Catat! Ini Tanggal Pre-order Samsung Galaxy A7 (2018) di Indonesia

Catat! Ini Tanggal Pre-order Samsung Galaxy A7 (2018) di Indonesia

Catat! Ini Tanggal Pre-order Samsung Galaxy A7 (2018) di Indonesia

Catat! Ini Tanggal Pre-order Samsung Galaxy A7 (2018) di Indonesia
Catat! Ini Tanggal Pre-order Samsung Galaxy A7 (2018) di Indonesia

Disela-sela gelaran acara “4x fun” di Kuala Lumpur, Malaysia

(11/10), Samsung tak hanya memperkenalkan Galaxy A9 (2018) yang punya dukungan empat kamera belakang. Raksasa elektronik asal Korea Selatan tersebut juga buka-bukaan soal harga Galaxy A7 (2018) yang punya tiga kamera belakang.

Seperti yang kita tahu, Samsung sendiri beberapa minggu lalu sudah mengungkap secara resmi spesifikasi hardware yang dibenamkan ke dalam Galaxy A7 (2018). Smartphone berukuran 6 inci FullHD+ Super AMOLED ini datang dengan prosesor Octa-core yang memiliki clock speed 2,2 GHz.

Di pasar Indonesia, Samsung juga menjanjikan untuk menawarkan smartphone ini secara pre-order mulai tanggal 12 Oktober 2018. Disebutkan, smartphone ini akan ditawarkan dengan harga Rp4.499.000. Untuk pemesanan, bisa langsung ke Blibli.com, Lazada, Shopee, JD.ID dan toko online Telesindo Erafone.

Samsung juga menjanjikan, bagi konsumen yang tertarik

untuk melakukan pre-order Galaxy A7 (2018) akan mendapatkan cashback sebesar Rp500 ribu. Konsumen sendiri baru akan menerima perangkatnya ini pada tanggal 22 Oktober 2018.

Seperti yang telah disebutkan, Galaxy A7 (2018) datang dengan tiga kamera belakang. Adapun konfigurasi kamera yang dibenamkan adalah 5 MP sebagai depth sensor dengan aperture f/2.2, lensa utama 24 MP dengan aperture f/1.7, dan lensa utra-wide 8 MP dengan aperture f/2.4.

Selain disokong dengan prosesor Octa-core yang memiliki clock speed

2,2 GHz, Galaxy A7 (2018) juga sudah dibekali RAM sebesar 4 GB plus storage internal 64 GB. Tak hanya itu, smartphone ini juga punya slot microSD yang mampu menampung data tambahan hingga 512 GB.

 

Baca Juga :

Usung GPU Turbo 2.0, Huawei Mate 20 X Sasar Gamer Hardcore

Usung GPU Turbo 2.0, Huawei Mate 20 X Sasar Gamer Hardcore

Usung GPU Turbo 2.0, Huawei Mate 20 X Sasar Gamer Hardcore

Usung GPU Turbo 2.0, Huawei Mate 20 X Sasar Gamer Hardcore
Usung GPU Turbo 2.0, Huawei Mate 20 X Sasar Gamer Hardcore

Selein memperkenalkan Mate 20 dan Mate 20 Pro, Huawei juga turut meluncurkan Mate 20 X. Punya ukuran layar 7,2 inci, perangkat ini memang lebih cocok untuk disebut phablet. Hal menarik lainnya, Mate 20 X datang dengan layar OLED datar yang memiliki resolusi FullHD+ dengan poni waterdrop.

Kehadiran smartphone ini juga jadi salah satu cara bagi Huawei untuk melawan dominasi Samsung Galaxy Note. Bagimana tidak! Pablet buatan Huawei ini juga datang dengan stylus yang mereka namakan M-Pen. Disebutkan, layar Mate 20 X dapat merasakan hingga 4.096 tingkat tekanan.

