Kisah Ayam dan Elang

Kisah Ayam dan Elang

Ayam tampak termenung sendiri di hutan. Ia menyaksikan burung-burung terbang di angkasa.

Rupnnya Ayam ingin seperti burung-burung itu, bisa terbang bebas di angkasa.

“Mengapa aku tak bisa terbang seperti mereka? Padahal, aku dan mereka sama-sama burung. Tapi, mengapa kami berbeda?” keluh Ayam.

Ayam memang tak bisa terbang. Padahal, ia juga memiliki bulu seperti burung yang lain. Tiba-tiba, Burung Elang hinggap di sebuah pohon.

Ayam pun memanggilnya.

“Burung Elang, kemarilah! Aku ingin menanyakan sesuatu kepadamu,” teriak Ayam.

Burung Elang pun mendekat ke Ayam.

“Ada apa, Ayam?” tanya Burung Elang.

“Aku heran. Bukankah kita sama-sama unggas? Tapi, mengapa kau bisa terbang, sedangkan aku tidak?” tanya Ayam.

Burung Elang lalu merentangkan kedua sayapnya sambil berkata dengan bangga, “Aku memiliki sayap yang lebar dan kuat.”

“Aku pun memiliki sayap sepertimu:” protes Ayam.

“Ada satu hal lagi yang tak kau miliki,” bisik Burung Elang.

Ia seperti hendak mengungkapkan sebuah rahasia.

Ayam pun mendengarkan dengan saksama. Tiba-tiba, Burung Elang mengeluarkan sesuatu dari balik sayapnya.

Wah, ternyata sebuah jarum emas.

“Jarum emas inilah yang membuatku bisa terbang,” ucap Burung Elang.

Ayam terdiam. Ia tak memiliki jarum emas itu. Pantas saja ia tak bisa terbang.

“Bolehkah aku meminjam jarum emasmu?” pinta Ayam.

“Aku tak mungkin meminjamkan jarum emas ini,” tolak Burung Elang.

Namun, Ayam tidak menyerah, ia terus memohon kepada Burung Elang.

Karena merasa kasihan, akhirnya Burung Elang meminjamkan jarum emasnya itu.

“Tapi, jangan sampai kau menghilangkan jarum emasku,” pesan Burung Elang.

Ayam mengangguk paham.

Setelah mendapat jarum emas, Ayam langsung berlatih terbang.

Olala, ternyata benar, seketika Ayam bisa terbang.

Karena terlalu senang, Ayam lupa bahwa ia sedang menggigit jarum emas. Mulutnya pun terbuka. Akibatnya, jarum emas Burung Elang jatuh. Seketika itu pula, Ayam ikut terjatuh.

“Di mana jarum emasku?” ucap Ayam, panik.

Tiba-tiba Burung Elang datang, hendak mengambil jarum emas miliknya.

“Maafkan aku, Elang. Jarum emasmu hilang,” ungkap Ayam dengan jujur.

Mengetahui jarum emasnya hilang, Burung Elang menjadi sangat marah.

Ia mengejar Ayam. Namun, dengan gesit Ayam berhasil kabur.

“Awas, Ayam! Aku akan memangsamu dan semua keturunanmu!” janji Burung Elang.

Sejak saat itulah, Ayam tak berani memperlihatkan diri jika ada Burung Elang. Ya! Ayam takut Burung Elang akan memangsanya.

Baca Juga :

Delapan Kado Indah

Delapan Kado Indah

Delapan Kado Indah

Delapan Kado Indah
Delapan Kado Indah

Delapan macam kado ini adalah hadiah terindah dan tak
ternilai bagi orang-orang yang Anda sayangi.

KEHADIRAN
Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang tak
ternilai harganya. Memang kita bisa juga hadir dihadapannya
lewat surat, telepon, foto atau faks. Namun dengan berada
di sampingnya, Anda dan dia dapat berbagi perasaan,
perhatian dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif.
Jadikan kehadiran Anda sebagai pembawa kebahagiaan.

MENDENGAR
Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini. Sebab,
kebanyakan orang lebih suka didengarkan, ketimbang
mendengarkan. Dengan mencurahkan perhatian pada segala
ucapannya, secara tak langsung kita juga telah menumbuhkan
kesabaran dan kerendahan hati. Untuk bisa mendengar dengan
baik, pastikan Anda dalam keadaan betul-betul relaks dan
bisa menangkap utuh apa yang disampaikan. Tatap wajahnya.
Tidak perlu menyela, mengkritik, apalagi menghakimi. Biarkan
ia menuntaskannya, ini memudahkan Anda memberikan tanggapan
yang tepat setelah itu. Tidak harus berupa diskusi atau
penilaian. Sekedar ucapan terima kasihpun akan terdengar
manis baginya.

DIAM
Seperti kata-kata, di dalam diam juga ada kekuatan. Diam
bisa dipakai untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan
orang. Tapi lebih dari segalanya, Diam juga bisa menunjukkan
kecintaan kita pada seseorang karena memberinya “ruang”.
Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa gemar
menasihati, mengatur, mengkritik bahkan mengomel.

