Kasihan, Dua Bulan Guru Honorer di Depok Belum Gajian

Kasihan, Dua Bulan Guru Honorer di Depok Belum Gajian

Kasihan, Dua Bulan Guru Honorer di Depok Belum Gajian

Kasihan, Dua Bulan Guru Honorer di Depok Belum Gajian
Kasihan, Dua Bulan Guru Honorer di Depok Belum Gajian

Sudah hampir dua bulan guru honorer di Kota Depok belum menerima gaji. Diketahui,

keterlambatan tersebut bisa disebabkan karena beberapa hal.

Salah satunya pelaporan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) dan Nota Dinas dari sekolah ke Dinas Pendidikan (Disdik) yang selalu telat.

Kepala Disdik Kota Depok, Mohamad Thamrin mengatakan, pihak sekolah harus melaporkan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) ke disdik. Berisi seluruh laporan belanja anggaran yang dilakukan masing-masing sekolah.

“Kalau tidak ada SPJ dan nota dinas dari sekolah, kami tidak bisa mencairkan dana tersebut,

” kata Thamrin kepada Radar Depok (Radar Bogor Group), Selasa (19/02/2019).

SPJ dan nota dinas menjadi kunci utama dari pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) ke sekolah. Sebab, laporan belanja anggaran yang diberikan sekolah tersebut, selanjutnya diajukan ke Badan Keuangan Daerah (BKD).

Setelah sekolah menyelesaikan administrasi yang diminta oleh disdik, Kata Thamrin, bendahara sekolah dapat mencairkan dana di Bank BJB, menggunakan rekening giro.

Kemudian, bendahara dapat mentransfer dana itu untuk gaji guru honorer masing-masing.

“Paling lambat empat hari proses dari pengajuan laporan sampai proses pencairan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dana BOS berasal dari dua sumber yang berbeda. Yakni, dari Pemerintah Pusat melalui APBN, maupun yang bersumber dari daerah melalui APBD.

Dana tersebut dapat digunakan hanya untuk tiga keperluan, belanja pegawai, belanja barang dan jasa, dan belanja modal. Untuk pembayaran gaji guru honorer, bisa diambil dari APBN dan APBD.

Sejak 2019, sistem penggajian untuk guru honorer tidak lagi diberikan pertiga bulan sekali (triwulan). Tetapi, disamakan seperti gaji guru ASN, yakni setiap bulan. Hanya saja bedanya, guru honorer digaji pada akhir bulan.

Kini juga ditetapkan, anggaran belanja diatas Rp 500 ribu tidak diperbolehkan menggunakan uang tunai. Untuk itu, pihak sekolah membelinya menggunakan cek dari Bank BJB.

“Setiap anggaran ini digunakan untuk pembelian apapun harus disertakan SPJ-nya, jadi disiplin dan terarah kegunaan uang tersebut,” tuturnya.

Terkait keterlambatan pencairan dana BOS. Kasi Kurikulum SD Disdik Kota Depok, Suhyana menuturkan, sudah menjadi rutinitas setiap bulannya disebabkan, bendahara sekolah yang tidak kunjung mengajukan laporan SPJ dan nota dinas ke Disdik. Tetapi bisa juga apabila sekolah dalam melaporkan biaya anggaran masih belum jelas.

“Kalau saat dikoreksi masih ada yang belum jelas dan sesuai, ya dikembalikan lagi ke sekolah. Jadi sekolah harus benar-benar melaporkan sesuai dengan yang dibelanjakan di lapangan,” jelasnya.

Langkah pertama dilakukan sekolah menyerahkan administrasi yang diperlukan oleh Disdik Kota Depok. Kemudian Bidang Pendidikan Dasar (Pendas), mendata sekolah yang sudah menyerahkan laporan SPJ dan nota dinas untuk seluruh sekolah dasar sebanyak 262.(RD/pin)

 

Sumber :

https://www.sudoway.id/

INOBU 3 ‘NI SEIKI NO HI’ SMAN 1 BEKASI

INOBU 3 'NI SEIKI NO HI' SMAN 1 BEKASI

INOBU 3 ‘NI SEIKI NO HI’ SMAN 1 BEKASI

INOBU 3 'NI SEIKI NO HI' SMAN 1 BEKASI
INOBU 3 ‘NI SEIKI NO HI’ SMAN 1 BEKASI

SMANSASI present..
INOBU 3 ‘NI SEIKI NO HI’

Sunday,24 May 2009
9am till end…
@SMAN 1 Bekasi
HTM 5000

Cosplay Competition
Cosplay Cabaret
Bon Odori
Taiko
Obake
Doujinshi
J-Band
etc..

