Biografi Ari Lasso

Biografi Ari Lasso

Nama lengkapnya Ari Bernardus Lasso atau lebih dikenal dengan nama Ari Lasso bermunculan di Madiun, Jawa Timur, 17 Januari 1973, adalahAnak dari pasangan Bartholomeus B. Lasso dan Sri Noerhida. Saat remaja Ari sekolah di SMA 2 Surabaya, bareng kawannya Juniarso yang menjadi drummer kesatu Dewa 19 dan Piyu yang besok menjadi gitaris PADI, menyusun sebuah band mempunyai nama Outsider Band. Sejak pertemuannya dengan personel Down Beat yang terdiri Dhani, Erwin dan Andra, ia merasa sesuai sehingga mulai bermain musik bareng. Pertemanan mereka lantas berlanjut dengan pembentukan band Dewa 19.

Setelah resmi terbit dari Dewa, Ari mulai mengerjakan album solonya. Ari hadir kembali ke dunia hiburan, tampil duet bareng Melly Goeslaw, yang lantas sukses besar di pasaran. Tahun 2001 Ari menerbitkan album solo kesatunya Sendiri Dulu, yang pun sukses besar dengan tembang andalannya Misteri Ilahi. Di album ini ia ditolong oleh Bebi Romeo, Erwin Prasetya, Andra, Bimo, Bongky, Anto Hoed, Denny Chasmala, dan Andi Rianto.

Tahun 2004 ia merilis album ketiganya Kulihat, Kudengar, Kurasa, dimana di antara lagunya menjadi sound track film layar lebar dengan judul sama, Mengejar Matahari. Ari menerbitkan album keempatnya dengan tajuk “Selalu Ada” pada tahun 2006. Di album ini, lagu Cinta Terakhir menjadi andalannya. Di tahun 2007, Ari merilis album “The Best of” dengan di antara lagunya, Aku dan Dirimu, di mana Ari duet bareng Bunga Citra Lestari.

Beberapa masa-masa lalu, Ari divonis dokter andai pita suaranya cepat rusak. Oleh karenanya Ari mengerjakan antisipasi dengan puasa bicara. Pita suara Ari cepat bobrok bukan saat berdendang melainkan ketika berbicara. Ari pun terpaksa ‘istirahat’ sejenak dari jadwal manggung sekitar 4 bulan. Namun pada gelaran acara Dji Sam Soe Urban Jazz Crossover yang diselenggarakan di Medan, Bandung, Semarang dan Jakarta pada 1 Mei 2009 sampai 22 Mei 2009, Ari akan tampil. Sumber : https://www.infobiografi.com/

Ketahui Keuntungannya dalam Dunia Kerja untuk Anak Jurusan Sosiologi

Ketahui Keuntungannya dalam Dunia Kerja untuk Anak Jurusan Sosiologi

Siapa bilang jurusan Sosiologi tidak memiliki prospek karier seperti jurusan lain? Meskipun tidak seumum jurusan Akuntansi atau Teknik Informatika, tapi jurusan yang mempelajari ilmu sosial ini ternyata sangat berguna dan bermanfaat untuk kariermu, lho! Prospek kerjanya cukup beragam, dan semua hal yang dipelajari di jurusan Sosiologi nyatanya juga bisa diterapkan di berbagai situasi perusahaan! Tidak percaya? Simak dulu beberapa alasan kenapa jurusan ini berguna untuk mengembangkan kariermu!

3 Alasan Jurusan Sosiologi Bisa Mempermudah Karier

Memahami Manusia dengan Lebih Baik
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang interaksi sosial antar manusia atau organisasi dengan objek pembelajaran yang lebih dalam, mulai dari ras, kelas sosial, hingga budaya. Para lulusan sosiologi memiliki kelebihan berupa pemahaman akan betapa kompleksnya manusia dan lingkungan sosialnya. Dengan mempelajari ini, lulusan sosiologi bisa menganalisa, membandingkan, dan menyelesaikan masalah dari kebiasaan-kebiasaan manusia.

