Ekspor Non MIgas Jabar Tumbuh

Ekspor Non MIgas Jabar Tumbuh

Bandung -Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar mengumumkan jika ekspor non migas

Jabar  selama September 2014 mengalami peningkatan sebesar 2,5 persen. Sementara total ekspor Jabar mencapai 2,31 dolar AS.

Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Jabar Doddy Gunawan mengatakan ekspor non migas naik dari 2,26 miliar dollar AS menjadi 2,31 miliar dollar AS. Sementara ekspor migas  dari 96,34 juta dollar AS menjadi
75,97 juta dollar AS.

“Ekspor non migas masih lebih besar dari pada migas. Sepanjang tahun ini hingga

September ekspor non migas mencapai 95,7 persen dari total ekspor Jabar,” ungkapnya.

Amerika masih menjadi negara tujuan ekspor. MEncapai sebesar 424,65 juta dollar AS , diikuti Jepang sebesar 269,93juta dollar AS dan Thailand sebesar 131,12 juta dollar AS. Ketiganegara tersebut
memberikan andil besar mencapai 35,72 persen.

Sementara itu selama Januari hingga September nilai impor Jabar

mencapai 10,21 miliar atau turun 3,26 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2013. jo

 

Baca Juga :

 

 

Target Produksi Padi Optimis Tercapai

Target Produksi Padi Optimis Tercapai

Target Produksi Padi Optimis Tercapai

Target Produksi Padi Optimis Tercapai
Target Produksi Padi Optimis Tercapai

BANDuNG-Pemprov. Jabar, untuk target pencapaian produksi padi untuk tahun 2014

telah menetapkan target produksi padi sebesar 11,6 juta ton
GKG.

Dengan mempertimbangkan cuaca yang ada, optimis target tersebut dapat tercapai, ungkap Kadis Pertan Prov.Jabar, Diden Trisnadi dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (10/11).

Diden, lebih lanjut memaparkan, pencapaian produksi padi di tahun 2014

sempat terhambat karena banjir diawal tahun. Namun, bencana tersebut tidak mengganggu produksi padi yang signifikan karena di area yang terkena banjir, sebagian area sawah sudah dalam proses panen.

Gangguan hama, juga ada tetapi perkembangannya dalam jumlah wajar, tak lebih dari 3 persen.

Untuk antisipasi kemungkinan banjir diawal tahun 2015

dengan berkoordinasi dengan pihak PSDA sudah dilakukan pembersihan saluran air.

Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut, pencapaian produksi padi bisa dicapai melebihi target yaitu mencapai 11,7 juta ton. (Nur)

 

Sumber :

http://scalar.usc.edu/works/istory/what-is-the-difference-between-vocational-school-and-academic-school

Bulog Jabar Siap Lanjutkan Program Raskin

Bulog Jabar Siap Lanjutkan Program Raskin

Bulog Jabar Siap Lanjutkan Program Raskin

Bulog Jabar Siap Lanjutkan Program Raskin
Bulog Jabar Siap Lanjutkan Program Raskin

Bandung- Penyaluran raskin sudah berakhir untuk bulan November d

an Desember. Hl itu karena pada Februari dan Maret penerima raskin mendapatkan dua kali penyaluran.

“Raskin sudah disalurkan seluruhnya, sekitar 95 persen penyerapannya, hanya beberapa daerah belum,” ujar Alip Apandi Kepala Bulog Jabar.

Di Jabar raskin disalurkan sebanyak 470 ribu ton selama 12 kali

. Akan tetapi menurut Alip, raskin November bisa saja diberikan jika ada
perintah dari pusat. “Bisa saja ada raskin ke-13. Kami siap menyalurkannya,” tegas dia.

Untuk tahun depan, menurutnya Bulog siap kembali

menyalurkan raskin sesuai pagu yang ditetapkan karena sudah dianggarkan dalam APBN 2015.

“Stok kami saat ini cukup, bahkan cukup sampai lima bulan kedepan,” tutr Alip Apandi. jo

 

Sumber :

http://www.thebaynet.com/community/education/what-are-the-best-subjects-to-choose-for-high-school.html

RUU tentang Informasi & Transaksi Elektronik

RUU tentang Informasi & Transaksi Elektronik

RUU tentang Informasi & Transaksi Elektronik

RUU tentang Informasi & Transaksi Elektronik
RUU tentang Informasi & Transaksi Elektronik