Baca Juga :

Ancaman dan Gangguan terhadap NKRI

Ancaman dan Gangguan terhadap NKRI

Ancaman dan Gangguan terhadap NKRI

Ancaman dan Gangguan terhadap NKRI
Ancaman dan Gangguan terhadap NKRI
Menurut penjelasan UURI Nomor 3 Tahun 2002, ancaman militer dapat berbentuk antara lain:
  • a. agresi berupa penggunaan kekuatan bersenjata oleh negara lain terhadap kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara, dan keselamatan segenap bangsa;
  • b. pelanggaran wilayah yang dilakukan oleh Negara lain, baik menggunakan kapal maupun pesawat non komersial;
  • c. spionase yang dilakukan oleh negara lain untuk mencari dan mendapatkan rahasia militer;
  • d. sabotase untuk merusak instalasi penting militer dan objek vital nasional yang membayakan keselamatan bangsa;
  • e. aksi teror bersenjata yang dilakukan oleh jaringan terorisme internasional atau bekerja sama dengan teorisme dalam negeri;
  • f. pemberontakan bersenjata;
  • g. perang saudara yang terjadi antara kelompok masyarakat bersenjata dengan kelompok masyarakat bersenjata lainnya.
Sedangkan Ancaman dan gangguan terhadap kepentingan pertahanan negara Indonesia di masa datang, meliputi :
  • a. Terorisme internasional yang memiliki jaringan lintas negara dan timbul di dalam negeri.
  • b. Gerakan separatis yang berusaha memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia terutama gerakan separatis bersenjata yang mengancam kedaulatan dan keutuhan wilayah Indonesia.
  • c. Aksi radikalisme yang berlatar belakang primordial etnis, ras dan agama serta ideologi di luar Pancasila, baik berdiri sendiri maupun memiliki keterkaitan dengan kekuatan-kekuatan di luar negeri.
  • d. Konflik komunal, kendatipun bersumber pada masalah sosial ekonomi, namun dapat berkembang menjadi konfl ik antar suku, agama maupun ras/keturunan dalam skala yang luas.
  • e. Kejahatan lintas negara, seperti penyelundupan barang, senjata, amunisi dan bahan peledak,  penyelundupan manusia, narkoba, dan bentuk-bentuk kejahatan terorganisasi lainnya.
  • f. Kegiatan imigrasi gelap yang menjadikan Indonesia sebagai tujuan maupun batu loncatan ke negara lain.
  • g. Gangguan keamanan laut seperti pembajakan/ perompakan, penangkapan ikan secara ilegal, pencemaran dan perusakan ekosistem.
  • h. Gangguan keamanan udara seperti pembajakan udara, pelanggaran wilayah udara, dan terorisme melalui sarana transportasi udara.
  • i. Perusakan lingkungan seperti pembakaran hutan, perambahan hutan ilegal, pembuangan limbah bahan beracun dan berbahaya.
  • j. Bencana alam dan dampaknya terhadap keselamatan bangsa.

Sumber : https://downloadapk.co.id/

Komisi Militer Pusat (Republik Rakyat Cina)

Komisi Militer Pusat (Republik Rakyat Cina)

Komisi Militer Pusat (Republik Rakyat Cina)

Komisi Militer Pusat (Republik Rakyat Cina)
Komisi Militer Pusat (Republik Rakyat Cina)
Komisi Militer Pusat latihan komando dan kontrol dari Tentara Pembebasan Rakyat dan diawasi oleh Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional. CMC negara adalah nominal dianggap militer tertinggi pembuatan kebijakan tubuh dan ketuanya, dipilih oleh Kongres Rakyat Nasional, adalah komandan-in-chief dari angkatan bersenjata. Pada kenyataannya, perintah dan kontrol dari PLA, bagaimanapun, masih tinggal dengan Komisi Militer Pusat Partai Komunis China Komite Sentral-yang ‘partai CMC’, juga disebut dandino. Saat ini Ketua Komisi Militer Pusat adalah Hu Jintao dan Wakil Ketua Xi Jinping , Guo Boxiong dan Xu Caihou .
Mahkamah Agung dan Mahkamah Rakyat Procuratorate

 

Mahkamah Agung Rakyat adalah pengadilan tertinggi dalam sistem peradilan Republik Rakyat Cina. Hong Kong dan Makau, sebagai wilayah administrasi khusus, memiliki sistem peradilan sendiri terpisah berdasarkan tradisi common law Inggris dan Portugis sipil-hukum tradisi masing-masing, dan keluar dari yurisdiksi Mahkamah Rakyat Agung. Para hakim Mahkamah Rakyat Agung diangkat oleh Kongres Rakyat Nasional. Saat Presiden Mahkamah Agung Rakyat dan Prokurator Jenderal Agung Rakyat Procuratorate adalah Wang Shengjun dan Cao Jianming secara terpisah.
Provinsi dan pemerintah daerah

 