Memiliki Beragam Kemampuan yang Berguna
Lupakan fakta bahwa Sosiologi adalah jurusan yang membosankan dan penuh teori. Beragam pelajaran di jurusan satu ini pasalnya bisa memberikan berbagai kemampuan yang berguna bagi karier. Contohnya, kemampuan kerja sama, kemampuan memahami orang lain dan budayanya, kemampuan mengambil keputusan secara rasional, hingga kemampuan komunikasi interpersonal dengan orang dari beragam latar belakang.

Peka Terhadap Perubahan
Masyarakat terus berubah seiring berjalannya waktu. Hal ini tentu sudah dipahami oleh para lulusan Sosiologi. Nah, kepekaan terhadap perubahan ini bisa menjadi keuntungan tersendiri karena bisa membuatmu lebih siap menghadapi perubahan dan mudah beradaptasi dengan perubahaan.

Prospek Karier Lulusan Jurusan Sosiologi

Selain bekerja di bidang pemberdayaan sosial & sumber daya manusia, lulusan Sosiologi juga memiliki peluang untuk menempati posisi strategis di berbagai jenis perusahaan. Pekerjaan apa saja sih yang bisa dilakukan oleh kamu dengan gelar Sarjana Sosial atau S.Sos?

Human Resources
Posisi ini idealnya dilakoni oleh lulusan Psikologi. Tapi, kamu dari jurusan Sosiologi juga berpotensi untuk berkarier sebagai Human Resource atau HR. Sama-sama mempelajari tentang manusia, lulusan Sosiologi bisa memiliki pemahaman seputar berbagai sisi manusia kerja serta menganalisa masalah dan solusi di tempat kerja. Hal tersebut tentunya akan sangat berguna bagi divisi HR di perusahaan!

Market Research Analyst
Bidang satu ini cukup fleksibel dan bisa dilakukan oleh orang dari berbagai latar belakang, tak terkecuali dengan latar belakang sosiologi. Para lulusan sosiologi khususnya bisa mendalami riset pasar untuk memetakan gaya hidup, kebutuhan, dan berbagai pengelompokan lainnya di masyarakat. Kebanyakan strategi pemasaran dibuat berdasarkan data yang diperoleh dari penelitian.

Jurnalis
Menjadi jurnalis bukan sekadar tentang merangkai kata yang indah, namun juga pemahaman untuk melampirkan dan melaporkan data. Inilah yang bisa menjadi keunggulan dari lulusan Sosiologi. Dengan pengalaman riset yang cukup, para lulusan Sosiologi sudah sering terekspos dengan data dan analisa, sehingga diharapkan bisa memberikan informasi dengan lebih baik. Selain itu, lulusan Sosiologi juga bisa lho menjadi spesialis untuk menganalisa konflik sosial hingga politik yang timbul di masyarakat.

Media Planner
Pekerjaan satu ini mengharuskanmu untuk menilai kebutuhan periklanan klien, dan kemudian merancang media yang cocok digunakan untuk menjangkau target pasar mereka. Salah satu kemampuan yang perlu dimiliki yaitu kemampuan untuk melakukan riset dan menganalisa preferensi dari tiap kalangan. Hal ini juga sesuai dengan latar belakang jurusan Sosiologi yang mempelajari karakteristik tiap kelompok masyarakat.

Itulah berbagai keunggulan serta prospek karier yang bisa dilakoni oleh kamu yang memiliki jurusan Sosiologi.

Baca Juga:

Sentences Simple Present

Sentences Simple Present

Sentences Simple Present

Sentences Simple Present
Sentences Simple Present

30 Sentences Simple Present

*10 kata kerja (Verbal)

-He makes a car

-She cooks a toast

-She writes a short story

-Fabio watches a football game

-He pushes the door

-Sinta washes plate

-I fix a computer

-They say nice scenery

-I fry a fish

-They buy a company

*10 kata sifat (Adjective)

-He is a bad boy

-He is a famous man

-She is a shy girl

-He is a strong man

-Buffon is a loyal to the juventus fc

– Pirlo is a great ball player

-He is a funny guy

-He is jealous that her friend happy

-They are calm in the face of problems

-He is a fair man

*10 kata keterangan (Adverb)