Ini adalah RUU tentanfg informasi dan elektronik

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR..…..…TAHUN….……
TENTANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang :
a. bahwa pembangunan nasional adalah suatu proses yang berkelanjutan yang harus senantiasa tanggap terhadap berbagai dinamika yang terjadi di masyarakat;
b. bahwa globalisasi informasi telah menempatkan Indonesia sebagai bagian dari masyarakat informasi dunia sehingga mengharuskan dibentuknya pengaturan mengenai pengelolaan informasi dan transaksi elektronik di tingkat nasional sebagai jawaban atas perkembangan yang terjadi baik di tingkat regional maupun internasional;
c. bahwa perkembangan teknologi informasi yang demikian pesat telah menyebabkan perubahan kegiatan kehidupan manusia dalam berbagai bidang yang secara langsung telah mempengaruhi lahirnya bentuk-bentuk perbuatan hukum baru;
d. bahwa kegiatan pemanfaatan teknologi informasi perlu terus dikembangkan tanpa mengesampingkan persatuan dan kesatuan nasional dan penegakan hukum secara adil, sehingga pelanggaran-pelanggaran yang berkaitan dengan pemanfaatan teknologi informasi dapat dihindari melalui penerapan keseragaman asas dan peraturan perundang-undangan;
e. bahwa pemanfaatan teknologi informasi khususnya pengelolaan informasi dan transaksi elektronik mempunyai peranan penting dalam meningkatkan perdagangan dan perekonomian nasional dalam rangka menghadapi globalisasi sehingga perlu dilakukan langkah-langkah konkret untuk mengarahkan pemanfaatan teknologi informasi agar benar-benar mendukung pertumbuhan perekonomian nasional untuk mencapai kesejahteraan masyarakat;
f. bahwa pemerintah perlu memberikan dukungan terhadap pengembangan teknologi informasi khususnya pengelolaan informasi dan transaksi elektronik beserta infrastruktur hukum dan pengaturannya sehingga kegiatan pemanfaatan teknologi informasi dapat dilakukan secara aman dengan menekan akibat-akibat negatifnya serendah mungkin;
g. bahwa berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut di atas, perlu ditetapkan Undang-undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
Mengingat : Pasal 5 ayat (1), Pasal 20 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
Dengan Persetujuan Bersama
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA dan PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA MEMUTUSKAN :
Menetapkan : UNDANG-UNDANG TENTANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK
Pasal 1

Dalam Undang-undang ini yang dimaksud dengan :

1. Teknologi informasi adalah suatu teknik untuk mengumpulkan, menyiapkan, menyimpan, memproses, mengumumkan, menganalisa, dan menyebarkan informasi.
2. Komputer adalah alat pemroses data elektronik, magnetik, optikal, atau sistem yang melaksanakan fungsi logika, aritmatika, dan penyimpanan.
3. Informasi elektronik adalah satu atau sekumpulan data elektronik diantaranya meliputi teks, simbol, gambar, tanda-tanda, isyarat, tulisan, suara, bunyi, dan bentuk-bentuk lainnya yang telah diolah sehingga mempunyai arti.
4. Sistem elektronik adalah sistem untuk mengumpulkan, mempersiapkan, menyimpan, memproses, mengumumkan, menganalisa, dan menyebarkan informasi elektronik.
5. Tanda tangan elektronik adalah informasi elektronik yang dilekatkan, memiliki hubungan langsung atau terasosiasi pada suatu informasi elektronik lain yang dibuat oleh penandatangan untuk menunjukkan identitas dan statusnya sebagai subyek hukum, termasuk dan tidak terbatas pada penggunaan infrastruktur kunci publik (tanda tangan digital), biometrik, kriptografi simetrik.
6. Sertifikat elektronik adalah sertifikat yang bersifat elektronik yang memuat tanda tangan elektronik dan identitas yang menunjukan status subyek hukum para pihak dalam transaksi elektronik yang dikeluarkan oleh penyelenggara sertifikasi elektronik.
7. Penandatangan adalah subyek hukum yang terasosiasikan dengan tanda tangan elektronik.
8. Lembaga sertifikasi keandalan (trustmark) adalah lembaga yang diberi kewenangan untuk melakukan audit dan mengeluarkan sertifikat keandalan atas pelaku usaha dan produk berkaitan dengan kegiatan perdagangan elektronik.
9. Penyelenggara sertifikasi elektronik adalah badan hukum yang berfungsi sebagai pihak yang layak dipercaya, yang memberikan dan mengaudit sertifikat elektronik.
10. Transaksi elektronik adalah perbuatan hukum yang dilakukan dengan menggunakan komputer, jaringan komputer, atau media elektronik lainnya.
11. Agen Elektronik adalah perangkat dari suatu sistem elektronik yang dibuat untuk melakukan suatu tindakan terhadap suatu informasi elektronik tertentu secara otomatis yang diselenggarakan oleh seseorang.
12. Akses adalah kegiatan melakukan interaksi dengan sistem elektronik yang berdiri sendiri atau dalam jaringan.
13. Badan usaha adalah perusahaan perseorangan atau perusahaan persekutuan baik yang berbadan hukum maupun tidak berbadan hukum.
14. Dokumen elektronik adalah setiap informasi elektronik yang dibuat, diteruskan, dikirimkan, diterima, atau disimpan dalam bentuk analog, digital, elektromagnetik, optikal, atau sejenisnya.
15. Penerima adalah subyek hukum yang menerima suatu informasi elektronik dari pengirim.
16. Pengirim adalah subyek hukum yang mengirimkan informasi elektronik
17. Jaringan sistem elektronik adalah terhubungnya dua atau lebih sistem elektronik baik yang bersifat tertutup maupun yang bersifat terbuka.
18. Kontrak elektronik adalah perjanjian yang dimuat dalam dokumen elektronik atau media elektronik lainnya.
19. Nama domain adalah alamat internet dari seseorang, perkumpulan, organisasi, atau badan usaha, yang dapat dilakukan untuk berkomunikasi melalui internet, yang berupa kode atau susunan karakter yang bersifat unik, menunjukkan lokasi tertentu dalam internet.