Para gubernur dari Cina provinsi dan daerah otonom dan walikota yang dikendalikan pusat kota yang ditunjuk oleh pemerintah pusat di Beijing setelah menerima persetujuan nominal Kongres Rakyat Nasional (NPC). The Hong Kong dan Makau daerah administrasi khusus (SAR) memiliki beberapa otonomi daerah karena mereka memiliki pemerintahan yang terpisah, sistem hukum, dan hukum konstitusional dasar, tetapi mereka datang di bawah kendali Beijing dalam hal urusan luar negeri dan keamanan nasional, dan eksekutif kepala mereka dipilih sendiri oleh pemerintah pusat.
Di bawah tingkat provinsi pada tahun 2004 ada 50 prefektur pedesaan, 283 kota tingkat prefektur, 374 tingkat kabupaten-kota, 852 kabupaten daerah tingkat bawah yurisdiksi kota terdekat, dan 1.636 kabupaten. Ada juga 662 kota-kota (termasuk yang dimasukkan ke dalam empat kotamadya terpusat dikontrol), 808 kabupaten kota, dan 43.258 kota-tingkat daerah. Kabupaten dibagi menjadi kota-kota dan desa-desa. Sementara sebagian besar pejabat yang ditunjuk menjalankan mereka, beberapa tingkat lebih rendah telah yurisdiksi pemilihan umum langsung. Organ pemerintahan sendiri daerah otonom etnis (daerah, prefektur, dan kabupaten)-rakyat kongres dan penduduk pemerintah-latihan kekuatan yang sama seperti provinsi-tingkat rekan-rekan tetapi dipandu tambahan oleh Undang-Undang tentang Otonomi Etnis Daerah dan memerlukan Komite NPC Standing persetujuan untuk memberlakukan aturan yang mereka “dalam pelaksanaan otonomi” dan “dalam terang karakteristik politik, ekonomi, dan budaya dari kelompok etnis atau kelompok etnis di daerah.”

353 Siswa SMPN 4 Ikut UNKP

353 Siswa SMPN 4 Ikut UNKP

353 Siswa SMPN 4 Ikut UNKP

353 Siswa SMPN 4 Ikut UNKP
353 Siswa SMPN 4 Ikut UNKP

Sebanyak 353 siswa-siswi SMP Negeri 4 Ambon mengikuti Ujian Nasional

Kertas Pinsil (UNKP) selama empat hari, yakni Senin sampai Kamis (23 sampai 26 April 2018).

UNKP pada SMPN 4 Ambon diawasi oleh para pengawas dengan sistem silang,”kata Kepala SMP Negeri 4 Ambon O. Sitaniapessy, S.Pd di Ambon, Selasa (24/4/2018).

Sitaniapessy mengakui, tahun ajaran 2017-2018 ini pihaknya belum dapat melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), karena terbentur dengan sarana dan pra sarana (Sarpras) yang belum memadai.

Kondisi sarpras pada SMPN 4 masih kurang misalnya komputer

sebanyak 80 buah, server harus lima buah, ditambah dengan harus ada penambahan daya listrik.

SMPN 4 Ambon menggelar UNKP dimulai pukul 11.30 WIT karena sesuai petunjuk pelaksanaan UN, 30 menit setelah Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang berlangsung pukul 10.00 WIT baru diikuti dengan UNKP.

Menurutnya, tahun ajaran 2018-2019 ini pihaknya sedang

melakukan penambahan komputer, termasuk penambahan daya listrik dan server. Seluruh kelengkapan harus disiapkan untuk menunjang UNBK nanti.

“Sebagai pimpinan sekolah Sitaniapessy optimis, tahun ajaran 2018-2019 SMPN 4 Ambon sudah siap melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK),”janjinya.(TM04)

 

Baca Juga :

Plt. Gubernur Mewisuda 154 Lulusan SUPM Negeri Waiheru

Plt. Gubernur Mewisuda 154 Lulusan SUPM Negeri Waiheru

Plt. Gubernur Mewisuda 154 Lulusan SUPM Negeri Waiheru

Plt. Gubernur Mewisuda 154 Lulusan SUPM Negeri Waiheru
Plt. Gubernur Mewisuda 154 Lulusan SUPM Negeri Waiheru

Plt. Gubernur Maluku DR. Zeth Sahuburua mewisuda 154 lulusan Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Negeri Waiheru, angkatan ke-30 tahun pelajaran 2017/2018 bertempat di Aula SUPM Waiheru Ambon, Senin (14/5/2018).

Dalam sambutannya Sahuburua mengatakan, dirinya merasa bangga

dan menyambut gembira pelaksanaan wisuda dimaksud, karena memiliki makna strategis bukan saja bagi para wisudawan dan orang tua atau keluarga, tetapi juga bagi kepentingan daerah, bangasa dan negara.