-He is on the field

-He is under the seat

-She is often daydream at home

-I am put the books in the library

-They are play football in a stadium

-I often ride the train at the station

-I am shower every day

-They are always make trouble in school

-She is never out of the house

-He is often the way to the park

Sumber : https://merkbagus.id/

Bahasa Inggris Bisnis

Bahasa Inggris Bisnis

Bahasa Inggris Bisnis

Bahasa Inggris Bisnis
Bahasa Inggris Bisnis

Menurut saya usia-usia orang yang baru memasuki usia remaja belum dibolehkan dianjurkan menjalani hubungan dengan lawan jenisnya. Karena pada usia tersebut pemikirannya masih labil, takutnya terjadi hal yang tidak diinginkan dan efeknya negatif. Oleh karena itu para remaja disarankan untuk menjalin hubungan diatas umur 18 tahun. Karena pada usia tersebut para remaja sudah mengetahui apa yang baik dan buruknya dalam menjalin hubungan dengan lawan jenis. Menurut saya pada usia diatas 18 tahun kematangan emosional para remaja sudah terbentuk, dan mengetahui mana yang baik ketika mejalani hubungan atau yang disebut berpacaran.

       Dalam menjalani hubungan, para remaja harus ada yang memantau dalam menjalani kasih kepada lawan jenisnya. Yang memantau remaja tersebut adalah orang tua, Dimana peran orang tua sangat penting didalam kalangan para remaja. Karena para orang tua tau mana yang baik dan buruk dalam pergaulan para remaja. Orang tua juga harus berperan dalam menjaga anak-anaknya supaya anaknya tidak masuk kedalam pergaulan yang salah. Peran orang tua sangat penting karena takutnya terjadi kekerasan yang bisa menimbulkan luka fisik dan psikis, kalau terkena luka psikis itu penyembuhannya agak lama.

        Cara yang baik untuk mengakhiri penderitaan anak yaitu dengan cara melarang dan menjauhkan si anak kepada pacarnya yang suka melakukan kekerasan. Kita harus bisa mengetahui mana orang yang baikdan pantas untuk menjadi pasangan kita, supaya kita tidak terjerumus didalam percintaan yang mengakibatkan luka dalam psikis kita. Ketika kita mengalami tindak kekerasan yang mengenai psikis kita, kita bisa meminta bantuan tenaga professional yang bisa membantu kita dalam mengurangi penderitaan kita. Tenaga professional tersebut adalah psikolog, karena psikolog adalah tempat konsultasi dan kita juga bisa berbagi cerita baik dalam penderitaan dan tekanan. Psikolog bisa memulihkan luka psikis orang yang sedang mengalami penderitaan dan tekanan yang berat.

Sumber : https://www.anythingbutipod.com/

Japfa Foundation Salurkan Program Beasiswa di Unand

Japfa Foundation Salurkan Program Beasiswa di Unand

Japfa Foundation Salurkan Program Beasiswa di Unand

Japfa Foundation Salurkan Program Beasiswa di Unand
Japfa Foundation Salurkan Program Beasiswa di Unand

Sebagai bentuk komitmen terhadap peningkatan sumber daya manusia di sektor agrikultur,

Japfa Foundation bekerja sama dengan Fakultas Pertanian dan Fakultas Peternakan Universitas Andalas (Unand) memberikan program beasiswa sarjana peternakan, dan sarjana pertanian.

“Melalui program beasiswa ini, diharapkan generasi muda dapat berprestasi di sektor peternakan dan perikanan. Mereka juga diharapkan dapat menyelesaikan pendidikannya dan dapat mengabdikan pengalaman dan keterampilan yang di dapat selama duduk di bangku kuliah kepada masyarakat,” ujar Head of Japfa Foundation, Andi Prasetyo, dalam keterangan persnya, Minggu (11/11).

Kegiatan penandatanganan ini melibatkan Rektorat Universitas Andalas Dekanat Fakultas

Peternakan Universitas Andalas, Dekanat Fakultas Pertanian Universitas Andalas, Japfa Foundation, perwakilan dari PT Japfa Comfeed Indonesia, perwakilan dari Fakultas Peternakan serta perwakilan dari Fakultas Pertanian.