Kode akses adalah

angka, huruf, simbol lainnya atau kombinasi diantaranya yang merupakan kunci untuk dapat mengakses komputer, jaringan komputer, internet, atau media elektronik lainnya .
21. Penyelenggaraan sistem elektronik adalah pemanfaatan sistem elektronik oleh Pemerintah dan atau swasta.
22. Orang adalah orang perorangan baik warga negara Indonesia maupun warga negara asing atau badan hukum.
23. Pemerintah adalah Menteri atau pejabat lainnya yang ditunjuk oleh Presiden.

Baca Juga : 

UU Hak Cipta, Ketentuan Umum, Lingkup Hak Cipta,

UU Hak Cipta, Ketentuan Umum, Lingkup Hak Cipta

UU Hak Cipta, Ketentuan Umum, Lingkup Hak Cipta

UU Hak Cipta, Ketentuan Umum, Lingkup Hak Cipta
UU Hak Cipta, Ketentuan Umum, Lingkup Hak Cipta

Seiring semakin berkembangya teknologi informasi

maka akan semakin banyak munculnya kejahatan, misalnya kejahatan atas hak cipta. Maka diperlukan adanya peraturan atau ketentuan hukum yang mengaturnya.

Kemudian, pada akhirnya pemerintah telah menetapkan peraturan untuk mengatur segala sesuatu tentang hak cipta. Melalui Departemen Komunikasi dan Informasi (DepKomInfo) pada tanggal 25 Maret 2008, pemerintah akhirnya mengesahkan undang-undang mengenai Informasi dan Transaksi Elektronik (UUITE).

Hak-hak yang tercakup dalam hak cipta
Hak eksklusif
Beberapa hak eksklusif yang umumnya diberikan kepada pemegang hak cipta adalah hak untuk:
membuat salinan atau reproduksi ciptaan dan menjual hasil salinan tersebut (termasuk, pada umumnya, salinan elektronik),

Mengimpor dan mengekspor ciptaan

menciptakan karya turunan atau derivatif atas ciptaan (mengadaptasi ciptaan),
menampilkan atau memamerkan ciptaan di depan umum,
menjual atau mengalihkan hak eksklusif tersebut kepada orang atau pihak lain.
Yang dimaksud dengan “hak eksklusif” dalam hal ini adalah bahwa hanya pemegang hak ciptalah yang bebas melaksanakan hak cipta tersebut, sementara orang atau pihak lain dilarang melaksanakan hak cipta tersebut tanpa persetujuan pemegang hak cipta.

Konsep tersebut juga berlaku di Indonesia. Di Indonesia, hak eksklusif pemegang hak cipta termasuk “kegiatan menerjemahkan, mengadaptasi, mengaransemen, mengalihwujudkan, menjual, menyewakan, meminjamkan, mengimpor, memamerkan, mempertunjukkan kepada publik, menyiarkan, merekam, dan mengkomunikasikan ciptaan kepada publik melalui sarana apapun”[2].

