3 Inspirasi Tampil Prima Kenakan Dress Putih untuk Acara Spesial di Bulan Ramadan

3 Inspirasi Tampil Prima Kenakan Dress Putih untuk Acara Spesial di Bulan Ramadan

3 Inspirasi Tampil Prima Kenakan Dress Putih untuk Acara Spesial di Bulan Ramadan

 

3 Inspirasi Tampil Prima Kenakan Dress Putih untuk Acara Spesial di Bulan Ramadan

 

Putih menjadi salah satu warna favorit

Jakarta Putih menjadi salah satu warna favorit menyambut bulan ramadan yang penuh berkah ini. Warna yang identik dengan kesucian, bersih dan elegan ini selalu jadi andalan dress code acara-acara spesial selama bulan ramadan.

Nah, jika Anda sudah berencana menghadiri undangan acara silaturahmi atau buka puasa bersama di bulan ramadan, berikut inspirasi gaya mengenakan dress warna putih yang dirangkum dari berbagai sumber agar tampilan terlihat lebih prima.

1. Padukan dengan hijab warna netral

Pilih dress warna putih dengan detail yang feminin untuk buka puasa bersama sahabat di bulan ramadan. Misalnya sentuhan ruffles pada bagian lengan dress. Lalu, Anda bisa melengkapinya dengan hijab berwarna netral dan sepatu heels warna gold yang elegan.

2. Tampilan serba putih

Tak ada salahnya tampil dengan busana serba putih. Coba kenakan dress warna putih yang diberi aksen ikat pinggang. Jika Anda memakai hijab, pilih warna hijab yang senada dengan warna aksesori yang Anda pakai.

3. Santai dengan sandal

Jika Anda belum mengenakan hijab, tampilan yang satu ini bisa dicoba. Pilih shirt dress warna putih yang berpotongan sederhana dan lengkapi dengan sandal andalan. Anda pun bisa menambahkan celana skinny jeans agar penampilan tetap sopan dan rapi.

 

Sumber : http://situsiphone.com/

Maknai Hari Pahlawan dengan Semangat Kreativitas, Inovasi, dan Optimisme

Maknai Hari Pahlawan dengan Semangat Kreativitas, Inovasi, dan Optimisme

Maknai Hari Pahlawan dengan Semangat Kreativitas, Inovasi, dan Optimisme

 

Maknai Hari Pahlawan dengan Semangat Kreativitas, Inovasi, dan Optimisme

 

Tugas generasi muda saat ini adalah memajukan bangsa

Hal itu disampaikan Presiden RI, Joko Widodo dalam peringatan Hari Pahlawan, 10 November 2018, di Bandung. Semangat untuk memajukan bangsa, ujar Presiden, bisa dilakukan dengan beragam cara. Seperti dikutip dari Harian Kompas, Presiden mencontohkan semangat itu dengan memupuk kreativitas, berinovasi, dan menanamkan optimisme.

Sementara itu, Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla di Jakarta mengatakan, kepahlawanan saat ini berbeda dengan bentuk kepahlawanan pada masa lalu. Kepahlawanan pada masa lalu adalah perjuangan membebaskan bangsa Indonesia dari cengkraman penjajah. Sementara kepahlawanan pada saat ini adalah berjuang memajukan bangsa.

Terkait hal itu

Wapres mengajak semua elemen bangsa bersama-sama berjuang mewujudkan bangsa Indonesia yang maju, adil, dan makmur. Wapres juga meminta akademisi dapat meningkatkan martabat bangsa lewat pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat

Ahmad Hadadi mengatakan dengan peringatan Hari Pahlawan pada setiap 10 November, maka masyarakat akan diingatkan dengan jasa para pahlawan. Sehingga, nilai-nilai kebaikan dari para pahlawan akan senantiasa tumbuh di dalam hati rakyat Indonesia.

“Tentu yang paling penting adalah semangat kepahlawanan ini harus ada di dalam dada pada warga negara,” ujar Hadadi saat ditemui seusai apel pagi di Halaman Kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat, Jalan Dr. Radjiman, Kota Bandung, Senin, 12 November 2018.

Selain itu Hadadi mengatakan

pentingnya mengingatat jasa para pahlawan yang telah berjuang sepenuh hati. Mereka rela berjuang jiwa dan raga, sehingga hal tersebut harus menjadi penyemangat bangsa Indonesia untuk lebih mencintai tanah air.

“Para pahlawan telah berkorban segalanya demi masa-masa depan bangsa. Sekarang kembali pada kita, bagaimana menjadikan bangsa ini harus lebih jaya dan kita selalu mengingat jasa-jasa para pahlawan,” ujar Hadadi.

 

Sumber : https://pengajar.co.id/

Perubahan Anatomi daun Xeromorf dan Hidrofit

Perubahan Anatomi daun Xeromorf dan Hidrofit

Perubahan Anatomi daun Xeromorf dan Hidrofit

Perubahan Anatomi daun Xeromorf dan Hidrofit
Perubahan Anatomi daun Xeromorf dan Hidrofit

Daun Xeromorf

Xerofit adalah tumbuhan yang hidup di daerah yang sangat kering seperti di gurun yang membuat transpirasinya dapat turun sampai minimum di bawah kondisi kekurangan air. Maka dari itu untuk tetap bertahan hidup di daerah yang kering seperti itu, struktur atau anatomi daun tumbuhan tersebut pun beradaptasi menjadi lebih khas.

Daun xeromorf berukuran kecil. Pengurangan permukaan luar daun dibarengi dengan perubahan struktur dalamnya,misalnya pengurangan ukuran sel tetapi terjadi peningkatan ketebalan dinding sel. Perkembangan jaringan sel palisade pun meningkat. Daun xeromorf pada umumnya tertutupi oleh trikoma. Jaringan penyimpan air pada daun pun juga berkembang.

Tumbuhan dengan daun yang kecil yang biasanya mempunyai habitat yang kering. Pengukuran ukuran daun sering kali diikuti dengan peningkatan jumlah total daun pada tumbuhan. Daun xeromorf biasanya mempunyai trikoma. Di balik trikoma inilah stomatanya berada. Trikoma ini selain berfungsi sebagai pelindung atau mengurangi dari gangguan predator juga berfungsi dalam mengurangi penguapan.

Faktor lingkungan memengaruhi pembentukan kutikula. Pada beberapa tumbuhan gurun, stomata menjadi tertutup secara tetap selama musim panas. Penutupan ini diakibatkan karena sel penutup stomata oleh massa yang mengandung resin atau oleh lapisan lilin. Seperti pada Rumex acetosella resin serta lapisan lilin yang terbentuk dalam epidermis dan sel di sekeliling tulang daun pada kondisi musim panas.

Air dalam daun diangkut oleh tulang daun, sel mesofil, dan jaringan palisade daripada jaringan spons. Selain itu juga, jaringan penyimpan air penyimpan air berkembang baik pada daun. Jaringan penyimpan air pada tumbuhan xerofit terdiri atas sel besar dengan vakuola besar berisi cairan sel yang mengandung lendir. Sel ini mempunyai sitoplasma tipis yang menempel pada dinding sel dan kloroplasnya tersebar.

Tekanan osmosis pada sel fotosintesis lebih tinggi daripada sel yang bukan untuk fotosintesis. Apabila air berkurang, maka tumbuhan xerofit mendapat air dari jaringan penyimpan air ini. Sel penyimpan air yang berdinding tipis. Dalam kondisi kering, sel mengerut. Apabila pasokan air kembali normal, dengan cepat sel akan kembali ke bentuk semula. Contoh dari xeromorf (Atriplex portulacoides)

Daun Hidrofit

 

Struktur anatomi tumbuhan hidrofit kurang beragam dibandingkan dengan tumbuhan xerofit. Faktor yang mempengaruhi struktur tumbuhan air atau hidrofit ini biasanya bergantung pada suhu, air,konsentrasi dan komposisi garam dalam air. Tumbuhan air mempunyai sedikit jaringan penyokong dan pelindung, jumlah jaringan pembuluh sedikit, xilem mengecil, dan mempunyai ruang udara.