Sayangnya, jika pengguna tertarik untuk menulis di atas layar Mate 20 X

, mereka harus membeli M-Pen secara terpisah. Kekurangan lainnya, tidak ada slot untuk memuat M-Pen ke dalam phablet ini. Ya! Tentu saja ini sesuatu hal yang kurang disukai banyak orang.

Untuk urusan performa, Mate 20 X memang sepertinya akan dijadikan perangkat yang ditujukan untuk para gamer. Di dalamnya dibenamkan chipset Kirin 980 yang sudah terintegrasi dengan GPU Mali-G76. Huawei mengklaim, GPU ini 50 persen lebih kuat dari Mali-G72.

Selain itu, Huawei juga menjanjikan adanya dukungan

teknologi GPU Turbo 2.0 yang dibenamkan ke dalam phablet ini. Dengan begitu, para gamer dapat memainkan game dengan cepat dan mulus. Dukungan lainnya adalah Hauwei Supercool, sistem pendingin yang menyebar panas lewat material film graphene.

Punya layar besar, performa yang kuat, Hauwei juga tak melupakan urusan audionya. Mate 20 X telah dilengkapi speaker stereo Dolby Atmos. Tak kalah menarik, phablet ini juga datang dengan baterai berkapasitas lebih besar dari Mate 20 dan Mate 20 Pro, yakni 5.000 mAh.

Tak hanya sampai di situ, Huawei juga melengkapi Mate 20 X

dengan dukungan tiga kamera belakang. Menariknya, ketiga kamera belakang yang dimiliki phablet ini lebih menarik daripada yang ada pada Mate 20 Pro. Ada 40 MP Quad Bayer yang ditambah 3x zoom optik, telefoto 8 MP dan ultra-wide 20 MP.

 

sumber :

https://profilesinterror.com/pengertian-bahasa/

 

Petinggi Xiaomi Mulai Ajak Narsis Mi MIX 3

Petinggi Xiaomi Mulai Ajak Narsis Mi MIX 3

Petinggi Xiaomi Mulai Ajak Narsis Mi MIX 3

Petinggi Xiaomi Mulai Ajak Narsis Mi MIX 3
Petinggi Xiaomi Mulai Ajak Narsis Mi MIX 3

Sebuah gambar yang baru-baru ini diposting oleh Donovan Sung, salah satu petinggi Xiaomi menunjukkan beberapa smartphone Mi MIX Series yang tergeletak di lantai. Menariknya, dari sekian Mi MIX Series yang tergelatak, rupanya ada Mi MIX 3 yang segera akan diperkenalkan oleh Xiaomi.

Ya! Mi MIX 3 tersebut adalah smartphone yang dipegang olah orang yang juga ada di dalam gambar tersebut. Seperti diungkap oleh Presiden Xioami, Lin Bin bahwa Mi MIX 3 akan memiliki desain slider, diproteksi dengan pelindung layar pihak ketiga, dan juga punya rasio screen-to-body yang lebih tinggi.

Berbicara soal desain slider, tak sedikit yang menduga ketika smartphone

ini digeser, akan muncul kamera depan dan beberapa sensor lainnya. Tentu saja ini mengingatkan kita dengan desain yang dimiliki oleh OPPO Find X.

Harapan lainnya, Mi MIX 3 juga akan datang dengan layar AMOLED berukuran 6,4 inci yang menawarkan rasio screen-to-body alias STB hampir mencapai 100 persen. Ya! rasio STB sendiri juga pernah ditegaskan oleh Xiaomi beberapa waktu lalu. Meski begitu, ini hanya rumor dan kita tunggu kabar resminya.

Di dalam bodinya, Xiaomi diperkirakan akan melengkapi smartphone

ini dengan chipset Snapdragon 845. Seperti yang kita tahu, chipset besutan Qualcomm ini juga sudah banyak di tanam ke dalam smartphone unggulan Xiaomi bahkan sub-brand yang dibuat oleh Xiaomi, yakni Pocophone F1.