Selain itu, dalam hukum yang berlaku di Indonesia diatur pula “hak terkait”, yang berkaitan dengan hak cipta dan juga merupakan hak eksklusif, yang dimiliki oleh pelaku karya seni (yaitu pemusik, aktor, penari, dan sebagainya), produser rekaman suara, dan lembaga penyiaran untuk mengatur pemanfaatan hasil dokumentasi kegiatan seni yang dilakukan, direkam, atau disiarkan oleh mereka masing-masing (UU 19/2002 pasal 1 butir 9–12 dan bab VII). Sebagai contoh, seorang penyanyi berhak melarang pihak lain memperbanyak rekaman suara nyanyiannya.
Hak-hak eksklusif yang tercakup dalam hak cipta tersebut dapat dialihkan, misalnya dengan pewarisan atau perjanjian tertulis (UU 19/2002 pasal 3 dan 4). Pemilik hak cipta dapat pula mengizinkan pihak lain melakukan hak eksklusifnya tersebut dengan lisensi, dengan persyaratan tertentu (UU 19/2002 bab V).
Hak ekonomi dan hak moral
Banyak negara mengakui adanya hak moral yang dimiliki pencipta suatu ciptaan, sesuai penggunaan Persetujuan TRIPs WTO (yang secara inter alia juga mensyaratkan penerapan bagian-bagian relevan Konvensi Bern). Secara umum, hak moral mencakup hak agar ciptaan tidak diubah atau dirusak tanpa persetujuan, dan hak untuk diakui sebagai pencipta ciptaan tersebut.

Hak cipta di Indonesia juga mengenal konsep “hak ekonomi” dan “hak moral”.

Hak ekonomi adalah hak untuk mendapatkan manfaat ekonomi atas ciptaan, sedangkan hak moral adalah hak yang melekat pada diri pencipta atau pelaku (seni, rekaman, siaran) yang tidak dapat dihilangkan dengan alasan apa pun, walaupun hak cipta atau hak terkait telah dialihkan[2]. Contoh pelaksanaan hak moral adalah pencantuman nama pencipta pada ciptaan, walaupun misalnya hak cipta atas ciptaan tersebut sudah dijual untuk dimanfaatkan pihak lain. Hak moral diatur dalam pasal 24–26 Undang-undang Hak Cipta.

Perolehan hak cipta

Setiap negara menerapkan persyaratan yang berbeda untuk menentukan bagaimana dan bilamana suatu karya berhak mendapatkan hak cipta; di Inggris misalnya, suatu ciptaan harus mengandung faktor “keahlian, keaslian, dan usaha”. Pada sistem yang juga berlaku berdasarkan Konvensi Bern, suatu hak cipta atas suatu ciptaan diperoleh tanpa perlu melalui pendaftaran resmi terlebih dahulu; bila gagasan ciptaan sudah terwujud dalam bentuk tertentu, misalnya pada medium tertentu (seperti lukisan, partitur lagu, foto, pita video, atau surat), pemegang hak cipta sudah berhak atas hak cipta tersebut. Namun demikian, walaupun suatu ciptaan tidak perlu didaftarkan dulu untuk melaksanakan hak cipta, pendaftaran ciptaan (sesuai dengan yang dimungkinkan oleh hukum yang berlaku pada yurisdiksi bersangkutan) memiliki keuntungan, yaitu sebagai bukti hak cipta yang sah.

Pemegang hak cipta bisa jadi adalah orang yang memperkerjakan pencipta

dan bukan pencipta itu sendiri bila ciptaan tersebut dibuat dalam kaitannya dengan hubungan dinas. Prinsip ini umum berlaku; misalnya dalam hukum Inggris (Copyright Designs and Patents Act 1988) dan Indonesia (UU 19/2002 pasal 8). Dalam undang-undang yang berlaku di Indonesia, terdapat perbedaan penerapan prinsip tersebut antara lembaga pemerintah dan lembaga swasta.

Sumber : http://softwarelivre.org/ojelhtc88/blog/11-gambar-jaring-jaring-kubus

Prosedur Pendirian Bisnis di bidang Teknologi Informasi

Prosedur Pendirian Bisnis di bidang Teknologi Informasi

Prosedur Pendirian Bisnis di bidang Teknologi Informasi

Prosedur Pendirian Bisnis di bidang Teknologi Informasi
Prosedur Pendirian Bisnis di bidang Teknologi Informasi

Setiap mahasiswa yang bekerja dari sebuah garasi di rumahnya untuk membuat perangkat lunak IT

berpotensi untuk menjadi pesaing bagi perusahaan yang telah beroperasi terlebih dahulu. Seperti juga sebuah bisnis pada umumnya, jika gampang memasukinya maka gampang pula untuk terlempar keluar dari persaingan, oleh sebab itu pemahaman dan pemilihan dalam membangun sebuah bisnis, khususnya dalam bidang IT sangat menentukan sukses tidaknya usaha tersebut dijalankan.

