Pengertian Gempa Bumi, Jenis-Jenis, Penyebab, Akibat

Intinya, gempa bumi adalah getaran atau rangkaian getaran dari kerak bumi yang tidak kekal dan kemudian menyebar ke segala arah. Gempa bumi terjadi karena pergerakan lempeng bumi dan dirasakan akibat pergerakan di permukaan bumi, terutama di dalam lapisan bumi.

gempa-bumi

Ini termasuk pergerakan lempeng dalam bentuk tumbukan, persimpangan atau jarak. Gempa bumi tektonik sangat erat kaitannya dengan aktivitas vulkanik, perubahan relief, dan pada kondisi tertentu dapat menimbulkan bencana tsunami.

Jenis gempa bumi

Ada 3 jenis gempa berdasarkan penyebab, kedalaman, dan gelombangnya, diantaranya sebagai berikut:

1. Berdasarkan penyebabnya

Gempa tektonik

Gempa tektonik adalah gempa bumi yang diakibatkan oleh aktivitas tektonik yaitu perpindahan lempeng teknis secara tiba-tiba dengan kekuatan dari sangat kecil ke sangat besar.

Gempa bumi tektonik menyebabkan kerusakan hebat atau bencana alam di bumi dan getaran gempa yang kuat dapat menyebar ke seluruh bagian bumi. Gempa bumi tektonik disebabkan oleh pelepasan energi yang disebabkan oleh perpindahan lempeng tektonik, seperti ketika karet gelang ditarik dan dilepaskan secara tiba-tiba.

Gempa runtuh

Gempa tabrakan adalah gempa bumi yang disebabkan oleh tumbukan meteor atau asteroid yang jatuh di bumi. Gempa bumi jarang terjadi di planet kita.

Gempa runtuh

Gempa bumi yang runtuh adalah gempa bumi yang terjadi di daerah batu kapur atau di daerah pertambangan. Gempa bumi jarang terjadi dan bersifat lokal.

READ  Pengertian Afinitas Elektron, Sifat, Jenis Dan Polanya

Gempa buatan

Gempa buatan adalah gempa bumi yang disebabkan oleh ulah manusia, mis. B. dinamit, ledakan nuklir atau pukulan palu di permukaan bumi.

Gempa vulkanik (gunung berapi)

Gempa vulkanik terjadi karena adanya aktivitas magma yang dapat terjadi sebelum gunung berapi meletus. Semakin tinggi aktivitasnya, semakin banyak ledakan yang ditimbulkan, yang juga menyebabkan gempa bumi. Gempa hanya dirasakan di sekitar gunung berapi.

2. Berdasarkan kedalamannya

Menurut Howel (1969), jenis-jenis gempa bumi dibagi berdasarkan kedalaman hiposentrumnya, antara lain sebagai berikut:

  • Gempa dalam, pusatnya 300-700 km.
  • Gempa sedang, yang pusatnya 70-300 km.
  • Gempa datar, pusat <70 km.

3. Berdasarkan getaran gelombang atau gempa

Gelombang primer

Gelombang primer adalah gelombang atau getaran yang merambat ke tubuh bumi dengan kecepatan antara 7 dan 14 km / detik. Getaran ini berasal dari hiposenter.

Gelombang sekunder

Gelombang sekunder adalah gelombang atau getaran yang merambat, misalnya gelombang primer dengan kecepatan tereduksi, yaitu 4 sampai 7 km / s. Gelombang sekunder tidak dapat merambat melalui lapisan cair.
Pengukuran gempa

Alat ukur seperempat disebut seismograf. Seismograf ditemukan oleh Gray, Milne, dan Ewing pada tahun 1880. Untuk mengetahui besaran gempa diperlukan parameter gempa, seperti waktu gempa, pusat gempa, kedalaman dan kekuatan gempa. Parameter gempa sangat diperlukan sebagai dasar analisis (metode yang digunakan) dan interpretasi lebih lanjut (memberikan opini) terhadap gempa yang sedang terjadi.
Efek pada gempa bumi

Gempa bumi merupakan salah satu gaya endogen yang mempengaruhi bentuk permukaan bumi. Oleh karena itu, gempa bumi memiliki efek langsung pada deformasi (perubahan bentuk dari baik menjadi tidak menguntungkan) lapisan bumi. Bentuk deformasi sangat bergantung pada arah dan kekuatan gaya endogen. Di permukaan bumi, dampak gempa juga dipengaruhi oleh kekuatan gempa. Gempa tidak hanya berdampak pada lingkungan tetapi juga kehidupan sosial masyarakat karena disadari dapat menimbulkan bencana.

READ  Pengertian HTTP dan HTTPS, Fungsi, Cara Kerja

Gempa bumi juga dapat menjadi faktor pemicu terjadinya tsunami, meskipun tidak semua gempa bumi menyebabkan tsunami. Sekarang lihat peta wilayah bencana tsunami di Indonesia.

Terdapat beberapa keadaan yang menyebabkan tsunami, antara lain gempa bumi skala besar (lebih dari 6 SR, episentrumnya berada di dasar laut dengan pusat gempa dangkal) dan adanya dislokasi (perpindahan lapisan bawah akibat gerakan tektonik) kerak bawah air. Pergerakan vertikal kerak bumi dapat menyebabkan dasar laut naik atau turun secara tiba-tiba sehingga menyebabkan terganggunya keseimbangan air. Pada akhirnya menimbulkan aliran energi dari air laut yang ketika sampai di pantai berubah menjadi gelombang besar yang disebut tsunami. Indonesia juga merupakan daerah rawan tsunami.

Sumber :