KEBEBASAN
Mencintai seseorang bukan berarti memberi kita hak penuh
untuk memiliki atau mengatur kehidupan orang bersangkutan.
Bisakah kita mengaku mencintai seseorang jika kita selalu
mengekangnya? Memberi kebebasan adalah salah satu perwujudan
cinta. Makna kebebasan bukanlah “Kau bebas berbuat semaumu”.
Lebih dalam dari itu, memberi kebebasan adalah memberinya
kepercayaan penuh untuk bertanggung jawab atas segala hal
yang ia putuskan atau lakukan.

KEINDAHAN
Siapa yang tak bahagia, jika orang yang disayangi tiba-tiba
tampil lebih ganteng atau cantik? Tampil indah dan rupawan
juga merupakan sebuah kado yang indah. Selain keindahan
penampilan pribadi, Anda pun bisa menghadiahkan keindahan
suasana di rumah. Vas dan bunga segar cantik di ruang
keluarga atau meja makan yang tertata indah, misalnya.

TANGGAPAN POSITIF
Tanpa sadar, sering kita memberikan penilaian negatif
terhadap pikiran, sikap atau tindakan orang yang kita
sayangi. Seolah-olah tidak ada yang benar dari dirinya dan
kebenaran mutlak hanya pada kita. Kali ini, coba hadiahkan
tanggapan positif. Nyatakan dengan jelas dan tulus. Cobalah
ingat, berapa kali dalam seminggu terakhir anda mengucapkan
terima kasih atas segala hal yang dilakukannya demi Anda.
Ingat-ingat pula, pernahkah Anda memujinya. Kedua hal itu,
ucapan terima kasih dan pujian (dan juga permintaan maaf)
adalah kado indah yang sering terlupakan.

KESEDIAAN MENGALAH
Tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran.
Apalagi sampai menjadi pertengkaran yang hebat. Bila Anda
memikirkan hal ini, berarti Anda siap memberikan kado
“kesediaan mengalah”. Kesediaan untuk mengalah juga dapat
melunturkan sakit hati dan mengajak kita menyadari bahwa
tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini.

SENYUMAN
Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa.
Senyuman, terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa
menjadi pencair hubungan yang beku, pemberi semangat dalam
keputusasaan, pencerah suasana muram, bahkan obat penenang
jiwa yang resah. Senyuman juga merupakan isyarat untuk
membuka diri dengan dunia sekeliiling kita. Kapan terakhir
kali anda menghadiahkan senyuman manis pada orang yang
dikasihi?

Sumber : https://mayleneandthesonsofdisaster.us/

Berpikir Sederhana

Berpikir Sederhana

Berpikir Sederhana

Berpikir Sederhana
Berpikir Sederhana

Terpetik sebuah kisah, seorang pemburu berangkat ke hutan dengan
membawa busur dan tombak. Dalam hatinya dia berkhayal mau membawa
hasil buruan yang paling besar, yaitu seekor rusa. Cara berburunya
pun tidak pakai anjing pelacak atau jaring penyerat, tetapi menunggu
di balik sebatang pohon yang memang sering dilalui oleh binatang-
binatang buruan.

Tidak lama ia menunggu, seekor kelelawar besar kesiangan terbang
hinggap di atas pohon kecil tepat di depan si pemburu. Dengan ayunan
parang atau pukulan gagang tombaknya, kelelawar itu pasti bisa
diperolehnya. Tetapi si pemburu berpikir, “untuk apa merepotkan diri
dengan seekor kelelawar? Apakah artinya dia dibanding dengan seekor
rusa besar yang saya incar?”

Tidak lama berselang, seekor kancil lewat. Kancil itu sempat berhenti
di depannya bahkan menjilat-jilat ujung tombaknya tetapi ia
berpikir, “Ah, hanya seekor kancil, nanti malah tidak ada yang makan,
sia-sia.” Agak lama pemburu menunggu. Tiba-tiba terdengar langkah-
langkah kaki binatang mendekat, pemburupun mulai siaga penuh,tetapi
ternyata, ah… kijang. Ia pun membiarkannya berlalu. Lama sudah ia
menunggu, tetapi tidak ada rusa yang lewat, sehingga ia tertidur.

Baru setelah hari sudah sore, rusa yang ditunggu lewat. Rusa itu
sempat berhenti di depan pemburu, tetapi ia sedang tertidur. Ketika
rusa itu hampir menginjaknya, ia kaget. Spontan ia berteriak,
Rusa!!!” sehingga rusanya pun kaget dan lari terbirit-birit sebelum
sang pemburu menombaknya. Alhasil ia pulang tanpa membawa apa-apa.

Banyak orang yang mempunyai idealisme terlalu besar untuk memperoleh
sesuatu yang diinginkannya. Ia berpikir yang tinggi-tinggi dan
bicaranya pun terkadang sulit dipahami. Tawaran dan kesempatan-
kesempatan kecil dilewati begitu saja, tanpa pernah berpikir bahwa
mungkin di dalamnya ia memperoleh sesuatu yang berharga. Tidak jarang
orang orang seperti itu menelan pil pahit karena akhirnya tidak
mendapatkan apa-apa.