Dari semua bidang bisnis IT diatas pada umumnya yang sering dimasuki oleh seorang pebisnis baru adalah:

– Perusahaan pengembangan perangkat lunak aplikasi (software house).
– Konsultan Implementasi Teknologi Informasi baik itu implementasi hardware maupun implementasi software.
– Distributor dari produk-produk IT, baik hardware ataupun software.
– Training dan pendidikan bidang IT.

Dari keempat bidang ini, muncul berbagai varians dari bisnis IT yang biasanya merupakan bentuk spesialisasi dari keempat bidang usaha tersebut. Untuk sukses dalam bisnis dalam bidang ini faktor yang paling berpengaruh adalah ketepatan memasuki pasar (time-to-market) dan juga kualitas sebuah produk atau solusi yang dimiliki.

Dari semua bidang bisnis IT diatas pada umumnya yang sering dimasuki oleh seorang pebisnis baru adalah:

– Perusahaan pengembangan perangkat lunak aplikasi (software house).
– Konsultan Implementasi Teknologi Informasi baik itu implementasi hardware maupun implementasi software.
– Distributor dari produk-produk IT, baik hardware ataupun software.
– Training dan pendidikan bidang IT.

PROSEDUR

  1. Tahapan pengurusan izin pendirian

Bagi badan usaha skala besar hal ini menjadi prinsip yang paling penting demi kemajuan dan pengakuan atas perusahaan yang bersangkutan. Hasil akhir pada tahapan ini adalah sebuah izin prinsip yang dikenal dengan Letter of Intent yang dapat berupa izin sementara, izin tetap hingga izin perluasan.

Untuk beerapa jenis badan usaha lainnya misalnya, sole distributor dari sebuah merek dagang, Letter of Intent akan memberi turunan berupa Letter of Appointment sebagai bentuk surat perjanjian keagenan yang merupakan izin perluasan jika perusahaan ini memberi kesempatan pada perusahaan lain untuk mendistribusikan barang yang diproduksi.

Berikut ini adalah dokumen yang diperlukan pada tahapan ini :

  • Tanda Daftar Perusahaan (TDP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Bukti diri

Serta perizinan yang perlu dipenuhi dalam badan usaha tersebut yaitu :

  • Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)
  • Surat Izin Usaha Industri (SIUI)
  1. Tahapan pengesahan menjadi badan hukum

Tidak semua badan usaha harus berbadan hukum. Akan tetapi setiap badan usaha yang memang dimaksudkan untuk ekspansi atau berkembang menjadi berskala besar maka hal yang harus dilakukan untuk mendapatkan izin atas kegiatan yang dilakukannya tidak boleh mengabaikan hukum yang berlaku.

Izin yang mengikat suatu bentuk badan usaha tertentu di Indonesia memang terdapat lebih dari satu macam. Adapun pengakuan badan hukum bisa didasarkan pada Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD), hingga Undang-Undang Penanaman Modal Asing ( UU PMA ).

 

Tahapan penggolongan menurut bidang yang dijalani

Badan usaha dikelompokkan kedalam berbagai jenis berdasarkan jenis bidang kegiatan yang dijalani. Berkaitan dengan bidang tersebut, maka setiap pengurusan izin disesuaikan dengan departemen yang membawahinya seperti kehutanan, pertambangan, perdagangan, pertanian dsb.

 

Tahapan mendapatkan pengakuan, pengesahan dan izin dari departemen lain

Departemen tertentu yang berhubungan langsung dengan jenis kegiatan badan usaha akan mengeluarkan izin. Namun diluar itu, badan usaha juga harus mendapatkan izin dari departemen lain yang pada nantinya akan bersinggungan dengan operasional badan usaha misalnya Departemen Perdagangan mengeluarkan izin pendirian industri yaitu berupa SIUP.

Sumber : http://softwarelivre.org/ojelhtc88/blog/gelombang-elektromagnetik

Teh Celli Apresiasi Blog SD

Teh Celli Apresiasi Blog SD

Teh Celli Apresiasi Blog SD

Teh Celli Apresiasi Blog SD
Teh Celli Apresiasi Blog SD

KARAWANG-Pemerintah Kabupaten Karawang

mulai memfokuskan pada penerapan Teknologi Informasi di dunia Pendididkan. Dimulai pada tahun lalu sistem finger Print siswa yang terkoneksi dengan sms orangtua pada SMP 3 Karawang, saat ini Sekolah Dasar Negeri Karawang Kulon yang merupakan sekolah percontohan melaunching program Blog. Dalam blog tersebut, terdapat segala informasi mengenai SD.

