Indonesia Dipercaya Bantu Kemandirian Produksi Vaksin Negara OKI

Indonesia Dipercaya Bantu Kemandirian Produksi Vaksin Negara OKI

Indonesia Dipercaya Bantu Kemandirian Produksi Vaksin Negara OKI

Indonesia Dipercaya Bantu Kemandirian Produksi Vaksin Negara OKI
Indonesia Dipercaya Bantu Kemandirian Produksi Vaksin Negara OKI

BANDUNG (27/8) – Indonesia dipercaya untuk berbagi pengetahuan mengenai produksi vaksin

kepada Maroko dan Tunisia dalam program “Strengthening Indonesia-Morocco-Tunisia Development Cooperation Through Reverse Linkage (RL) Program” yang akan dilaksanakan tanggal 27-30 Agustus 2018, di Jakarta dan Bandung.

Kegiatan RL ini terselenggara atas kerjasama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional-PPN /BAPPENAS bekerjasama dengan Badan POM, Kementerian Kesehatan dan Bio Farma melalui Program Reverse Linkage dengan Islamic Development Bank (IsDB).

Dari rilis PT Bio Farma, program yang diikuti perwakilan dari Kementerian Kesehatan Tunisia

, Institute Pasteur de Tunis, Direktorat obat dan Farmasi Kementerian Kesehatan Maroko, Insitute Pasteur du Maroc, Badan Kefarmasian (Agence Marocaine d’Industrie Pharmaceutique) Maroko”. Dibuka pada Senin, 27 Agustus 2018, dengan bertemu langsung Menteri PPN/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Bambang P. S. Brodjonegoro didampingi M. Rahman Roestan, Direktur Utama Bio Farma.

Menurut Bambang P. S. Brodjonegoro, Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk Kerjasama Selatan-Selatan Triangular, yang inti dari kerjasama ini adalah, Indonesia akan memberikan pengetahuan, pengalaman dan bantuan teknis, kepada negara anggota IsDB dan OKI, seperti Tunisia dan Maroko yang hadiri disini untuk sharing pengetahuan mengenai produksi vaksin, yang kebetulan Bio Farma sudah ditentukan sebagai salah satu leading institution untuk pembuatan vaksin untuk negara anggota OKI.

Bambang menambahkan Maroko dan Tunisia ingin belajar vaksin ke Bio Farma, yang dapat

meningkatkan kesehatan di negara tersebut, atau negara anggota OKI lainnya

Pertemuan dengan Menteri PPN/Kepala Bappenas dan jajarannya, juga akan dipaparkan materi mengenai kebijakan pengembangan kesehatan di Indonesia, begitupun sharing mengenai kebijakan kesehatan dan farmasi di Maroko.

Dilanjutkan dengan materi dan kunjungan ke Badan POM serta Kementerian Kesehatan. Sedangkan pada Selasa, 28 Agustus 2018, bertempat di kawasan Bio Farma di Bandung, akan disampaikan paparan dari Dirut Bio Farma tentang strategi penyediaan vaksin untuk kebutuhan nasional dan global.

“Maroko dan Tunisia merupakan anggota dari organisasi kerjasama Islam (OKI), sehingga jangka panjang perlu mempersiapkan diri untuk kemandirian produksi vaksin di negara anggota OKI, mereka tertarik untuk meningkatkan kemampuannya dalam pengembangan vaksin untuk memenuhi kebutuhan vaksin domestik dinegaranya. Indonesia dan IsDB melalui Program Reverse Linkage berkomitmen untuk mendukung pengembangan Maroko dan Tunisia di sektor Farmasi,” tambah Rahman. (Pun)

 

Sumber :

http://bkpsdm.pringsewukab.go.id/blog/anatomi-kulit-dan-rambut/

 

Pemerintah Luncurkan Proyek Percontohan Program Satu Juta Nelayan Berbasis Teknologi Digital di Sukabumi

Pemerintah Luncurkan Proyek Percontohan Program Satu Juta Nelayan Berbasis Teknologi Digital di Sukabumi

Pemerintah Luncurkan Proyek Percontohan Program Satu Juta Nelayan Berbasis Teknologi Digital di Sukabumi

Pemerintah Luncurkan Proyek Percontohan Program Satu Juta Nelayan Berbasis Teknologi Digital di Sukabumi
Pemerintah Luncurkan Proyek Percontohan Program Satu Juta Nelayan Berbasis Teknologi Digital di Sukabumi

Maritim–Sukabumi, Pemerintah melalui Kemenko Bidang Kemaritiman secara resmi meluncurkan proyek percontohan Program 1 Juta Nelayan Berdaulat di Desa Ciwaru, Kabupaten Sukabumi, Rabu (10-4-2019).

Proyek percontohan ini merupakan tindak lanjut peluncuran Program 1 Juta Nelayan Berdaulat berbasis teknologi digital yang telah diluncurkan oleh Menko Maritim Luhut Pandjaitan pada Hari Senin (8-4-2019) di Jakarta.

“Indonesia adalah negara yang memiliki kekayaan laut sangat besar. Menurut data UNDP tahun 2017, kekayaan laut kita USD 2,5 Triliun per tahun, tapi kita baru mampu memanfaatkan sebesar 7% saja karena keterbatasan teknologi di bidang Maritim,” ujar Menko Luhut saat membuka acara peluncuran bersama warga nelayan Kabupaten Sukabumi di Desa Ciwaru.

Program 1 juta nelayan berdaulat ini memberikan pelatihan kepada sekitar 1000 orang yang terdiri dari nelayan, ketua rukun nelayan tiap desa/kecamatan, pengurus/petugas koperasi nelayan, petugas TPI, pembina nelayan untuk memanfaatkan sebuah aplikasi digital. Aplikasi tersebut dibuat oleh FishOn, sebuah perusahaan rintisan digital mitra Kemenko Bidang Kemaritiman.

Aplikasi berbasis android ini memiliki fitur informasi pencurian ikan, pengawetan ikan, penjualan ikan, komunikasi pencatatan hasil tangkapan ikan, panic button untuk permintaan bantuan dalam kondisi darurat, fitur pembayaran elektronik dan fitur belanja kebutuhan sehari hari. Selain itu ada aplikasi penjualan dan manajemen gudang untuk koperasj nelayan, aplikasi lelang ikan online yang menghubungkan TPI, nelayan dan pedagang ikan, serta aplikasi website penjualan e-commerce ikan.

Tak hanya itu, FishOn juga mengembangkan device IoT untuk memberikan layanan internet murah ditengah laut, juga teknologi dari bahan alami yang membuat ikan tidak cepat membusuk dan tetap segar dalam 45 hari.

Menurut Menko Luhut, dalam era digital dewasa ini, kekuatan informasi yang disampaikan secara

cepat dan akurat menjadi sangat penting. “Oleh karena itu pengembangan ekonomi digital di berbagai sektor industri termasuk sektor kemaritiman menjadi sangat penting,” tambahnya.

Tentang program ini, pemerintah menargetkan jumlah peserta minimal 300.000 yang berasal dari 300 kabupaten/kota wilayah pesisir Indonesia hingga akhir tahun 2019. Sementara itu target utama program ini adalah nelayan.

“Kita akan bikin satu model dulu lalu jika sudah berjalan akan diduplikasikan di tempat-tempat yang lain

,” jelas Menko Luhut. Dia berharap kelangsungan program ini dapat dibantu oleh program CSR dari perusahaan-perusahaan besar selain Telkom, karena dampaknya akan menaikkan perekonomian para nelayan. “Tugas pemerintah disini adalah membantu apa yang bisa dibantu mempermudah kerja mereka seperti proses perizinan dll,” sambungnya.

Menko Luhut berharap dengan adanya aplikasi ini potensi laut Indonesia bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin.