Demikian juga dengan seseorang yang mengidamkan pasangan hidup, yang
mengharapkan seorang gadis cantik atau perjaka tampan yang alim,
baik, pintar dan sempurna lahir dan batin, harus puas dengan tidak
menemukan siapa-siapa

Sumber : https://icanhasmotivation.com/

Kematian Tragis Majikan Zalim

Kematian Tragis Majikan Zalim

Bukhari dan Abu Daud menulis kisah Khabbab bin Arat r.a. Dia adalah tidak benar seorang sahabat Nabi saw yang memeluk Islam pada awal penyebarannya. Dia juga seorang hamba sahaya berasal dari seorang perempuan zalim bernama Ummu Anmar Al-Khuza’iyyah.

Khabab kerap mengunjungi Rasulullah saw untuk menuntut ilmu agama. Akan tetapi, malang baginya, bermacam macam penderitaan dan siksaan ia menerima berasal dari majikannya setelah diketahui kerap mengunjungi Rasulullah saw.

Khabab kerap dijemur di atas pasir panas di bawah teriknya matahari bersama mengenakan busana besi. Bukan hanya itu, ia pernah ditaruh di daerah pemanggangan sampai punggungnya terbakar dan luka itu konsisten membekas di punggungnya.

Tidak tahan bersama siksaan keji itu, Khabbab r.a mengadu kepada Rasulullah saw bersama harapan beliau rela menolongnya. Khabab berbicara kepada Rasulullah saw yang sedang berselimutkan kain beludru di bawah Kakbah, “Tidakkan Anda mendukung kita dan berdoa untuk kami?”

Rasulullah saw menatapnya sambil berkata, “Demi Allah, umat-umat sebelum ini menghindar siksa yang lebih berat daripada siksaan yang sudah kau alami. Mereka pernah dibuatkan lubang, kemudian disekap di dalamnya. Setelah itu, seseorang mendatanginya bersama membawa gergaji, meletakkan di kepalanya, lantas bersama sergaji itu membelah kepalanya jadi dua.

Namun, seluruh itu tak pernah membuatnya bermaksud untuk meningsalkan agamanya. Seorang berasal dari mereka tersedia yang pernah disisir kulitnya bersama sisir besi sampai dagingnya terkelupas berasal dari tulang dan jaringan sarafnya. Akan tetapi, hal itu tidak membuatnya berpikir untuk meninggalkan agamanya.

Allah bakal menyempurnakan agama ini, tetapi engkau tidak bersabar. Suatu hari, kelak bakal tiba saatnya perempuan zalim itu (majikan Khabbab) bakal berjalan sendiri berasal dari San’a ke Hadramaut tanpa was-was apa pun tak hanya binatang buas. Namun, mengapa engkau tidak sabar?”

Ternyata Rasulullah saw sudah sadar azab yang bakal Allah SWT timpakan pada majikan zalim berikut bersama mengabarkan bahwa majikan zalim itu bakal mati diterkam binatang buas. Khabab r.a mengimbuhkan kesaksiannya, “Demi Allah, apa yang dikabarkan oleh Rasulullah saw benar! Aku melihatnya sendiri!”

Kebenaran pengakuan Rasulullah saw tentang azab yang bakal menimpa majikan yang zalim benar adanya. Bukti kebenaran itu disaksikan oleh Khabab, budak punya majikan zalim, secara langsung. Dia menyaksikan majikannya mati diterkam binatang buas sesuai bersama apa yang dikatakan Rasulullah saw.

Sumber : tokoh.co.id

Baca Juga :

Kisah Umair bin Wahab

Kisah Umair bin Wahab

Perang Badar dimenangkan oleh pasukan kaum muslimin. Rasa syukur pun senantiasa mereka panjatkan ke hadirat Allah SWT. Sebaliknya, kekalahan yang diterima kaum musyrikin Quraisy sangat menyebabkan mereka jadi geram.

Umair bin Wahab dan Shafwan bin Umayyah mengutarakan kekesalan mereka atas kemenangan umat Islam. Umair bicara kepada Shafwan, “Ah, jikalau aku tidak tengah dililit utang dan keluargaku bisa kutinggalkan saat susah sekarang, aku akan melacak Muhammad dan membunuhnya!”

Mendengar perkataan Umair tersebut, Shafwan menyambut inspirasi Umair dan berkata, “Baiklah, jika kau sukses membunuh Muhammad dan menyiksanya bersama keji, aku berjanji akan memberimu 100 ekor unta. Dengannya kamu bisa melunasi seluruh utang keluargamu, begitu pula keluargamu akan aku jadikan anggota berasal dari keluargaku!”

Tawaran yang menggiurkan. Tanpa pikir panjang, Umair langsung menerima tawaran Shafwan bersama bahagia hati.

“Tapi ingat! Ini adalah rahasia kami berdua. Jangan sampai kauceritakan kepada yang lain!” pesan Shafwan kepada Umair.

Umair pun langsung berangkat ke Medinah untuk laksanakan rencana kejinya tersebut. Akan tetapi, malang baginya, di tengah perjalanan ia bertemu Umar bin Khaththab, kawan dekat Rasulullah saw yang sangat ditakuti kaum Quraisy sebab keberanian dan pukulannya yang menyakitkan. Rasa takut menyergap Umair, bahkan dikala Umar menggiringnya untuk menghadap Rasulullah saw.

Interogasi pada Umair atas maksud kedatangannya ke Medinah diawali di hadapan Rasulullah saw. Beliau bertanya, “Apa maksud kedatanganmu ke sini?”