Lauching blog ini dilaksanakan pada Senin (15/6), bertempat di Hal SDN Karawang Kulon, dihadiri oleh Plt Bupati Karawang dr Cellica Nurrachadiana sekaligus secara resmi dimulai pengoperasionalannya.

Plt Bupati hadir bersama Kepala Dinas Pendidikan

Pemuda dan Olahraga, Staf Ahli Bupati bid Kemasyarakatan dan SDM, Kabag Pemerintahan, Camat Karawang Barat, Lurah Karawang Kulon dan Ka UPTD Pendidikan Karawang Barat. Pada kesempatan ini hadir Seluruh guru dari 47 SD se-Kec Karawang Barat kurang lebih 600 Guru.

“Ini semua dihadirkan untuk menjadi bahan motivasi melihat bahwa sistem IT ini juga bisa diterapkan di masing masing sekolah”, ujar Ka UPTD Paud dan SD Kec Karawang Barat.

Saya apresiasi SD ini, telah melakukan inovasi

dan wajib di ikuti oleh SD lain, karena Blog adalah salah satu media untuk menyebarkan info, dengan adanya IT Blog seperti ini, maka eksistensi Lembaga apapun dominannya bisa eksis, termasuk SD ini, maka media seperti ini perlu di miliki. Kami ingin semua di sini juga tenaga Pendidik baik itu Kepala Sekolah Guru Pengawas Penilik harus melek Internet, agar bisa juga mengajarkan kepada anak anak didiknya namun sisi positif Internet harus dikedepankan, demikian Teh Celli.

 

Baca Juga :

Caca Koswara: SDM Paling Penting

Caca Koswara SDM Paling Penting

Caca Koswara: SDM Paling Penting

Caca Koswara SDM Paling Penting
Caca Koswara SDM Paling Penting

KBB–Mantan Plt. Bupati Kabupaten Bandung Barat Caca Koswara

kembali menegaskan, peningkatan kapabilitas SDM di Kabupaten Bandung Barat harus diprioritaskan. Hal itu diungkpakan Caca usai upacara peringatan hari jadi ke-8 KBB di Ngamprah Padalarang, Jumat (19/6).

“Saya kira tetap SDM yang harus diprioritaskan, terutama SDM

birokrat di KBB. Ini penting untuk menghadapi tantangan ke depan” katanya.

Caca mencontohkan, jangan sampai masih ada PNS yang datang terlambat, di kantornya sebentar, lalu menghilang.

“Jangan mentang-mentang kantor KBB ini jauh dari pusat kota,

lalu jadi alasan datang terlambat, di kantornya hanya sebentar, lalu cepat pulang. Hal-hal seperti itu jangan terjadi lagi, sudah tidak usum birokrat seperti itu” ujarnya.

Menurut Caca, jika KBB ingin mengejar ketertinggalan dari daerah lain, syarat utama yang harus dibenahi adalah SDM. Lebih bagus lagi jika berbarengan SDM birokrat dibenahi, SDM masyarakat melalui pendidikan juga ditingkatkan terus. (Pun)

 

Sumber :

http://linda134.student.unidar.ac.id/2019/05/materi-kingdom-animalia.html

Sebanyak 3183 Peserta Ikut UM PTKIN 2015 di UIN SGD Bandung

Sebanyak 3183 Peserta Ikut UM PTKIN 2015 di UIN SGD Bandung

Sebanyak 3183 Peserta Ikut UM PTKIN 2015 di UIN SGD Bandung

Sebanyak 3183 Peserta Ikut UM PTKIN 2015 di UIN SGD Bandung Sebanyak 3183 Peserta Ikut UM PTKIN 2015 di UIN SGD Bandung

BANDUNG-Sebanyak 3.183 peserta mengikuti Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM PTKIN) Tahun 2015 di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD) Bandung, Selasa (2/4) dan Rabu (24/6).

Menurut Panitia UM PTKIN 2015 di UIN SGD Bandung,

Dr. Mohamad Erihadiana, MPd, sebanyak 3.183 peserta tersebut terdiri dari 691 peserta kelompok Ujian IPA, 1975 peserta Kelompok Ujian IPC dan 517 peserta Kelompok Ujian IPC. Kelompok Ujian IPA terbagi dalam 35 ruangan, Kelompok Ujian IPA terbagi dalam 99 ruangan dan Kelompok Ujian IPC terbagi dalam 26 ruangan di gedung-gedung fakultas di lingkungan UIN SGD Bandung, Jalan AH. Nasution Nomor 105 Bandung.