“Selama ini kita hanya mengambil ikan tetapi tidak di manage, nah dengan adanya aplikasi ini kami harap para nelayan bisa mengambil ikan dengan maksimal dan mengelolanya dengan baik, Saya optimistis hal ini bisa membantu kita mengelola laut kita,” ujarnya.

Dengan program yang merupakan salah satu program unggulan Kemenko Bidang Kemaritiman ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan yang menurut data KKP tahun 2017 turut menyumbang 25% angka kemiskinan nasional.

Turut hadir dalam peluncuran hari ini Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, Bupati Sukabumi Marwan Hamami, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi Usman Jaelani. Selain bertemu dengan warga nelayan di Desa Ciwaru, Menko Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan juga mengunjungi geopark Ciletuh dan TPI Palangpang.

 

Sumber :

http://bkpsdm.pringsewukab.go.id/blog/nama-latin-dan-manfaat-tumbuhan-paku/

 

Mengenal Tentang Budidaya Kunyit

Mengenal Tentang Budidaya Kunyit

Mengenal Tentang Budidaya Kunyit

Mengenal Tentang Budidaya Kunyit
Mengenal Tentang Budidaya Kunyit

Kunyit merupakan tanaman obat berupa semak dan bersifat tahunan (perenial) yang tersebar di seluruh daerah tropis. Tanaman kunyit tumbuh subur dan liar disekitar hutan/bekas kebun.

Tanaman kunyit, diperkirakan berasal dari Binar pada ketinggian 1300-1600 m dpl, ada juga yang mengatakan bahwa kunyit berasal dari India. Kata Curcuma berasal dari bahasa Arab Kurkum dan Yunani Karkom. Pada tahun 77-78 SM, Dioscorides menyebut tanaman ini sebagai Cyperus menyerupai jahe, tetapi pahit, kelat, dan sedikit pedas, tetapi tidak beracun.

Tanaman ini banyak dibudidayakan di Asia Selatan khususnya di India, Srilangka, Cina Selatan, Taiwan, Indonesia (Jawa Tengah), Haiti, Jamaika, dan Filipina.

Klasifikasi

  • Divisio : Spermatophyta.Sub-diviso : Angiospermae
  • Kelas : Monocotyledoneae
  • Ordo : Zingiberales
  • Famili : Zungiberaceae
  • Genus : Curcuma
  • Species : Curcuma domestica Val.

Deskripsi

Kunyit (Curcuma domestica Val.; turmeric) termasuk tumbuhan berbatang semu, tegak, bulat basah yang dibentuk dari pelepah daunmembentuk rimpang dengan warna hijau kekuningan dan tersusun dari pelepah daun (agak lunak).Tanaman kunyit tumbuh bercabang dengan tinggi 40-150 cm, berbunga majemuk, berambut dan bersisik dari pucuk batang semu, berwarna putih sampai kuning muda, panjang10-15 cm dengan mahkota sekitar 3 cm dan lebar 1,5 cm. Berdaun tunggal, berbentuk bulat telur (lanset), lebar, ujung dan pangkalnya runcing, tangkainya panjang, tepi daunnya rata, bertulang menyirip, panjangnya 10 – 40 cm, lebar 8 – 12,5 cm, dengan warna hijau pucat.

Tanaman menghasilkan rimpang berwarna kuning jingga, kuning jingga kemerahan sampai kuning jingga kecoklatan, daging buah merah jingga kekuning-kuningan. Rimpang terdiri dari rimpang induk dan anak rimpang, rimpang induk berbentuk bulat telur, disebut empu atau kunir lelaki. Anak rimpang letaknya lateral dan bentuknya seperti jari, panjang rimpang 2 – 10 cm, diameter 1 – 2 cm.

Selain jenis dan varietas yang jelas, bahan tanaman berasal dari rimpang yang sehat dari tanaman yang sehat berumur 11 – 12 bulan, untuk benih daunnya harus sudah mengering (masuk periode senescens). Hasil seleksi dan uji daya adaptasi diberbagai lingkungan tumbuh telah diperoleh 10 nomor harapan kunyit dengan potensi produksi masingmasing Cudo 21 (18 – 25 ton/ha), Cudo 38 (18 – 25 ton/ha) dan kadar kurkumin Cudo 21 (8,70 %), Cudo 38 (11 %) dan siap dilepas sebagai varietas unggul.

Jenis Tanaman

Jenis Curcuma domestica Val, C. domestica Rumph, C. longa Auct, u C. longa Linn, Amomum curcuma Murs. Ini merupakan jenis kunyit yang paling terkenal dari jenis kunyit lainnya.

Manfaat Tanaman

Di daerah Jawa, kunyit banyak digunakan sebagai ramuan jamu, kosmetik, bumbu masak, campuran makanan ternak, zat pewarna alami, atau campuran obat tradisionil, karena berkhasiat menyejukkan, membersihkan, mengeringkan, menghilangkan gatal, dan menyembuhkan kesemutan. Disamping itu rimpang tanaman kunyit itu juga bermanfaat sebagai anti inflamasi, anti oksidan, anti mikroba, pencegah kanker, anti tumor, antikoagulan, memperbaiki fungsi liver, dan menurunkan kadar lemak darah dan kolesterol, serta sebagai pembersih darah.

Dalam pengobatan tradisional kunyit digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi, penambah darah, rematik, gatal-gatal akibat gigitan serangga, obat cacing, obat asma, demam kuning, diare, meningkatkan nafsu makan,mengobati sakit perut, sembelit, dan menyegarkan badan.

Cara penggunakan untuk penyakit diatas ialah dengan cara menumbuk kunyit hingga halus, dicampur dengan air dan saring ampasnya dan diminum sekali sehari setelah makan. Kunyit juga banyak digunakan sebagai bahan dalam kosmetik. Menurut pengobatan Cina, kunyit dapat meningkatkan pengaliran qi dan melancarkan perjalanan darah.

Kunyit juga dijadikan pada perawatan setelah bersalin, dengan memakan rizom kunyit bersama nasi, selama 40 hari pasca melahirkan, untuk mengembalikan kesegaran badan dan menyembuhkan luka dalam.

Kunyit dan pegaga yang dimakan seminggu sebelum haid, dikatakan dapat menghilangkan masalah keputihan dan vagina yang terlalu berair dan dapat meningkatkan keintiman hubungan suami isteri. Kunyit juga dikatakan dapat menjadikan penggemarnya awet muda.

Kandungan

Kandungan utama di dalam rimpangnya terdiri dari minyak atsiri, kurkumin, resin, d.kamper, sikloiserin, oleoresin, mirsen, metil farbinol, desmetoksikurkumin, dan bidesmetoksikurkumin, damar, gom, lemak, protein, kalsium, fosfor dan besi. Zat warna kuning (kurkumin) dimanfaatkan sebagai pewarna untuk makanan manusia dan ternak. Kandungan kimia minyak atsiri kunyit terdiri dari ar-tumeron, α dan β-tumeron, tumerol, α-atlanton, β-kariofilen, linalol, dan 1,8 sineol.

Teknologi budidaya yang mengikuti anjuran, dengan mengacu kepada penerapan SPO yang tepat, produksi rimpang kunyit segar mencapai 11 ton/ha, dengan kadar kurkumin 8 –11%.

Syarat Pertumbuhan

Iklim.

–          Tanaman kunyit dapat tumbuh baik pada daerah yang memiliki intensitas cahaya penuh atau sedang, sehingga tanaman ini sangat baik jika hidup di tempat-tempat yang terbuka atau sedikit naungan.

–          Pertumbuhan terbaik dicapai pada daerah yang memiliki curah hujan 1000-4000 mm/tahun. Bila ditanam di daerah curah hujan < 1000 mm/tahun, maka sistem pengairan harus diusahakan cukup dan tertata baik. Tanaman ini dapat dibudidayakan sepanjang tahun. Pertumbuhan yang paling baik adalah pada awal musim hujan.

–          Suhu udara yang optimum bagi tanaman ini antara 19-30°C.