Wisuda ini menunjukkan eksistensi lembaga SUPM Negeri Waiheru Ambon yang setiap tahun mampu melahirkan sumberdaya manusia berkualitas dan siap pakai, sebagai asset penting dalam pembangunan sektor kelautan dan perikanan.

Menurut Sahuburua, SUPM Negeri Waiheru menjadi wadah yang strategis untuk menjawab kebutuhan sumberdaya manusia yang berkualitas, dalam rangka menggerakkan sumberdaya terutama kelautan dan perikanan, sekaligus menjadi pilar pembangunan kemaritiman di daerah ini.

Olehnya itu, percepatan pembangunan Maluku berbasis kemaritiman merupakan sebuah keniscayaan yang harus dilakukan, mengingat beban pembangunan di wilayah bercirikan archipelago sangat berat, dengan luas lautan mencapai 92,4 persen serta jumlah pulau kurang lebih 1.340.

Khusus menyangkut problem aksesibilitas dan konektivitas, maka hal ini berimplikasi ke semua bidang pembangunan. Karena tantangan kita kepulauan di Maluku cukup kompleks, baik menyangkut long distance commerce maupun short and middle range trade.

Dikatakan, pogram pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Kemaritiman yang sangat progresif dalam rangka pengembangan sektor kemaritiman, khususnya daerah-daerah berciri archipelago seperti Maluku.

Sahuburua sangat optimis, pemerintah pusat akan selalu memberikan perhatian

dan telah menyampaikan program-program strategis untuk Maluku masa depan.

Yang harus dirintis dan lebih digiatkan saat ini adalah bagaimana membangun sumberdaya manusia kemaritiman, serta membangun budaya dan paradigma kemaritiman melalui sebuah Revolusi Mental.
Wisudawan/Wisudawati

Dia berharap, SUPM Negeri Waiheru Ambon harus mampu menjadi bagian

dari gerakan Revolusi Mental, dengan mewujudkan kapasitasnya dalam membentuk sumberdaya manusia kemaritiman yang berkualitas, profesional, berintegritas serta memiliki disiplin yang tinggi, guna mentransformasikan seluruh potensi sumberdaya perikanan dan kelautan secara optimal melalui jalur pendidikan.

“SUPM Negeri Waiheru juga harus tertantang untuk melakukan pembinaan serta pembenahan kurikulum yang lebih bermuatan lokal dan spesifik, agar lulusan yang dihasilkan mampu berkompetisi dan bersaing dalam pengembangan sumberdaya manusia di bidang kelautan dan perikanan,”pintanya.(TM02)

 

Sumber :

https://blog-fiesta.com/sejarah-gitar/

PPDB SMKN 7 Ambon, Naik Signifikan

PPDB SMKN 7 Ambon, Naik Signifikan

PPDB SMKN 7 Ambon, Naik Signifikan

PPDB SMKN 7 Ambon, Naik Signifikan
PPDB SMKN 7 Ambon, Naik Signifikan

Penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun pembelajaran 2018/2019 pada SMK Negeri 7 Ambon

mengalami peningkatan yang cukup signifikan dari tahun pembelajaran lalu.

PPDB tahun 2017 lalu sekitar 190-an siswa sedangkan tahun 2018 sebanyak 247 siswa atau naik 20 persen,”kata Kepala SMK Negeri 7 Ambon Drs. Saiful, MM.Pd di Ambon, Selasa (24/7/2018).

Menurut Saiful, sesuai kuota jumlah siswa yang keluar sama dengan jumlah siswa yang diterima, karena terkait dengan sarana dan prasarana yang ada atau tersedia.

Namun, karena dibukanya salah satu jurusan/kompetensi keahlian baru yaitu Perfileman

dan peminat yang masuk di jurusan Teknik Informatika bertambah, maka tahun 2018 ini terjadi kenaikkan sekitar 20 persen.

Intinya adalah: tidak boleh ada siswa yang tidak sekolah, sehingga kenaikkan sekitar 20 persen siswa baru merupakan bagian dari target maksimal SMKN 7 Ambon.

Terjadi penambahan empat ruang kelas dari hasil penerimaan siswa baru

, sehingga ruang Aula dan ruang Guru di lantai satu dijadikan sebagai ruag kelas siswa.

“Kondisi ini sudah dilaporkan kepada Kepala Dinas Dikbud Maluku Drs. M. saleh Thio, M.Si dan akan diakomodir pada tahun 2019 nanti,”ucapnya.

Dikatakan, kekurangan meja kursi untuk kebutuhan tiga ruang kelas siswa sudah di pesan oleh pihak sekolah dan dalam waktu dekat sudah terpenuhi, sementara satu ruang kelas dipakai ruang praktek musik siswa.