“Guna memajukan sektor agrikultur, tentu dibutuhkan SDM yang berkualitas.

Program ini ditujukan untuk mendorong semangat siswa sehingga nantinya tercetak sarjana peternakan, perikanan dan kelautan yang unggul,” imbuh Andi.

Adapun komponen beasiswa yang akan diberikan berupa tunjangan langsung yang termasuk di dalamnya, tunjangan hidup per bulan serta tunjangan penelitian dan skripsi. Selain itu, penerima beasiswa juga akan mendapatkan tunjangan pendidikan, tunjangan kegiatan sosial, tunjangan bimbingan karier, tunjungan bimbingan akademik, dan tunjangan kursus bahasa Inggris.

“Saya mengharapkan program ini mampu mendorong generasi muda untuk dapat berprestasi di sektor kesehatan hewan dan dapat menjadi manfaat bagi masyarakat dalam bidang peternakan dan pertanian,” tutup Andi.

 

Baca Juga :

Tiga Kali Gelar FSA, Alumni IPB Semakin Memperkuat Sinergi

Tiga Kali Gelar FSA, Alumni IPB Semakin Memperkuat Sinergi

Tiga Kali Gelar FSA, Alumni IPB Semakin Memperkuat Sinergi

Tiga Kali Gelar FSA, Alumni IPB Semakin Memperkuat Sinergi
Tiga Kali Gelar FSA, Alumni IPB Semakin Memperkuat Sinergi

Setelah dua kali sukses, Himpunan Alumni (HA) IPB kembali menggelar agenda rutin Forum Silaturahmi

Alumni (FSA) di Jakarta, Jumat (9/11). FSA III ini menghadirkan puluhan alumni dari berbagai profesi dan latar belakang yang dirangkaikan dengan peluncuran Program Mentoring Leader Batch I.

“Kami terus terus berupaya agar potensi alumni dari berbagai profesi bisa disinergikan untuk membangun kebersamaan, almamater, bangsa dan negara Indonesia,” kata Ketua DPP HA IPB Fathan Kamil ketika membuka FSA III.

Sejumlah alumni dari kalangan pelaku usaha, profesional, jajaran direksi badan usaha milik negara

(BUMN), perusahaan swasta nasional dan multinasional hingga yang berkarir di birokrasi turut hadir.

Dikatakan, sinergi para alumni sangat diperlukan karena pengalaman dan profesionalisme yang sudah diperoleh sangat bermanfaat bagi sesama alumni. Selain itu, dalam rangka meningkatkan kualitas lulusan IPB maka sinergi bersama bisa dioptimalkan dengan calon alumni IPB.

Ketua Bidang Jejaring Alumni HA IPB Dudi S Hendrawan menjelaskan FSA I sudah digelar pada Mei 2018

lalu dengan mengajak sejumlah alumni yang berkarir di kementerian dan lembaga pemerintahan. Saat FSA I, sejumlah alumni IPB yang berkarir di Kementerian Koordinator bidang Perekonomian menjadi tuan rumah (host).

Untuk FSA II, lebih difokuskan pada alumni-alumni IPB yang berkarir sebagai direksi di jajaran badan usaha milik negara (BUMN), perusahaan swasta dan para pelaku usaha (entrepreneur). FSA II ini juga dibuat bersamaan dengan ajang halal bi halal (HBH) antar alumni IPB. Menteri KLHK Siti Nurbaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan acara yang digelar di Auditorium Manggala Wanabakti, Kompleks KLHK, Jakarta, Kamis (12/7) lalu.

Dalam FSA III ini, HA IPB juga meluncurkan Program Mentoring Leader Batch I sebagai ajang kaderisasi dan pendampingan calon-calon pemimpin masa depan. Potensi alumni yang cukup besar diharapkan bisa memberikan motivasi bagi lulusan IPB. “Ini salah satu bentuk kontribusi kami sebagai alumni kepada adik-adik dalam meningkatkan kapasitas dan daya saing lulusan IPB,” ujar Fathan.