Media Tanam 

–          Kunyit tumbuh subur pada tanah yang gembur, pada tanah yang dicangkul dengan baik, sehingga akan menghasilkan umbi yang berlimpah.

–          Jenis tanah yang diinginkan adalah tanah ringan dengan bahan organik tinggi, tanah lempung berpasir yang terbebas dari genangan air/sedikit basa.

Ketinggian Tempat 

–          Kunyit tumbuh baik di dataran rendah (mulai < 240 m dpl) sampai dataran tinggi (> 2000 m dpl). Produksi optimal + 12 ton/ha dicapai pada ketinggian 45 m dpl.

Pedoman Budidaya

  1. Pembibitan

Persyaratan Bibit :

Bahan tanaman harus tepat dan jelas nama jenis, varietas dan asal usulnya. Bibit kunyit yang baik berasal dari pemecahan rimpang, karena lebih mudah tumbuh. Syarat bibit yang baik adalah jika berasal dari tanaman yang tumbuh subur, segar, sehat, berdaun banyak dan hijau, kokoh, terhindar dari serangan penyakit; cukup umur/berasal dari rimpang yang telah berumur > 7-12 bulan; bentuk, ukuran, dan warna seragam; memiliki kadar air cukup; benih telah mengalami masa istirahat (dormansi) cukup; terhindar dari bahan asing (biji tanaman lain, kulit, kerikil).

Penyiapan Bibit :

Rimpang bahan bibit dipotong agar diperoleh ukuran dan berat yang seragam serta untuk memperkirakan banyaknya mata tunas/rimpang. Bekas potongan ditutup dengan abu dapur/sekam atau merendam rimpang yang dipotong dengan larutan fungisida (benlate dan agrymicin) guna menghindari tumbuhnya jamur. Satu rimpang induk, dipotong menjadi empat bagian secara membujur. Tiap potongan rimpang maksimum memiliki 1-3 mata tunas, dengan berat antara 15 – 30 gram dan panjang 3-7 cm.

Teknik Penyemaian Bibit :

Pertumbuhan tunas rimpang kunyit dapat dirangsang dengan cara mengangin-anginkan rimpang di tempat teduh atau lembab selama 1-1,5 bulan, dengan penyiraman 2 kali sehari (pagi dan sore hari). Bibit tumbuh baik bila disimpan dalam suhu kamar (25-28°C). Selain itu menempatkan rimpang diantara jerami pada suhu udara sekitar 25-28°C. dan merendam bibit pada larutan ZPT (zat pengatur tumbuh) selama 3 jam. ZPT yang sering digunakan adalah larutan atonik (1 cc/1,5 liter air) dan larutan G-3 (500-700 ppm).

Rimpang yang akan direndam larutan ZPT harus dikeringkan dahulu selama 42 jam pada suhu udara 35°C. Jumlah anakan atau berat rimpang dapat ditingkatkan dengan jalan direndam pada larutan pakloburazol sebanyak 250 ppm.

Pemindahan Bibit :

Bibit yang telah siap lalu ditempatkan pada persemaian, dimana pada rimpang akan muncul tunas, bila tanaman telah berumur 1-1,5 bulan. Setelah tunas tumbuh 2-3 cm, maka rimpang sudah dapat ditanam di lahan. Pemindahan bibit yang telah bertunas harus dilakukan secara hati-hati, agar tunas yang telah tumbuh tidak rusak.

Bila ada tunas/akar bibit yang saling terkait maka akar tersebut dipisahkan dengan hati-hati lalu letakkan bibit dalam wadah tertentu untuk memudahkan pengangkutan bibit ke lokasi lahan. Jika jarak antara tempat pembibitan dengan lahan jauh, maka bibit perlu dilindungi agar tetap lembab dan segar ketika tiba di lokasi. Selama pengangkutan, bibit yang telah bertunas jangan ditumpuk.

  1. Media Tanam

Pengolahan Media Tanam

Persiapan Lahan :

Lokasi penanaman dapat berupa lahan tegalan, perkebunan atau pekarangan. Penyiapan lahan untuk kebun kunyit sebaiknya dilakukan 30 hari sebelum tanam. Kunyit tumbuh baik pada tanah Latosol, Aluvial, dan Regosol, ketinggian tempat 240 – 1.200 m di atas permukaan laut, curah hujan 2.000–4.000 ml/ tahun, di bawah tegakan tanaman keras seperti sengon dan jati yang masih muda (umur 3–4 tahun) dengan tingkat naungan tidak lebih dari 30%.

Pembukaan Lahan :

Lahan yang akan ditanami dibersihkan dari gulma dan dicangkul secara manual atau menggunakan alat mekanik guna menggemburkan lapisan top soil dan sub soil, sekaligus mengembalikan kesuburan tanah. Tanah dicangkul pada kedalaman 20-30 cm, dengan ukuran 30 x 30 cm, kemudian diistirahatkan selama 1-2 minggu agar gas-gas beracun yang ada dalam tanah menguap dan bibit penyakit/hama yang ada mati karena terkena sinar matahari.

Jarak tanam sistem monokultur adalah: 50 cm x 40 cm, 50 cm x 50 cm, 40 cm x 40 cm atau 50 cm x 60 cm, pola tumpang sari dengan tanaman sisipan kacang tanah atau cabai rawit yang ditanam bersamaan.

Pembentukan Bedengan :

Lahan kemudian dibedeng dengan lebar 60-100 cm dan tinggi 25-45 cm dengan jarak antar bedengan 30-50 cm.

Pemupukan (sebelum tanam) :

Untuk mempertahankan kegemburan tanah, meningkatkan unsur hara dalam tanah, drainase, dan aerasi yang lancar, dilakukan dengan.menaburkan pupuk dasar (pupuk kandang) ke dalam lahan/dalam lubang tanam dan dibiarkan 1 minggu. Tiap lubang tanam membutuhkan pupuk kandang 2,5-3 kg atau 10–20 t/ha.

  1. Penanaman

Teknik Penanaman :

Kebutuhan bibit kunyit/hektar lahan adalah 0,50-0,65 ton. Maka diharapkan akan diperoleh produksi rimpang sebesar 20-30 ton/ha.

Penentuan Pola Tanaman :

Bibit kunyit yang telah disiapkan kemudian ditanam ke dalam lubang berukuran 5-10 cm dengan arah mata tunas menghadap ke atas. Tanaman kunyit ditanam dengan dua pola, yaitu penanaman di awal musim hujan dengan pemanenan di awal musim kemarau (7-8 bulan) atau penanaman di awal musim hujan dan pemanenan dilakukan dengan dua kali musim kemarau (12-18 bulan). Kedua pola tersebut dilakukan pada masa tanam yang sama, yaitu pada awal musim penghujan. Perbedaannya hanya terletak pada masa panennya.

Pembuatan Lubang Tanam :

Lubang tanam dibuat di atas bedengan/petakan dengan ukuran lubang 30 x 30 cm dengan kedalaman 60 cm. Jarak antara lubang adalah 60 x 60 cm.

Cara Penanaman :

Teknik penanaman dengan perlakuan stek rimpang dalam nitro aromatik sebanyak 1 ml/liter pada media yang diberi mulsa ternyata berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan vegetatif kunyit, sedangkan penggunaan zat pengatur tumbuh IBA (indolebutyric acid) sebanyak 200 mg/liter pada media yang sama berpengaruh nyata terhadap pembentukan rimpang kunyit.

Masa Tanam :

Masa tanam kunyit yaitu pada awal musim hujan sama seperti tanaman rimpang-rimpangan lainnya. Hal ini dimungkinkan karena tanaman muda akan membutuhkan air cukup banyak untuk pertumbuhannya. Walaupun rimpang tanaman ini nantinya dipanen muda yaitu 7 – 8 bulan, tetapi pertanaman selanjutnya tetap diusahakan awal musim hujan.