Nantinya chipset yang ditanam ke dalam Mi MIX 3 akan

dipasangkan dengan RAM sebesar 6 GB atau 8 GB. Tak tertutup kemungkinan, smartphone ini juga akan datang dengan pemindai sidik jari di dalam layar seperti yang ada pada Xiaomi Mi 8 Pro dan Mi 8 Explorer Edition.

 

sumber :

https://profilesinterror.com/draw-rider-apk/

Kedudukan Pemasyarakatan

Kedudukan Pemasyarakatan

Kedudukan Pemasyarakatan

Kedudukan Pemasyarakatan
Kedudukan Pemasyarakatan

Berdasarkan keputusan Mentri Kehakiman RI No0. M.03-PR.07.10 tahun 1999 tentang organisasi dan tata kerja Departemen Kehakiman pasal 486, disebutkan bahwa tugas Direktorat Jendral Kemasyarakatan adalah menyelenggarakan sebagian tugas Departemen Kehakiman di bidang kemasyarakatan, perawatan tahanan dan pengelolaan benda sitaan Negara.

Lembaga Pemasyarakatan merupakan badan pelaksanaan pemasyarakatan yang berdiri sendiri. Dalam struktur organisasi Departemen Kehakiman secara vertical berada di bawah perintah Direktorat Jendral Pemasyarakatan tetapi secara adminstratif berada di bawah Kanwil Departemen Kehakiman.

Gambaran Umum Lembaga Pemasyarakatan

a. Menurut Keputusan Mentri Kehakiman RI Lembaga Pemasyarakatan adalah unit pelaksanaan teknis pemasyarakatan yang menampung, membina dan merawat narapidana.
b. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia lembaga adalah suatu organisasi/badan yang tujuannya melakukan suatu penyelidikan keilmuan/melakukan motif usaha sedangkan pemasyarakatan adalah hal/ tindakan memasyarakatkan ( memasukkan kedalam masyarakat, menjadikan sebagai anggota masyarakat ).
Jadi yang dimaksud dengan Lembaga Pemasyarakatan adalah suatu organisasi/ badan usaha atau wadah untuk menampung kegiatan pembinaan bagi narapidana, baik pembinaan secara fisik maupun pembinaan secara rohani agar dapat hidup normal kembali ke masyarakat.

Jenis dan Kasifikasi LP
Jenis pelayanan Lembaga Pemasyarakatan dibagi dengan memperhatikan factor usia dan jenis kelamin.
a. Lembaga Pemasyarakatan Umum.
Untuk menampung narapidana pria dewasa yang berusia lebih dari 25 tahun.

b. Lembaga Pemasyarakatan Khusus
1. Lembaga Pemasyarakatan Wanita untuk menampung narapidana Wanita dewasa yang berusia lebih dari 21 tahun atau sudah menikah.
2. Lembaga Pemasyarakatan Pemuda untuk menampung narapidana pemuda yang berusia 18-25 tahun.
3. Lembaga pemasyarakatan Anak terdiri dari Lembaga
Pemasyarakatan Anak Pria dan Lembaga Pemasyarakatan Anak Wanita

Klasifikasi pada Lembaga Pemasyarakatan berdasarkan kapasitas, tempat kedudukan dan kegiatan kerja.
a. Lembaga Pemasyarakatan Kelas I
Terletak di Ibukota Propinsi dengan kapasitas lebih dari 500 orang.

b. Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A
Terletak di Kotamadia/ kabupaten dengan kapasitas 250-500 orang.

c. Lembaga Pemasyarakatan kelas II B
Terletak di daerah setingkat Kabupaten, kapasitas kurang dari 250 orang.