Epidermis tumbuhan

air tidak berfungsi untuk perlindungan, tetapi lebih untuk pengeluaran zat makanan, senyawa air, dan pertukaran gas. Kutikula dan dinding selnya sangat tipis. Sel epidermis berisi kloroplas. Daun yang mengapung mempunyai stomata hanya pada permukaan atas daun saja. Beberapa tumbuhan air memiliki sekelompok sel yang disebut dengan hydropotes, yang berfungsi untuk memudahkan pengangkutan air dan garam ke luar dan ke dalam tumbuhan. Contoh tumbuhan Hidrofit (Ranunculus aquatilis) dapat dilihat pada gambar berikut;
gambar 2 : Ranunculus aquatilis

Daun Gymnospermae

Sebagian besar daun pada Gymnospermae selalu berwarna hijau dan bersifat xeromorf. Salah satu kekhususan daun Gymnospermae adalah adanya jaringan transfusi. Jaringan ini mengelilingi berkas pengangkut dan tersusun atas trakeida, parenkim, dan sel albumin. Jaringan ini berbeda-beda jumlahnya dan susunanya, bergantung pada genusnya.

Pada daun Pinus sel epidermisnya berdinding tebal, mempunyai kutikula tebal, dan stomatanya tersembunyi. Mesofil terdiri atas parenkim palisade dan parenkim spons. Mesofil ini berisikan kloroplas. Sel parenkimnya berisi tanin, resin dan kadang-kadang juga pati. Berkas pengangkutnya bersama jaringan transfusi dikelilingi oleh selubung yang berdinding sel relatif tebal, yaitu sel endodermis. Semua dinding antiklin berisi senyawa penutup tanpa zat gabus, tetapi mengandung banyak lignin. Vakuola berisi banyak badan berbentuk bola. Sedangkan sitoplasmanya berisi RE halus, gelembung, kloroplas dan badan lemak.

Perkembangan Helai Daun

Secara umum perkembangan daun dimulai dari tahap permulaan (inisiasi), diferensiasi awal, perkembangan aksis daun, asal-usul helai daun, dan histogenesis jaringan helai daun.

Tahap permulaan (Inisiasi)

Inisiasi daun dimulai dengan pembelahan periklin dalam kelompok sel kecil sel pada sisi pucuk. Jumlah lapisan sel yang mulai membelah dan posisinya pada pucuk beragam pada tumbuhan yang berbeda. Primordia daun berasal dari lapisan dari lapisan paling luar pucuk batang.
Pada semua tumbuhan Dikotil,pembelahan periklin yang pertama tidak terjadi pada sel lapisan permukaan, tetapi pada sel yang terletak satu ata dua lapisan dibawahnya. Lapisanpermukaan diperluas dengan adanya pembelahan antiklin beberapa kali.

Kasus yang paling sering terjadi, inisiasi dari primordia daun dimulai pada lapisan sel di bawah lapisan permukaan. Dalam hal ini lapisan sel tunika dan lapisan sel tetangganya dari korpus ikut serta dalam inisisiasi primordium yang berbeda.

Diferensiasi Awal

Sebagai hasil kelanjutan pembelahan sel, primordium daun menonjol dari pucuk batang sebagai penyokong yang mempunyai bentuk papila kecil atau tonjolan. Penyokong daun terdiri atas lapisan protoderm dan untaian prokambium, yang tumbuh secara akropetal dan tidak seberapa jauh darikambium batang.

Perkembangan Aksis Daun
Pada kebanyakan daun Dikotil dan Gymnospermae, perkembangan aksis daun mendahului helai daun. Hasil perkembangan cepat dari primordia menjadi bentuk seperti kerucut yang runcing dengan sisi adaksialpipih (rata). Ujung kerucut ini merupakan sebagai meristem apikal. Pada tumbuhan tertentu, dari tahpa awal perkembangan ketika primordium masih berukuran 1 mm, peningkatan atau perkembangan lebih lanjut akan terjadi karena pembelahan dan pemanjangan sel yang berjarak dari ujung primordium. Pertumbuhan ini disebut dengan pertumbuhan interkalar.

Asal usul Helai Daun

Selama pemanjangan awal dan penebalan aksis daun muda, sel bagian tepi adaksial terus membelah dengan cepat. Inisial pinggiran adalah sel lapisan paling luar pada tepi helai daun muda. Pada Angiospermae, biasanya inisial ini akan membelah hanya ke arah antiklin dan penambahan sel baru terjadi ke arah protoderm abaksial dan adaksial.
Pada daun majemuk menjari dan menyirip, helai daun lateral berkembang dari meristem pinggiran adaksial dan aksis daun muda sebagai dua deretan papila. Pada tumbuhan lain, perkembangan helai daun ada yang terjadi secara akropetal ataupun bisepetal.

Histogenesis Jaringan Helai Daun

Pertumbuhan pinggiran berlangsung terus-menerus lebih panjang dari pertumbuhan apikal, tetapi berhenti relatif awal. Setelah pertumbuhan pinggiran berhenti,pertumbuhan lebih lanjut darihelai daun dilakukan oleh pembelahan sel helai daun. Pembelahan secara antiklin membentuk lempeng meristem. Aktivitas lempeng meristem menghasilkan peningkatan daerah permukaan, tetapi tidak terjadi penebalan organ. Pada helai daun, sel meristem berlapis sehingga relatif mudah untuk melacak asal-usul epidermis, jaringan palisade dan spons, serta berkas pengangkut.
Pertumbuhan daun ini dikendalikan oleh faktor genetis, tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan luar dan dalam. Faktor luar yang memengaruhi daun antara lain seperti pasokanair,nutrisi,panjang hari, dan intensitas sinar.

Baca Juga :

Anatomi Daun Adalah

Anatomi Daun Adalah

Anatomi Daun Adalah

Anatomi Daun Adalah
Anatomi Daun Adalah

Anatomi merupakan

salah satu ilmu cabang dari biologi yang mempelajari tentang struktur dalam suatu makhluk hidup. Dalam hal ini ialah anatomi tumbuhan. Ilmuanatomi tumbuhan ini sangat diperlukan untuk mengetahui bagaimana struktur penyusun tubuh tumbuhan yang sering kita jumpai di lingkungan hidup kita.

Namun dalam makalah ini penulis ingin menjelaskan gambaran umum tentang anatomi salah satu organ terpenting pada tumbuhan yaitu daun. Daun merupakan salah satu organ pada tumbuhan yang mengandung klorofil yang berfungsi dalam proses fotosintesis sehingga menghasilkan oksigen yang kita hirup untuk beraktivitas dan senyawa karbohidrat. Secara umum anatomi daun terbagi menjadi 3 jaringan yang akan dijelaskan secara terperinci dalam makalah ini. Struktur anatomi pada tumbuhan sangat berkaitan dengan bentuk morfologi tumbuhan itu dan juga fisiologinya. Sehingga dapat diketahui bahwa antara anatomi, fisiologi, dan morfologi tumbuhan itu saling berkaitan.

Makalah ini dapat menjadi pegangan ataupun referensi untuk memahami struktur dan anatomi tumbuhan. Semoga makalah ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan bagi para pembaca. Akhir kata Tiada Gading yang tak retak; tiada sesuatu yang sempurn adi dunia ini. Karena itu demi perbaikan makalah ini, penulis sangat terbuka terhadap segala masukan yang membangun dari para pembaca.
Semoga Bermanfaat

Anatomi Tumbuhan

(DAUN)

Baik dari segi morfologi maupun anatomi, daun merupakan organ pada tumbuhan yang memiliki keberagaman. Sangat sukar untuk membedakan dengan jelas baik secara teoritis maupun secara praktis antara jaringan daun dan batang. Struktur jaringan pengangkut dalam tangkai dan ibu tulang daun biasanya sama dengan pada batang. Namun, ciri terpenting pada daun adalah bahwa pertumbuhan apikalnya cepat terhenti. Pada Spermatophyta, aktivitas meristem apeks daun segera terhenti, sementara bentuk dan ukuran daun ditentukan oleh pertumbuhan

Interkalar dan marginal

Terdapat bebrapa istilah-istilah menyangkut daun. Seluruh daun pada sebuah tumbuhan disebut dengan Phyllom. Namun dikenal juga dengan beberapa istilah seperti daun hijau, katafil, hipsofil,kotiledon, profil,dll. Hal tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut;

1) Daun hijau
Daun hijau (foliage leaves) berfungsi khusus untuk fotosintesis dan biasanya berbentukpipih mendatar sehingga mudah memperoleh sinar matahari dan gas Co2.
2) Katafil
Katafil adalah sisik yang tampak pada kuncup dan batang di bawah tanah, yang fungsinya sebagai pelindung atau penyimpan bahan cadangan makanan.
3) Hipsofil
Hipsofil merupakan berbagai tipe braktea yang mengiringi bunga dan berfungsi sebagai pelindung.
4) Kotiledon
Kotiledon adalah daun pertama dari tumbuhan.
5) Profil (Prophyl)

Daun pertama pada cabang lateral.