  1. Pemeliharaan

Penyulaman :

Apabila ada rimpang kunyit yang tidak tumbuh atau pertumbuhannya buruk, maka dilakukan penanaman susulan (penyulaman) rimpang lain yang masih segar dan sehat.

Penyiangan :

Penyiangan dan pembubunan perlu dilakukan untuk menghilangkan rumput liar (gulma) yang mengganggu penyerapan air, unsur hara dan mengganggu perkembangan tanaman. Kegiatan ini dilakukan 3-5 kali bersamaan dengan pemupukan dan penggemburan tanah. Penyiangan pertama dilakukan pada saat tanaman berumur ½ bulan dan bersamaan dengan ini maka dilakukan pembubunan guna merangsang rimpang agar tumbuh besar dan tanah tetap gembur.

Pembubunan :

Seperti halnya tanaman rimpang lainnya, pada kunyit pekerjaan pembubunan ini diperlukan untuk menimbun kembali daerah perakaran dengan tanah yang melorot terbawa air. Pembubunan bermanfaat untuk memberikan kondisi media sekitar perakaran yang lebih baik, sehingga rimpang akan tumbuh subur dan bercabang banyak. Pembubunan biasanya dilakukan setelah kegiatan penyiangan, untuk memperbarui saluran drainase pemisah petak; tanah dinaikkan ke petak-petak tanamdan biasanya dilakukan secara rutin setiap 3 – 4 bulan sekali.

  1. Pemupukan:

Pemupukan Organik :

Penggunaan pupuk kandang dapat meningkatkan jumlah anakan, jumlah daun, dan luas area daun kunyit secara nyata. Kombinasi pupuk kandang sebanyak 45 ton/ha dengan populasi kunyit 160.000/ha menghasilkan produksi sebanyak 29,93 ton/ha.

Pemupukan Konvensional :

Selain pupuk dasar (pada awal penanaman), tanaman kunyit perlu diberi pupuk susulan kedua (pada saat tanaman berumur 2-4 bulan). Pupuk dasar yang digunakan adalah pupuk organik 15-20 ton/ha. Pemupukan tahap kedua digunakan pupuk kandang dan pupuk buatan (urea 20 gram/pohon; TSP 10 gram/pohon; dan ZK 10 gram/pohon), serta K2O (112 kg/ha) pada tanaman yang berumur 4 bulan.

Dengan pemberian pupuk ini diperoleh peningkatan hasil sebanyak 38% atau 7,5 ton rimpang segar/ha. Pemupukan juga dilakukan dengan pupuk nitrogen (60 kg/ha), P2O5 (50 kg/ha), dan K2O (75 kg/ha). Pupuk P diberikan pada awal tanam, pupuk N dan K diberikan pada awal tanam (1/3 dosis) dan sisanya (2/3 dosis) diberikan pada saat tanaman berumur 2 bulan dan 4 bulan. Pupuk diberikan dengan ditebarkan secara merata di sekitar tanaman atau dalam bentuk alur dan ditanam di sela-sela tanaman.

Sebagai alternatif, dapat pupuk urea, SP-36 dan KCl dengan takaran masing-masing 100 kg, 200 kg dan 200 kg/ha. Pupuk SP-36 dan KCl diberikan sekaligus pada saat tanam dan urea diberikan dua kali pada umur 1 dan 3 bulan setelah tanaman tumbuh.

Pengairan dan Penyiraman :

Tanaman kunyit termasuk tanaman tidak tahan air. Oleh sebab itu drainase dan pengaturan pengairan perlu dilakukan secermat mungkin, agar tanaman terbebas dari genangan air sehingga rimpang tidak.membusuk. Perbaikan drainase baik untuk melancarkan dan mengatur aliran air serta sebagai penyimpan air di saat musim kemarau.

Waktu Penyemprotan Pestisida :

Penyemprotan pestisida dilakukan jika telah timbul gejala serangan hama penyakit.

Pemulsaan :

Sedapat mungkin pemulsaan dengan jerami dilakukan diawal tanam untuk menghindari kekeringan tanah, kerusakan struktur tanah (menjadi tidak gembur/padat) dan mencegah tumbuhnya gulma secara berlebihan. Jerami dihamparkan merata menutupi permukaan tanah di antara lubang tanaman.

  1. Hama dan Penyakit

Hama, Ulat penggerek akar (Dichcrosis puntifera)

Gejala : pada pangkal akar dimana tunas daun menjadi layu dan lama kelamaan tunas menjadi kering lalu membusuk. Pengendalian: tanaman disemprot/ditaburkan insektisida furadan G-3.

Penyakit

  1. Busuk bakteri rimpang

Penyebab : oleh kurang baik sistem pengairan (drainase) atau disebabkan oleh rimpang yang terluka akibat alat-alat pertanian, sehingga luka rimpang kemasukan cendawan.

Gejala: kulit akar tanaman menjadi keriput dan mengelupas, kemudian rimpang lama kelamaan membusuk dan keropos.

Pengendalian: mencegah terjadi genangan air pada lahan, mencegah terlukanya rimpang; penyemprotan fungisida dithane M-45.

  1. Karat daun kunyit

Penyebab : Taphrina macullans Bult dan Colletothrium capisici atau oleh kutu daun yang disebut Panchaetothrips.

Gejala: timbulnya warna coklat (karat) pada helaian daun; bila penyakit ini menyerang tanaman dewasa/daun yang tua maka tidak akan.mempengaruhi produksinya sebaliknya jika menyerang tanaman/daun muda, menyebabkan tanaman tersebut menjadi mati.

Pengendalian: Dilakukan dengan mengurangi kelembaban;Penyemprotan insektisida, seperti dengan agrotion 2 cc/liter atau dengan fungisida dithane M-45 secara teratur selama seminggu sekali

Gulma : Gulma potensial pada pertanaman kunyit ini adalah gulma kebun yang umum yaitu alang-alang, rumput teki, rumput lulangan, ageratum, dan gulma berdaun lebar lainnya.

Pengendalian hama/penyakit secara organik :

Dalam pertanian organik yang tidak menggunakan bahan-bahan kimia berbahaya melainkan dengan bahan-bahan yang ramah lingkungan biasanya dilakukan secara terpadu sejak awal pertanaman untuk menghindari serangan hama dan penyakit tersebut yang dikenal dengan PHT (Pengendalian Hama Terpadu) yang komponennya adalah sbb:

–          Mengusahakan pertumbuhan tanaman yang sehat yaitu memilih bibit unggul yang sehat bebas dari hama dan penyakit serta tahan terhadap serangan hama dari sejak awal pertanaman

–          Memanfaatkan semaksimal mungkin musuh-musuh alami

–          Menggunakan varietas-varietas unggul yang tahan terhadap serangan hama dan penyakit.

–          Menggunakan pengendalian fisik/mekanik yaitu dengan tenaga manusia.

–          Menggunakan teknik-teknik budidaya yang baik misalnya budidaya tumpang sari dengan pemilihan tanaman yang saling menunjang, serta rotasi tanaman pada setiap masa tanamnya untuk memutuskan siklus penyebaran hama dan penyakit potensial.

–          Penggunaan pestisida, insektisida, herbisida alami yang ramah lingkungan dan tidak menimbulkan residu toksik baik pada bahan tanaman yang dipanen ma maupun pada tanah. Disamping itu penggunaan bahan ini hanya dalam keadaan darurat berdasarkan aras kerusakan ekonomi yang diperoleh dari hasil pengamatan.

Beberapa tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati dan digunakan dalam pengendalian hama antara lain adalah:

–          Tembakau (Nicotiana tabacum ), yang mengandung nikotin untuk insektisida kontak sebagai fumigan atau racun perut. Aplikasi untuk serangga kecil misalnya Aphids.

–          Piretrum (Chrysanthemum cinerariaefolium), yang mengandung piretrin yang dapat digunakan sebagai insektisida sistemik yang menyerang urat syaraf pusat yang aplikasinya dengan semprotan. Aplikasi pada serangga seperti lalat rumah, nyamuk, kutu, hama gudang, dan lalat buah.