Baca Juga : 

Prinsip-prinsip Pokok Pemasyarakatan

Prinsip-prinsip Pokok Pemasyarakatan

Prinsip-prinsip Pokok Pemasyarakatan

Prinsip-prinsip Pokok Pemasyarakatan
Prinsip-prinsip Pokok Pemasyarakatan

Dalam Konferensi Dinas Direktorat Pemasyarakatan yang pertama di Lembang, Bandung pada tanggal 27 April 1964 dirumuskan prinsip-prinsip pokok dari konsepsi pemasyarakatan yang kemudian dikenal sebagai Sepuluh Prinsip Pemasyarakatan ( Keputusan Menteri Kehakiman RI No M.02.PK.04.10 Tahun 1990 tentang Pola Pembinaan Narapidana/ Tahanan ) adalah sebagai berikut :

a. Ayomi dan berikan bekal hidup agar narapidana dapat menjalankan peranannya sebagai warga masyarakat yang baik dan berguna.
b. Penjatuhan pidana tidak lagi didasari oleh latar belakang pembalasan.
c. Berikan bimbingan ( bukannya penyiksaan ) supaya mereka bertobat.
d. Negara tidak berhak membuat mereka menjadi lebih buruk atau lebih jahat daripada sebelum dijatuhi pidana.

e. Selama kehilangan ( dibatasi ) kemerdekaan bergeraknya para narapidana dan anak didik tidak boleh diasingkan dari masyarakat.
f. Pekerjaan yang diberikan kepada narapidana dan anak didik tidak boleh bersifat sekedar pengisi waktu.
g. Pembinaan dan bimbingan yang diberikan kepada narapidana dan anak didik adalah berdasarkan Pancasila.

h. Narapidana dan anak didik bagaikan orang sakit perlu diobati agar mereka sadar bahwa pelanggaran hukum yang pernah dilakukannya adalah merusak dirinya, keluarganya, dan lingkungannya kemudian dibina/dibimbing ke jalan yang benar.
i. Narapidana dan anak didik hanya dijatuhi pidana berupa membatasi kemerdekaannya dalam jangka waktu tertentu.
j. Untuk pembinaan dan bimbingan para narapidana dan anak didik maka disediakan sarana yang diperlukan.

Sumber : https://zalala.co.id/puzzle-apk/

Proses pemidanaan adalah

Proses pemidanaan adalah

Proses pemidanaan adalah

Proses pemidanaan adalah
Proses pemidanaan adalah

Proses  pemidanaan adalah sebagai berikut :

a. Tahanan Polisi
Seseorang melanggar hukum kemudian ditangkap polisi, selama dalam  proses pemeriksaan ia menjadi tahanan polisi dengan batas waktu 20 hari dan apabila dianggap pemerikasaan oleh polisi belum cukup maka dapat diperpanjang dengan ijin Kejaksaan.

b. Tahanan Kejaksaan
Apabila telah selesai diperiksa oleh polisi maka orang tersebut diserahkan kepada Kejaksaan untuk diperiksa oleh Kejaksaan dan menjadi tahanan Kejaksaan.

c. Tahanan Pengadilan
Apabila perkaranya dianggap cukup untuk diadili maka pihak kejaksaan akan menyerahkan orang tesebut pada pengadilan untuk diadili dan menjadi tahanan pengadilan sampai selesai putusan perkaranya/ divonis.

d. Narapidana
Setelah diputuskan perkaranya oleh pengadilan maka orang tersebut harus  dimasukkan dalam Lembaga Pemasyarakatan. Diserahkan kepada  Kejaksaan kembali untuk diatur pengirimannya kepada Lembaga  Pemasyarakatan yang cocok untuk pembinaannya.

2 Tujuan Pemasyarakatan
Menurut UU No. 12 Tahun 1995 tentang pemasyarakatan pasal 2, tujuan  pemasyarakatan adalah sistem pemasyarakatan diselenggarakan dalam rangka  membentuk warga Binaan Pemasyarakatan agar menjadi manusia seutuhnya,  menyadari kesalahan, memperbaiki diri dan tidak mengulangi tindakan pidana  sehinga dapat kembali diterima di masyarakat, sehingga dapat berperan kembali sebagai anggota masyarakat yang bebas dan bertanggunjawab.