Umair tidak barangkali menjawab bersama jujur niatnya untuk membunuh pemimpin umat Islam itu sendiri. Ia berkilah, “Sungguh kedatanganku ke sini untuk menebus putraku yang sudah kalian tawan.”

Rasulullah saw sesungguhnya sudah memahami bahwa Umair berbohong. Beliau mendapat anjuran berasal dari Allah SWT. Berkali-kali beliau bertanya kepada Umair, berulang-kali pula ia konsisten berbohong.

Akhirnya, Rasulullah saw mengakhiri kebohongan Umair bersama berkata, “Aku memahami engkau sudah bersekongkol bersama Shafwan untuk membunuhku. Dengan melakukannya, Shafwan akan memberikanmu 100 ekor unta untuk melunasi seluruh utang keluargamu dan menjadikan keluargamu anggota berasal dari keluarganya!”

Umair tersentak kaget memahami Rasulullah saw bisa membongkar niat busuknya. Dia sangat heran, “Benar-benar tidak habis pikir, bagaimana Rasulullah bisa memahami rencana busukku, padahal tidak ada orang lain yang mendengarkan, cuma aku dan Shafwan. Lagi pula obrolan itu terjadi di Mekah, jauh berasal dari Medinah daerah Rasulullah saw berada?”

Kebenaran berita yang disampaikan Rasulullah saw menyebabkan Umair percaya bahwa Muhammad sangat utusan Allah. Ia pun mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai ketundukannya pada Islam. Rasulullah saw menyambutnya bersama baik.

Tidak ada prasangka atau dendam sama sekali kepada Umair. Bahkan, beliau menyuruh para kawan dekat untuk mengajari Al-lslam kepada Umair, sampai ia memahaminya bersama baik. Ditambah lagi, seluruh tawanan yang diminta oleh Umair, beliau bebaskan tanpa keberatan sama sekali.

Waktu pun berlalu. Saat dirasa ilmu yang dimiliki Umair sudah cukup, Rasulullah saw mengizinkannya untuk lagi ke Mekah. Di sana ia menyiarkan Islam dan hasilnya hampir seluruh masyarakat Mekah masuk Islam berkat dakwahnya

Sumber : tutorialbahasainggris.co.id

Baca Juga :

Pengakuan Abu Jahal

Pengakuan Abu Jahal

Dalam penyebaran risalah Islam, Rasulullah banyak sekali menemui kendala agar untuk menjauhi sikap orang-orang Quraisy yang menentang risalah Islam, Rasulullah jalankan dakwah secara sembunyi-sembunyi. Hal itu dijalankan Rasulullah dikarenakan belum tersedia arahan berasal dari Allah untuk jalankan dakwah secara terang-terangan.

Akan tetapi, disaat turun perintah untuk dakwah secara terang-terangan, Rasulullah saw langsung nampak berasal dari kediamannya dan mendaki bukit Shafa. Di atas sana, beliau berseru bersama dengan lantang memanggil penduduk Mekah, “Wahai kaum Quraisy!” Seruan itu memancing penduduk Mekah untuk berduyun-duyun mendekati beliau.

Setelah penduduk Mekah berkumpul di bukit Shafa, Rasulullah bersabda, “Percayakah kalian jikalau kukabarkan kepada kalian bahwa seekor unta akan ketuar berasal dari kaki gunung ini?”

Mereka menjawab, “Kami tidak dulu mendapatkan kebohongan darimu sebelumnya.”

Rasulullah melanjutkan, “Ketahuilah, memang aku mengingatkan kalian akan adanya siksa yang terlampau pedih!”

Mendengar perihal itu, pamannya yang bernama Abu Lahab berdiri dan langsung meninggalkan beliau. Ketidakpedulian Abu Lahab pada ajakan Rasulullah saw diikuti oleh yang lainnya. Satu per satu berasal dari mereka pergi meninggalkan beliau. Tidak tersedia yang tertarik bersama dengan ajakannya.

Tradisi jahiliah begitu melekat di dalam diri kaum Quraisy Mekah agar hampir tidak mungkin untuk meninggalkan formalitas yang turun-menurun tersebut.

Meskipun demikian, Rasulullah saw tidak berhenti begitu saja. Pada suatu kesempatan, beliau bertemu bersama dengan pamannya, Abu Jahal, di sebuah lorong kota Mekah. Pertemuan ini tidak disia-siakan oleh Rasulullah saw untuk mengajak pamannya menauhidkan Allah SWT. Beliau bersabda, “Wahai, Abu Hakam, marilah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Aku mengajakmu kepada Allah!”

Dengan ketus Abu Jahal menjawab, “Hai, Muhammad! Tidakkah kamu berhenti mencela tuhan-tuhan kami? Jika engkau jalankan ini agar kami bersaksi di hadapan Allah bahwa kamu adalah penyampai risalah, akan kami jalankan jikalau kamu memang benar! Karena itu, biarkanlah kami mengurus diri kami sendiri!”

Mendengar pernyataan Abu Jahal, Rasulullah saw berlalu meninggalkannya. Mughirah bin Shu’bah yang saat itu sedang bersama dengan Abu Jahal bertanya mengenai kerasulan Nabi Muhammad.