Proses belajar mengajar sesuai dengan Permendikbud tentang hari belajar, maka SMKN 7 Ambon sudah melaksanakan lima hari belajar dan tahun ini merupakan tahun kedua.

Soal pemenuhan jam mengajar guru 40 jam per minggu maka siswa masuk kelas jam 7.00 Wit dan pulang jam 15.00 Wit (jam 3 sore).(TM02)

 

Sumber :

https://blog-fiesta.com/niat-puasa-senin-kamis/

Kematian Tragis Majikan Zalim

Kematian Tragis Majikan Zalim

Bukhari dan Abu Daud menulis kisah Khabbab bin Arat r.a. Dia adalah tidak benar seorang sahabat Nabi saw yang memeluk Islam pada awal penyebarannya. Dia juga seorang hamba sahaya berasal dari seorang perempuan zalim bernama Ummu Anmar Al-Khuza’iyyah.

Khabab kerap mengunjungi Rasulullah saw untuk menuntut ilmu agama. Akan tetapi, malang baginya, bermacam macam penderitaan dan siksaan ia menerima berasal dari majikannya setelah diketahui kerap mengunjungi Rasulullah saw.

Khabab kerap dijemur di atas pasir panas di bawah teriknya matahari bersama mengenakan busana besi. Bukan hanya itu, ia pernah ditaruh di daerah pemanggangan sampai punggungnya terbakar dan luka itu konsisten membekas di punggungnya.

Tidak tahan bersama siksaan keji itu, Khabbab r.a mengadu kepada Rasulullah saw bersama harapan beliau rela menolongnya. Khabab berbicara kepada Rasulullah saw yang sedang berselimutkan kain beludru di bawah Kakbah, “Tidakkan Anda mendukung kita dan berdoa untuk kami?”

Rasulullah saw menatapnya sambil berkata, “Demi Allah, umat-umat sebelum ini menghindar siksa yang lebih berat daripada siksaan yang sudah kau alami. Mereka pernah dibuatkan lubang, kemudian disekap di dalamnya. Setelah itu, seseorang mendatanginya bersama membawa gergaji, meletakkan di kepalanya, lantas bersama sergaji itu membelah kepalanya jadi dua.

Namun, seluruh itu tak pernah membuatnya bermaksud untuk meningsalkan agamanya. Seorang berasal dari mereka tersedia yang pernah disisir kulitnya bersama sisir besi sampai dagingnya terkelupas berasal dari tulang dan jaringan sarafnya. Akan tetapi, hal itu tidak membuatnya berpikir untuk meninggalkan agamanya.

Allah bakal menyempurnakan agama ini, tetapi engkau tidak bersabar. Suatu hari, kelak bakal tiba saatnya perempuan zalim itu (majikan Khabbab) bakal berjalan sendiri berasal dari San’a ke Hadramaut tanpa was-was apa pun tak hanya binatang buas. Namun, mengapa engkau tidak sabar?”

Ternyata Rasulullah saw sudah sadar azab yang bakal Allah SWT timpakan pada majikan zalim berikut bersama mengabarkan bahwa majikan zalim itu bakal mati diterkam binatang buas. Khabab r.a mengimbuhkan kesaksiannya, “Demi Allah, apa yang dikabarkan oleh Rasulullah saw benar! Aku melihatnya sendiri!”

Kebenaran pengakuan Rasulullah saw tentang azab yang bakal menimpa majikan yang zalim benar adanya. Bukti kebenaran itu disaksikan oleh Khabab, budak punya majikan zalim, secara langsung. Dia menyaksikan majikannya mati diterkam binatang buas sesuai bersama apa yang dikatakan Rasulullah saw.

Sumber : tokoh.co.id

Baca Juga :

Kisah Umair bin Wahab

Kisah Umair bin Wahab

Perang Badar dimenangkan oleh pasukan kaum muslimin. Rasa syukur pun senantiasa mereka panjatkan ke hadirat Allah SWT. Sebaliknya, kekalahan yang diterima kaum musyrikin Quraisy sangat menyebabkan mereka jadi geram.

Umair bin Wahab dan Shafwan bin Umayyah mengutarakan kekesalan mereka atas kemenangan umat Islam. Umair bicara kepada Shafwan, “Ah, jikalau aku tidak tengah dililit utang dan keluargaku bisa kutinggalkan saat susah sekarang, aku akan melacak Muhammad dan membunuhnya!”

Mendengar perkataan Umair tersebut, Shafwan menyambut inspirasi Umair dan berkata, “Baiklah, jika kau sukses membunuh Muhammad dan menyiksanya bersama keji, aku berjanji akan memberimu 100 ekor unta. Dengannya kamu bisa melunasi seluruh utang keluargamu, begitu pula keluargamu akan aku jadikan anggota berasal dari keluargaku!”