3 Fungsi Pemasyarakatan
Menurut UU No. 12 Tahuun 1995 tentang Pemasyarakatan pasal 3 disebutkan bahwa fungsi Pemasyarakatan adalah menyiapkan warga binaan pemasyarakatan (narapidana, anak didik dan klien pemasyarakatan ) agar dapat  berintegrasi secara sehat dengan masyarakat, sehingga dapat berperan kembali sebagai anggota masyarakat yang bebas dan bertanggungjawab.

4 Konsep Pemasyarakatan
Konsep pemasyarakatan merupakan pokok-pokok pikiran Dr. Saharjo , SH Yang dicetuskan pada penganugerahan gelar Doktor Honoris Cousa oleh Universitas Indonesia. Pokok-pokok pikiran tersebut kemudian dijadikan prinsipprinsip
pokok dari konsep pemasyarakatan pada konfrensi Dinas Derektorat Pemasyarakatan di Lembang Bandung pada tanggal 27 April – 7 Mei 1974. Dalam konfrensi ini dihasilkan keputusan bahwa pemasyarakatan tidak hanya semata-mata sebagai tujuan dari pidana penjara, melainkan merupakan sistem pembinaan narapidana dan tangaal 27 April 1964 ditetapkan sebagai hari lahirnya pemasyarakatan.

Sistem pemasyarakatan adalah suatu tatanan mengenai arah dan batasan serta cara pembinaan warga binaan pemasyarakatan (narapidana, anak didik dan klien pemasyarakatan ) berdasarkan Pancasila. Menurut UU No. 12 tahun 1995 tentang pemasyarakatan pasal 5, disebutkan bahwa sistem pemasyarakatan dilaksanakan berdasarkan asas
a. Pengayoman
b. Persamaan perlakuan dan pelayanan
c. Pendidikan
d. Pembimbingan
e. Penghormatan harkat dan martabat manusia
f. Kehilangan kemerdekaan merupakan satu-satunya penderitaan
g. Terjaminnya hak untuk tetap berhubungan dengan keluarga dan orang tertentu

Jadi dengan lahirnya sistem pemasyarakatan, kita memasuki era baru dalam proses pembinaan narapidana dan anak didik, mereka dibina, dibimbing dan dituntut untuk menjadi warga masyarakat yang berguna. Pembinaan napi dan anak didik berdasarkan sistem pemasyarakatan berlaku pembinaan di dalam LP dan pembimbingan di luar LP yang dilakukan oleh Balai Pemasyarakatan (BAPAS).

Sumber : https://zalala.co.id/artikel-berkualitas/

Analisis dan Rekomendasi

Analisis dan Rekomendasi

Analisis dan Rekomendasi

Analisis dan Rekomendasi
Analisis dan Rekomendasi

Menurut pendapat penulis, industri manufaktur masih berpotensi menyediakan kesempatan kerja yang sangat luas, namun angkatan kerja berpendidikan tinggi yang tersedia di pasar kerja masih langka. Meski prospek kesempatan kerja bagi lulusan pendidikan tinggi cenderung meningkat dibandingkan kesempatan kerja lulusan pendidikan yang lebih rendah, namun prospek ini belum sepenuhnya dianggap sebagai peluang “bisnis” bagi sejumlah lembaga penyelenggara pendidikan tinggi. Hal ini dibuktikan oleh perguruan tinggi yang masih mengutamakan ijazah dan gelar dibandingkan memberikan jaminan mutu “pasti bekerja”.

Gambar 4. Karikatur lembaga pendidikan yang hanya memberikan gelar di harian “Kedaulatan Rakyat”, 12 Mei 2007.

Analisis berikutnya adalah adanya kenyataan jumlah penganggur lulusan pendidikan tinggi yang ternyata masih tinggi. Jika pun ada kesempatan kerja bagi angkatan kerja berpendidikan tinggi, maka upahnya pun sangat terbatas. Hal ini menunjukkan bahwa kompetensi mereka senjang dibandingkan dengan kesempatan kerja yang ada. Sebagai akibatnya, pendidikan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) Umum dan SLTA Kejuruan lebih dipilih oleh dunia kerja daripada lulusan pendidikan tinggi . Hal ini merupakan tantangan bagi dunia perguruan tinggi.