Abu Jahal menjawab, “Aku tahu bahwa dia adalah seorang nabi dan apa yang dikatakannya adalah kebenaran. Akan tetapi, kami beradu bersama dengan Bani Hasyim (keluarga Rasulullah saw) di segala sesuatu. Mereka membanggakan diri dikarenakan sedia kan makanan dan minuman bagi para peziarah. Jika di pada mereka tersedia yang menjadi nabi, mereka pasti akan membangga-banggakannya di hadapan kami. Jika demikian, pasti saja kami tidak sanggup menyainginya.”

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Abu Jahal dulu berkata, “Kami tidak dulu mendustakan engkau dan engkau bukanlah seorang pendusta. Namun, kami mendustakan apa yang engkau bawa.”

Pengakuan Abu Jahal pada kerasulan Muhammad pun diungkapkan Abu Dzar Al-Ghifari. Saat itu Abu Dzar belum memeluk Islam dan ia pun menjadi kawan akrab dekat Abu Jahal. Keduanya dipersatukan di dalam kerja serupa perdagangan yang saling beruntung kedua belah pihak. Setiap kali Abu Dzar singgah ke kota Mekah, ia senantiasa membawa barang-barang dagangan yang akan ia jual lewat perantaraan Abu Jahal.

Alkisah diceritakan bahwa berlangsung sesuatu di luar kebiasaan. Suatu disaat Abu Dzar singgah ke Mekah tanpa membawa barang dagangan satu pun, juga uang perniagaan. Hal ini pasti saja membawa dampak Abu Jahal heran. la pun bertanya kepada Abu Dzar, “Apakah kau membawa barang dagangan, hai sahabatku?”

Abu Dzar menjawab, “Seperti yang kaulihat, aku tidak membawa apa pun.”

“Apakah engkau membawa uang?” bertanya Abu Jahal kembali.

“Tidak juga,” jawab Abu Dzar singkat.

Melihat tersedia sesuatu yang tidak biasa pada sahabatnya, Abu Jahal ulang bertanya, “Ada apa denganmu? Apa yang membuatmu singgah jauh-jauh ke Mekah tanpa membawa barang dagangan atau uang? Adakah tujuanmu yang lain?”

Melihat kerisauan sahabatnya, Abu Dzar coba menenangkannya bersama dengan menjawab, “Sahabatku Abu Jahal, kali ini kedatanganku bukan untuk mengadu beruntung di dalam perdagangan.”

“Lantas untuk apa?” bertanya Abu Jahal yang makin penasaran.

“Aku ingin bertemu bersama dengan kemenakanmu.”

Jawaban Abu Dzar makin membingungkan Abu Jahal. Abu Jahal pun ulang bertanya, “Kemenakanku? Siapakah yang kaumaksud?”

“Muhammad,” jawab Abu Dzar singkat.

“Muhammad?” ulang Abu Jahal untuk meyakinkan apa yang baru saja ia dengar.

“Ya. Kudengar berasal dari lebih dari satu sahabatku bahwa Muhammad, kemenakanmu itu sudah diangkat menjadi seorang rasul. Engkau harus bangga membawa kemenakan semulia itu, sahabatku!” tahu Abu Dzar panjang lebar. Ia tidak tahu bahwa sang paman tidak menyukai risalah yang dibawa kemenakannya, Muhammad.

Abu Jahal yang tidak ingin Islam memengaruhi sahabatnya langsung mencegah Abu Dzar untuk bertemu Rasulullah saw dan berkata, “Sahabatku, dengarkanlah aku jikalau kau ingin selamat, jangan kautemui dia! Sekali-kali jangan dulu kau menemui kemenakanku itu!”

“Mengapa kau berkata seperti itu?” bertanya Abu Dzar Al-Ghifari heran.

Abu Jahal menjelaskan, “Kautahu, Muhammad itu terlampau menarik. Ia terlampau memesona. Sekali bertemu dengannya, aku jamin kaupasti akan terlampau terpikat dengannya. Wajahnya bersih, perkataannya memuat mutiara indah dan senantiasa benar. Perilakunya terlampau lembut dan sopan membacakan wahyu. Semua kalimatnya menyentuh jiwa.”

Tentu saja jawaban Abu Jahal terlampau berlawanan bersama dengan sarannya untuk tidak menemui Rasulullah saw. Di satu sisi ia melarang Abu Dzar untuk bertemu kemenakannya, tetapi di sisi lain ia memberikan alasan yang baik-baik mengenai Rasulullah saw.

Abu Dzar mengungkapkan keheranannya seraya berkata, “Aku tidak mengerti, tetapi apa itu berarti kau yakin dia seorang rasul?”

Abu Jahal langsung mengiyakan. Katanya, “Jelas. Mustahil rasanya jikalau ia bukan seorang rasul. Ia baik kepada semua orang tua dan muda, begitu pula budi pekerti dan akhlaknya terlampau mulia. Satu perihal ulang yang harus kauketahui, ia terlampau tabah hadapi apa pun yang berlangsung padanya. Ia membawa energi tarik yang hebat sekali.”

“Aku tidak habis tahu terhadapmu, Abu Jahal sahabatku,” tandas Abu Dzar, “kaubilang bahwa kauyakin kemenakanmu itu adalah seorang rasul.”