Tawaran yang menggiurkan. Tanpa pikir panjang, Umair langsung menerima tawaran Shafwan bersama bahagia hati.

“Tapi ingat! Ini adalah rahasia kami berdua. Jangan sampai kauceritakan kepada yang lain!” pesan Shafwan kepada Umair.

Umair pun langsung berangkat ke Medinah untuk laksanakan rencana kejinya tersebut. Akan tetapi, malang baginya, di tengah perjalanan ia bertemu Umar bin Khaththab, kawan dekat Rasulullah saw yang sangat ditakuti kaum Quraisy sebab keberanian dan pukulannya yang menyakitkan. Rasa takut menyergap Umair, bahkan dikala Umar menggiringnya untuk menghadap Rasulullah saw.

Interogasi pada Umair atas maksud kedatangannya ke Medinah diawali di hadapan Rasulullah saw. Beliau bertanya, “Apa maksud kedatanganmu ke sini?”

Umair tidak barangkali menjawab bersama jujur niatnya untuk membunuh pemimpin umat Islam itu sendiri. Ia berkilah, “Sungguh kedatanganku ke sini untuk menebus putraku yang sudah kalian tawan.”

Rasulullah saw sesungguhnya sudah memahami bahwa Umair berbohong. Beliau mendapat anjuran berasal dari Allah SWT. Berkali-kali beliau bertanya kepada Umair, berulang-kali pula ia konsisten berbohong.

Akhirnya, Rasulullah saw mengakhiri kebohongan Umair bersama berkata, “Aku memahami engkau sudah bersekongkol bersama Shafwan untuk membunuhku. Dengan melakukannya, Shafwan akan memberikanmu 100 ekor unta untuk melunasi seluruh utang keluargamu dan menjadikan keluargamu anggota berasal dari keluarganya!”

Umair tersentak kaget memahami Rasulullah saw bisa membongkar niat busuknya. Dia sangat heran, “Benar-benar tidak habis pikir, bagaimana Rasulullah bisa memahami rencana busukku, padahal tidak ada orang lain yang mendengarkan, cuma aku dan Shafwan. Lagi pula obrolan itu terjadi di Mekah, jauh berasal dari Medinah daerah Rasulullah saw berada?”

Kebenaran berita yang disampaikan Rasulullah saw menyebabkan Umair percaya bahwa Muhammad sangat utusan Allah. Ia pun mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai ketundukannya pada Islam. Rasulullah saw menyambutnya bersama baik.

Tidak ada prasangka atau dendam sama sekali kepada Umair. Bahkan, beliau menyuruh para kawan dekat untuk mengajari Al-lslam kepada Umair, sampai ia memahaminya bersama baik. Ditambah lagi, seluruh tawanan yang diminta oleh Umair, beliau bebaskan tanpa keberatan sama sekali.

Waktu pun berlalu. Saat dirasa ilmu yang dimiliki Umair sudah cukup, Rasulullah saw mengizinkannya untuk lagi ke Mekah. Di sana ia menyiarkan Islam dan hasilnya hampir seluruh masyarakat Mekah masuk Islam berkat dakwahnya

Sumber : tutorialbahasainggris.co.id

Baca Juga :

Pengakuan Abu Jahal

Pengakuan Abu Jahal

Dalam penyebaran risalah Islam, Rasulullah banyak sekali menemui kendala agar untuk menjauhi sikap orang-orang Quraisy yang menentang risalah Islam, Rasulullah jalankan dakwah secara sembunyi-sembunyi. Hal itu dijalankan Rasulullah dikarenakan belum tersedia arahan berasal dari Allah untuk jalankan dakwah secara terang-terangan.

Akan tetapi, disaat turun perintah untuk dakwah secara terang-terangan, Rasulullah saw langsung nampak berasal dari kediamannya dan mendaki bukit Shafa. Di atas sana, beliau berseru bersama dengan lantang memanggil penduduk Mekah, “Wahai kaum Quraisy!” Seruan itu memancing penduduk Mekah untuk berduyun-duyun mendekati beliau.

Setelah penduduk Mekah berkumpul di bukit Shafa, Rasulullah bersabda, “Percayakah kalian jikalau kukabarkan kepada kalian bahwa seekor unta akan ketuar berasal dari kaki gunung ini?”

Mereka menjawab, “Kami tidak dulu mendapatkan kebohongan darimu sebelumnya.”

Rasulullah melanjutkan, “Ketahuilah, memang aku mengingatkan kalian akan adanya siksa yang terlampau pedih!”

Mendengar perihal itu, pamannya yang bernama Abu Lahab berdiri dan langsung meninggalkan beliau. Ketidakpedulian Abu Lahab pada ajakan Rasulullah saw diikuti oleh yang lainnya. Satu per satu berasal dari mereka pergi meninggalkan beliau. Tidak tersedia yang tertarik bersama dengan ajakannya.