Berkenaan dengan hal tersebut, penulis merekomendasikan perlunya mengajak bahkan “memaksa” dunia perguruan tinggi untuk melakukan kerjasama pendidikan dengan industri/perusahaan. Dengan “memaksa” melakukan kerjasama pendidikan, maka penyelenggara perguruan tinggi akan belajar beberapa hal. Pertama, perguruan tinggi akan memperbaiki manajemen pendidikan mereka agar go-industrial society dan bahkan go-international telah menjadikan manajemen mereka lebih baik ditinjau dari pengelolaan akademis, pendidikan mahasiswa, dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan demikian, perguruan tinggi akan lebih efektif menyelenggarakan proses pendidikan yang berguna. Kedua, kerjasama pendidikan antara perguruan tinggi dan industri akan menjadikan perguruan tinggi lebih mandiri. Apa yang disediakan perguruan tinggi pun akan menemukan titik temunya dengan kebutuhan industri/perusahaan. Perguruan tinggi akan dengan leluasa mengembangkan penelitian dan pendidikan, semnetara itu industri akan memperoleh manfaat yang diperlukannya dari perguruan tinggi baik dalam bentuk hasil penelitian maupun penyediaan tenaga kerja yang berkuallifikasi. Dan ketiga, konsep Tri Darma Perguruan Tinggi, pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dapat berjalan setali tiga uang sekaligus apabila kerjasama pendidikan antara perguruan tinggi dan industri/perusahaan dapat diwujudkan secara efektif. Kerjasama pendidikan harus berada dalam tiga area itu.

VI. Kesimpulan

Tulisan ini mengajarkan kepada kita tentang pentingnya pertama, pendidikan merupakan wahana terpenting untuk meningkatkan kapasitas manusia dalam pembangunan dan sekaligus merupakan cara terbaik untuk memutus persoalan pembangunan. Kedua, kerjasama pendidikan antara pendidikan tinggi dan industri/perusahaan merupakan salah satu cara terbaik untuk meningkatkan kapasitas manusia. Ketiga, bangsa yang unggul ditandai oleh kehadiran industri/perusahaan multinasional yang mempunyai dayasaing global. Oleh karena itu, kerjasama pendidikan antara pendidikan tinggi dan industri/perusahaan yang terbaik adalah ditujukan untuk mencetak angkatan kerja yang dapat mengisi kebutuhan industri/perusahaan.

Baca Juga : 

Rantai Permasalahan Pembangunan

Rantai Permasalahan Pembangunan

Rantai Permasalahan Pembangunan

Rantai Permasalahan Pembangunan
Rantai Permasalahan Pembangunan

Haz berpendapat bahwa peningkatan moral dan norma dapat dilakukan melalui pendidikan. Penguasaan ilmu dapat ditingkatkan melalui pendidikan yang tepat guna hingga perguruan tinggi. Pengelolaan sumberdaya nasional akan lebih efektif apabila para pemimpin bangsa paham tentang makna pendidikan dalam konteks pembangunan. Dan kesejahteraan rakyat dapat tumbuh apabila masyarakat semakin cerdas dalam menyikapi situasi dan beradaptasi dalam situasi yang sedang terjadi secara bijaksana, dan hal ini bisa muncul apabila seluruh warga masyarakat memahami keterampilan hidup yang tentunya diperoleh dari proses pendidikan. Rantai dapat diputus apabila salah satu titiknya diintervensi dengan efektif.

