah banyak sekali menemui kendala agar untuk menjauhi sikap orang-orang Quraisy yang menentang risalah Islam, Rasulullah jalankan dakwah secara sembunyi-sembunyi. Hal itu dijalankan Rasulullah dikarenakan belum tersedia arahan berasal dari Allah untuk jalankan dakwah secara terang-terangan.

Akan tetapi, disaat turun perintah untuk dakwah secara terang-terangan, Rasulullah saw langsung nampak berasal dari kediamannya dan mendaki bukit Shafa. Di atas sana, beliau berseru bersama dengan lantang memanggil penduduk Mekah, “Wahai kaum Quraisy!” Seruan itu memancing penduduk Mekah untuk berduyun-duyun mendekati beliau.

Setelah penduduk Mekah berkumpul di bukit Shafa, Rasulullah bersabda, “Percayakah kalian jikalau kukabarkan kepada kalian bahwa seekor unta akan ketuar berasal dari kaki gunung ini?”

Mereka menjawab, “Kami tidak dulu mendapatkan kebohongan darimu sebelumnya.”

Rasulullah melanjutkan, “Ketahuilah, memang aku mengingatkan kalian akan adanya siksa yang terlampau pedih!”

Mendengar perihal itu, pamannya yang bernama Abu Lahab berdiri dan langsung meninggalkan beliau. Ketidakpedulian Abu Lahab pada ajakan Rasulullah saw diikuti oleh yang lainnya. Satu per satu berasal dari mereka pergi meninggalkan beliau. Tidak tersedia yang tertarik bersama dengan ajakannya.

Tradisi jahiliah begitu melekat di dalam diri kaum Quraisy Mekah agar hampir tidak mungkin untuk meninggalkan formalitas yang turun-menurun tersebut.

Meskipun demikian, Rasulullah saw tidak berhenti begitu saja. Pada suatu kesempatan, beliau bertemu bersama dengan pamannya, Abu Jahal, di sebuah lorong kota Mekah. Pertemuan ini tidak disia-siakan oleh Rasulullah saw untuk mengajak pamannya menauhidkan Allah SWT. Beliau bersabda, “Wahai, Abu Hakam, marilah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Aku mengajakmu kepada Allah!”

Dengan ketus Abu Jahal menjawab, “Hai, Muhammad! Tidakkah kamu berhenti mencela tuhan-tuhan kami? Jika engkau jalankan ini agar kami bersaksi di hadapan Allah bahwa kamu adalah penyampai risalah, akan kami jalankan jikalau kamu memang benar! Karena itu, biarkanlah kami mengurus diri kami sendiri!”

Mendengar pernyataan Abu Jahal, Rasulullah saw berlalu meninggalkannya. Mughirah bin Shu’bah yang saat itu sedang bersama dengan Abu Jahal bertanya mengenai kerasulan Nabi Muhammad.

Abu Jahal menjawab, “Aku tahu bahwa dia adalah seorang nabi dan apa yang dikatakannya adalah kebenaran. Akan tetapi, kami beradu bersama dengan Bani Hasyim (keluarga Rasulullah saw) di segala sesuatu. Mereka membanggakan diri dikarenakan sedia kan makanan dan minuman bagi para peziarah. Jika di pada mereka tersedia yang menjadi nabi, mereka pasti akan membangga-banggakannya di hadapan kami. Jika demikian, pasti saja kami tidak sanggup menyainginya.”

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Abu Jahal dulu berkata, “Kami tidak dulu mendustakan engkau dan engkau bukanlah seorang pendusta. Namun, kami mendustakan apa yang engkau bawa.”

Pengakuan Abu Jahal pada kerasulan Muhammad pun diungkapkan Abu Dzar Al-Ghifari. Saat itu Abu Dzar belum memeluk Islam dan ia pun menjadi kawan akrab dekat Abu Jahal. Keduanya dipersatukan di dalam kerja serupa perdagangan yang saling beruntung kedua belah pihak. Setiap kali Abu Dzar singgah ke kota Mekah, ia senantiasa membawa barang-barang dagangan yang akan ia jual lewat perantaraan Abu Jahal.

Alkisah diceritakan bahwa berlangsung sesuatu di luar kebiasaan. Suatu disaat Abu Dzar singgah ke Mekah tanpa membawa barang dagangan satu pun, juga uang perniagaan. Hal ini pasti saja membawa dampak Abu Jahal heran. la pun bertanya kepada Abu Dzar, “Apakah kau membawa barang dagangan, hai sahabatku?”

Abu Dzar menjawab, “Seperti yang kaulihat, aku tidak membawa apa pun.”

“Apakah engkau membawa uang?” bertanya Abu Jahal kembali.

“Tidak juga,” jawab Abu Dzar singkat.

Melihat tersedia sesuatu yang tidak biasa pada sahabatnya, Abu Jahal ulang bertanya, “Ada apa denganmu? Apa yang membuatmu singgah jauh-jauh ke Mekah tanpa membawa barang dagangan atau uang? Adakah tujuanmu yang lain?”

Melihat kerisauan sahabatnya, Abu Dzar coba menenangkannya bersama dengan menjawab, “Sahabatku Abu Jahal, kali ini kedatanganku bukan untuk mengadu beruntung di dalam perdagangan.”

“Lantas untuk apa?” bertanya Abu Jahal yang makin penasaran.

“Aku ingin bertemu bersama dengan kemenakanmu.”

Jawaban Abu Dzar makin membingungkan Abu Jahal. Abu Jahal pun ulang bertanya, “Kemenakanku? Siapakah yang kaumaksud?”