–          Tuba (Derris elliptica dan Derris malaccensis), yang mengandung rotenone untuk insektisida kontak yang diformulasikan dalam bentuk hembusan dan semprotan.

–          Neem tree atau mimba (Azadirachta indica), yang mengandung azadirachtin yang bekerjanya cukup selektif. Aplikasi racun ini terutama pada serangga penghisap seperti wereng dan serangga pengunyah seperti hama penggulung daun (Cnaphalocrocis medinalis). Bahan ini juga efektif untuk menanggulangi serangan virus RSV, GSV dan Tungro.

–          Bengkuang (Pachyrrhizus erosus), yang bijinya mengandung rotenoid yaitu pakhirizida yang dapat digunakan sebagai insektisida dan larvasida.

–          Jeringau (Acorus calamus), yang rimpangnya mengandung komponen utama asaron dan biasanya digunakan untuk racun serangga danpembasmi cendawan, serta hama gudang Callosobrocus.

  1. Panen
  1. Ciri dan Umur Panen : Tanaman kunyit siap dipanen pada umur 8-18 bulan, saat panen yang terbaik adalah pada umur tanaman 11-12 bulan, yaitu pada saat gugurnya daun kedua. Saat itu produksi yang diperoleh lebih besar dan lebih banyak bila dibandingkan dengan masa panen pada umur kunyit 7-8 bulan. Ciri-ciri tanaman kunyit yang siap panen ditandai dengan berakhirnya pertumbuhan vegetatif, seperti terjadi kelayuan/perubahan warna daun dan batang yang semula hijau berubah menjadi kuning (tanaman kelihatan mati).
  2. Cara Panen : Pemanenan dilakukan dengan cara membongkar rimpang dengan cangkul/garpu. Sebelum dibongkar, batang dan daun dibuang terlebih dahulu. Selanjutnya rimpang yang telah dibongkar dipisahkan dari tanah yang melekat lalu dimasukkan dalam karung agar tidak rusak.
  3. Periode Panen : Panen kunyit dilakukan dimusim kemarau karena pada saat itu sari/zat yang terkandung didalamnya mengumpul. Selain itu kandungan air dalam rimpang sudah sedikit sehingga memudahkan proses pengeringannya.
  4. Perkiraan Hasil Panen : Berat basah rimpang bersih/rumpun yang diperoleh dari hasil panen mencapai 0,71 kg. Produksi rimpang segar/ha biasanya antara 20-30 ton.
  1. Pasca Panen
  1. Penyortiran Basah dan Pencucian : Sortasi pada bahan segar dilakukan untuk memisahkan rimpang dari kotoran berupa tanah, sisa tanaman, dan gulma. Setelah selesai, timbang jumlah bahan hasil penyortiran dan tempatkan dalam wadah plastik untuk pencucian. Pencucian dilakukan dengan air bersih, jika perlu disemprot dengan air bertekanan tinggi. Amati air bilasannya dan jika masih terlihat kotor lakukan pembilasan sekali atau dua kali lagi. Hindari pencucian yang terlalu lama agar
    kualitas dan senyawa aktif yang terkandung didalam tidak larut dalam air. Pemakaian air sungai harus dihindari karena dikhawatirkan telah tercemar kotoran dan banyak mengandung bakteri/penyakit.Setelah pencucian selesai, tiriskan dalam tray/wadah yang belubang-lubang agar sisa air cucian yang tertinggal dapat dipisahkan, setelah itu tempatkan dalam wadah plastik/ember.
  2. Perajangan : Jika perlu proses perajangan, lakukan dengan pisau stainless steel dan alasi bahan yang akan dirajang dengan talenan. Perajangan rimpang dilakukan melintang dengan ketebalan kira-kira 5 mm – 7 mm. Setelah perajangan, timbang hasilnya dan taruh dalam wadah plastik/ember. Perajangan dapat dilakukan secara manual atau dengan mesin pemotong.
  3. Pengeringan : Pengeringan dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu dengan sinar matahari atau alat pemanas/oven. pengeringan rimpang dilakukan selama 3 – 5 hari, atau setelah kadar airnya dibawah 8%. pengeringan dengan sinar matahari dilakukan diatas tikar atau rangka pengering, pastikan rimpang tidak saling menumpuk. Selama pengeringan harus dibolak-balik kira-kira setiap 4 jam sekali agar pengeringan merata.Lindungi rimpang tersebut dari air, udara yang lembab dan dari bahan-bahan disekitarnya yang bisa mengkontaminasi. Pengeringan di dalam oven dilakukan pada suhu 50 o C – 60 o C. Rimpang yang akan dikeringkan ditaruh di atas tray oven dan pastikan bahwa rimpang tidak saling menumpuk. Setelah pengeringan, timbang jumlah rimpang yang dihasilkan
  4. Penyortiran Kering : Selanjutnya lakukan sortasi kering pada bahan yang telah dikeringkan dengan cara memisahkan bahan-bahan dari benda-benda asing seperti kerikil, tanah atau kotoran-kotoran lain. Timbang jumlah rimpang hasil penyortiran ini
    (untuk menghitung rendemennya).
  5. Pengemasan : Setelah bersih, rimpang yang kering dikumpulkan dalam wadah kantong plastik atau karung yang bersih dan kedap udara (belum pernah dipakai sebelumnya). Berikan label yang jelas pada wadah tersebut, yang.menjelaskan nama bahan, bagian dari tanaman bahan itu, nomor/kode produksi, nama/alamat penghasil, berat bersih dan metode penyimpanannya.
  6. Penyimpanan : Kondisi gudang harus dijaga agar tidak lembab dan suhu tidak melebihi 30 o C dan gudang harus memiliki ventilasi baik dan lancar, tidak bocor, terhindar dari kontaminasi bahan lain yang menurunkan kualitas bahan yang bersangkutan, memiliki penerangan yang cukup (hindari dari sinar matahari langsung), serta bersih dan terbebas dari hama gudang.

Gambaran Peluang Agribisnis

Dewasa ini rata-rata kebutuhan bahan baku kunyit untuk industri kosmetik/jamu tradisional yang ada di Indonesia antara 1,5-6 ton/bulan. Tingkat kebutuhan pasar dari tahun ke tahun semakin meningkat dengan persentase peningkatan 10-25% per tahunnya.

Kebutuhan akan lebih tinggi pada saat menjelang hari-hari besar/hari raya. Permintaan kebutuhan industri di atas, sebagian besar berasal dari pasokan para petani. Melihat dari kebutuhan rata-.rata industri jamu dan kosmetik yang ada di dalam negeri, suplai dan permintaan terhadap kunyit tidak seimbang, apalagi memenuhi permintaan pasar luar negeri.

Sementara kebutuhan kunyit dunia hingga saat ini mencapai ratusan ribu ton/tahun. Sebagian kecil dari jumlah tersebut dipenuhi oleh negara India, Haiti, Srilanka, Cina, dan negara-negara lainnya. Indonesia kini sudah selayaknya membudidayakan tanaman ini, terutama dengan sistem monokultur/tumpang sari sehingga produksi yang dicapai lebih cepat dan tinggi, agar kebutuhan minimal dalam negeri terpenuhi secara optimal.

Walaupun di daerah Jawa Tengah kini sudah diupayakan sistem penanaman tersebut, juga diperhitungkan dari sudut produktivitas dan jalur tata niaganya, namun luas lahan tanam yang ada belum maksimal untuk memenuhi kebutuhan pasar luar negeri, yang mencapai ratusan ribu ton/ha-nya. Indonesia sebenarnya mulai mengekspor kunyit.