“Yakin betul. Aku tidak dulu meragukannya sedikit pun,” tegas Abu Jahal.

“Apakah kaupercaya bahwa ia benar?” bertanya Abu Dzar kembali.

“Lebih berasal dari sekadar percaya,” Jawab Abu Jahal.

“Tapi engkau melarangku untuk menemuinya …,” bertanya Abu Dzar masih bersama dengan keheranan.

Abu Jahal menjawab “Begitulah ….”

“Lalu, apakah engkau ikuti ajaran agamanya?”

Abu Jahal tersentak bersama dengan pertanyaan sang sahabat. “Ulangi sekali ulang pertanyaanmu …,” pinta Abu Jahal.

“Apakah engkau ikuti agamanya menjadi pemeluk Islam?” Abu Dzar ulang ulangi pertanyaannya seperti permohonan Abu Jahal.

Tidak sanggup mengelak, Abu Jahal berkilah, “Sahabatku, hingga kapan pun aku senantiasa Abu Jahal. Aku bukanlah orang gila. Aku masih waras. Berapa pun kaubayar aku, aku tidak akan menjadi pengikut Muhammad!”

Abu Jahal melanjutkan, “Meskipun aku yakin bahwa Muhammad itu benar, aku senantiasa akan melawan Muhammad hingga kapan pun. Sampai titik darah penghabisanku.”

“Apa sebabnya?” bertanya Abu Dzar.

“Kautahu sahabatku, jikalau aku menjadi pengikut kemenakanku sendiri, kedudukan dan wibawaku akan hancur. Akan kuletakan di mana mukaku di hadapan bangsa Quraisy?”

Abu Dzar menggeleng-gelengkan kepalanya seakan tidak yakin akan pemikiran sahabatnya, ” Pendirianmu keliru, sahabatku.”

“Aku tahu aku memang keliru,” ujar Abu Jahal.

Abu Dzar mengingatkan sahabatnya, “Kelak, engkau akan dikalahkan oleh kekeliruanmu.”

“Baik, biar saja aku kalah. Bahkan, aku tahu diakhirat kelak akan dimasukkan ke di dalam neraka jahanam. Namun, aku tidak mau dikalahkan Muhammad di dunia meskipun di akhirat sana aku pasti dikalahkan,” jawab Abu Jahal sambil berlalu meninggalkan Abu Dzar yang masih tidak yakin bersama dengan apa yang baru saja didengarnya.

Abu Jahal senantiasa di dalam pendiriannya. Ketika Perang Badar berlangsung, ia ditanya oleh Akhnas bin Syariq, “Hai, Abu Jahal! Di sini hanya kami berdua dan tidak tersedia orang lain, ceritakanlah mengenai diri Muhammad, apakah benar dia itu orang yang jujur atau pendusta?”

“Demi Tuhan! Sesungguhnya Muhammad itu adalah orang yang benar dan tidak dulu berdusta!”

baca juga :

Asal Usul Nama Hari dan 7 Hari Dalam Sepekan

Asal Usul Nama Hari dan 7 Hari Dalam Sepekan

Asal Usul Nama Hari dan 7 Hari Dalam Sepekan

Asal Usul Nama Hari dan 7 Hari Dalam Sepekan
Asal Usul Nama Hari dan 7 Hari Dalam Sepekan

Penamaan hari dan jumlahnya dalam satu minggu tak lepas dari perkembangan peradaban manusia.

Awalnya perkembangan peradaban terutama dalam hal astronomi memegang prinsip bahwa bumi adalah pusat dari benda-benda langit atau sering disebut Geosentris. Pendapat ini mempengaruhi seluruh pikiran dan kebijakan manusia pada masa tersebut. Orang-orang dahulu juga percaya bahwa benda-benda langit mempengaruhi kehidupan di bumi. Pengaruhnya bergantian dari jam ke jam dengan urutan mulai dari yang terdekat sampai dengan yang terjauh

Pada masa tersebut mereka percaya bahwa di langit pertama ada bulan, benda langit yang bergerak tercepat sehingga disimpulkan sebagai yang paling dekat. Langit ke dua ditempati Merkurius . Venus  berada di langit ke tiga dan matahari ada di langit ke empat. Di langit ke lima ada Mars . Di langit ke enam ada Jupiter serta langit ke tujuh ditempati Saturnus.

Orang-orang dahulu juga percaya bahwa ke tujuh benda-benda langit itu mempengaruhi kehidupan di bumi. Pengaruhnya bergantian dari jam ke jam dengan urutan mulai dari yang terjauh, Saturnus, sampai yang terdekat, bulan. Karena itu hari pertama itu disebut Saturday (hari Saturnus) dalam bahasa Inggris atau Doyoubi (hari Saturnus/Dosei) dalam bahasa Jepang. Dalam bahasa Indonesia Saturday adalah Sabtu. Ternyata, kalau kita menghitung hari mundur sampai tahun 1 Masehi, tanggal 1 Januari tahun 1 memang jatuh pada hari Sabtu.