Berikut merupakan anatomi secara umum pada daun:
Secara histologi, daun tersusun dari tiga tipe jaringan, yaitu epidermis, mesofil, dan jaringan pembuluh.

Epidermis

Epidermis daun dari tumbuhan yang berbeda beragam dalam hal jumlah lapisan, bentuk, struktur, susunan stomata, penampilan, dan susunan trikoma, serta adanya sel khusus. Struktur dalamnya biasanya berbentuk pipih. Daun memiliki dua jenis jaringan epidermis yaitu permukaan atas daun disebut permukaan adaksial dan permukaan bawah disebut permukaan abaksial.

Pada lapisan ini tidak ada ruang antar sel. Di antara sel epidermis terdapat sel penjaga yang membentuk stomata. Struktur stomata yang dapat membuka dan menutup ini berfungsi sebagai tempat terjadinya pertukaran gas dan air. Sifat terpenting pada jaringan daun ini adalah susunan selnya yang kompak dan adanya kutikula serta stomata.
Berikut merupakan contoh jaringan epidermis selapis;

Mesofil (Jaringan Dasar)

Mesofil terdiri atas jaringan parenkim yang terdapat di sebelah dalam epidermis. Mesofil mengalami diferensiasi membentuk jaringan fotosintetik yang berisi kloroplas. Pada kebanyakan tumbuhan terdapat dua jenis parenkim dalam mesofil, yaitu parenkim palisade dan parenkim spons.

Sumber : https://dosen.co.id/

Berbagai Cara Menghilangkan Bekas Luka

Berbagai Cara Menghilangkan Bekas Luka

Berbagai Cara Menghilangkan Bekas Luka

Berbagai Cara Menghilangkan Bekas Luka
Berbagai Cara Menghilangkan Bekas Luka

 

Luka yang terlihat pastinya membuat percaya diri menjadi berkurang, apalagi kalau bekas luka tersebut terdapat pada bagian-bagian yang sangat terlihat seperti di wajah, lengan, dan juga kaki. Berikut tipsnya adalah :

Menghilangkan Bekas Luka Menggunakan Minyak Zaitun

Cukup dioleskan minyak zaitun pada bekas luka. Hal ini bisa dilakukan secara rutin sehingga   luka semakin mudah hilangnya.

Menghilangkan Bekas Luka Menggunakan Lidah Buaya

Gunakan daging lidah buaya ini dan oleskan pada daerah yang terkena luka.
Gunakan juga secara rutin setiap hari untuk hasil yang maksimal.

Menghilangkan Bekas Luka Menggunakan Daun Pare

 Tumbuk daun pare secukupnya dengan menambahkan sedikit air, atau bisa dicampur dengan  bedak bayi dan dibalurkan ke bagian yang kehitaman akibat bekas luka. Diamkan kurang lebih selama 4 jam secara rutin selama 3-4 minggu.

Menhilangkan Bekas Luka Menggunakan Daun Randu

menumbuk beberapa pucuk daun randu lalu tempel di bekas luka sampai ramuan tumbukan daun randu itu kering sendiri kemudian bersihkan dengan air bersih. Lakukan berulang-ulang setiap hari sampai bekas lukanya pudar dan mungkin butuh waktu lama karena tidak instan

Menghilangkan Bekas Luka Menggunakan Madu

Pertama, campurkan satu sendok teh madu dan teh biji pala bubuk lalu oleskan pada bagian bekas luka pada wajah.
Kemudian diamkan selama 20 menit, setelah itu bilas dengan air dingin.
Lakukan perawatan tersebut dua kali dalam seminggu.
  • Menghilangkan Bekas Luka Menggunakan Minyak kelapaCobalah memijat area bekas luka dengan minyak kelapa. Cara ini bisa menyamarkan, meski tidak bisa menghilangkan sepenuhnya.
  • Menghilangkan Bekas Luka Menggunakan Jus mentimunOleskan jus mentimun ke area bekas luka dan biarkan selama 15 menit sebelum membasuh muka dengan air dingin.
  • Menghilangkan Luka Dengan Minyak LavenderOleskan minyak lavender ke area bekas luka dengan menggunakan kapas, 2 kali sehari.
  • Menghilangka Bekas Luka Menggunakan Daun mintAmbillah beberapa lembar daun mint kemudian haluskan. Selanjutnya ambillah sari dari daun mint yang telah dihaluskan dengan menggunakan kain. Selanjutnya oleskan ke wajah atau area lain yang memiliki bekas luka.
  • Menghilangkan Bekas Luka Menggunakan Teh hijauBasahi kapas dengan teh hijau kemudian oleskan ke bekas luka.
  • Menghilangkan Bekas Luka Menggunakan Jus lemonJus lemon merupakan pemutih alami dan bisa membantu menyamarkan bekas luka dan belang-belang di kulit.
  • Menghilangkan Bekas Luka Menggunakan CendanaKayu cendana Buatlah pasta campuran dari kayu cendana dengan air mawar. Oleskan pasta tersebut ke area bekas luka di malam hari dan bersihkan di pagi harinya. Metode ini dinyatakan sebagai salah satu cara terbaik menghilangkan bekas luka.
  •  Menghilangkan Bekas Luka Menggunakan Susu dan yogurtBuatlah larutan dari 1 sendok makan krim susu asam (pilihlah yang bebas lemak untuk muka berminyak), 1 sendok makan yogurt, 1 sendok makan oatmeal yang telah dihaluskan dan beberapa tetes jus lemon. Oleskan larutan ke muka dan biarkan 10 menit sebelum dibersihkan. Cara ini efektif mengangkat bekas-bekas luka di wajah.
 Silahkan mencoba dengan cara mana yang cocok dengan anda. Rawatlah wajah dengan menggunakan bahan-bahan yang lebih alami yang sudah disediakan oleh alam.

Nutrisi yang Harus Ada dalam Susu untuk Ibu Menyusui

Nutrisi yang Harus Ada dalam Susu untuk Ibu Menyusui

Nutrisi yang Harus Ada dalam Susu untuk Ibu Menyusui

Nutrisi yang Harus Ada dalam Susu untuk Ibu Menyusui
Nutrisi yang Harus Ada dalam Susu untuk Ibu Menyusui

 

Ketika kamu menyusui, kualitas ASI akan tetap sama tak peduli makanan apapun yang kamu konsumsi. Tetapi jika kamu tidak mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan dari makanan, tubuh akan menyerap nutrisi dari cadangan di dalam tubuh. Lama-kelamaan cadangan ini akan terkuras, sehingga kamu harus terus mengisi kembali cadangan tersebut. Salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tersebut adalah melalui susu untuk ibu menyusui. Namun, pastikan susu untuk ibu menyusui tersebut mengandung nutrisi ini.

Kalsium, untuk memulihkan kepadatan tulang setelah kehamilan

Susu merupakan sumber utama dari kalsium, yang dibutuhkan ibu menyusui untuk memulihkan kepadatan tulang yang hilang selama kehamilan. Oleh karena itu, ibu menyusui perlu menambah asupan kalsum karena bayi masih akan menyerap cadangan kalsium sang ibu. Jika kalsium tidak dapat dipenuhi dari susu khusus ibu menyusui, kamu bisa mendapatkannya dari produk olahan susu lainnya, seperti yoghurt atau keju. Tetapi jika bayi mengalami alergi protein susu sapi, tentunya kamu harus memenuhinya dari sumber lain.

Ibu menyusui, ini caranya memberikan ASI perah dari botol kepada bayi. Klik di sini untuk tahu lebih lanjut.

Protein, membangun jaringan dalam tubuh

Protein adalah bahan pembangun jaringan dan organ-organ di dalam tubuh. Protein dari ASI akan menopang pertumbuhan, perbaikan, dan pemeliharaan sel tubuh bayi dalam satu tahun pertamanya. Ibu menyusui juga butuh protein untuk memulihkan diri dari ketegangan fisiologis dari pengaruh kehamilan dan persalinan. Ketika sedang menyusui, kamu akan butuh kalori tambahan, juga protein dan nutrisi lain untuk menjaga tubuh dan cadangan protein dalam ASI untuk diserap bayi.

ASI sangat disarankan bagi bayi karena nutrisinya yang lengkap. Pahami tentang pentingnya menyusui bagi bayi.