Negara tujuan ekspor antara lain Asia (Malaysia, Singapura, Hongkong, Taiwan, dan Jepang), Amerika, dan Eropa (Jerman Barat dan Belanda). Pada tahun 1987, nilai ekspor tanaman kunyit Indonesia menyumbangkan devisa yang besar bagi negara. Namun pada tahun berikutnya jumlah ekspor tersebut mulai mengalami penurunan dan sempat terhenti pada tahun 1989.

Negara India, Cina, Haiti, Srilanka, dan Jamaika kini mulai membudidayakan tanaman kunyit secara besar-besaran dan mereka sudah dapat mengestimasikan produksinya hingga +20 ton/ha. Dari segi jalur tata niaga, kunyit tergolong efisien, karena dari petani langsung disalurkan ke pedagang pengumpul, lalu ke pabrik/pedagang besar. Maka harga yang diterima petani mencapai 70% dari harga tingkat pabrik, dimana 30% merupakan marjin tata niaga yang terdiri atas 12% marjin biaya dan 18% merupakan marjin keuntungan.

Berdasarkan kondisi ini, tata niaga kunyit sebenarnya bisa ditingkatkan lagi, karena marjin terbesar berada pada keuntungan pedagang. Peluang agribisnis kunyit di Indonesia dapat dikembangkan. Kenyataan ini dilandaskan pada tingkat produktivitas, jalur tata niaga, dan kebutuhan kunyit dari berbagai industri yang membutuhkannya.

Klasifikasi dan Standar Mutu : Standard mutu temulawak untuk pasaran luar negeri perlu dicantumkan dan diperhatikan hal-hal sebagai berikut ini:

–          Warna : kuning-jingga sampai coklat kuning-jingga

–          Aroma : khas wangi aromatis

–          Rasa : mirip rempah dan agak pahit.

–          Kadar air maksimum : 12 %

–          Kadar abu : 3-7 %

–          Kadar pasir (kotoran) : 1 %

–          Kadar minyak atsiri (minimal) : 5 %

Pengambilan Contoh : Dari jumlah kemasan dalam satu partai temulawak siap ekspor, diambil sejumlah kemasan secara acak seperti dibawah ini, dengan maksimum berat tiap partai 20 ton.

–          Untuk jumlah kemasan dalam partai 1–100, contoh yang diambil 5.

–          Untuk jumlah kemasan dalam partai 101–300, contoh yang diambil 7

–          Untuk jumlah kemasan dalam partai 301–500, contoh yang diambil 9

–          Untuk jumlah kemasan dalam partai 501-1000, contoh yang diambil 10

–          Untuk jumlah kemasan dalam partai di atas 1000, contoh yang diambil minimum 15

–          Kemasan yang telah diambil, dituangkan isinya, kemudian diambil secara acak sebanyak 10 rimpang dari tiap kemasan sebagai contoh.

–          Khusus untuk kemasan temulawak berat 20 kg atau kurang, maka contoh yang diambil sebanyak 5 rimpang.

–          Contoh yang telah diambil kemudian diuji untuk ditentukan mutunya.

–          Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang telah berpengalaman atau dilatih terlebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan suatu badan hukum.

Pengemasan : Kunyit disajikan dalam bentuk rimpang utuh, dikemas dengan jala plastik yang kuat, dengan berat maksimum 15 kg tiap kemasan, atau dikemas dengan keranjang bambu dengan berat sesuai kesepakatan anatara penjual dan pembeli. Dibagian luar dari tiap kemasan ditulis, dengan bahan yang tidak luntur, jelas terbaca antara lain:

–          Produk asal Indonesia

–          Nama/kode perusahaan/eksportir

–          Nama barang

–          Negara tujuan

–          Berat kotor

–          Berat bersih

–          Nama pembeli

 

Baca Artikel Lainnya:

Mengenal Tentang Amphineura

Mengenal Tentang Amphineura

Mengenal Tentang Amphineura

Mengenal Tentang Amphineura
Mengenal Tentang Amphineura

Amphineura

adalah kelompok hewan yang masuk dalam fillum Mollusca. Hewan kelas Amphineura ini hidup di dasar perairan lautan, di laut dekat pantai atau di pantai. Hewan ini jarang terlihat karena hewan jenis Mollusca ini masih termasuk hewan primitif, yang diperkirakan telah ada 450 juta tahun yang lalu.

Contohnya Cryptochiton sp atau Chilton dan Neopilina.

Bentuk tubuhnya pipih, tidak terlihat bagian kepala, memiliki punggung yang dilindungi cangkang, yang tersusun seperti genting.

Chilton

mirip siput tak bercangkang yang hidup di daerah pantai. Cangkangnya terdiri dari bebarapa lapisan (biasanya delapan lempengan yang tersusun secara tumpang tindih). Meskipun kelihatannya beruas-ruas tetapi organ dalamnya tidak.

Neopilina

disebut fosil hidup, karena sebelum ditemukan lagi pada tahun 1957, hewan ini dianggap sudah punah, sejak jutaan tahun yang lalu. Moluska ini sangat menarik perhatian karena di samping memiliki sifat-sifat mollusca, bagian dalamnya beruas-ruas. Karena susunan yang beruas-ruas seperti Annelida maka Neopilina dianggap mempunyai kerabat yang dekat dengan mollusca.

Hewan ini juga mempunyai fase larva trokoper.Tubuhnya bilateral simetri, dengan kaki di bagian perut (ventral) memanjang. Ruang mantel dengan permukaan dorsal, tertutup oleh 8 lapisan berkapur, sedangkan permukaan lateral mengandung banyak insang.

Hewan ini bersifat hermafrodit (berkelamin dua), dan fertilisasi terjadi secara eksternal (pertemuan sel teur dan sperma terjadi di luar tubuh).

 

(Sumber: https://pengajar.co.id/)

Mengenal Tentang Welwitschia Mirabilis

Mengenal Tentang Welwitschia Mirabilis

Mengenal Tentang Welwitschia Mirabilis

Mengenal Tentang Welwitschia Mirabilis
Mengenal Tentang Welwitschia Mirabilis

Welwitschia mirabilis

adalah salah satu tanaman yang fenomenal di kalangan botanis dan kolektor tanaman.  Hal ini disebabkan karena keunikan sifatnya, dimana dari tingkat family sampai genus hanya diisi oleh satu jenis saja.

Hidup di gurun sepanjang pesisir

pantai Namibia dan Angola,Welwitschia mirabilis menunjukkan berbagai keunikan, baik segi morfologi maupun fisiologinya.  Tanaman gurun ini tampaknya  seperti datang langsung dari zaman purbakala. Bentuknya tidak enak dilhat, tapi tanaman yang satu ini benar-benar unik. 

Tanaman ini akan tumbuh hingga bisa mencapai lebar 8 meter dengan tinggi 2 meter. Tanaman memiliki daya tahan luar biasa dan tidak akan mati, meski tidak ada hujan selama 5 tahun. Rasanya sangat menyengat baik mentah maupun sudah dimasak, dan karenanya diberi nama Onyanga, yang berarti bawang gurun. Tanaman ini dianggap fosil hidup

Tanaman asal Namibia ini

hanya memiliki dua daun saja sepanjang hidupnya dan sebuah batang dengan akarnya. Jadi daun yang ada adalah daun yang pertama kali tumbuh dan terus memanjang seumur hidupnya. Dua daun itu akan terus tumbuh membesar dan memanjang, mirip alien, hingga bisa mencapai panjang 12 meter. Batangnya pendek, tebal dan akan membesar, tidak menjadi tinggi lagi.

Tidak seperti jenis sukulen atau tanaman yang biasa hidup di gurun, yang memodifikasi daunnya untuk mengecil agar mengurangi penguapan, W.mirabilis justru memiliki daun yang lebar.

Keunikan tanaman ini

juga ditunjukkan oleh jumlah stomatanya, dimana jumlah stomata yang dimiliki oleh Welwitschia mirabilis mungkin adalah yang paling banyak diantara semua jenis tanaman, padahal hidupnya di area kering dan terik.