IV. Kerjasama Pendidikan Perguruan Tinggi dan Industri/Perusahaan

Michael Porter pernah mengatakan bahwa keunggulan kompetitif suatu bangsa bergeser dari hal-hal yang sifatnya kasat mata seperti sumberdaya alam, ke arah penciptaan dan asimilasi pengetahuan. Porter juga mengatakan bahwa keunggulan kompetitif suatu bangsa saat ini sangat ditentukan oleh kapasitas belajarnya. Konsep keunggulan kompetitif Porter mensyaratkan penciptaan dan asimilasi pengetahuan ini sebagai ujung tombak inovasi atau tumbuhnya pengetahuan baru. Inovasi inilah yang akan memberikan keunggulan kompetitif. Bangsa yang tenggelam dengan kejayaan masa lalu dan sulit berinovasi, tidak akan pernah mencapai suatu keunggulan kompetitif. Porter dengan tegas menuliskan bahwa kesejahteraan suatu bangsa harus diciptakan, bukan diwariskan . Keunggulan bangsa bahkan oleh Naisbitt diramalkan salah satunya justru bangkit dari menggobalnya perusahaan multinasional. Kelak, menurut Naisbitt, persaingan antar-negara tidak terjadi lagi, namun yang terjadi adalah persaingan antar-perusahaan multinasional dalam kancah global. Misalnya persaingan antara Petronas dan Pertamina dalam memperebutkan hak pengelolaan eksplorasi minyak di Iran .

Beberapa bentuk kerjasama pendidikan antara perguruang tinggi dan industri pada dasarnya dapat diikuti oleh munculnya universitas perusahaan (corporate university) di tahun 1960-an di Amerika Serikat. Universitas perusahaan merupakan kepanjangan tangan atau disponsori perusahaan tertentu untuk menjalankan misi perusahaan induknya, yaitu menjalankan penelitian dan pengembangan dan menyediakan tenaga kerja bermutu yang dibutuhkan perusahaan/industri . Bentuk-bentuk kerjasamanya pada awalnya lebih bersifat kebutuhan dibandingkan keilmuan semata.

Konsep penyelenggaraan kerjasama pendidikan antara perguruan tinggi dan industri di Indonesia dekat dengan model sambung-sesuai (link and match) yang digagas oleh Wardiman Djojonegoro pada tahun 1990-an . Konsep ini bukan hal baru khususnya di Jerman dan Amerika Serikat . Di Indonesia, konsep ini diadopsi menjadi konsep “teaching factory” yang didalamnya mengandung makna kerjasama antara perguruang tinggi, sekolah menengah kejuruan, dan industri. Model ini secara relatif tidak mempunyai standar. Namun terdapat ciri-ciri sebagai berikut: (1) digerakkan industri yang dipandu oleh kebutuhan pasar (deman driven); (2) menghasilkan kompetensi yang memenuhi standar dan diakui secara nasional; (3) menawarkan beragam daftar, keluaran dan penyampaian yang mudah; (4) mengintegrasikan antara pelatihan, pendidikan, dan dunia usaha; dan (5) sistem manajemen yang mandiri .

Konsep kerjasama pendidikan antara perguruan tinggi dan industri mempunyai karakteristik sebagai berikut. Pertama, lembaga pendidikan penyelenggara pendidikan tinggi menjadi pusat keunggulan (center of excellent). Lembaga penyelenggara meliputi satu unit lembaga perguruan tinggi yang mempunyai pusat-pusat pelatihan keunggulan (training center) yang menyebar di beberapa tempat. Konsep ini digagas oleh Bockelmann . Penyebaran pusat-pusat keunggulan dilakukan dengan pertimbangan bahwa potensi pasar kerja bukan berada di satu tempat saja, namun berada di beberapa tempat . Pusat keunggulan merupakan pusat pelatihan yang memanfaatkan teknologi tinggi. Teknologi tinggi yang diadopsikan harus teknologi yang dapat menjadikan para mahasiswa berlatih dan membiasakan diri melakukan proses produksi yang memanfaatkan tingkat akurasi tinggi. Lembaga penyelenggara harus mempertimbangkan keuntungan dari jasa pelatihan yang diberikan. Untuk itu lembaga penyelenggara harus mempertimbangkan (1) pelatihan dilakukan sesuai permintaan dan relevan dengan kompetensinya; (2) meningkatkan kualitas pekerja dan pekerjaan mandiri; (3) memberikan beasiswa kepada mahasiswa yang kurang mampu; (4) menyediakan investasi dan biaya operasional untuk ruang kelas, ruang kantor, dan perabotannya.