Hari-hari yang lain dipengaruhi oleh benda-benda langit yang lain. Secara berurutan hari-hari itu menjadi Hari Matahari (Sunday, Ahad), Hari Bulan (Monday, Senin), Hari Mars (Selasa), Hari Merkurius (Rabu), Hari Jupiter (Kamis), dan Hari Venus (Jum’at).

Jumlah tujuh hari itu diambil juga oleh orang-orang Arab. Dalam bahasa Arab nama-nama hari disebut berdasarkan urutan: satu, dua, tiga, …, sampai tujuh, yakni ahad, itsnaan, tsalatsah, arba’ah, khamsah, sittah, dan sab’ah.

Bagaimana dengan Indonesia ..?

Bahasa Indonesia hampir semuanya mengikuti penamaan hari dari bahasa Arab kecuali hari pertama yaitu Ahad sehingga di Indonesia menjadi Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jum’at, dan Sabtu. Hari ke enam disebut secara khusus, Jum’at, karena itulah penamaan yang diberikan Allah di dalam Al-Qur’an yang menunjukkan adanya kewajiban salat Jum’at berjamaah.

Itulah asal mula satu pekan menjadi tujuh hari.

Baca Juga :

Ketahui Keuntungannya dalam Dunia Kerja untuk Anak Jurusan Sosiologi

Ketahui Keuntungannya dalam Dunia Kerja untuk Anak Jurusan Sosiologi

Siapa bilang jurusan Sosiologi tidak memiliki prospek karier seperti jurusan lain? Meskipun tidak seumum jurusan Akuntansi atau Teknik Informatika, tapi jurusan yang mempelajari ilmu sosial ini ternyata sangat berguna dan bermanfaat untuk kariermu, lho! Prospek kerjanya cukup beragam, dan semua hal yang dipelajari di jurusan Sosiologi nyatanya juga bisa diterapkan di berbagai situasi perusahaan! Tidak percaya? Simak dulu beberapa alasan kenapa jurusan ini berguna untuk mengembangkan kariermu!

3 Alasan Jurusan Sosiologi Bisa Mempermudah Karier

Memahami Manusia dengan Lebih Baik
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang interaksi sosial antar manusia atau organisasi dengan objek pembelajaran yang lebih dalam, mulai dari ras, kelas sosial, hingga budaya. Para lulusan sosiologi memiliki kelebihan berupa pemahaman akan betapa kompleksnya manusia dan lingkungan sosialnya. Dengan mempelajari ini, lulusan sosiologi bisa menganalisa, membandingkan, dan menyelesaikan masalah dari kebiasaan-kebiasaan manusia.

Memiliki Beragam Kemampuan yang Berguna
Lupakan fakta bahwa Sosiologi adalah jurusan yang membosankan dan penuh teori. Beragam pelajaran di jurusan satu ini pasalnya bisa memberikan berbagai kemampuan yang berguna bagi karier. Contohnya, kemampuan kerja sama, kemampuan memahami orang lain dan budayanya, kemampuan mengambil keputusan secara rasional, hingga kemampuan komunikasi interpersonal dengan orang dari beragam latar belakang.

Peka Terhadap Perubahan
Masyarakat terus berubah seiring berjalannya waktu. Hal ini tentu sudah dipahami oleh para lulusan Sosiologi. Nah, kepekaan terhadap perubahan ini bisa menjadi keuntungan tersendiri karena bisa membuatmu lebih siap menghadapi perubahan dan mudah beradaptasi dengan perubahaan.

Prospek Karier Lulusan Jurusan Sosiologi

Selain bekerja di bidang pemberdayaan sosial & sumber daya manusia, lulusan Sosiologi juga memiliki peluang untuk menempati posisi strategis di berbagai jenis perusahaan. Pekerjaan apa saja sih yang bisa dilakukan oleh kamu dengan gelar Sarjana Sosial atau S.Sos?

Human Resources
Posisi ini idealnya dilakoni oleh lulusan Psikologi. Tapi, kamu dari jurusan Sosiologi juga berpotensi untuk berkarier sebagai Human Resource atau HR. Sama-sama mempelajari tentang manusia, lulusan Sosiologi bisa memiliki pemahaman seputar berbagai sisi manusia kerja serta menganalisa masalah dan solusi di tempat kerja. Hal tersebut tentunya akan sangat berguna bagi divisi HR di perusahaan!

Market Research Analyst
Bidang satu ini cukup fleksibel dan bisa dilakukan oleh orang dari berbagai latar belakang, tak terkecuali dengan latar belakang sosiologi. Para lulusan sosiologi khususnya bisa mendalami riset pasar untuk memetakan gaya hidup, kebutuhan, dan berbagai pengelompokan lainnya di masyarakat. Kebanyakan strategi pemasaran dibuat berdasarkan data yang diperoleh dari penelitian.

Jurnalis
Menjadi jurnalis bukan sekadar tentang merangkai kata yang indah, namun juga pemahaman untuk melampirkan dan melaporkan data. Inilah yang bisa menjadi keunggulan dari lulusan Sosiologi. Dengan pengalaman riset yang cukup, para lulusan Sosiologi sudah sering terekspos dengan data dan analisa, sehingga diharapkan bisa memberikan informasi dengan lebih baik. Selain itu, lulusan Sosiologi juga bisa lho menjadi spesialis untuk menganalisa konflik sosial hingga politik yang timbul di masyarakat.