Tradisi jahiliah begitu melekat di dalam diri kaum Quraisy Mekah agar hampir tidak mungkin untuk meninggalkan formalitas yang turun-menurun tersebut.

Meskipun demikian, Rasulullah saw tidak berhenti begitu saja. Pada suatu kesempatan, beliau bertemu bersama dengan pamannya, Abu Jahal, di sebuah lorong kota Mekah. Pertemuan ini tidak disia-siakan oleh Rasulullah saw untuk mengajak pamannya menauhidkan Allah SWT. Beliau bersabda, “Wahai, Abu Hakam, marilah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Aku mengajakmu kepada Allah!”

Dengan ketus Abu Jahal menjawab, “Hai, Muhammad! Tidakkah kamu berhenti mencela tuhan-tuhan kami? Jika engkau jalankan ini agar kami bersaksi di hadapan Allah bahwa kamu adalah penyampai risalah, akan kami jalankan jikalau kamu memang benar! Karena itu, biarkanlah kami mengurus diri kami sendiri!”

Mendengar pernyataan Abu Jahal, Rasulullah saw berlalu meninggalkannya. Mughirah bin Shu’bah yang saat itu sedang bersama dengan Abu Jahal bertanya mengenai kerasulan Nabi Muhammad.

Abu Jahal menjawab, “Aku tahu bahwa dia adalah seorang nabi dan apa yang dikatakannya adalah kebenaran. Akan tetapi, kami beradu bersama dengan Bani Hasyim (keluarga Rasulullah saw) di segala sesuatu. Mereka membanggakan diri dikarenakan sedia kan makanan dan minuman bagi para peziarah. Jika di pada mereka tersedia yang menjadi nabi, mereka pasti akan membangga-banggakannya di hadapan kami. Jika demikian, pasti saja kami tidak sanggup menyainginya.”

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Abu Jahal dulu berkata, “Kami tidak dulu mendustakan engkau dan engkau bukanlah seorang pendusta. Namun, kami mendustakan apa yang engkau bawa.”

Pengakuan Abu Jahal pada kerasulan Muhammad pun diungkapkan Abu Dzar Al-Ghifari. Saat itu Abu Dzar belum memeluk Islam dan ia pun menjadi kawan akrab dekat Abu Jahal. Keduanya dipersatukan di dalam kerja serupa perdagangan yang saling beruntung kedua belah pihak. Setiap kali Abu Dzar singgah ke kota Mekah, ia senantiasa membawa barang-barang dagangan yang akan ia jual lewat perantaraan Abu Jahal.

Alkisah diceritakan bahwa berlangsung sesuatu di luar kebiasaan. Suatu disaat Abu Dzar singgah ke Mekah tanpa membawa barang dagangan satu pun, juga uang perniagaan. Hal ini pasti saja membawa dampak Abu Jahal heran. la pun bertanya kepada Abu Dzar, “Apakah kau membawa barang dagangan, hai sahabatku?”

Abu Dzar menjawab, “Seperti yang kaulihat, aku tidak membawa apa pun.”

“Apakah engkau membawa uang?” bertanya Abu Jahal kembali.

“Tidak juga,” jawab Abu Dzar singkat.

Melihat tersedia sesuatu yang tidak biasa pada sahabatnya, Abu Jahal ulang bertanya, “Ada apa denganmu? Apa yang membuatmu singgah jauh-jauh ke Mekah tanpa membawa barang dagangan atau uang? Adakah tujuanmu yang lain?”

Melihat kerisauan sahabatnya, Abu Dzar coba menenangkannya bersama dengan menjawab, “Sahabatku Abu Jahal, kali ini kedatanganku bukan untuk mengadu beruntung di dalam perdagangan.”

“Lantas untuk apa?” bertanya Abu Jahal yang makin penasaran.

“Aku ingin bertemu bersama dengan kemenakanmu.”

Jawaban Abu Dzar makin membingungkan Abu Jahal. Abu Jahal pun ulang bertanya, “Kemenakanku? Siapakah yang kaumaksud?”

“Muhammad,” jawab Abu Dzar singkat.

“Muhammad?” ulang Abu Jahal untuk meyakinkan apa yang baru saja ia dengar.

“Ya. Kudengar berasal dari lebih dari satu sahabatku bahwa Muhammad, kemenakanmu itu sudah diangkat menjadi seorang rasul. Engkau harus bangga membawa kemenakan semulia itu, sahabatku!” tahu Abu Dzar panjang lebar. Ia tidak tahu bahwa sang paman tidak menyukai risalah yang dibawa kemenakannya, Muhammad.