“Muhammad,” jawab Abu Dzar singkat.

“Muhammad?” ulang Abu Jahal untuk meyakinkan apa yang baru saja ia dengar.

“Ya. Kudengar berasal dari lebih dari satu sahabatku bahwa Muhammad, kemenakanmu itu sudah diangkat menjadi seorang rasul. Engkau harus bangga membawa kemenakan semulia itu, sahabatku!” tahu Abu Dzar panjang lebar. Ia tidak tahu bahwa sang paman tidak menyukai risalah yang dibawa kemenakannya, Muhammad.

Abu Jahal yang tidak ingin Islam memengaruhi sahabatnya langsung mencegah Abu Dzar untuk bertemu Rasulullah saw dan berkata, “Sahabatku, dengarkanlah aku jikalau kau ingin selamat, jangan kautemui dia! Sekali-kali jangan dulu kau menemui kemenakanku itu!”

“Mengapa kau berkata seperti itu?” bertanya Abu Dzar Al-Ghifari heran.

Abu Jahal menjelaskan, “Kautahu, Muhammad itu terlampau menarik. Ia terlampau memesona. Sekali bertemu dengannya, aku jamin kaupasti akan terlampau terpikat dengannya. Wajahnya bersih, perkataannya memuat mutiara indah dan senantiasa benar. Perilakunya terlampau lembut dan sopan membacakan wahyu. Semua kalimatnya menyentuh jiwa.”

Tentu saja jawaban Abu Jahal terlampau berlawanan bersama dengan sarannya untuk tidak menemui Rasulullah saw. Di satu sisi ia melarang Abu Dzar untuk bertemu kemenakannya, tetapi di sisi lain ia memberikan alasan yang baik-baik mengenai Rasulullah saw.

Abu Dzar mengungkapkan keheranannya seraya berkata, “Aku tidak mengerti, tetapi apa itu berarti kau yakin dia seorang rasul?”

Abu Jahal langsung mengiyakan. Katanya, “Jelas. Mustahil rasanya jikalau ia bukan seorang rasul. Ia baik kepada semua orang tua dan muda, begitu pula budi pekerti dan akhlaknya terlampau mulia. Satu perihal ulang yang harus kauketahui, ia terlampau tabah hadapi apa pun yang berlangsung padanya. Ia membawa energi tarik yang hebat sekali.”

“Aku tidak habis tahu terhadapmu, Abu Jahal sahabatku,” tandas Abu Dzar, “kaubilang bahwa kauyakin kemenakanmu itu adalah seorang rasul.”

“Yakin betul. Aku tidak dulu meragukannya sedikit pun,” tegas Abu Jahal.

“Apakah kaupercaya bahwa ia benar?” bertanya Abu Dzar kembali.

“Lebih berasal dari sekadar percaya,” Jawab Abu Jahal.

“Tapi engkau melarangku untuk menemuinya …,” bertanya Abu Dzar masih bersama dengan keheranan.

Abu Jahal menjawab “Begitulah ….”

“Lalu, apakah engkau ikuti ajaran agamanya?”

Abu Jahal tersentak bersama dengan pertanyaan sang sahabat. “Ulangi sekali ulang pertanyaanmu …,” pinta Abu Jahal.

“Apakah engkau ikuti agamanya menjadi pemeluk Islam?” Abu Dzar ulang ulangi pertanyaannya seperti permohonan Abu Jahal.

Tidak sanggup mengelak, Abu Jahal berkilah, “Sahabatku, hingga kapan pun aku senantiasa Abu Jahal. Aku bukanlah orang gila. Aku masih waras. Berapa pun kaubayar aku, aku tidak akan menjadi pengikut Muhammad!”

Abu Jahal melanjutkan, “Meskipun aku yakin bahwa Muhammad itu benar, aku senantiasa akan melawan Muhammad hingga kapan pun. Sampai titik darah penghabisanku.”

“Apa sebabnya?” bertanya Abu Dzar.

“Kautahu sahabatku, jikalau aku menjadi pengikut kemenakanku sendiri, kedudukan dan wibawaku akan hancur. Akan kuletakan di mana mukaku di hadapan bangsa Quraisy?”

Abu Dzar menggeleng-gelengkan kepalanya seakan tidak yakin akan pemikiran sahabatnya, ” Pendirianmu keliru, sahabatku.”

“Aku tahu aku memang keliru,” ujar Abu Jahal.

Abu Dzar mengingatkan sahabatnya, “Kelak, engkau akan dikalahkan oleh kekeliruanmu.”

“Baik, biar saja aku kalah. Bahkan, aku tahu diakhirat kelak akan dimasukkan ke di dalam neraka jahanam. Namun, aku tidak mau dikalahkan Muhammad di dunia meskipun di akhirat sana aku pasti dikalahkan,” jawab Abu Jahal sambil berlalu meninggalkan Abu Dzar yang masih tidak yakin bersama dengan apa yang baru saja didengarnya.

Abu Jahal senantiasa di dalam pendiriannya. Ketika Perang Badar berlangsung, ia ditanya oleh Akhnas bin Syariq, “Hai, Abu Jahal! Di sini hanya kami berdua dan tidak tersedia orang lain, ceritakanlah mengenai diri Muhammad, apakah benar dia itu orang yang jujur atau pendusta?”

“Demi Tuhan! Sesungguhnya Muhammad itu adalah orang yang benar dan tidak dulu berdusta!”

baca juga :