Media Planner
Pekerjaan satu ini mengharuskanmu untuk menilai kebutuhan periklanan klien, dan kemudian merancang media yang cocok digunakan untuk menjangkau target pasar mereka. Salah satu kemampuan yang perlu dimiliki yaitu kemampuan untuk melakukan riset dan menganalisa preferensi dari tiap kalangan. Hal ini juga sesuai dengan latar belakang jurusan Sosiologi yang mempelajari karakteristik tiap kelompok masyarakat.

Itulah berbagai keunggulan serta prospek karier yang bisa dilakoni oleh kamu yang memiliki jurusan Sosiologi.

Baca Juga:

Bahasa Inggris Bisnis

Bahasa Inggris Bisnis

Bahasa Inggris Bisnis

Bahasa Inggris Bisnis
Bahasa Inggris Bisnis

Menurut saya usia-usia orang yang baru memasuki usia remaja belum dibolehkan dianjurkan menjalani hubungan dengan lawan jenisnya. Karena pada usia tersebut pemikirannya masih labil, takutnya terjadi hal yang tidak diinginkan dan efeknya negatif. Oleh karena itu para remaja disarankan untuk menjalin hubungan diatas umur 18 tahun. Karena pada usia tersebut para remaja sudah mengetahui apa yang baik dan buruknya dalam menjalin hubungan dengan lawan jenis. Menurut saya pada usia diatas 18 tahun kematangan emosional para remaja sudah terbentuk, dan mengetahui mana yang baik ketika mejalani hubungan atau yang disebut berpacaran.

       Dalam menjalani hubungan, para remaja harus ada yang memantau dalam menjalani kasih kepada lawan jenisnya. Yang memantau remaja tersebut adalah orang tua, Dimana peran orang tua sangat penting didalam kalangan para remaja. Karena para orang tua tau mana yang baik dan buruk dalam pergaulan para remaja. Orang tua juga harus berperan dalam menjaga anak-anaknya supaya anaknya tidak masuk kedalam pergaulan yang salah. Peran orang tua sangat penting karena takutnya terjadi kekerasan yang bisa menimbulkan luka fisik dan psikis, kalau terkena luka psikis itu penyembuhannya agak lama.

        Cara yang baik untuk mengakhiri penderitaan anak yaitu dengan cara melarang dan menjauhkan si anak kepada pacarnya yang suka melakukan kekerasan. Kita harus bisa mengetahui mana orang yang baikdan pantas untuk menjadi pasangan kita, supaya kita tidak terjerumus didalam percintaan yang mengakibatkan luka dalam psikis kita. Ketika kita mengalami tindak kekerasan yang mengenai psikis kita, kita bisa meminta bantuan tenaga professional yang bisa membantu kita dalam mengurangi penderitaan kita. Tenaga professional tersebut adalah psikolog, karena psikolog adalah tempat konsultasi dan kita juga bisa berbagi cerita baik dalam penderitaan dan tekanan. Psikolog bisa memulihkan luka psikis orang yang sedang mengalami penderitaan dan tekanan yang berat.

Sumber : https://www.anythingbutipod.com/

Pajak Bumi dan Bangunan

Pajak Bumi dan Bangunan

Pajak Bumi dan Bangunan

Pajak Bumi dan Bangunan
Pajak Bumi dan Bangunan

 

Pajak adalah

iuran wajib yang dipungut oleh pemerintah dari masyarakat (wajib pajak) untuk menutupi pengeluaran rutin negara dan biaya pembangunan tanpa balas jasa yang dapat ditunjuk secara langsung. Salah satu contoh pajak adalah pajak bumi dan bangunan.

 

Pajak bumi dan bangunan (PBB) adalah

pajak yang dipungut atas tanah dan bangunan karena adanya keuntungan dan/atau kedudukan sosial ekonomi yang lebih baik bagi orang atau badan yang mempunyai suatu hak atasnya atau memperoleh manfaat dari padanya. Dasar pengenaan pajak dalam PBB adalah Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). NJOP ditentukan berdasarkan harga pasar per wilayah dan ditetapkan setiap tahun oleh menteri keuangan.

 

Besarnya PBB yang terutang diperoleh dari perkalian tarif (0,5%) dengan NJOP .

Nilai Jual Kena Pajak ditetapkan sebesar 20% dari NJOP (jika NJOP kurang dari 1 milyar rupiah) atau 40% dari NJOP (jika NJOP senilai 1 milyar rupiah atau lebih). Besaran PBB yang terutang dalam satu tahun pajak diinformasikan dalam Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT).

Wajib pajak PBB adalah orang pribadi atau badan yang memiliki hak dan/atau memperoleh manfaat atas tanah dan/atau memiliki, menguasai, dan/atau memperoleh manfaat atas bangunan. Wajib pajak memiliki kewajiban membayar PBB yang terutang setiap tahunnya. PBB harus dilunasi paling lambat 6 (enam) bulan sejak tanggal diterimanya SPPT oleh wajib pajak.

Pembayaran PBB dapat dilakukan melalui bank persepsi, bank yang tercantum dalam SPPT PBB tersebut, atau melalui ATM, melalui petugas pemungut dari pemerintah daerah serta dapat juga melalui kantor pos.

Baca Juga :