Vitamin B1, B2, B3, B6, B12 untuk meningkatkan mood

Vitamin B (B1, B2, dan B3) pada dasarnya mengubah makanan menjadi bahan bakar, meningkatkan energi, mendorong mood yang baik, hingga mengurangi kolesterol jahat. Sedangkan vitamin B6 dan B12 diperlukan untuk memroduksi sel-sel darah merah. Untuk itu, konsumsi susu yang diperkaya dengan vitamin B kompleks untuk meningkatkan produksi ASI dan meningkatkan kadar energi dan suasana hati.

Vitamin D untuk pertumbuhan tulang dan gigi bayi

Nutrisi lain yang harus ada dalam susu untuk ibu menyusui adalah vitamin D. Pada tahun pertamanya, bayi butuh vitamin D untuk menyerap kalsium (yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tulang dan gigi) sekaligus mengurangi risiko infeksi dan penyakit autoimun dalam perkembangannya kelak, seperti multiple sclerosis dan diabetes tipe 1. Karena ASI hanya mengandung sedikit vitamin D, ibu menyusui perlu mengonsumsi susu yang mengandung vitamin D. Dengan demikian, kamu bisa memastikan si kecil mendapatkan nutrisi yang dibutuhkannya.

Vitamin C, meningkatkan kekebalan tubuh

Vitamin C baik untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan tubuh, juga untuk pertumbuhan tulang, gigi, dan kolagen (protein yang terdapat di dalam pembuluh darah, tulang rawan, dan jaringan pengikat sendi. Vitamin C membantu meningkatkan kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk melawan penyakit. Vitamin ini juga mudah didapat, kamu bisa memperolehnya dari banyak sayur dan buah-buahan termasuk jeruk, papaya, pisang, buah kiwi, strawberry, hingga tomat. Atau, kamu juga bisa mendapatkannya dari susu yang difortifikasi vitamin C.

Ingin ASI lancar? Ikuti tip berikut ini agar produksi ASI selalu melimpah.

Zat besi, untuk pertumbuhan otak dan tubuh bayi

Bayi yang lahir sehat dengan usia yang cukup, umumnya memiliki simpanan zat besi yang cukup untuk enam bulan ke depan. Setelah enam bulan, ia membutuhkan cadangan lebih besar agar pertumbuhannya terus berlanjut. Nah, zat besi akan diserap tubuh bayi dengan lebih baik melalui ASI daripada sumber lain. Apalagi, ASI juga mengandung vitamin C yang membantu penyerapan zat besi. Karena itu, ibu menyusui juga harus memastikan simpanan zat besinya mencukupi dengan minum susu yang mengandung zat besi.

Magnesium, memberikan cadangan energi

Menurut NYU Langone Medical Center, cadangan magnesium dalam tubuh cukup melimpah. Mineral ini dibutuhkan untuk menghidrasi tubuh, memberikan cadangan energi, dan menonaktifkan adrenalin. Adrenalin adalah hormon stres, yang jika tidak ditangani bisa mengacaukan produksi ASI. Selain itu, magnesium juga merelaksasi otot secara alami. Bayi yang mendapatkan ASI dari ibu yang cukup kebutuhan magnesiumnya akan tidur lebih nyenyak.

Sumber : https://merkterbaik.com/

Baclink Meningkatkan Peringkat Rangking

Baclink Meningkatkan Peringkat Rangking

Baclink Meningkatkan Peringkat Rangking

Baclink Meningkatkan Peringkat Rangking
Baclink Meningkatkan Peringkat Rangking

 

Yap, update pertama di tahun 2014 kali ini saya akan menjelaskan…..
Apabila kita googling di internet dengan kata kunci “pagerank”, maka kita akan mendapatkan banyak sekali artikel tentang page rank. Di sana, disebutkan bahwa jika ingin memiliki page rank, maka kita harus banyak memiliki backlink dengan website atau blog lain. Nah, pertanyaannya adalah, apakah backlink dapat meningkatkan pagerank kita ?

Jawaban saya adalah “ya”. Namun, jika ditanya apakah backlink merupakan hal utama yang dapat meningkatkan page rank website kita? Ternyata tidak 100 persen page rank dapat meningkat melalui backlink. Memang, Google melihat faktor seberapa penting website kita di website orang lain. Namun backlink saja tidak cukup untuk meningkatkan page rank.

Saya mencoba untuk menepis anggapan bahwa untuk meningkatkan page rank, kita harus melakukan backlink sebanyak mungkin. Saya meneliti blog orang lain bahwa orang tersebut memiliki 15 website dengan adsense. Di salah satu website saya yang berbahasa inggris, saya mendapatkan bahwa tidaklah mutlak menggunakan backlink untuk meningkatkan page rank. Di website orang tersebut, yang dia lakukan adalah :

Melakukan update / menambah artikel per 3 hari sekali.

Memberi konten download software gratis.
Memberi konten video klip.
Memberi konten newsletter.
Mendaftarkan situsnya di Yahoo!, Google, dan dmoz.org.

Memasukkan feed reader dari blog lain.

Aktifitas update ini ‘ia’ lakukan secara rutin, dan terkadang ‘ia’ membuka – buka website ‘ia’ untuk meningkatkan page view (tapi jangan mengklik iklan adsense). Orang tersebut menunggu selama tiga bulan, dan akhirnya ‘ia’ bisa mendapatkan page rank 3. Menarik bukan ?

Kenapa dia harus menunggu hingga tiga bulan setelah ia melakukan semua itu ? Karena website yang umurnya tiga bulan belum diperhitungkan untuk bertarung mendapatkan page rank, da nada kalanya sebuah website bisa masuk dalam Sandbox. Selama di Sandbox ini, jangan harap search engine akan menemukan website kita. Ketemu pun tidak semua artikel yang ada di sana.

Page rank 3 tersebut dapat ia capai berkat langkah – langkah di atas, jadi bisa dibilang saya telah membuktikan bahwa backlink bukan satu – satunya cara untuk mendapatkan page rank.

Berikut kiat untuk anda bila ingin memperoleh page rank tinggi :

Belilah domain, dan segera online-kan hostingnya walaupun anda belum mempunyai artikel untuk dimuat.
Update-lah artikel secara rutin dengan artikel yang sedang nge-tren sesuai dengan tema website anda.
Masukkanlah konten seperti video, gambar, newsletter, feed reader, dan lain – lain.

Submit ke Google, Yahoo!, dmoz.org.

Bersabarlah, karena Google memperhitungkan website kita setelah umurnya lebih dari 3-4 bulan.
Apabila anda seorang Internet Marketer, selagi menunggu page rank, teruslah membuat website lain dengan cara yang sama seperti yang telah saya sebutkan di atas.
Terakhir, teruslah berkarya dan jangan putus asa.

Sumber : https://www.dosenmatematika.co.id/

Pengertian Haloalkana Secara Lengkap

Pengertian Haloalkana Secara Lengkap

Pengertian Haloalkana Secara Lengkap

Pengertian Haloalkana Secara Lengkap
Pengertian Haloalkana Secara Lengkap

Pengertian Haloalkana

Haloalkana merupakan salah satu senyawa turunan alkana. Haloalkana

mempunyai rumus struktur yang sama dengan alkana, hanya satu atau lebih

atom H-nya diganti oleh atom halogen (X = F, Cl, Br, I).

Tata Nama Haloalkana

Tata nama haloalkana dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu:

Tata Nama IUPAC

Haloalkana merupakan nama IUPAC. Sedangkan urutan cara penamaannya

sebagai berikut:

1) Menentukan rantai induk, yaitu rantai karbon terpanjang yang

mengandung atom halogen (X = F, Cl, Br, I).

2) Memberi nomor. Penomoran dimulai dari salah satu ujung rantai

sedemikian sehingga posisi atom halogen mendapat nomor terkecil.

Catatan: Jika terdapat lebih dari satu atom halogen, maka prioritas

penomoran didasarkan kereaktifannya, yaitu F, Cl, Br, I.

3) Gugus alkil selain rantai induk dan atom halogen sebagai cabang.

Contoh: CH3–CH2–Cl 1– kloroetana

CH2ClCH2Cl 1,2 – dikloroetana

CH2ClCH2Br 2 – bromo – 1 – kloroetana

Tata Nama Trivial (lazim)

Nama lazim monohaloalkana adalah alkilhalida.

Contoh: CH3–CH2–Cl metilklorida

Isopropilbromida

  1. Pembuatan

Pembuatan haloalkana dapat menggunakan dua jenis reaksi, yaitu:

  1. Reaksi Substitusi

Reaksi substitusi adalah reaksi penggantian satu atom atau gugus atom dalam suatu molekul oleh sebuah atom lain.