Kedua, bidang kerjasama harus spesifik . Gert W. Thoma mengatakan bahwa lembaga penyelenggara harus menjalin kerjasama dengan dunia industri (pabrikan) dalam bentuk proyek percontohan, dimana lembaga penyelenggara (perguruan tinggi) dan industri (1) melakukan penilaian kualitas produk, diversifikasi produk, perbaikan proses produksi dan bahkan mendukung dalam pemasaran. Mahasiswa akan dilibatkan dalam proses ini; (2) melakukan sub-kontrak dengan industri untuk melakukan proses produksi; (3) menerapkan penelitian dan pengembangan yang melibatkan mahasiswa. Oleh karena itu, bidang kerjasama antara perguruan tinggi penyelenggara dan lembaga mitranya (perguruan tinggi luar negeri) harus spesifik. Misalnya bidang mekatronik, mesin mobil, elektronika, atau furnitur.

Ketiga, sertifikasi berstandard internasional. Lulusan pendidikan tinggi didik untuk memenuhi kualifikasi sarjana yang bersertifikat dengan standard internasional yang diakui dan dibutuhkan dunia industri. Meyer mengatakan bahwa untuk itu diperlukan pelatihan bagi para mahasiswa dengan standard minimal pendidikan seperti: (1) kemampuan manajemen organisasi, komunikasi, dan pemasaran; dan (2) mengikuti pelatihan bersertifikasi ISO (seperti ISO 9000, 9001, 9002, dan 14000); (3) memaksa pemerintah untuk membebaskan lembaga penyelenggara dalam negeri dari beberapa persyaratan yang membatasi ruang gerak pengelolaan keuangan internal .

Sumber : https://obatsipilisampuh.id/quickpic-gallery-apk/

OPPO Reno Sudah Muncul di Toko Online, Harga Misterius

OPPO Reno Sudah Muncul di Toko Online, Harga Misterius

OPPO Reno Sudah Muncul di Toko Online, Harga Misterius

OPPO Reno Sudah Muncul di Toko Online, Harga Misterius
OPPO Reno Sudah Muncul di Toko Online, Harga Misterius

Bocoran OPPO Reno terus mengalir deras, dan informasi terbaru

datang dari OPPO sendiri. Ya! Smartphone OPPO Reno telah terdaftar di toko online resmi OPPO di Cina dan sengaja dilakukan sebagai media reservasi untuk mengumpulkan orang-orang yang tertarik membeli smartphone tersebut.

Tak hanya mengonfirmasi mengenai pilihan warna yang disediakan, OPPO juga memperlihatkan bahwa OPPO Reno telah disokong dengan kamera 48 MP, dukungan NFC dan tentunya VOOC 3.0. Bisa dibilang, inilah cara OPPO untuk menggoda konsumennya lebih awal.

OPPO juga telah mencantumkan harga smartphone

yang baru akan diperkenalkan pada tanggal 10 April 2019 nanti. Ya! Tertulis di dalam toko online milik OPPO tersebut, OPPO Reno dibanderol seharga CNY 9.999. Tentu saja, OPPO tidak mungkin menjual Reno semahal itu.

Sekadar informasi, CNY 9.999 setara dengan Rp21 juta. Smartphone ini kemungkinan besar akan datang dalam empat warna pilihan, tetapi tidak semuanya tersedia dalam opsi RAM dan internal storage yang sama. Hanya Nebula Purple dan Extreme Night Black yang memiliki RAM 6 GB + ROM 128 GB.

Sedangkan versi RAM 6 GB + ROM 256 GB akan tersedia

dalam pilihan warna Black, Pink atau Gold (kira-kira diterjemahkan sebagai Dusk Pink), dan Aurora Green. Hanya opsi terakhir yang akan tersedia dengan kombo memori paling kuat, yakni RAM 8 GB RAM dan penyimpanan internal 256 GB.

 

Baca Juga :