“Sebanyak 3.183 peserta UM PTKIN tersebut akan memperebutkan

kuota UM PTKIN di UIN SGD Bandung sebanyak 1.656 kursi disebar ke 42 program studi,” kata Dr. Mohamad Erihadiana, MPd kepada jabarprov.go.id, di Gedung Fakultas Syariah UIN SGD Bandung, Selasa (23/6).

Menurut Dr. Mohamad Erihadiana, MPd, peserta

Kelompok Ujian IPA mengerjakan materi ujian (1) Potensi dan Sikap Akademik, (2) Kebahasaan, (3) Keislaman, dan (4) Ilmu Pengetahuan Alam, diperuntukkan bagi peminat Program Studi bidang Sains dan Teknologi.

Peserta Kelompok Ujian IPS mengerjakan materi ujian (1) Potensi dan Sikap Akademik, (2) Kebahasaan, (3) Keislaman, dan (4) Ilmu Pengetahuan Sosial, diperuntukkan bagi peminat Program Studi bidang Sosial, Humaniora, dan Keagamaan.

Sedangkan peserta Kelompok Ujian IPC mengerjakan materi ujian (1) Potensi dan Sikap Akademik, (2) Kebahasaan, (3) Keislaman, (4) Ilmu Pengetahuan Alam, dan (5) Ilmu Pengetahuan Sosial, diperuntukkan bagi peminat Program Studi bidang Sains dan Teknologi, bidang Sosial, bidang Humaniora dan bidang Keagamaan.

Sumber :

https://www.evernote.com/shard/s418/sh/399fe0a2-0d00-4a35-8e46-e0ba2ce7853e/6ee84b8d25d5f3324ee8277fec16e737

Makalah JARINGAN TUMBUHAN

Makalah JARINGAN TUMBUHAN

Makalah JARINGAN TUMBUHAN

Makalah JARINGAN TUMBUHAN

JARINGAN TUMBUHAN

Jaringan tumbuhan adalah sekumpulan sel-sel tumbuhan yang mempunyai bentuk, asal, fungsi dan struktur yang sama. Jaringan pada tumbuhan terdiri atas jaringan muda (meristem) dan jaringan dewasa (permanen)

  1. Jaringan Muda (Meristem)

Jaringam meristem adalah jaringan muda yang terdiri dari sekelompok sel-sel tumbuhan yang aktif  membelah. Ciri-ciri sel yang menyusun jaringan meristem adalah ukuran selnya kecil,sel berdinding tipis, mempunyai nukleus yang relatif besar,vakuola berukuran kecil, banyak mengandung sitoplasma, selnya berbentuk kubus.

Sel-sel meristem membelah terus untuk menghasilkan sel-sel baru, beberapa hasil pembelahan akan tetap berada dalam jaringan meristem dan disebut sel inisial atau sel permulaan. Sedangkan sel-sel baru yang digantikan kedudukannya oleh sel meristem disebut derivatif atau turunan.

Berdasarkan letaknya dalam tumbuhan, ada tiga macam meristem, yaitu : meristem apikal, lateral, dan interkalar.

 

Meristem apikal adalah meristem yang terdapat pada ujung akar dan pada ujung batang. Meristem apikal selalu  menghasilkan sel-sel untuk tumbuh memanjang.Pertumbuhan memanjang akibat aktivitas meristem apikal disebut pertumbuhan primer. Jaringan yang terbentuk dari meristem apikal disebut jaringan primer.

Meristem interkalar atau meristem antara adalah meristem yang terletak diantara jaringan meristem primer dan jaringan dewasa. Contoh tumbuhan yang memiliki meristem interkalar adalah batang rumput-rumputan (Graminae). Pertumbuhan sel  meristem  interkalar menyebabkan pemanjangan batang lebih cepat, sebelum tumbuhnya bunga. Meristem lateral atau meristem samping adalah meristem yang menyebabkan pertumbuhan skunder. Pertumbuhan skunder adalah proses pertumbuhan yang menyebabkan bertambah besarnya  akar dan batang tumbuhan. Meristem lateral disebut juga sebagai kambium. Kambium terbentuk dari dalam jaringan meristem yang telah ada pada akar dan batang dan membentuk jaringan skunder pada bidang yang sejajar dengan akar dan batang.

Sedangkan, dilihat dari asal terbentuknya, meristem dibedakan menjadi :

  1. Promeristem

Adalah jaringan meristem yang telah ada ketika tumbuhan masih berada dalam masa embrional.