Misalnya pada temperatur tinggi atau dengan adanya cahaya ultraviolet,

satu atom hidrogen atau lebih dalam suatu molekul alkana dapat

digantikan oleh atom klor dan brom.

Contoh: CH3–CH3 + Cl2 -à CH3–CH2–Cl

                                  Etana kloroetana (etilklorida)

Etil klorida cair dengan titik didih 12 °C seringkali digunakan sebagai

zat pemati rasa lokal, cairan ini menyerap kalor untuk penguapannya

dan menguap sedemikian cepat sehingga membekukan jaringan dan

karena menyebabkan hilangnya sebagian perasaan (sakit). Seringkali

disemprotkan pada permukaan tubuh seorang pemain baseball yang

kena bola karena kesalahan lempar (Keenan, dkk, 1999: 377).

  1. Reaksi Adisi (reaksi penjenuhan)

Reaksi adisi adalah reaksi pengubahan ikatan rangkap suatu molekul

(alkena atau alkuna) menjadi ikatan tunggal.

Contoh: CH2 = CH2 + Cl2       —-à    CH2Cl–CH2Cl

              CH2 = CH–CH3 + HBr —à   CH3–CHBr–CH3

Baca Artikel Lainnya:

Pengertian Karbohidrat Secara Lengkap

Pengertian Karbohidrat Secara Lengkap

Pengertian Karbohidrat Secara Lengkap

Pengertian Karbohidrat Secara Lengkap

Pengertian Karbohidrat

Karbohidrat adalah polihidroksidehida dan keton polihidroksil atau turunannya. Selain itu juga dsususun oleh dua sampai delapan monosakarida yang dirujuk sebagai oligosakarida. Karbohidrat mempunyai rumus umum berupa CnH2nOn atau mendekati Cn(H2O)n yaitu karbon yang mengalami hidratasi. Di alam, karbohidrat merupakan hasil sintesa CO2 dan H2O dengan pertolongan sinar marahari dan hijau daun (klorofil). Hasil fotosintesis ini kemudian mengalami polimerisasi menjadi pati dan senyawa –senyawa bermolekul besar lain yang menjadi cadangan makanan pada tanaman. Organisme yang dapat mensintesa makanan pada tanaman.

Penggolongan Karbohidrat

Secara alami, ada tiga bentuk karbohidrat yang penting yaitu :
1Monosakarida
2Oligosakarida
3PolisakaridaMonosakarida
Monosakarida adalah karbohidrat yang sederhana, dalam arti molekulnya hanya terdiri atas beberapa atom karbon saja dan tidak dapat diuraikan dengan cara hidrolisis dalam kondisi lunak menkjadi karbohidrat lain. Monosakarida yang paling sederhana ialah gliseraldehida dan dihidroksiaseton

Macam-macam contoh monosakarida adalah :

1.Glukosa
Glukosa adalah suatu aldoheksosa dan erring disebut dekstrosa karena mempunyai sifat dapat memutar cahaya terpolarisasi kea rah kanan. Di alam glukosa terdapat pada buah-buahan dan madu lebah.2.Fruktosa
Fruktosa adalah suatu ketohektosa yang mempunyai sifat memutar cahaya terpolarisasi ke kiri dan karenya disebut levulosa. Fruktisa mempunyai rasa manis lebih dari gluosa, juga lebih manis dari pada gula tebu atau sukrosa

3.Galaktosa
Galaktosa jarang terdapat bebas di alam, biasanya berikatan dengan glukosa dalam bentuk laktosa, yaitu gula yang terdapat dalam susu. Galaktosa mempunyai rasa kurang manis daripada glukosa dan kurang larut dalam air

4.Pentosa
Beberapa pentose yang penting adalah arabinosa, xilosa, ribose dan 2-deoksiribosa. Keempat pentose ini terdapat dalam keadaan bebas di alam. Arabinosa diperoleh dari gom arab dengan jalan hidrolisis, sedangkan xilosa diperoleh dari proses hidrolisis terhadap jerami atau kayu.

Oligosakarida
Senyawa yang termasuk oligosakarida mempunyai molekul yang terdiri atas beberapa molekul monosakarida. Dua molekul monosakarida yang berikatan satu dengan yang lain, membentuk satu molekul disakarida.
Contoh Oligosakarida yaitu :

1.Sukrosa
Sukrosa berasal dari tebu,bit dan tumbuhan, misalnya dalam buah nanasa dan dalam wortel

2.Laktosa
Hidrolisis laktosa menghasilkan D-galaktosa dan D-glukosa,karena laktosa adalah suatu disakarida. Ikatan galaktosa dan glukosa terjadi antara atom karbon nomor 1 pada galaktosa dan atom karbon nomor 4 pada glukosa. Oleh karenanya molekul laktosa masih mempunyai gugus -OH gkikosidik, dengan demikian laktosa mempunyai sifat mereduksi dan mutarotasi

3.Maltose
Maltose adalah suatu disakarida yang terbentuk dari dua molekul glukosa. Maltose mudah larut dalam air dan mempunyai rasa lebih manias daripada laktosa, tetapi kurang manis daripada sukrosa

4.Rafinosa
Rafinosa adalah suatu trisakarida yang penting, terdiri atas tiga molekul monosakarida yang berikatan, yaitu galaktosa-glukosa-fruktosa. Atom karbon 1 pada galaktosa berikatan dengan atom karbon 6 pada glukosa, selanjutnya atom karbon 1 pada glukosa berikatan dengan atom karbon 2 pada fruktosa. Apabila dihidrolisis sempurba, rafinosa akan menghasilkan galaktosa, glukosa dan fruktosa

5.Stakiosa
Stakiosa adalah suatu tetrasakarida stakiosa tidak mempunyai sifat mereduksi.
Galaktosa-galaktosa-glukosa-fruktosa 
(stakiosa) galaktosa-galaktosa-glukosa+fruktosa
(manotriosa)

Polisakarida

Polisakarida mempunyai molekul besar dan lebih kompleks daripada mono dan oligosakarida. Molekul polisakarida terdiri atas banyak molekul monosakarida. Polisakarida yang terdiri atas satu macam monosakarida saja disebut homopolisakarida, sedangkan yang mengandung senyawa lain disebut heteropolisakarida. Umumnya polisakarida berupa senyawa berwarna putih dan tidak berbentuk Kristal, tidak mempunyai rasa manis dan tidak mempunyai sifat mereduksi, polisakarida yang dapat larut dalam air akan membentuk larutan koloid. Beberapa polisakarida yang penting di antaranya adalah
1.Amilum
2.Glikogen
3.Dekstrin
4.Selulosa

CONTOH PROPOSAL PTK MATA PELAJARAN KIMIA

CONTOH PROPOSAL PTK MATA PELAJARAN KIMIA

CONTOH PROPOSAL PTK MATA PELAJARAN KIMIA

CONTOH PROPOSAL PTK MATA PELAJARAN KIMIA
CONTOH PROPOSAL PTK MATA PELAJARAN KIMIA

A.  JUDUL PENELITIAN

PENINGKATAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS XII   TERHADAP PEMBELAJARAN KIMIA DENGAN PEMANFAATAN MEDIA KOMPUTASI