 

Sumber :

https://vidmate.co.id/

Kementerian PAN-RB Gandeng UI Akselerasi Reformasi Birokrasi

Kementerian PAN-RB Gandeng UI Akselerasi Reformasi Birokrasi

Kementerian PAN-RB Gandeng UI Akselerasi Reformasi Birokrasi

Kementerian PAN-RB Gandeng UI Akselerasi Reformasi Birokrasi
Kementerian PAN-RB Gandeng UI Akselerasi Reformasi Birokrasi

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) menggandeng

Universitas Indonesia untuk pemantapan, pengembangan, dan sosialisasi implementasi reformasi birokrasi. Kerja sama antara Kementerian PAN-RB dan Universitas Indonesia ini ditandai dengan penandatanganan adendum nota kesepahaman, di Balai Sidang Universitas Indonesia, Depok, Jumat (9/11).

Dalam sambutannya, MenPAN-RB, Syafruddin menyampaikan harapannya agar kerja sama ini bisa membawa dampak positif bagi program reformasi birokrasi pemerintah. Ke depannya, kerja sama serupa juga akan dilakukan kepada universitas atau perguruan tinggi lainnya di seluruh Indonesia.

“Kementerian PAN-RB sangat membutuhkan Universitas Indonesia sebagai lembaga pendidika

n dan penelitian. Kerja sama ini meliputi perencanaan, implementasi, dan juga sosialisasi dari program-program reformasi birokrasi di Kementerian PAN-RB. Sebab sampai saat ini masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui apa saja yang sudah dibuat oleh negara. Masih banyak yang skeptis terhadap pelayanan publik, padahal negara sudah melakukan banyak hal dalam perbaikan pelayanan publik,” kata Syafruddin.

Sementara itu, Rektor Universitas Indonesia, Prof Muhammad Anis menyampaikan,

kerja sama ini merupakan bentuk sinergi positif antara kampus sebagai institusi pemerintahan dengan pemerintah. Menurutnya, kolaborasi dengan pemerintah ini harus terus didorong dan dikembangkan agar kemajuan dan kesejahteraan Indonesia dapat terwujud.

“Dengan keilmuan yang dimiliki UI, kami berharap dapat menjadi mitra pemerintah dalam memberi masukan-masukan yang komprehensif bagi suksesnya pelaksanaan reformasi birokrasi di Indonesia, yang menjadi bagian penting dalam menyukseskan Road Map Making Indonesia 4.0,” ujar Anis.

 

Sumber :

https://daftarpaket.co.id/

TK Aisyiyah Busthanul Athfal Gelar Peringatan 100 Tahun

TK Aisyiyah Busthanul Athfal Gelar Peringatan 100 Tahun

TK Aisyiyah Busthanul Athfal Gelar Peringatan 100 Tahun

TK Aisyiyah Busthanul Athfal Gelar Peringatan 100 Tahun
TK Aisyiyah Busthanul Athfal Gelar Peringatan 100 Tahun

Taman Kanak-kanak Aisyiyah Busthanul Athfal (TK ABA) yang didirikan di Kauman Yogyakarta

memperingati 100 tahun kelahirannya. Sejarah telah merekam jejak pengabdian Aisyiyah pada pendidikan anak usia dini (PAUD) sejak 1919.

Dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis (15/8/2019), disebutkan pendidikan saat itu hanya tersedia untuk kalangan yang dekat dengan pemerintahan penjajahan Belanda. Pendidikan saat itu juga tidak mendidik anak secara Islami dan menjauhkan ideologi kebangsaan.

Aisyiyah sebagai sayap organisasi perempuan dari Muhammadiyah menyadari adanya persoalan

pendidikan anak yang memprihatinkan pada saat itu. Dengan pemikiran penguatan pada konsepsi institusi keluarga dan melahirkan generasi penerus yang berkualitas untuk membangun bangsa, Nyai Siti Walidah–istri KH Ahmad Dahlan–melalui Aisyiyah mempelopori kegiatan di bidang pendidikan bagi kaum wanita.