Untuk mensiasati udara panas yang kering, adalah dengan membuka stomata pada malam hari, dimana kabut melimpah di pesisir pantai tersebut dan menutup rapat pada siang hari.  Selain itu, daun yang lebar berfungsi melindungi tanah di bawahnya tetap adem, dimana sang akar tumbuh serta agar kelembaban di bagian bawah tanah tetap terjaga

Tumbuh dari biji, namun diperkirakan dari ratusan biji, peluang hidup hanya 1% akibat kontaminasi A.niger, tidak terbuahi atau karena curah hujan yang tidak memadai.

Menurut runut karbon, diduga specimen tertua di dunia berusia lebih dari 2000 tahun, dan untuk rata rata masa hidup diperkirakan mencapai 400 – 1500 tahun.
Sesaat setelah penemuannya, tanaman ini langsung menjadi bahan perbincangan dan menjadi salah satu incaran kolektor tanaman.  Perburuan besar besaran sempat menggiring spesies ini pada CITES 1.  Namun, perang di Angola membawa berkah bagi habitat W.mirabilis, karena mereka dilindungi oleh ladang ranjau yang menghalangi niat para pemburu untuk mengambil bijinya.

Sekarang W.mirabilis masuk CITES 2, karena habitatnya tidak terganggu (karena ladang ranjau tersebut), sedangkan di Namibia, habitatnya dijaga dan dijadikan sebagai objek wisata.

Bogor Terapkan Aturan Baru CFD

Bogor Terapkan Aturan Baru CFD

Bogor Terapkan Aturan Baru CFD

Bogor Terapkan Aturan Baru CFD

Pemerintah Kota

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dengan pihak terkait telah melakukan evaluasi penataan Kawasan Tanpa Kendaraan Bermotor (KTKB) atau Car Free Day (CFD) yang berada di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Tengah, Kota Bogor. Sebab, situasi yang terjadi di kawasan tersebut sebelumnya sudah tidak sesuai dengan konsep awal, yakni sebagai kawasan pusat olahraga.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha

Kecil, Menengah (KUKM) Kota Bogor Anas S. Rasmana mengatakan, evaluasi tersebut dilakukan karena belakang ini kawasan CFD tersebut menjadi lahan bagi para pedagang kaki lima (PKL) untuk berjualan sehingga perlu dilakukan penataan.

Peraturan Walikota Bogor

Penataan tersebut berdasarkan kepada Peraturan Walikota Bogor Nomor 13 tahun 2016 tentang Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas di seputaran Kebun Raya Bogor dan Keputusan Walikota Bogor Nomor 551-45-144 tahun 2016 tentang pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (Car Free Day) dan tim koordinasi penyelanggaraan Car Free Day di Kota Bogor.

Anas menerangkan, dari hasil evaluasi pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (Car Free Day) di Kota Bogor menunjukkan kekurangannyamanan (terutama keberadaan pedagang) bagi masyarakat yang melakukan aktifitas di kawasan CFD.

“Sehubungan dengan hal tersebut dihimbau kepada masyarakat yang akan dan atau melakukan perdagangan di lokasi CFD untuk tidak melakukan aktifitas di badan jalan dan taman pada kawasan CFD. Wajib memiliki identitas dan seragam yang ditetapkan Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Koperasi dan UKM Kota Bogor,” katanya, Minggu (22/10/2017).

Selain itu lanjut Anas

Dihimbau untuk selalu menjaga kebersihan di lingkungan aktifitas perdagangan, yakni dengan menyediakan kantong sampah di sekitar lokasi kegiatan dan wajib meninggalkan lokasi dalam keadaan bersih. Kemudian tidak melakukan kegiatan berdagang di depan Gereja Bethel dan tidak diperbolehkan menggunakan pengeras suara saat berjualan.

Tidak diperkenankan juga berjualan motor/mobil (dealer) di area CFD

Tidak menggunakan kendaraan bermotor baik kendaraan roda dua atau empat sebagai tempat untuk berjualan dan batas waktu meninggalkan lokasi CFD sampai pukul 09.15 WIB. Poin-poin tersebut wajib diikuti oleh seluruh masyarakat yang akan beraktifitas di lokasi CFD dan jika tidak dilaksanakan akan dilakukan penertiban,” tegasnya.

Artikel terkait :

Anak Muda Diarahkan Pada Minat dan Bakatnya

Anak Muda Diarahkan Pada Minat dan Bakatnya

Anak Muda Diarahkan Pada Minat dan Bakatnya

 

Anak Muda Diarahkan Pada Minat dan Bakatnya

Konferensi Kebijakan Luar Negeri Indonesia

Konferensi Kebijakan Luar Negeri Indonesia 2017 yang sudah digelar ke-3 kalinya oleh Foreign Policy Community Indonesia (FPCI) berlangsung di Mal Kota Kasablanka, Sabtu (21/10/2017) dengan mengundang 100 pembicara. Mulai dari Pemimpin Daerah, Pengusaha, Akademisi, Duta Negara, Artis dan masih banyak lagi dengan hampir diikuti 6.500 peserta.

Salah satu pembicara

Yakni Wali Kota Bogor Bima Arya yang pada kesempatan itu berdampingan dengan Wali Kota Makasar dan Wakil Gubernur Sandiaga Salahuddin Uno. Ketiganya sharing terkait tantangan dan strategis merebut peluang-peluang di kawasan dan pentas global sebagai pimpinan unggulan daerah.

Bima mengatakan

Tantangan pemerintah daerah menyongsong era pasar bebas di Asean ini bisa siap jadi berbagi pengalaman dengan kota-kota lain. Kota bogor ingin secara serius memberdayakan anak muda supaya siap menghadapi pasar bebas. Memberikan ruang bagi anak muda ekspresi dan mengaktulialisasikan minat dan bakatnya. “Jadi bukan memasukkan anak muda ke bidang tertentu, tapi mengarahkan mereka ke minat dan bakatnya,” ujarnya.

Ia menuturkan

Hambatan lain yang dihadapi yakni birokrasi tidak bisa berlari cepat memenuhi harapan warganya. Tak hanya itu, Walikota atau Pemimpin Daerah diharapkan dapat secara detail mengecek kegiatan. Pasalnya, beberapa kegiatan semisal pelatihan atau pembinaan tidak menghasilkan outcome melainkan hanya sebatas output untuk menggugurkan kewajiban. “Pemimpin daerah tidak boleh sampai kebobolan, sebaliknya harus jemput bola,” jelasnya.

Sementara itu, Sandiaga Uno mengatakan

Indonesia mempunyai potensi dan inovasi yang tidak terlihat dari negara lain. Sebut saja dari produk UMKM yang bagus dan dapat bersaing. Meski begitu, diakuinya UMKM masih terkendala permodalan dan SDM yang membuat kualitas produk menurun ketika menambah kuantitas. Tak ayal, hal itu membuat kualitas dan standarisasi produk UMKM berada di bawah produk luar negeri.  “Kalau di program oke oce itu ada pembinaan dan monitoring bagi UMKM,” katanya.

Sumber : https://pakdosen.co.id/

Harapkan Dapat Bersinergi Dengan DKI Jakarta

Harapkan Dapat Bersinergi Dengan DKI Jakarta

Harapkan Dapat Bersinergi Dengan DKI Jakarta

 

Harapkan Dapat Bersinergi Dengan DKI Jakarta

Wali Kota Bogor Bima Arya

Wali Kota Bogor Bima Arya berharap DKI Jakarta yang kini dipimpin pasangan Gubernur Anies Baswedan-Wakil Gubernur Sandiaga Uno dengan Kota Bogor ke depannya dapat terjalin komunikasi dan koordinasi yang intens. Begitu pun halnya dengan daerah penyangga ibukota lainnya.

Sebab, ia menyatakan jika kedua daerah bertetangga itu saling membutuhkan satu dengan lainnya terutama dalam penataan kawasan Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi-Puncak-Cianjur (Jabodetabekpuncur).