  1. Meristem Primer

Meristem Primer adalah meristem yang berkembang dari sel embrional. Meristem terdapat misalnya pada kuncup ujung batang dan ujung akar. Daerah meristematik di belakang promeristem mempunyai 3 jaringan meristem, yaitu : protoderma, prokambium, dan meristem dasar.

  1. Meristem Sekunder

Meristem Sekunder adalah meristem yang berkembang dari jaringan dewasa yang telah mengalami diferensiasi dan spesialisasi tetapi menjadi embrional sejati.

  1. Jaringan Dewasa (Permanen)

 

Jaringan Dewasa adalah jaringan yang sudah mengalami diferensiasi. Sifat-sifat jaringan dewasa antara lain     :

  • Tidak mempunyai aktivitas untuk memperbanyak diri.
  • Mempunyai ukuran yang relatif besar dibanding sel-sel meristem.
  • Mempunyai vakuola besar, sehingga plasma sel sedikit dan merupakan selapuit yang menempel pada dinding sel.
  • Kadang-kadang selnya telah mati.
  • Selnya telah mengalami penebalan dinding sesuai dengan fungsinya.
  • Di antara sel-selnya, dijumpai ruang-ruang antar sel.

 

Jaringan dewasa terdiri dari       :

  1. Jaringan Parenkim (Jaringan dasar)

Parenkim terdiri atas kelompok sel hidup yang bentuk, ukuran, maupun fungsinya berbeda-beda. Sel-sel parrenkim mampu mempertahankan kemampuannya untuk membelah meskipun telah dewasa sehingga berperan penting dalam regenerasi.

Sel-sel parenkim yang telah dewasa dapat bersifat meristematik bila lingkungannya memungkinkan. Jaringan parenkim terutama terdapat pada bagian kulit batang dan akar, mesofil daun, daging buah, dan endosperma biji.
Sel-sel parenkim juga tersebar pada jaringan lain, seperti pada parenkim xilem, parenkim, floem, dan jari-jari empelur.

Ciri utama sel parenkim adalah memiliki dinding sel yang tipis, serta lentur. Beberapa sel parenkim mengalami penebalan, seperti pada parenkim xilem. Sel parenkim berbentuk kubus atau memanjang dan mengandung vakuola sentral yang besar. Ciri khas parenkim yang lain adalah sel-selnya banyak memiliki ruang antarsel karena bentuk selnya membulat.
Parenkim yang mempunyai ruang antarsel adalah daun. Ruang antarsel ini berfungsi sebagai sarana pertukaran gas antar klorenkim dengan udara luar. Sel parenkim memiliki banyak fungsi, yaitu untuk berlangsungnya proses fotosintesis, penyimpanan makanan dan fungsi metabolisme lain. Isi sel parenkim bervariasi sesuai dengan fungsinya, misalnya sel yang berfungsi untuk fotosintesis banyak mengandung kloroplas. Jaringan yang terbentuk dari sel-sel parenkim semacam ini disebut klorenkim. Cadangan makanan yang terdapat pada sel parenkim berupa larutan dalam vakuola, cairan dalam plasma atau berupa kristal (amilum). Sel parenkim merupakan struktur sel yang jumlahnya paling banyak menyusun jaringan tumbuhan.
Ciri penting dari sel parenkim adalah dapat membelah dan terspesialisasi menjadi berbagai jaringan yang memiliki fungsi khusus. Sel parenkim biasanya menyusun jaringan dasar pada tumbuhan, oleh karena itu disebut jaringan dasar.

Berdasarkan fungsinya, parenkim dibagi menjadi bebrapa jenis jaringan, yaitu:

1) Parenkim Asimilasi

Biasanya terletak di bagian tepi suatu organ, misalnya pada daun, batang yang berwarna hijau, dan buah. Di dalam selnya terdapat kloroplas, yang berperan penting sebagai tempat berlangsungnya proses fotosintesis.

2) Parenkim Penimbun

Biasanya terletak di bagian dalam tubuh, misalnya: pada empulur batang, umbi akaL umbi lapis, akar rimpang (rizoma), atau biji. Di dalam sel-selnya terdapat cadangan makanan yang berupa gula, tepung, lemak atau protein.


3) Parenkim Air

Terdapat pada tumbuhan yang hidup di daerah panas (xerofit) untuk menghadapi masa kering, misalnya pada tumbuhan kaktus dan lidah buaya.

4) Parenkim Udara

Ruang antar selnva besar, sel- sel penyusunnya bulat sebagai alat pengapung di air, misalnya parenkim pada tangkai daun tumbuhan enceng gondok.

 

Sumber : Materi Jaringan Tumbuhan