TK ABA merupakan PAUD yang pertama kali dimiliki pribumi di masa penjajahan Belanda. TK ABA berdiri atas inisiasi putri Muhammad Kamaludin Ningrat yang bernama Siti Umniyah yang saat itu menjabat ketua Siswo Proyo Wanito, sebuah perkumpulan pelajar wanita sekolah Muhammadiyah yang dibentuk oleh Sumo Dirjo.

Berawal dari TK ABA Kauman yang menjadi pelopor PAUD di Indonesia, saat ini TK ABA

yang dikelola Aisyiyah telah tersebar di seluruh penjuru Tanah Air hingga ke luar negeri.

Perayaan 100 tahun ini akan dijadikan momentum untuk Aisyiyah dalam aksi ber-ta’awun (tolong-menolong) dalam mewujudkan pendidikan anak usia dini yang ramah anak dan berkualitas. Selain itu akan digelar berbagai acara mulai dari tingkat pusat, wilayah, daerah, cabang, dan ranting.

Kegiatan diawali talk show “Pendidikan Anak Usia Dini sebagai Sarana Penanaman Nilai Nasionalisme dan Toleransi” di Jakarta. Selanjutnya pada 21-22 Agustus 2019 digelar seminar internasional di FKIP Universitas Hamka Jakarta, serta Tasyakur Akbar 100 Tahun TK Aisyiyah Busthanul Athfal pada 16 November 2019 di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Dalam acara tasyakur juga akan digelar Aisyiyah Education Expo 2019, Gerakan Philanthrophy 100 Tahun TK Aisyiyah Busthanul Athfal, dan pemberian penghargaan kepada pendidik dan penggiat PAUD Aisyiyah.

 

Baca Juga :

UPH Beri Bantuan Program Pendidikan untuk 6 Pengungsi Afghanistan

UPH Beri Bantuan Program Pendidikan untuk 6 Pengungsi Afghanistan

UPH Beri Bantuan Program Pendidikan untuk 6 Pengungsi Afghanistan

UPH Beri Bantuan Program Pendidikan untuk 6 Pengungsi Afghanistan
UPH Beri Bantuan Program Pendidikan untuk 6 Pengungsi Afghanistan

Universitas Pelita Harapan (UPH) memberikan bantuan program pendidikan kepada enam pengungsi

Afghanistan yang merupakan bagian dari ratusan pengungsi di Kalideres, Jakarta Barat. Keenam pengungsi, terdiri dari dua laki-laki dan empat perempuan yang berusia antara 15-23 tahun itu, akan diikutsertakan ke dalam pendidikan bahasa Inggris bertajuk English Pathway Program (EPP).

Proses serahterima keenam pengungsi itu dilakukan secara resmi dari pihak Badan Pengungsi Perserikatan Bangsa-bangsa (United Nation High Commissioner for Refugees/UNHCR) yang diwakili oleh Petugas Perlindungan Senior, Julia Zaykowski, kepada Pendiri dan Ketua Pembina UPH, James T Riady, di Gedung Hope, UPH, Tangerang, Kamis (15/8).

James mengatakan program itu diharapkan akan meningkatkan kemampuan bahasa Inggris

dari keenam remaja dan pemuda Afghanistan tersebut. Mereka nantinya juga dimungkinkan masuk ke dalam program pendidikan formal di UPH.

“Dalam rangka UPH memasuki 25 tahun, kami senang sekali bisa bekerja sama dengan PBB untuk memberikan kesempatan, peluang bagi para pengungsi untuk bisa memasuki pendidikan formal,” kata James.

EPP merupakan program pendidikan informal untuk pembelajaran bahasa Inggris yang dirancang selama satu tahun. Keenam pengungsi ini tidak hanya mendapatkan beasiswa secara penuh lewat EPP, tetapi juga diberikan fasilitas gratis berupa tempat tinggal (asrama) dan makanan selama masa program.

“Bagian pertama, bagaimana supaya Bahasa Inggris mereka ditingkatkan mencapai TOEFL

500-550. Bagian kedua, mereka bisa memasuki program sarjana dengan disiplin ilmu berbeda-beda,” ujar James.