Keluarga Alumni Gajah Mada

Hal itu disampaikan Bima di sela dirinya menghadiri Tepang Sono Keluarga Alumni Gajah Mada (Kagama) Bogor Raya di Kebun Raya Bogor, Sabtu (21/10/2017), bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Bogor dan Jakarta saling membutuhkan

Jadi kedudukan kami (Bogor) sejajar dengan Jakarta,” katanya seraya menambahkan bila dirinya juga menyambut baik bila Anies berkeinginan untuk berkomunikasi dan berkomitmen bersama dengan sejumlah daerah penyangga ibu kota lainnya.

Meski diakuinya, bila ia belum memiliki konsep atau rancangan detail terkait pembenahan Kota Bogor yang masuk dalam tata ruang daerah penyangga DKI Jakarta.

Ia nanti, karena saya belum punya gambaran

Maunya kita duduk bersama untuk membahas hal itu (pembenahan). Banyak yang mesti dibahas mulai dari transportasi, pencegahan banjir hingga sampah,” pungkasnya.

 

Sumber : https://solopellico3p.com/

Minder, Kurang Percaya Diri

Minder, Kurang Percaya Diri

Minder, Kurang Percaya Diri

Minder, Kurang Percaya Diri
Minder, Kurang Percaya Diri

 

Hancurkan rasa minder Anda segera..!

Jebol tembok penghalang yang membatasi kesuksesan Anda..!
Rasa minder tidak bisa hilang dengan cara memaksakan diri untuk percaya diri. Karena sifat dari rasa minder adalah semakin dilawan, maka dia semakin kuat.

Jika Anda bertanya, “Bagaimana cara paling mudah untuk berubah?”

Maka kami akan jawab, “hipnoterapi..!”
Karena hanya dengan hipnoterapi, kami bisa menjangkau sumber rasa takut Anda, yaitu pikiran bawah sadar. Dengan hipnoterapi, kami bisa meng-uninstall program pikiran yang menyebabkan Anda minder selama ini. Kemudian menggantinya dengan Mindset Percaya Diri.

Minder, gugup, takut atau tidak percaya diri adalah

perasaan alami manusia yang diberikan Tuhan agar kita tidak terlalu kelewat percaya diri dan akhirnya sombong. Selain orang gila dan orang mabok, setiap orang waras pasti memiliki rasa minder, hanya saja konteks dan kadarnya berbeda-beda. Bahkan kami pun punya rasa minder apabila diharuskan tampil sebagai orang lain. Misalnya: kami akan sangat minder dan malu apabila harus memakai pakaian badut ketika menemui klien atau memberikan pelatihan hipnosis di depan puluhan murid kami.
Selama kita melakukan hal yang benar dan halal, sebenarnya tidak ada alasan bagi kita untuk merasa minder. Kalaupun kita belum mampu melakukan sesuatu, sebagai manusia kita bisa belajar dulu. Masalahnya, beberapa orang ternyata meletakkan rasa minder pada tempat yang salah, sehingga kehidupan dan kesuksesannya terhambat oleh rasa minder itu.

Gejala-gejala yang termasuk “Minder”

Seorang yang minder, biasanya punya pola perilaku seperti berikut:
  • Merasa diri rendah, bodoh, tidak mampu, tidak pantas, dsb.
  • Kesulitan dalam bergaul, susah mendapatkan teman baru.
  • Merasa kurang nyaman jika ada seseorang yang mendekatinya.
  • Tidak berani memulai percakapan atau perkenalan dengan orang lain.
  • Malu mengungkapkan ide atau pendapatnya kepada orang lain.
  • Demam panggung, takut berbicara di depan umum (public speaking phobia).
  • Ketika masuk dalam lingkungan baru, dia cemas dan takut kalau orang-orang di lingkungan baru tersebut menolak atau tidak menyukainya.
  • Suka menyendiri karena merasa tidak ada yang mau berteman.
  • Tegang atau grogi ketika berhadapan dengan orang lain yang baru dikenal sehingga tingkah lakunya terlihat kaku.
  • Merasa bahwa orang lain selalu memperhatikan kelemahannya.
  • Menganggap orang lain lebih hebat daripada dirinya.
  • Membandingkan kelemahan dirinya dengan kelemahan orang lain.
  • Sensitif terhadap perkataan orang lain, meskipun hanya bercanda.
  • Fokus pada kelemahan diri. Orang minder selalu punya seribu alasan untuk menyalahkan atau meremehkan dirinya sendiri.
  • Sering menolak apabila diajak ke tempat-tempat yang banyak orang.
  • Tidak berani menerima tanggung jawab yang besar karena takut gagal.
  • Kecewa pada diri sendiri karena tidak percaya diri, dan marah kepada orang lain yang tidak memperhatikan atau menghargainya.
  • Sering murung, mudah merasa sedih, dan lelah.
  • Kurang semangat dalam menjalani aktivitas dan mudah menyerah.
  • Sering melamun, dan mungkin masih banyak lagi.

Baca Juga : 

Definisi Pengolahan Citra

Definisi Pengolahan Citra

Definisi Pengolahan Citra

Definisi Pengolahan Citra
Definisi Pengolahan Citra

 

Manajer Proyek (Project Manager) adalah

seseorang yang brtindak sebagai pimpinan dalam suatu proyek. PM ini sangat berperan penting dalam adanya suatu proyek, karena kegagalan dan keberhasilan dari proyek tersebut di tentukan oleh PM itu sendiri.

Untuk menjadi seorang PM yang baik diperlukan beberapa kriteria khusus agar proyek berhasil dengan baik. Kriteria tersebut dilihat dari berapa sisi diantaranya :

 

Karakter dari Kepribadinya

Karakteristik dari Kemampuan Terkait dengan Proyek yang Dikelola
Karakteristik Kemampuan Terkait dengan Tim yang Dipimpin

1. Karakter dari Kepribadiannya

Harus memahami dan menguasai semua hal baik secara teori maupun teknis terhadap proyek yang sedang di tangani.
Memiliki pengalaman dan keahlian yang berkaitan dengan proyek yang sedang dikelola.
Sebagai seorang yang mengambil keputusan, maka harus mampu bertindak secara adil dan bertanggung jawab.
Memiliki wibawa, mampu beradaptasi dan bergaul dengan bawahan sehingga tidak ada kesenjangan antara atasan dan bawahan.

 

2. Karakteristik dari Kemampuan Terkait dengan Proyek yang Dikelola

Memiliki komitmen yang tinggi untuk meraih tujuan serta keberhasilan proyek.
Mampu menyelesaikan proyek sesuai dengan waktu dan anggaran yang diberikan.
Membuat dan melakukan rencana darurat untuk mengantisipasi hal-hal maupun masalah tak terduga.
Mampu membuat perencanaan dalam jangka panjang dan jangka pendek.
Memiliki kemauan untuk mendefinisikan ulang tujuan, tanggung jawab dan jadwal selama hal tersebut ditujukan untuk mengembalikan arah tujuan dari pelaksanaan proyek jika terjadi jadwal maupun anggaran yang meleset.

3. Karakteristik Kemampuan Terkait dengan tim yang Dipimpin

Mampu bersosialisasi dengan bawahan atau anggota tim.
Mampu membangun kedisiplinan secara structural
Memiliki kemampuan dan keahlian berkomunikasi serta manjerial.
Menghormati para anggota tim kerjanya serta mendapat kepercayaan dan penghormatan dari mereka.
Memiliki kepercayaan yang tinggi kepada para profesional terlatih untuk menerima pekerjaan-pekerjaan yang didelegasikan darinya.
Berbagi sukses dengan seluruh anggota tim.
Mampu menempatkan orang yang tepat di posisi yang sesuai.
Memberikan apresiasi yang baik kepada para anggota tim yang bekerja dengan baik.

Sumber : https://duniapendidikan.co.id/