B.  BIDANG ILMU : PENDIDIKAN KIMIA

C.  PENDAHULUAN
Dewasa ini kesejahteraan bangsa bukan hanya bersumber pada sumber daya alam dan modal yang bersifat fisik,  melainkan juga pada modal intelektual, sosial dan kepercayaan.  Dengan demikian, tuntutan untuk terus memutakhirkan pengetahuan sains menjadi suatu keharusan.  Bangsa yang berhasil adalah bangsa yang berpendidikan dengan standar mutu yang tinggi, karena industri baru dikembangkan dengan berbasis kompetensi sains dan teknologi tingkat tinggi (Puskur Diknas, 2003).
Mutu pendididikan IPA, berkaitan dengan banyak faktor antara lain kompetensi guru, efektivitas proses pembelajaran, ketersediaan fasilitas pendidikan serta tingkat motivasi belajar siswanya.  Namun pada kenyataannya dalam dunia pendidikan memperlihatkan bahwa pembelajaran pada umumnya bersifat ekspositoris, verbalistik dan cenderung hanya menggunakan papan tulis, kurang upaya untuk melakukan demonstrasi, eksperimen dan bentuk peragaan lainnya dalam pembelajaran (Firman,H., 2000).  Mata pelajaran kimia di SMA/MA bertujuan untuk membentuk sikap yang positif pada diri siswa terhadap kimia yaitu merasa tertarik untuk mempelajari kimia lebih lanjut karena merasakan keindahan dalam keteraturan perilaku alam serta kemampuan kimia dalam menjelaskan berbagai peristiwa alam dan penerapannya dalam teknologi.  Salah satu materi pokok yang banyak kaitannya dengan kemampuan kimia dalam menjelaskan berbagai peristiwa alam dalam silabus kimia adalah Sifat Koligatif Larutan dan Elektrokimia.  Kedua materi tersebut merupakan konsep yang selalu ada dalam kurikulum ilmu kimia. Siswa mengalami kesulitan dalam mempelajari sifat koligatif larutan dan konsep elektrokimia karena kedua materi tersebut bersifat abstrak (Baharudin, 2000).  Disamping itu pembelajaran kedua materi tersebut yang dilakukan selama ini lebih banyak menggunakan metode ceramah dimana dengan materi yang cukup abstrak, umumnya menjadi beban bagi siswa.  Oleh karena itu, perlu dicari alternatif model pembelajaran yang dapat meminimalkan beban hafalan dan lebih meningkatkan minat belajar pada siswa, yaitu dengan cara pemanfaatan media komputasi.  Sehingga dengan melakukan pembelajaran dengan pemanfaatan media komputasi ini, siswa diharapkan dapat lebih mudah memahami materi sifat koligatif larutan dan konsep elektrokimia.
Peserta belajar dengan kemampuan yang bervariasi adalah umum dijumpai pada suatu proses pembelajaran.  Kemampuan yang bervariasi dapat berupa perbedaan kesanggupan, keterampilan, intelegensi, potensi dan pengetahuan awal dalam mengikuti proses belajar.  Kemampuan peserta yang bervariasi pada suatu pembelajaran ditunjukkan oleh hasil belajar yang bervariasi.
Salah satu penyebab kegagalan siswa dalam proses pembelajaran adalah karena siswa tidak pernah dirangsang untuk mencari, menemukan, dan mengeksplorasi sehingga siswa dapat belajar tidak hanya di sekolah namun juga dapat menggunakan alam semesta, lingkungan dan teknologi yang ada di sekitarnya.

Pemanfaatan media komputasi ini pada dasarnya merupakan suatu cara pembelajaran yang bertujuan untuk menarik minat belajar siswa dan membangkitkan rasa ingin tahu siswa melalui pengamatan terhadap materi yang ditampilkan melalui gambar-gambar slide pada layar LCD sehingga siswa dapat terlatih untuk mengeluarkan pendapat  berdasarkan pengamatan mereka pada layar LCD.  Dimana menurut Henderleiter, J dan Pringle, DL (1999), dari pengamatan langsung inilah siswa dapat menggali sendiri suatu konsep yang ingin dicapai dalam suatu pembelajaran dan bahkan lebih dari itu, yaitu menimbulkan suatu sikap yang positif terhadap sains (ilmu pengetahuan) disamping tumbuhnya jiwa kooperatif serta  tanggung jawab pada diri siswa, dan dengan demikian hasil belajar siswa-pun akan meningkat.

D.  PERUMUSAN MASALAH

1.   Perumusan Masalah
Masalah yang diidentifikasi pada bagian pendahuluan adalah menemukan strategi pembelajaran untuk memecahkan permasalahan yang dapat meningkatkan atau mengembangkan minat dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran kimia pada umumnya dan pembelajaran materi Sifat-sifat Koligatif dan Elektrokimia pada umumnya, termasuk siswa yang lamban.  Namun tentunya masih memerlukan penjajakan dan pembuktian dalam praktek, serta kemungkinan penyempurnaan strategi dan taktik pembelajaran yang sesuai dengan kondisi siswa.  Oleh karena itu diperlukan hasil dari suatu penelitian berbentuk tindakan menjalankan skenario pembelajaran kimia dengan pemanfaatan media komputasi.
Maka rumusan masalah yang diajukan adalah : Bagaimana penerapan strategi pembelajaran kimia dengan pemanfaatan media komputasi dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa, khususnya pada pokok bahasan Sifat-sifat Koligatif Larutan dan Konsep Elektrokimia pada siswa Kelas XII-IPA MAN 1 Samarinda.
2.   Pemecahan Masalah
a.   Pada penelitian tindakan kelas ini akan digunakan Strategi Pembelajaran Kognitif Aktif :
Dimana pada proses pembelajaran kimia yang dilakukan akan digunakan media komputasi tentang Ilustrasi Sifat-sifat Koligatif Larutan dan Konsep Elektrokimia.  Selama proses pembelajaran berlangsung, siswa diharapkan dapat terlibat aktif dalam membangun pemikirannya sendiri tentang materi yang disampaikan melalui pengamatan langsung terhadap tampilan-tampilan slide pada layar LCD
b.   Pemecahan masalah di atas terdiri atas beberapa tahap, yaitu :

  • Siswa diajak terlibat aktif pada saat guru menyampaikan pembelajaran dengan media komputasi.
  • Siswa akan membangun pemikiran pada dirinya sendiri tentang konsep materi yang disampaikan melalui ilustrasi tampilan slide pada layar LCD.
  • Siswa diajak berdiskusi.
  • Mengambil kesimpulan.

c.   Indikator Keberhasilan dari tindakan yang dilakukan adalah :

  • Siswa mampu belajar aktif dan memposisikan dirinya dengan baik dan tepat dimana ia telah mempunyai bekal pengetahuan sendiri dan penguasaan tertentu terhadap suatu konsep (bukan hanya bersumber pada guru).
  • Kemampuan siswa untuk mendefinisikan, mendeskripsikan dan menggambarkan ilustrasi dari konsep materi yang telah disampaikan.
  • Kemampuan siswa untuk berkomunikasi dalam mendiskripsikan dan memecahkan masalah.

E.  TUJUAN PENELITIAN

Adapun tujuan dari penelitian tindakan kelas ini adalah :
1.   Untuk siswa

  • Menarik minat siswa terhadap pembelajaran kimia sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
  • Dapat mengeksplorasi pemikiran dan mendiskripsikan suatu konsep materi berdasarkan hasil pengamatan ilustrasi slide pada layar LCD.
  • Siswa dapat berkomunikasi dengan baik.

2.   Untuk Guru

  • Meningkatkan kemampuan Guru dalam mengembangkan strategi pembelajaran agar diperoleh hasil belajar siswa yang optimal.
  • Meningkatkan kemampuan Guru dalam pemanfaatan media komputasi.
  • Mengeksplorasi kemampuan Guru untuk melakukan penelitian tindakan terhadap segala permasalahan yang kemungkinan terjadi dalam proses belajar-mengajar di ruang kelas.

F.   MANFAAT PENELITIAN

Hasil dari penelitian tindakan ini diharapkan dapat :

  • Diperoleh output pembelajaran (dalam hal ini siswa) yang bukan hanya sebagai penerima ilmu, tetapi juga sebagai pencari ilmu sehingga dapat menguasai konsep  ilmu yang hendak dicapai dengan mudah dan terekam lama dalam memorinya.
  • Sebagai salah satu informasi bagi guru tentang salah satu strategi pembelajaran yang dilakukan dengan pemanfaatan media komputasi dalam meningkatkan minat belajar siswa terhadap pembelajaran kimia.