Menurut James, keenam pengungsi itu menyatakan keinginan mereka menjadi dokter, pengusaha, atau bergelut di dunia pendidikan. “Itu semua kita fasilitasi,” katanya.

Insiatif kemitraan pendidikan ini dirancang sebagai sumbangsih konkret dari UPH untuk meningkatkan keterampilan dan pendidikan bagi para pengungsi di Indonesia yang saat ini menunggu proses permukiman kembali (resettlement). Inisiatif ini sejalan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan yang dipegang pemerintah Indonesia dalam penanganan pengungsi.

Indonesia sendiri saat ini menjadi tempat transit bagi 14.000 pengungsi luar negeri. Oleh karena itu, pemberian bantuan program pendidikan semacam ini juga mendorong sektor-sektor swasta lainnya untuk turut membantu pemerintah dalam menangani situasi pengungsi di Indonesia.

 

Sumber :

https://linda134.student.unidar.ac.id/2019/08/sejarah-siti-fatimah-lodaya.html

Jokowi Serahkan KIP untuk 4.000 Pelajar di Gorontalo

Jokowi Serahkan KIP untuk 4.000 Pelajar di Gorontalo

Jokowi Serahkan KIP untuk 4.000 Pelajar di Gorontalo

Jokowi Serahkan KIP untuk 4.000 Pelajar di Gorontalo
Jokowi Serahkan KIP untuk 4.000 Pelajar di Gorontalo

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan Kartu Indonesia Pintar (KIP)

kepada 4.000 pelajar SD sampai SMA/SMK di Gorontalo. Penyerahan KIP diadakan di Gelanggang Olahraga David-Tonny, Gorontalo, Jumat (1/3).

Pada kesempatan itu, Jokowi berharap agar dana bantuan pendidikan melalui KIP digunakan tepat sasaran. “Hati-hati. Anak-anakku semua, dana yang ada di kartu ini hanya digunakan untuk hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan,” kata Jokowi.

Jokowi juga mengungkap skema pembiayaan bagi pelajar setiap tingkatan. Bagi pelajar SD dana yang diberikan sebesar Rp 450.000 per tahun. Pelajar SMP mendapatkan Rp 750.000, sedangkan tingkat SMA/ SMK sebesar Rp 1 juta.

“Anak-anak (SD) di kartunya ada dana Rp 450.000. Jadi hati-hati pegang kartunya.

Untuk yang SMP sudah tahu ada berapa? Rp 750.000. Yang SMA/SMK ada berapa dana yang ada di dalam kartu? Rp 1 juta,” ungkap Jokowi.

Diketahui, anak usia sekolah dari keluarga kurang mampu dan yatim piatu terdaftar sebagai penerima bantuan tunai pendidikan. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy menjelaskan, penerima KIP pada 2019 di Gorontalo sebanyak 80.502 siswa.

“Jumlah siswa penerima KIP tahun 2019 untuk semua jenjang di Provinsi Gorontalo

sejumlah 80.502 siswa. Adapun nilai anggarannya adalah Rp 41.170.700.000,” jelas Muhadjir seraya menyebut jumlah penerima bakal bertambah seiring adanya usulan penerima KIP baru.

Sebelum menyerahkan KIP, Jokowi terlebih dahulu meresmikan rumah susun sederhana (rusunawa) Asrama Putri Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMG). Jokowi bersama Ibu Negara Iriana Jokowi tiba di UMG dengan menggunakan becak motor (bentor).

Bentor merupakan transportasi yang menjadi ciri khas Gorontalo. Ratusan mahasiswa/ mahasiswi tampak menyambut antusias kehadiran Jokowi dan Iriana. Jokowi menandatangani prasasti peresmian rusunawa yang memiliki empat lantai.

Pada kegiatan itu, Jokowi dan Iriana didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie.

 

Sumber :

https://mhs.blog.ui.ac.id/lili.ariyanti/2018/08/12/sejarah-masjid-agung-sang-cipta-rasa/