Abu Jahal yang tidak ingin Islam memengaruhi sahabatnya langsung mencegah Abu Dzar untuk bertemu Rasulullah saw dan berkata, “Sahabatku, dengarkanlah aku jikalau kau ingin selamat, jangan kautemui dia! Sekali-kali jangan dulu kau menemui kemenakanku itu!”

“Mengapa kau berkata seperti itu?” bertanya Abu Dzar Al-Ghifari heran.

Abu Jahal menjelaskan, “Kautahu, Muhammad itu terlampau menarik. Ia terlampau memesona. Sekali bertemu dengannya, aku jamin kaupasti akan terlampau terpikat dengannya. Wajahnya bersih, perkataannya memuat mutiara indah dan senantiasa benar. Perilakunya terlampau lembut dan sopan membacakan wahyu. Semua kalimatnya menyentuh jiwa.”

Tentu saja jawaban Abu Jahal terlampau berlawanan bersama dengan sarannya untuk tidak menemui Rasulullah saw. Di satu sisi ia melarang Abu Dzar untuk bertemu kemenakannya, tetapi di sisi lain ia memberikan alasan yang baik-baik mengenai Rasulullah saw.

Abu Dzar mengungkapkan keheranannya seraya berkata, “Aku tidak mengerti, tetapi apa itu berarti kau yakin dia seorang rasul?”

Abu Jahal langsung mengiyakan. Katanya, “Jelas. Mustahil rasanya jikalau ia bukan seorang rasul. Ia baik kepada semua orang tua dan muda, begitu pula budi pekerti dan akhlaknya terlampau mulia. Satu perihal ulang yang harus kauketahui, ia terlampau tabah hadapi apa pun yang berlangsung padanya. Ia membawa energi tarik yang hebat sekali.”

“Aku tidak habis tahu terhadapmu, Abu Jahal sahabatku,” tandas Abu Dzar, “kaubilang bahwa kauyakin kemenakanmu itu adalah seorang rasul.”

“Yakin betul. Aku tidak dulu meragukannya sedikit pun,” tegas Abu Jahal.

“Apakah kaupercaya bahwa ia benar?” bertanya Abu Dzar kembali.

“Lebih berasal dari sekadar percaya,” Jawab Abu Jahal.

“Tapi engkau melarangku untuk menemuinya …,” bertanya Abu Dzar masih bersama dengan keheranan.

Abu Jahal menjawab “Begitulah ….”

“Lalu, apakah engkau ikuti ajaran agamanya?”

Abu Jahal tersentak bersama dengan pertanyaan sang sahabat. “Ulangi sekali ulang pertanyaanmu …,” pinta Abu Jahal.

“Apakah engkau ikuti agamanya menjadi pemeluk Islam?” Abu Dzar ulang ulangi pertanyaannya seperti permohonan Abu Jahal.

Tidak sanggup mengelak, Abu Jahal berkilah, “Sahabatku, hingga kapan pun aku senantiasa Abu Jahal. Aku bukanlah orang gila. Aku masih waras. Berapa pun kaubayar aku, aku tidak akan menjadi pengikut Muhammad!”

Abu Jahal melanjutkan, “Meskipun aku yakin bahwa Muhammad itu benar, aku senantiasa akan melawan Muhammad hingga kapan pun. Sampai titik darah penghabisanku.”

“Apa sebabnya?” bertanya Abu Dzar.

“Kautahu sahabatku, jikalau aku menjadi pengikut kemenakanku sendiri, kedudukan dan wibawaku akan hancur. Akan kuletakan di mana mukaku di hadapan bangsa Quraisy?”

Abu Dzar menggeleng-gelengkan kepalanya seakan tidak yakin akan pemikiran sahabatnya, ” Pendirianmu keliru, sahabatku.”

“Aku tahu aku memang keliru,” ujar Abu Jahal.

Abu Dzar mengingatkan sahabatnya, “Kelak, engkau akan dikalahkan oleh kekeliruanmu.”

“Baik, biar saja aku kalah. Bahkan, aku tahu diakhirat kelak akan dimasukkan ke di dalam neraka jahanam. Namun, aku tidak mau dikalahkan Muhammad di dunia meskipun di akhirat sana aku pasti dikalahkan,” jawab Abu Jahal sambil berlalu meninggalkan Abu Dzar yang masih tidak yakin bersama dengan apa yang baru saja didengarnya.

Abu Jahal senantiasa di dalam pendiriannya. Ketika Perang Badar berlangsung, ia ditanya oleh Akhnas bin Syariq, “Hai, Abu Jahal! Di sini hanya kami berdua dan tidak tersedia orang lain, ceritakanlah mengenai diri Muhammad, apakah benar dia itu orang yang jujur atau pendusta?”

“Demi Tuhan! Sesungguhnya Muhammad itu adalah orang yang benar dan tidak dulu berdusta!”

baca juga :