G.  TINJAUAN PUSTAKA
1. Penelitian Tindakan Kelas
Menurut Tim Pelatih Proyek PGSM (M.Nur, 2001) dikemukakan bahwa Penelitian Tindakan Kelas adalah suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan yang dilakukan untuk meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan mereka dalam melaksanakan tugas,memperdalam pemahaman terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan itu, serta memperbaiki kondisi dimana praktik pembelajaran itu dilakukan.
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan suatu model penelitian yang dikembangkan di ruang kelas dan dikenal juga dengan nama Classroom Action Research, dimana idenya pertama kali dikembangkan oleh Kurt dan Lewin pada tahun 1946.
Sedangkan menurut Stephen Kemmis (1983), Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research adalah suatu penelaahan atau inkuiri melalui refleksi diri yang dilakukan oleh peserta kegiatan pendidikan tertentu dalam situasi sosial (termasuk pendidikan) untuk memperbaiki rasionalitas dan kebenaran dari (a) praktik-praktik pendidik yang mereka lakukan sendiri (b) pemahaman mereka terhadap praktik-praktik tersebut dan (c) situasi ditempat praktik itu dilaksanakan.
2. Pembelajaran dengan Media Komputasi
Menurut von Glaserfeld, pembelajaran adalah membantu seseorang berfikir secara benar dengan membiarkan berfikir sendiri.  Berfikir yang baik lebih penting daripada mempunyai cara berfikir yang baik, berarti cara berfikirnya dapat digunakan untuk menghadapi suatu fenomena baru, akan dapat menemukan pemecahan dalam menghadapi persoalan yang lain.  Siswa yang sekedar menemukan jawaban benar belum pasti dapat memecahkan persoalan baru karena mungkin ia tidak mengerti bagaimana menemukan jawaban itu.
Pembelajaran bukanlah kegiatan memindahkan pengetahuan dari guru kepada siswa, melainkan suatu kegiatan yang memungkinkan siswa membangun sendiri pengetahuannya.  Pembelajaran berarti partisipasi guru bersama siswa dalam membentuk pengetahuan, membuat makna, mencari kejelasan, bersikapkritis dan mengadakan justifikasi.  Jadi, pembelajaran adalah suatu bentuk belajar sendiri.
Komputasi sebenarnya dapat diartikan sebagai cara untuk menemukan pemecahan masalah dari data input dengan menggunakan suatu algoritma.  Sedangkan kimia komputasi adalah cabang kimia yang menggunakan hasil kimia teori yang diterjemahkan ke dalam program komputer untuk menghitung sifat-sifat molekul dan perubahannya maupun melakukan simulasi terhadap sistem-sistem besar (makromolekul seperti protein atau sistem  banyak molekul seperti gas, cairan, padatan, dan kristal cair), dan menerapkan program tersebut pada sistem kimia nyata.  Contoh sifat-sifat molekul yang dihitung antara lain struktur (yaitu letak atom-atom penyusunnya), energi dan selisish energi, muatan, momen dipol, kereaktifan, frekuensi getaran dan besaran spektroskopi lainnya.  Simulasi terhadap makromolekul (seperti protein dan asam nukleat) dan sistem besar bisa mencakup kajian konformasi molekul dan perubahannya (mis.proses denaturasi protein), perubahan fasa, serta peramalan sifat-sifat makroskopik (seperti kalor jenis) berdasarkan perilaku di tingkat atom dan molekul.  Istilah kimia komputasi kadang-kadang digunakan juga untuk bidang-bidang tumpang tindih antara ilmu komputer dan kimia (Wikipedia).
3. Sifat-Sifat Koligatif Larutan 
3.1.   Konsentrasi Larutan
Salah satu cara menyatakan konsentrasi larutan adalah kemolaran (M).  Kemolaran menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam satu liter larutan.  Satuan kemolaran adalah mol/L, dengan rumusan : M = n/V
Pada pembahasan sifat koligatif, digunakan dua jenis konsentrasi yang lain yaitu :
a. Kemolalan (m)
Menyatakan jumlah mol (n) zat terlarut dalam 1 kg pelarut.  Jadi kemolalalan dinyatakan dalam mol/kg dengan rumusan : m = n/p, dimana m = kemolalan; n = jumlah mol zat terlarut dan p = massa pelarut (dalam kg).  Dan jika dinyatakan dalam gram :  m = n x 1000/p.
Contoh soal :  Berapa kemolalan larutan yang dibuat dengan mencampurkan 3 gr urea dalam 200 gr air ?
Jawab :                     mol urea       =  3 gr/ 60
=  0,05 mol
Massa pelarut = 200 gr = 0,2 kg
Molalitas      = n/p
= 0,05/0,2
= 0,25 mol.kg-1
b. Fraksi Mol (X)
Fraksi mol (X) menyatakan perbandingan jumlah mol zat terlarut atau pelarut terhadap jumlah mol larutan.  Jika mol zat pelarut adalah nA dan jumlah mol zat terlarut adalah nB, maka fraksi mol pelarut dan zat terlarut adalah :
XA =         nXB =        nB
nA + nnA + nB
dimana : XA + XB = 1
3.2.   Pengertian sifat koligatif larutan non elektrolit (hukum Raoult) dan larutan elektrolit.
Sifat koligatif larutan adalah sifat-sifat larutan yang tidak bergantung pada jenis zat terlarut, melainkan hanya bergantung pada konsentrasi partikel zat terlarutnya.  Istilah koligatif berasal dari bahasa Latin yang berarti kolega atau kelompok.  Sifat koligatif meliputi penurunan tekanan uap (ΔP), kenaikan titik didih (ΔTb), penurunan titik beku (ΔTb) dan tekanan osmotik (π).  Contohnya : Larutan 0,1 mol urea dalam 1 kg air mempunyai penurunan titik beku yang sama dengan larutan 0,1 mol glukosa dalam 1 kg air.  Tetapi larutan 0,1 mol urea dalam 1 kg air mempunyai penurunan titik beku yang berbeda dengan larutan 0,2 mol urea dalam 1 kg air.
Zat terlarut dengan jumlah mol yang sama tidak selalu menghasilkan jumlah partikel yang sama di dalam larutan.  Adakalanya beberapa molekul atau partikel  zat terlarut mengelompok, sehingga jumlah partikel menjadi lebih sedikit dari yang diperkirakan.  Di lain pihak, khususnya untuk larutan elektrolit, jumlah partikel di dalam larutan akan lebih banyak karena zat elektrolit terurai menjadi ion-ion.  Jadi, sifat koligatif larutan elektrolit akan berbeda dengan sifat koligatif larutan nonelektrolit, meski jumlah mol zat terlarutnya sama.
4. Elektrokimia
4.1. Sel Volta
Salah satu aplikasi dari prinsip-prinsip reaksi redoks adalah sel-sel elektrokimia, yaitu sel-sel tempat energi kimia diubah menjadi energi listrik atau sebaliknya.  Ada 2 macam sel elektrokimia, yaitu sebagai berikut :
(1)   Sel Volta (sel Galvani), yang dikembangkan oleh Alessandro Volta dan Luigi Galvani dari Italia. Dalam sel volta, reaksi redoks akan menghasilkan arus listrik.  Dengan perkataan lain, energi kimia diubah menjadi energi listrik. Contoh sel volta adalah sel baterai dan sel aki.
(2)   Sel Elektrolisis, dikembangkan oleh Sir Humphry Davy dan Michael Faraday dari Inggris.  Dalam sel elektrolisis, arus listrik akan menghasilkan reaksi redoks. Jadi, energi listrik diubah menjadi energi kimia.  Contoh sel elektrolisis adalah penyepuhan logam dan penguraian air menjadi gas H2 dan gas O2.
Pada reaksi redoks berikut : Zn(s) + Cu2+(aq) →  Zn2+(aq) + Cu(s)
Seng bertindak sebagai anoda (mengalami oksidasi) dan tembaga bertindak sebagai katoda (mengalami reduksi). Perpindahan elektron dari anoda ke katoda dapat kita manfaatkan sebagai sumber arus listrik, dengan merancang suatu sel volta (sel galvani), yaitu sebagai berikut :
Mula-mula disediakan 2 wadah yang masing-masing disebut setengah sel. Dalam satu wadah, sebatang logam seng(anoda) kita celupkan pada larutan garam Zn2+, misalnya Zn(NO3)2. Dalam wadah lain, sebatang logam tembaga (katoda) dicelupkan pada larutan garam Zn2+,, misalnya Zn(NO3)2. Dalam wadah lain, sebatang logam tembaga (katoda) kita celupkan pada larutan garam Cu2+, misalnya Cu(NO3)2.  Kemudian logam seng dan logam tembaga dihubungkan oleh suatu rangkaian kawat yang dilengkapi switch dan voltmeter(untuk mengukur tegangan).  Adapun larutan Zn2+ dan larutan Cu2+dihubungkan oleh suatu “jembatan garam”, yaitu tabung berbentuk huruf U yang berisi NaNO3 atau KCl dalam gelatin.
Selanjutnya akan telihat bahwa seng (anoda) secara spontan mengalami oksidasi menjadi Zn2+ yang masuk ke dalam larutan. Elektron yang dilepaskan mengalir melalui rangkaian kawat menuju tembaga(katoda). Pada permukaan tembaga, terjadi reduksi : elektron yang terlepas akan ditangkap oleh Cu2+ dari larutan, sehingga terbentuk endapan tembaga. Jadi, lama-kelamaan anoda makin tipis karena melarut, sedangkan katoda makin tebal karena menerima endapan. Jadi, lama-kelamaan anoda makin tipis karena melarut, sedangkan katoda makin tebal karena menerima endapan.
Perpindahan elektron dari anoda ke katoda menyebabkan larutan di anoda bermuatan positif(karena bertambahnya Zn2+) dan larutan di katoda bermuatan negatif (karena berkurangnya Cu2+).  Seandainya tidak ada jembatan garam, aliran elektron melalui kawat akan terhenti, sebab larutan di anoda menolak kedatangan Zn2+ dan larutan di katoda menahan kepergian Cu2+.  Untuk menjaga kenetralan larutan, jembatan garam mensuplai ion-ion. Jika jembatan garam itu berisi NaNO3, ion Na+ akan menuju ke katoda untuk menetralkan muatan negatif, dan ion NO3 menuju ke anoda untuk menetralkan muatan positif.  Dengan bantuan jembatan garam, kedua larutan senantiasa netral, sehingga aliran elektron dari anoda ke katoda tetap lancar.
Aliran elektron ini menimbulkan arus listrik yang dapat kita gunakan untuk berbagai keperluan.Jika semua logam seng telah melarut atau ion Cu2+ sudah mengendap semua, maka dalam bahasa sehari-hari kita katakan bahwa sel volta ”baterainya sudah habis” dan harus diganti dengan sel volta yang baru.
H.  METODE PENELITIAN 
a.   Setting Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di MAN 1 Samarinda Kalimantan Timur dengan melibatkan dua pengamat ( guru kimia dan kepala sekolah) di sekolah tersebut. 
b.   Indikator Keberhasilan
Keberhasilan dari penelitian tindakan kelas ini dapat dilihat dari pencapaian kompetensi yang harus dikuasai siswa, yaitu :

  1. Kemampuan menghitung konsenrasi suatu larutan (kemolalan dan fraksi mol)
  1. Kemampuan menjelaskan pengertian sifat koligatif larutan non elektrolit (hukum Raoult) dan larutan elektrolit
  2. Kemampuan menggambarkan susunan sel Volta atau sel Galvani dan menjelaskan fungsi tiap bagiannya
  3. Kemampuan untuk menjelaskan bagaimana energi listrik dapat dihasilkan dari reaksi redoks dalam sel volta.

c.   Rencana Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam 2 siklus dimana masing-masing siklus tingkat keberhasilannya disesuaikan dengan kompetensi yang diharapkan dapat dikuasai siswa setelah proses pembelajaran.
Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini meliputi :

  1. Penjajakan

Dilakukan melalui serangkaian tes yang dimaksudkan untuk mengetahui tingkat kemampuan awal yang dimiliki oleh siswa dan mengeksplorasi masalah-masalah yang dihadapi siswa yang dihubungkan dengan kompetensi yang ingin dicapai.

  1. Skenario Tindakan

Dalam penelitian ini, skenario tindakan berlangsung dalam 2 siklus yaitu :

  • Siklus Pertama

Tahap-tahap tindakan yang dilakukan pada siklus pertama ini adalah :
(1)   Refleksi Awal
Peneliti bersama-sama dengan pengamat (guru mitra) menggali permasalahan dan kesulitan yang dihadapi guru dalam meningkatkan minat belajar siswa terhadap pembelajaran kimia (Sifat-sifat Koligatif Larutan dan Elektrokimia).  Dan selanjutnya dilakukan diskusi diantara para peneliti tentang hasil kerja siswa awal untuk menentukan rancangan tindakan-tindakan terhadap permasalahan tersebut.
(2)   Penetapan dan Rancangan Tindakan
Rancangan tindakan yang akan dilaksanakan peneliti adalah sebagai berikut :

Mensetting Kelas,
Memandu PBM
Penyampaian Materi
Dengan Media Komputasi

Mendeskripsikan dan
Menjelaskan tampilan slide

Diskusi
(3)   Pelaksanaan Tindakan
Siklus pertama dilaksanakan selama 3 jam pelajaran atau 3 x 45 menit,  dengan rincian sebagai berikut :
a.   Jam pertama (45 menit), guru mensetting kelas.
b.   Jam kedua (45 menit), salah satu peneliti (guru mitra) menyampaikan materi sifat-sifat koligatif larutan dengan media komputasi.
c.   Jam ketiga (45 menit), dengan bimbingan guru siswa diajak berdiskusi untuk mengeksplorasi pemikirannya tentang pengamatan terhadap materi yang ditampilkan pada LCD, sehingga terjadi transfer ilmu secara tidak langsung dari guru kepada siswa.
(4) Monitoring
Tindakan monitoring ini dilakukan selama proses pembelajaran di kelas berlangsung, dengan menggunakan teknik pengamatan dan pencatatan yang meliputi kejadian, perubahan tingkah laku laku, cara, dan teknik pendokumentasian terhadap situasi dan kondisi yang terjadi di dalam kelas.
(5)  Analisis Data dan refleksi
Data hasil monitoring yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara kolaboratif antara peneliti dengan guru, yang bertujuan untuk mengetahui apakah skenario yang kita siapkan dan lakukan telah mencapai tujuan seperti pada kompetensi-kompetensi yang ada.  Sehingga berdasarkan analisis tersebut, maka peneliti dapat melakukan refleksi dimana kelemahan ataupun kelebihan pada siklus pertama dapat diidentifikasi dan dapat diminimalisasi pada siklus selanjutnya.
(6)  Data dan Cara Pengumpulan

Data Cara Pengumpulan Sumber
Hasil Pengamatan Partisipatif Lembar Pengamatan /Observasi Siswa
Observasi aktivitas di kelas Lembar Observasi Siswa
Pengukuran hasil belajar Lembar Hasil tes Siswa
  • Siklus Kedua

Siklus kedua ini dilaksanakan dengan berpegang pada hasil analisis dari kegiatan di siklus pertama, yaitu dari bagaimana hasil dan kekurangan langkah dari siklus pertama di atas, akibat serta perubahan apa saja yang harus dilakukan pada siklus kedua ini.  Dengan demikian, tahap-tahap tindakan pada siklus kedua juga sama dengan tahap pada siklus pertama, hanya saja materi yang disampaikan berbeda, yaitu tentang elektrokimia.
Pada siklus kedua ini, siswa akan diajak untuk menjelaskan dan mendeskripsikan tampilan slide yang disajikan berdasarkan pengamatan dan pemikirannya (eksplorasi pengetahuan siswa).  Sedangkan pada akhir proses pembelajaran, siswa juga diharuskan untuk mengerjakan tes seperti pada siklus ketiga.
I.    JADWAL PENELITIAN
Penelitian Tindakan Kelas ini akan dilakukan selama 5  bulan (Agustus s.d. Desember) yang meliputi kegiatan : Persiapan Penelitian, Pelaksanaan dan Penyusunan Laporan.  Rincian jadwal kegiatan penelitian adalah sebagai berikut :

RINCIAN BULAN KE-
KEGIATAN 1 2 3 4 5
1. Persiapan
2. Pelaksanaan Siklus I
a. Skenario Tindakan
b. Pelaksanaan Tindakan, Pengamatan dan
Interpretasi
c. Analisis Data dan Refleksi
3. Pelaksanaan Siklus II
a. Skenario Tindakan
b. Pelaksanaan Tindakan, Pengamatan dan
Interpretasi
c. Analisis Data dan Refleksi
4. Penyusunan Laporan
6. Penggandaan dan Pengiriman Hasil       Penelitian

J.    PERKIRAAN BIAYA PENELITIAN

1. Honorarium
a. Ketua Peneliti selama 5 bulan
(1 x 5 x Rp 100.000,-) Rp   500.000,-
b. Anggota Peneliti
(2 x 5 x Rp 75.000,-) Rp   750.000,-
2. Transport ( 3 x 5 x Rp 50.000,-) Rp   750.000,-
3. Bahan dan alat Penelitian
a. Kertas 2 rim Rp   100.000,-
b. Tinta Printer Rp   100.000,-
c. Instrumen Observasi Rp   400.000,-
d. Sewa LCD Rp   750.000,-
e. Pembuatan Slide/Animasi Rp 4.000.000,-
f. Dokumentasi Rp    500.000,-
4. Pengumpulan Data Rp    400.000,-
5. Analisis data Rp 1.000.000,-
6. Penyusunan laporan Rp    500.000,-
7. Seminar dan Penggandaan Laporan Penelitian
a. Seminar untuk 50 orang Rp    500.000,-
b. Penggandaan dan Pengiriman Laporan Rp    500.000,-
TOTAL Rp 10.750.000,-

Sumber: https://duniapendidikan.co.id/